The first 200 lines.
Sebelumnya di Mighty Ducks: Game Changers...
Aku muak kau bilang hal salah dengan tempat ini.
Kau pelatihnya.
Jika bisa tak memilihku, bagus.
- Ini bagus bagimu. - Sungguh?
- Ini untukmu. - Tembak!
Selalu untukmu.
Kau tak tahu perasaanku sekarang.
Orang tua terus menekanku.
Aku sepertimu.
Kurasa kini jalan kita berbeda.
Semoga kau dapat yang kau cari.
Aku memilih Nick Ganz.
Aku memilih Evan Morrow.
Pilihan terakhirku.
Pilih Jace, bagian kita.
Tak percaya kita beda tim.
- Tetap berteman? - Sahabat.
Pasti ini rasanya saat keluarga dipisahkan perang saudara.
Kenapa punya jabat tangan rumit?
Mereka baru jadi tim selama delapan jam.
Dominasi
Hei, Ev!
Hei, Evan. Di sini, rapat tim.
Aku pasti takkan memberinya yoghurt yang kubelikan untuknya.
Keadaan akan makin canggung.
Ini saat tepat mengenal anggota baru.
Aku tahu kenapa kita direkrut dari bawah, tetapi apa ceritamu?
Kau, anak takut. Katakan kenapa kau payah.
Aku hanya payah di sebelah kakakku.
Dia juga di sini.
Yang di sana dengan bisep raksasa?
Kurasa kita semua tahu Incredible Hulk itu.
Sok akrab dengan sahabatku.
Dia tak pernah menyebutmu.
Ya, sepertinya benar.
Dia sajian utama di keluarga kami dan aku hanya sampingan.
Dari situlah julukan, Fries. Aku tak sakit hati.
Kentang goreng. Dingin sekali.
Aku melihat si saudara bagus.
Aku? Tak punya saudara.
Hanya aku, Gertie, dari Moose Lake, Alaska,
di Wilayah Fishhook, di mana aku pemain hoki remaja terbaik.
Kurasa.
Sulit tahu, jarang bermain dengan anak lain,
makanya ada yang bilang aku punya kelemahan mencolok.
Namun, saat hanya aku, astaga, aku bagus.
Gerakanku unik. Belum ada yang pernah lihat.
Kutanya kepada Ayah apa boleh berperahu ke kota
untuk pinjam perekam VHS JoJo Mike dan merekamku.
Lalu kami naik pesawat amfibi ke kantor pos, dan di sinilah aku.
Itu sebagian besar ceritanya.
Tak semua, kukurangi beberapa detail untuk waktu.
Bagaimana dengan rekan tim baru kita?
Ada yang mau kau katakan, Jace?
Apa? Semua harapan dan mimpiku,
untuk soal ini jadi musim panas terhebat dengan sahabat baruku?
Tidak.
Hei, semua orangku.
- Paket lagi untukmu. - Terima kasih.
Itu yang ketiga minggu ini.
Ya, kurasa ibuku hanya merindukanku.
Tak ada yang menemaninya tidur...
Bukannya aku begitu.
Atau bukannya kami pakai kata kerja itu di rumah kami.
Kita semua tidur.
Aku tahu tangki helium akan membayar dividen.
Kita punya semua kebutuhannya untuk pesta ulang tahun hebat.
Ya, selamat hampir ulang tahun.
Baiklah, ayo.
Kalian sudah keluar?
Ya, pertandingan turnamen segera dimulai.
Sebaiknya kuperingatkan bahwa
jadwal latihan tim cukup keras,
jadi sebaiknya punya ember muntah, untuk jaga-jaga.
Ini mungkin takkan mengejutkanmu,
tetapi aku tak berniat melatih tim sampai muntah.
Sesukamu. Semoga beruntung.
Semuanya, keluarkan ponsel... Sudah dipakai.
Seharusnya kalian dapat surel hari ini dengan jadwalnya.
Kita punya waktu main di arena mulai lima menit lalu,
disusul dengan satu jam di Sasana Headspace,
disusul dengan mesin lari 9,5 km.
Inilah bagian terpenting dari jadwal hari ini di surel ini.
Hapus.
Namun, itu sangat resmi.
Perintah Pelatih. Taruh di bak sampah.
Alih-alih,
kutawarkan
ini.
130 km di mesin lari terkesan berat...
Suhunya 27 derajat hari ini.
Kita takkan ke arena es, tetapi keluar.
Mulai!
Dapatkan.
Hei, kau mau ikut?
Tidak, kalian baik saja. Aku berjemur matahari.
Baik.
Sobat, lihat.
Ya, itu yang mau kulihat.
Inginkan! Dapatkan! Jalani!
Bilang apa?
Mendominasi!
