The first 200 lines.
Sejak Caterina bisa berjalan,
aku sudah persiapkan dia untuk momen ini.
SEBELUMNYA
Aku ingin jadi penulis.
Jika dia terpilih, dia akan meninggalkan Eleven O'Clock.
- Kukira kau temanku. - Aku perlu meminta maaf.
- Kau Oliverio Gerard, 'kan? - Ya.
Aku tahu kau menolak Caterina atas permintaan Cocó.
Masuklah.
Aku ingin kau ikut lokakaryaku.
- Sungguh? - Ya.
Aku butuh bantuanmu.
Waktu adalah ilusi.
Tugasmulah untuk mencari tahu kenapa gelang itu membawamu ke waktu ini.
Simpul apa di kisahmu sendiri yang harus kau buka.
Cocó. Aku tahu siapa yang harus jadi pemeran utama Freaky Friday.
Aku.
Terima kasih sudah mendengarkanku.
Aku sangat menyesal.
Aku tahu. Oliverio menemuiku.
Lalu? Apa katanya?
Dia menerimaku di lokakaryanya.
Tak semudah itu.
Aku butuh waktu untuk memaafkanmu.
Tadinya aku memercayaimu,
dan aku takut percaya lagi karena kita belum lama kenal.
Aku tahu. Kau berhak untuk tidak memercayaiku.
Tapi aku tak mau kehilanganmu.
Aku merasa…
kita punya ikatan…
yang sangat kuat.
Aku cuma butuh sedikit waktu.
Baiklah. Sebaiknya aku pergi.
Aku harus bersiap untuk audisi.
Laura.
Aku bisa membantumu.
Membantuku berlatih?
Ya. Tak ada yang mengenal Ellie sebaik diriku.
Kukira kau sudah tak peduli dengan teater.
Memang. Tapi aku tak terima jika Greta memerankan Ellie.
DISNEY INTERTWINED
Modal recehan jadi jutawan! Visi Misi Foya Foya, cuma di RECEH88
Jika kau mau kalahkan Greta dan dapatkan peran itu,
ada yang harus kau ketahui.
Ibuku selalu mengoreksi posturku saat aku memerankan Ellie.
Karena pada saat itu,
Ellie bukan orang yang sama dengan dirinya di awal.
Dia berjuang menemukan jati diri.
- Tentu saja. Katherine ada di tubuhnya. - Tepat.
Kau harus memperhatikan perasaan karakter
lalu tunjukkan di dadamu
dan garis pandangmu.
Misalnya…
Aku bersembunyi.
Aku terbuka.
Bagus.
Yang tak pernah bisa kulakukan dengan benar
- adalah lompatan. - Lompatan.
Aku tahu. Sepertinya tak ada yang pernah bisa mengungguli Cocó.
Tapi jika kau bisa melakukannya lebih baik dari Greta,
peran Ellie bisa kau dapatkan.
Caterina!
Kuharap dia tak mendengar musiknya
dan mengira aku latihan karena mau kembali ke perusahaan.
Saatnya istirahat!
Satu hari saja tak mendengar dia, satu hari…
Cuma itu yang kuminta dari-Mu. Cuma itu.
Sangat mudah.
Bagaimana kalau kau menginap?
- Tidak, karena aku tak tahu… - Ayolah. Kenapa tidak?
Kabari orang tuamu.
- Tidak, karena hari ini aku harus… - Kumohon. Kau tak bisa menolak.
Ibuku menyukaimu. Jika kau di sini, dia lebih jinak.
Ayolah. Bantu aku. Kumohon.
Kumohon.
Kau tak bisa menyangkal kau masih menyukaiku.
Sudah kubilang, aku kencan dengan Laura.
Kau mau pura-pura jadi pacar setia?
Aku tak mau main-main lagi.
Perasaanku untuknya…
berbeda.
Ayolah, Marco. Aku mengenalmu.
Lebih baik kau pergi.
Entah kenapa aku tak bisa bersama Marco. Saat aku di sini, inilah waktuku.
Aku tak mau kau tersakiti. Itu saja.
Kenapa kau mengira aku akan tersakiti?
Kumohon, percayalah padaku.
Lebih baik kau menjauh darinya.
Kau tak memberiku jawaban.
Kau harus hadapi pengalamanmu sendiri.
Aku cuma bisa bilang, jatuh cinta kepada seseorang dari masa lain
dapat membuatmu menderita.
Lebih baik tersakiti karena cinta daripada tersiksa karena tak bertindak.
Bukan hanya soal dirimu.
Kau membahayakan Marco.
Kau harus menjauh darinya.
Aku bisa lebih baik. Sekali lagi.
- Bagus. - Tidak. Apa yang kau lakukan?
Apa, Félix? Kenapa tak mengetuk pintu?
Kau ingat ini kamarku juga, 'kan?
Ya, aku tahu. Tapi kami sedang latihan untuk audisi.
