The first 200 lines.
"Direktur Eksekutif, Choi Seo Jun"
Kamu pasti mulai merasa tidak nyaman di dekat ibumu.
Apa maksudmu?
Kalian terlihat sangat dekat,
tapi pada saat yang sama, kalian juga tampak sangat canggung.
Kamu tidak pernah mengeluh kepada ibumu, bukan?
Aku tidak pernah perlu. Dia selalu mengurus semuanya untukku.
Apa kamu yakin kamu bukan orang yang mencoba menyenangkannya?
Maafkan aku.
Aku benar-benar minta maaf.
Aku pikir aku harus segera pergi.
Tidak perlu merasa bersalah.
Apa maksudmu?
Aku tidak kesulitan
mengutarakan pendapatku entah kamu ada di sini atau tidak.
Jadi, kamu tidak perlu berusaha memberi kami ruang.
Terima kasih atas pengertiannya.
Tapi aku harus mengurus sesuatu.
Apa itu?
Jika itu menyangkut pekerjaan, biar aku yang pergi.
Tidak, ibu harus pergi sendiri. Sampai jumpa.
Tidak perlu mengantar ibu keluar. Sampai jumpa.
Aku perlu berpikir.
Aku bisa menghadapi Seo Jun. Dia hanya anak kecil.
Mari kita tetap tenang.
Kamu mengirimi aku sesuatu yang menarik.
Jika kamu menunjukkan itu kepada ketua,
kamu akan bisa membuatku dipecat dalam sekejap.
Atau kamu bahkan bisa mengirimnya kepada Se Hyun.
Tapi kenapa kamu mengirimkannya kepadaku?
Karena aku ingin memberimu kesempatan.
Kesempatan? Kesempatan seperti apa?
Aku akan memberimu kesempatan
untuk pergi dengan terhormat
dan ayahku atau Se Hyun tidak perlu tahu hal ini.
Pergi?
Selama lebih dari 30 tahun terakhir,
aku selalu melakukan yang terbaik untuk melindungi Grup LX.
Tapi apa yang kamu lakukan?
Aku mungkin tidak melakukan apa-apa,
tapi ayahku, Ketua Choi,
bekerja keras sepanjang hidupnya untuk melindungi perusahaan ini.
Aku melindungi perusahaan untuknya.
Tapi kamu punya motif lain.
Jadi, kamu ingin aku pensiun dan pergi?
Itu pilihan terbaik yang kamu miliki saat ini.
Baiklah.
Sebagai gantinya,
biarkan aku setidaknya menyelesaikan proyek terakhirku.
Proyek terakhirmu?
Menemukan obat untuk penyakitmu.
Apa? Kamu akan menemukan obat untuk penyakitku?
Aku tidak peduli jika kamu menganggapku hina.
Tapi jangan ragukan ketulusanku
untuk menyelamatkan hidupmu.
Aku mungkin tidak melahirkanmu,
tapi aku masih menganggapmu seperti anakku sendiri.
Aku akan menyelamatkan hidupmu bagaimanapun caranya.
Aku akan melakukan semua yang kamu minta aku lakukan.
Jika kamu ingin aku melepaskan posisi penasihat, aku akan mundur.
Dan jika kamu ingin aku meminta maaf kepada So Yu, aku akan melakukannya.
Tapi apa gunanya melakukan semua itu begitu kamu mati?
Kamu harus hidup terlebih dahulu.
Ini tidak ada obatnya.
Aku akan meminta orang mengembangkan obat untuk penyakitmu.
Mereka sudah memulainya.
Apa maksudmu?
Aku menemukan pusat penelitian di Swiss
yang berhenti melakukan penelitian karena kurangnya dana.
Aku hendak menyerahkan urusan perusahaan kepada Se Hyun
dan mulai fokus pada perkembangan penelitian.
Tolong biarkan aku menyelesaikan ini sebelum aku pergi.
Yang penting bagimu adalah untuk tetap hidup.
Kamu dapat membantu So Yu memulihkan harga dirinya
dan menyembuhkan luka batinnya
begitu kondisimu sudah membaik.
Tapi sebelum kamu melakukannya, kamu harus dirawat terlebih dahulu.
Aku berjanji aku dapat menyelamatkan hidupmu.
Apa kamu baik-baik saja?
Aku sedikit pusing. Tunggu sebentar.
"So Yu-ku"
So Yu...
Hei.
Halo?
Ada apa dengan suaramu?
Aku tertidur sebentar.
Tidak, aku sudah di luar kantor.
Aku tidak ingin mengganggumu.
Baik, sampai jumpa besok.
Apa So Yu belum tahu?
Belum.
Apa rencanamu?
Tapi sekali lagi,
ibunya baru saja meninggal, jadi, aku mengerti kenapa
kamu mengalami kesulitan untuk memberitahunya.
Aku harus memberitahunya sekarang.
Tentang So Yu...
Berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan berurusan dengannya
sama sekali.
Itu tidak akan pernah terjadi.
Jika Se Hyun tidak berurusan dengannya lagi, begitu pula aku.