Ya!
Koordinasi tangan-mata mengesankan.
Zigzag.
Ayo, Semua.
Ini bukan jalan-jalan Minggu sore di taman.
Morrow, ayo.
Kayuh seolah kau mencurinya!
Saatnya makan siang.
Seharusnya tak kuhapus jadwalnya. Ya! Saatnya makan siang.
Kerja bagus.
Mau ikut? Jangan tolak makan siang.
Namun, aku di sini. Menentang kemungkinan.
Hebat. Aku datang, AJ dari kiri.
- Hai. - Hei.
Bagaimana kabarnya mencerahkan dunia hoki?
Hebat, sebenarnya.
Bagaimana Sofi 2.0 dan musim panas santainya?
Kau tak percaya itu, bukan?
Selama kau percaya.
Tidak harus, sudah kuyakini. Dah.
Sulit percaya musim panasku
di seberang ibu dan mantan pacarku.
Ya, sepertinya berlawanan dari cinta segitiga.
Aku ingin semua baik antara aku dan kau.
Aku merasa agak aneh soal kejadian hari ini.
Sungguh?
Ya, aku juga. Ini melegakan, karena...
Aku bagai di seberang ruangan melihatmu berteman seumur hidup.
Tak seperti kami yang membuat lelucon lucu,
tetapi lebih seperti naik perahu bersama.
Benar. Tidak, mereka hanya rekan musim panas. Kau sahabatku.
Ingat itu saat kau melihat yang kulakukan dengan spandukmu.
Pindah ke sisimu, ya?
- Tampak bagus. - Terima kasih.
Ya, aku jadi ingat.
Ulang tahunku Sabtu malam ini,
dan Ducks akan mengadakan pesta kecil dan aku ingin tahu,
jika kau tak sibuk dengan timmu...
Tentu saja, Sobat, aku akan ke sana.
Bajunya kasual gaya.
Atau apa pun, aku percaya kau. Seleramu bagus.
Aku merasa Evan hanya bisa lihat sisi gadis baik pengikut aturan.
Namun, aku kompleks, bahkan banyak segi.
Aku merasa dia ingin aku dalam perjalanan menuju keunggulan.
Namun, aku lebih di jalan pemberontakan.
Baik, berhenti di situ.
Jika kau di jalan ke pemberontakan,
lalu kenapa aku harus pindahkan buku AP Bio untuk bisa duduk?
Aku hanya santai membacanya.
Percayalah, aku bisa memberontak.
Aku hanya menyikat gigi 90 detik pagi ini.
Semua tahu kau harusnya lakukan dua menit penuh.
Sofi yang manis dan berharga.
Sampai kau diam-diam bertemu lelaki agar bisa ilegal
ke Kanada untuk buat tindik sama, kau tak bisa sebut dirimu pemberontak.
Kau melakukan itu?
Kenapa lagi menurutmu pusarku terinfeksi setiap tiga minggu?
Aku jadi selalu ingat Derek.
Baik, mungkin aku punya sedikit tugas, tetapi kau akan lihat aku bisa.
Aku bisa memberontak keras.
Tak ada pemberontak bilang itu.
Aku tak percaya ibumu kemas banyak.
Kenapa kartu ulang tahunmu banyak?
Agar bisa kalian isi dan berikan padaku.
Ini darimu. Evan Klasik. Ini dia.
Terima kasih.
Itu Lightning McQueen?
Apa? Kau keberatan
dengan mobil balap berbicara performa tinggi?
- Tidak. - Baiklah, bagus.
Astaga! Nick, ada batang pendar?
Ya, jangan dipatahkan.
Sabtu malam hanya tinggal batang plastik.
Tak benar. Taruh di freezer. Akan tahan lebih lama.
Ayolah, itu legenda urban yang dibantah orang yang ke bar mitzvah.
Hormati batang pendarnya.
Bawa masuk.
Baik, pertandingan sudah dekat,
dan aku tak melihat keyakinan diri yang perlu kulihat.
Kita Dominasi.
Semuanya dimulai di sini.
Jika tak percaya akan mendominasi, takkan terjadi. Katakan.
Dominasi!
Baik, istirahat sebentar.
Apakah aku? Aku baik saja, tetapi hancur di bawah tekanan.
Sebenarnya, Franklin, kemari sebentar.
Astaga, benar aku.
Kau dikuasai kegelisahan.
Ini yang kita lakukan.
Tembak tiga gol dari tengah arena.
Hanya kau dan gawang. Tanpa gangguan.
Tekanan adalah lawan tangguh.
Tenang, jika kau gagal, kita akan terus usahakan
di latihan tambahan
pada Sabtu malam,
dengan seluruh tim.
Sabtu malam?
No comments yet. Be the first to leave one.