Main Prem Ki Diwani Hoon

Main Prem Ki Diwani Hoon

Download Indonesian Subtitle

Release info

All Bluray - DVD , Main Prem Ki Diwani Hoon
A Commentary by comotin
All Bluray - DVD , by nonton-film.com

Tags

DVD
BluRay
Published on: 2014-11-28
Downloads: 200
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Nonton Gratis Bioskop Online

Selamat Menonton!

Hari ini adalah hari terakhir di kampus.

Ini dari kami berlima buat anda, Mrs. Breganza.

Yg ini buat anda, Pak Maafkan semua candaan kami di kelas sejarah.

Saya yakin kalian semua akan lulus dengan sangat sukses.

Dia akan gagal, Pak.

Terserahlah...

Semua dosen akan kehilangan lima sekawan.

Ini untuk Anda, Bu.

...untuk menjelaskan pada kami arti puisi yang manis...

dan untuk memberitahukan kami hidup yang sangat indah.

Aku hanya ingin mengatakan satu hal saja hari ini...

selalu hormati orangtua kalian.

Pendapat kalian boleh saja berbeda-beda...

Aku tidak meminta kalian melakukan semua hal yang mereka katakan...

tapi dengarkan apa saja yang mereka bilang.

Belajarlah dari pengalaman mereka.

Aku sudah mengundang keluarga kalian untuk acara perpisahan hari ini.

Ibu, kami akan mendiskusikan topik yang sedang hangat dibicarakan dengan orangtua kami...

Pernikahan.

Kami mengucapkan selamat datang pada Anda atas nama Sekolah Tinggi Sophia di Sunder Nagar...

dan seluruh siswa.

Dia anak perempuan kami.

Semua cewek-cewek seumuran kami akan mengalaminya.

Anak laki-laki bersenang-senang setelah menikah.

Mereka menetap bersama orangtuanya, di rumah mereka, di kamar tidur mereka sendiri...

dan kita para perempuan.

Kita para perempuan mengorbankan karir kita, keluarga, hal yang kita sukai dan tidak sukai...

kita korbankan semua ini untuk orang yang tidak dikenal.

Bahkan zaman sekarang pun, anak laki-laki lebih dipentingkan, jika berurusan dengan pernikahan.

Kita didandani seperti boneka cantik di hadapan mereka.

Kita beruntung, kalau mereka menyukai kita.

Ayah sangat baik.

Tapi Ibu kita akan duduk di sini tidak menyukainya.

Kita semestinya juga berhak memilih pasangan hidup kita.

"Aku adalah anak perempuan kesayangan Ayah".

"Aku datang... dari langit biru."

"Aku membawa bintang terpilih."

"Yang dibuatkan untukku"

"Dengarkan aku dimanapun kau berada".

"Tidak mudah mendapatkan diriku".

"Hatiku selembut bunga".

"Kau boleh datang melihatnya."

"Aku anak perempuan kesayangan Ayah".

"Ibu berencana, akan segera mempertunangkan anak perempuannya."

"Beliau memperlihatkan padaku foto anak laki-laki dan bertanya, apakah aku menyukainya?"

"Aku bilang TIDAK."

"Saat pertama kali aku bertemu anak lelaki itu..."

"Aku tidak bersikap malu ataupun pura-pura malu".

"Aku tidak tersenyum ataupun berusaha membuatnya terkesan."

"Aku tidak mau berjalan dengan gaya untuknya."

"Sekalipun dia memujiku."

"Orang yang diciptakan untukku."

"Dengarlah dimanapun kau berada".

"Tidak mudah mendapatkan aku."

"Hatiku selembut bunga".

"Datang dan lihatlah."

"Aku anak perempuan kesayangan Ayah."

"Aku akan dengarkan semua orang tapi melakukan kata hatiku saja."

"Aku tidak akan memilih pria biasa."

"Aku sudah putuskan akan mengujinya dan baru kemudian berkata 'ya'."

"Atau aku akan memintanya PERGI."

"Cowokku adalah seseorang yang akan menjadi cinta hatiku."

"Dia akan menganggap Ibuku seperti Ibunya sendiri."