- Kembalilah nanti. - Aku mencari lokasi untuk film.
- Film apa? - Tidak.
Félix membuat film pendek untuk sekolah film.
- Ceritanya tentang apa? - Sederhana.
Film pendek horor tahun '90-an.
Aku suka film horor era '90-an.
Aku menonton The Blair Witch Project berkali-kali.
Oh, ya? Tepat seperti itulah nuansa yang kumau.
Andai aku punya kamera 16 mm untuk merekam dengan benar, tapi…
Intinya, kisah ini berdasarkan kejadian paranormal,
- gagasannya… - Aku bisa bantu.
Ya, kami akan membantumu nanti.
Kita cari tempat lain agar bisa tetap latihan.
Baiklah.
DAFTAR LAGU
GEDUNG TERBENGKALAI
200 gambar gedung terbengkalai Gedung terbengkalai
Kisah horor Cara Mengubah Ruangan
5 Gedung Terbengkalai
Api Melahap Habis Teater Eleven O'Clock
SOROTAN
Tragedi pada Malam Pembukaan Freaky Friday
Ya. Terima kasih banyak.
Aku tahu kau selalu bisa diandalkan.
Sampai nanti.
Jika kau ingin meyakinkanku untuk kembali ke perusahaan…
Jika kau tak mau menjadi pemeran utama,
aku tak bisa memaksamu ke atas panggung.
Tapi saat kau tinggal di rumah ini, kau harus ikuti aturanku.
Baiklah, ada hal baru atau aku bisa pergi sekarang?
Kau akan tahu besok.
Apa maksudmu?
Karena kau keluar dari Eleven O'Clock,
ada opsi lain untuk sisa liburanmu. Kau tak bisa menolaknya.
Aku minta kau besok siap pukul 08.00.
Untungnya, saat si Nenek Sihir pulang,
Oliverio sudah pergi.
Kukatakan dengan cinta.
Aku tak boleh lupa mengambil buku pesananku.
Judulnya Poems From Madness.
Karya Hölderlin.
Kau pernah baca?
Ibuku membacakan beberapa puisinya saat aku kecil, sebelum tidur.
Kau pasti suka.
Ibuku tak pernah membacakanku apa pun.
Tapi aku beruntung punya nenekku.
Dia bacakan semuanya untukku.
Dia juga menceritakan kisah tentang perjalanan waktu.
Andai aku punya imajinasinya.
Apa saja yang dia ceritakan?
Jika kau mau tahu, kau harus membaca novelku.
Setidaknya garis besarnya.
Aku akan tetap baca novelmu meski ada spoiler.
Meski ada apa?
Meski kau ceritakan akhir kisahnya, aku akan tetap baca.
Omong-omong soal kisah,
bagaimana kisahmu dan Marco?
Baik.
Lalu? Ceritakan.
Ayolah. Tak usah malu.
Hubungan kami sangat baik.
Dia luar biasa.
Sudah jelas bahwa Marco juga merasakan hal yang sama.
Kau beruntung.
Aku tak tahu bagaimana kisahku dengan Diego.
Kenapa? Bukankah kalian baik-baik saja?
Memang, tapi turnya akan sangat lama.
Kau tak akan merindukan ibumu?
Hubungan kami rumit.
Entahlah. Dia ibuku, dan aku menyayanginya,
tapi dia tak memahamiku.
Mungkin aku harus belajar untuk menyayanginya apa adanya.
Aku sangat menyayangi ibuku.
Entah berapa kali kukatakan itu padanya.
Setelah sedikit lebih mengenalnya,
aku makin menyayanginya.
Sebelumnya, kami selalu bertengkar. Lebih buruk daripada kau dan Cocó.
Yah, tak seburuk itu.
Tapi baru-baru ini, dia mengalami kecelakaan,
dan itu pertama kalinya aku merasa takut.
Mengerikan.
Sejak itu, aku sadar betapa aku butuh dia.
In Search of Lost Time
Mal
Terima kasih banyak sudah memberi Caterina kesempatan.
Tak perlu. Aku yang terima kasih.
Greta sedang latihan mati-matian, jadi dia tak bisa membantuku.
Sempurna, karena Caterina bisa menggantikannya selama musim panas.
- Bu, aku tidak… - Tenang.
Dia akan membantumu memahami tugasmu.
Dia khawatir karena dia kira dia tak punya pengalaman kerja.
Ayolah. Pekerjaan ini sangat mudah. Kau akan cepat menguasainya.
Baiklah. Yang ini, seperti yang kau lihat, rusak.
- Kenapa? Apa penyebabnya? - Remnya bermasalah.
- Rem. - Hai, Mike.
Sungguh kejutan!
Ya.
Maaf, Mike. Bisa kutelepon balik nanti? Sampai nanti, dah.
Hai, Greta. Senang melihatmu.
No comments yet. Be the first to leave one.