Jika kamu melanggar janjimu,
aku akan memberi tahu Se Hyun segalanya.
Jika kamu melakukan itu, aku akan mati.
Tidak perlu menatapku seperti itu.
Maksudku, aku mengerti.
Baiklah kalau begitu.
Seo Jun!
Dia memiliki
banyak sekali bekas luka.
Mungkin itu sebabnya Se Hyun tertarik padanya.
Dia harus tumbuh dengan seorang ibu tunggal.
Dia tidak memiliki keluarga normal sejak dia dilahirkan.
Jadi, aku ingin dia menikahi seseorang
yang tidak memiliki bekas luka dan hidup bahagia.
Karena keserakahanku,
aku akhirnya melakukan hal-hal yang seharusnya tidak aku lakukan.
Aku akan mencari cara untuk menebus semua kesalahanku.
Jadi, tolong...
Tolong jangan beri tahu Se Hyun tentang hal ini.
Ini permintaan terakhirku.
Tidak ada yang bisa pergi dari sini sebelum seseorang menemukan
cara menangani So Yu.
Kamu ingin kami menemukan cara untuk menangani So Yu?
Bisakah kamu memberikan gambaran kasarnya?
Buat dia menghilang dari hadapanku.
Sedangkan Se Hyun dan Seo Jun harus bisa
melepas kepergiannya dengan tersenyum.
- Baik, Bu. - Ya, Bu.
Nona Do bilang dia akan mengantarkan sarapan ke kamar ayah,
tapi aku bilang tidak usah.
Kebahagiaan Ayah adalah sarapan
bersama seluruh keluarga.
Bangunlah, Ayah. Ayo sarapan.
Seo Jun.
Waktu terus berjalan.
Kamu harus menikah.
- Ayah harus menikah lebih dahulu. - Apa?
Ayah tidak dalam situasi untuk menikah sekarang.
Lalu bagaimana denganku? Aku juga tidak dalam situasi untuk menikah.
Tapi kamu...
Apa ayah mencoba mengatakan bahwa aku tidak punya banyak waktu?
Ayah tidak akan hidup sampai berusia 200 tahun.
Kita berdua akan mati suatu hari nanti.
Kamu tahu bukan itu maksud ayah.
Sebagai putra tunggal keluarga Choi,
kamu bertanggung jawab melanjutkan silsilah keluarga kita.
Ayah.
Ya? Apa itu?
Aku tidak ingin mengkhawatirkan apa pun lagi.
Aku hanya ingin fokus pada masa kini.
Dan sekarang, aku ingin Ayah melakukan apa yang paling Ayah sukai
dan sarapan bersama keluarga.
Di mana keranjang uangnya?
Ayo.
Ini. Ayah harus membagikannya kepada semua orang.
Terima kasih.
Ini jus bit. Itu bagus untuk darah Anda.
Pak, Anda harus minum ini sebelum makan.
Apa gunanya
minum ini dan menjadi sehat?
Kenapa kamu membersihkannya?
Karena akulah alasan Ayah melemparkannya.
Apa yang kamu lakukan? Kamu harus menghentikannya.
Baik.
Dia melemparkannya karena Seo Jun? Apa artinya itu?
Sepertinya kamu tahu sesuatu, Seo Hyung.
Jika kamu tahu sesuatu, kamu harus membagikannya.
Astaga.
Ada hal besar sedang terjadi dalam hidupku.
Apa itu?
Apa kamu akan menikah?
Apa mungkin kamu menikahi Nona Eun So Yu?
Apa itu sebabnya Ayah...
Astaga, bisakah kamu diam dan mendengarkannya saja?
Itu sudah cukup jelas.
Tutup mulutmu dan dengarkan saja!
Aku ingin menceritakan semuanya karena kalian adalah keluargaku.
Tapi aku belum bisa mengatakan apa pun pada wanita yang kucintai.
Jadi, kamu akan melamar, bukan? Itu semua masuk akal sekarang...
Meskipun kalian mungkin penasaran, tunggulah sampai aku bisa beri tahu.
Mari kembali sarapan.
Astaga, apa hal besar yang terjadi dalam kehidupan Seo Jun?
Apa kamu mendengar sesuatu?
Apa gunanya menjadi sehat?
Itulah yang dia katakan saat dia melemparkan gelas berisi jus.
Pasti ada sesuatu yang membuat Ayah sangat marah.
Tapi
dia belum bisa memberi tahu kita apa pun
karena dia tidak dapat kesempatan untuk bicara dengan So Yu.
Apakah itu kira-kira?
Makin kupikirkan, aku makin yakin itu lamaran.
Maka semuanya akan cocok. Kamu setuju, bukan?
Kamu tidak sepantasnya mendiamkan aku.
Kamu sungguh luar biasa berani.
Sepertinya Seo Jun merasa kurang sehat.
Apa kamu bercanda?
Kamu tidak membantu sama sekali.
Kamu selalu mengeluhkan setiap hal yang aku lakukan.
Apa kamu tidak tahu bagaimana melakukan hal lain selain mengeluh?
No comments yet. Be the first to leave one.