"Dia akan memanggil Ayahku seperti Ayahnya."

Dan baru kemudian aku mau berkata 'ya' padanya."

"Orang yang diciptakan untukku."

"Dengarlah dimanapun kau berada."

"Tidak mudah mendapatkan aku."

"Hatiku selembut bunga."

"Datang dan lihatlah."

"Aku anak perempuan kesayangan Ayah."

Apa yang bisa kukatakan, apa yang terjadi pada anak-anak gadis zaman sekarang?

Orang-orang tidak menemukan anak lelaki yang baik untuk dinikahi.

Sekarang gadis-gadis ini akan mempertanyakan mereka.

Dan jika mereka tidak suka, mereka akan bilang...PERGI.

Pernikahan jadi tidak mungkin.

Hei... lagipula ini kan kehidupan mereka.

Belajarlah mempercayai anak-anakmu.

Biarkan saja.

Aku beritahu ya... aku akan nikahkan dia dengan cara yang sama.

Seperti aku menikahkan kakaknya.

Takkan kubiarkan dia mengatur... - Biarkan anak kesayangan Ayah datang.

Oh...jadi kau sudah bersembunyi di sini.

Kemarilah. - Papa... -Mengapa kau lari?

Sebentar... istirahat dulu.

Sanjana sayang, ini buatmu.

Wow... ini sangat nyaman.

Bu, kau sangat baik sekali. Kau adalah Dewi.

Diam... aku tahu semuanya.

Ini adalah rencanamu, Johnny dan ini... Raja.

"Kami bersama-sama".

"Kami bersama-sama"? - Diam.

Kau sudah pelajari semua judul film...

dengan nonton TV.

Berikan remote-nya. Ganti saluran TV-nya.

Shambhu, aku sudah bilang berkali-kali...

untuk membiarkan dia dan tempatnya di kebun. - Ya, Bu.

"Hari Esok Takkan Pernah Mati"! - Diam.

Terima kasih, sayang.

Sanjana sayang, anak lelaki yang menganggap orangtuamu seperti orangtuanya sendiri...

sulit dicari.

Kalau begitu...malang sekali!

Kak Roopa...Ayah, Kak Roopa menelepon.

Ibu, kakak menelepon dari Amerika.

"Kakak tersayang."

Ya, memang kakak kesayanganmu yang menelepon.

Sebentar Johnny, biar aku bicara dulu. Hai, Kak, apa kabar?

Kau yang bilang, bagaimana ujianmu? - Sangat baik.

Mana Kakak Ipar dan si kecil Pink?

Kakak Ipar ke kantor dan Pinky sedang bersekolah.

Nyonya, Anda belum mengirimkan saya foto terbaru Pinky.

Sayang... Aku punya banyak sekali pekerjaan yang harus diurus. Aku benar-benar tidak punya waktu.

Aku akan kirimkan minggu depan. - Sepakat.

Beri padaku.

Halo, Roopa, berbahagialah sayang.

Hemant menyukai acar dan kripik yang kukirim!

Baju hangatnya pas sekali buat Pinky! - Baguslah

Dia baik-baik saja... sering menyulitkanku.

Ayahmu sedang di sini. Bicaralah padanya.

Halo Roopa sayang. - Ayah, ada hal penting yang ingin kusampaikan.

Katakan sayang. - Ayah, pasti sudah dengar tentang...

Perusahaan Grup Prem.

Salah satu perusahaan India bereputasi di sini.

Kantor mereka ada di mana-mana.

Mereka juga melebarkan sayapnya di India.

Ya...mereka juga datang ke sini dengan proyek baru di Sundernagar.

Insinyur-insinyurnya sudah datang.

Kami menangani agen perangkat lunak mereka.

Kami sering bertemu, Tn. Prem Kumar.

Ketua Perusahaan dan ibunya.

Ibu Prem Kumar sedang mencari-cari gadis India untuk anaknya.

Dan gadis dari masyarakat kita.

Prem Kumar sudah menangani pekerjaanya dengan sangat baik.

Setelah Ayahnya wafat, Yah.

Mereka orang yang sangat baik.

Akan bagus sekali, jika Sanjana menikah dengan keluarga ini.

Tapi kita datang dari masyarakat dengan kelas berbeda.

Apa salahnya melamar dulu?

Ayah, Prem Kumar akan datang ke Sundernagar.

Untuk proyek yang sama minggu depan.

Dan aku sudah menawarkan padanya agar tinggal di tempat kita. - Tempat kita?

Ayah...Ayah harus menyuruh Paman merapikan rumah diperkebunan.

Dan suruh dia tinggal di sana.

Berikan mereka kesempatan untuk bertemu.

Akan bagus sekali jika mereka saling menyukai.

Aku akan kirimkan email tentang detail kedatangan mereka. Sampai jumpa Ayah.

Sampai jumpa, sayang. - Apa lagi yang bisa kukatakan.

Sanjana kita beruntung.

Kita mendapatkan hubungan dengan keluarga kaya raya.

Tanpa bersusah-payah.

Susheela, kau tidak tahu, mereka sangat kaya.

Sanjana tidak berbeda dengan seorang Puteri, kok.

Prem akan tinggal di sini.

Aku akan suruh Sanjana menemuinya dengan makanan ringan setiap lima menit.

Dia akan langsung suka pada Sanjana.

Sepertinya Roopa sudah mengirimkan email.

Prem Kumar sampai di Mumbai

dan akan tiba pada...

Itu artinya empat hari lagi. Bagus! Ini hari keberuntungan.

Dia orang yang pendiam dan suka menyendiri.

Katakan pada Ibu agar tidak menyerangnya dengan pertanyaan-pertanyaan yang bertubi-tubi.

Apakah aku terlalu banyak bertanya? Bacakan lagi!

Dia orang yang baik sekali... Sanjana akan beruntung.

Apalagi yang dikatakan Roopa?

Anak lelaki itu berasal dari keluarga baik-baik dan mengepalai bisnis besar di luar negeri.

Kalian anak-anak perempuan terlalu banyak tanya.

Aku akan merangkai bunga di vas kristal ini, untuk mempelai pria kita!

Apa? Apa yang barusan kau bilang?

Bakal menantu, yang akan datang...

maksudku calon suamimu.

Paro... kemari.

Haruskah aku kirimkan kembali pengantin barumu ke kampung?

Tidak... tidak... maafkan aku!

Kalau begitu tidak usah merangkai bunga untuknya di vas ini.

Perlukah menghidangkan untuknya dengan piring perak?

Mengapa kita tidak tampil apa adanya.

Tidak.. semuanya dihidangkan untuknya dengan piring perak.

Dan bunga-bunga dirangkai dalam vas kristal itu.

Dan kau tidak bicara sepatah katapun di hadapannya. Mengerti?

Maksud Ibu aku bahkan tidak boleh bicara dengannya?

Ya! Kau hanya boleh tersenyum, jika dia bertanya apa saja.

Bagaimana? - Seperti ini.

Wow! Nyonya, Anda tidak berbeda dengan aktris-aktris seperti Madhubala dan Meena Kumari.

"Ibu India".

Mengapa kau bawa masuk burung beo-nya?

Maaf, Nyonya. - Taruh diluar.

Mengapa semua orang diam? Katakan sesuatu...

lagipula rumah ini sudah dihias untuk Pangeran yang Menawan!

Omong-omong, bagaimana kau akan tersenyum. Seperti ini?

Tunggu... aku akan membenarkanmu.

Berhentilah bercanda! Sanjana sedang menghadapi masalah besar.

Ya, Tn. Asing akan datang melihatnya.

Kita tidak tahu apapun tentang sifat-sifatnya.. apakah dia baik atau peminum?

Dia akan berkata "Ya", dan Sanjana akan mengikutinya seperti domba.

Sial! Mengapa orangtua kita tidak pernah mempercayai kita?

Anak super kaya ini katanya sangat sombong.

Dan kucing keren juga.

Kalau kau coba-coba melucu...

Main Prem Ki Diwani Hoon subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Main Prem Ki Diwani Hoon

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left