Kaidan

Kaidan (怪談)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Kaidan 2007 720p BluRay FLAC1 0 x264 ind
A Commentary by ndaseruag
01:59:54

Tags

bluray
Published on: 2024-11-07
Downloads: 56
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahna neng: NDASERUAG

-- Selamat Mendeleng ---

Dahulu kala, di Hanyu Shimousa,

ada seorang ahli akupuntur...

yang bernama Soetsu Minagawa.

Dia membesarkan kedua putrinya seorang diri setelah kehilangan istrinya.

Sebagai bisnis sampingan,

dia menjadi rentenir dengan bunga yang tinggi.

Pada suatu malam bersalju di akhir Desember,

Soetsu mendatangi seorang jawara Samurai...

bernama Fukami Shinzaemon, untuk menagih utang.

Dia meminjamkan 30 yen tiga tahun lalu,

tapi telah membengkak menjadi 65 yen termasuk bunga.

Saya mohon, Tuan Fukami.

saya tak akan pergi malam ini sampai uang saya kembali.

Sayang sekali. Aku tak punya uang untuk membayarnya.

Kalau tak bisa membayar penuh, bagaimana kalau setengahnya?

Saya ingin membeli gaun Tahun Baru yang bagus untuk putri saya.

Sudah kubilang, aku tak punya uang.

Tapi tampaknya kamu punya uang untuk membeli sake, Tuan.

Jaga mulutmu!

Kamu pikir siapa kamu?

Kamu berutang padaku. Sudah seharusnya kamu membayarnya.

Katakan padaku kapan kamu bisa membayarku kembali.

Pergilah. Atau aku laporkan ke pihak berwenang.

Apa kamu mengancamku?

Kamulah yang seharusnya dilaporkan.

Kurang ajar kamu!

Shinzaemon menebaskan pedangnya!

Soetsu tersungkur mencari-cari sesuatu untuk membela diri...

lalu dia menemukan sabit yang terkubur di salju.

Melawan Samurai?

Soetsu yang malang.

Dia tidak pantas menerima penganiayaan seperti itu.

Soetsu memohon ampun,

tetapi Samurai itu sudah gelap mata dan...

Tuan Fukami...

Aku akan kembali untukmu!

Shinkichi!

Shinkichi!

Kamu kenapa?

Ada kolam tak jauh dari sana yang bernama kolam Kasane-ga-fuchi.

Seorang wanita bernama Kasane dibunuh di sana oleh suaminya.

Konon katanya arwahnya masih berdiam di sana.

Siapa saja yang menceburkan kaki di kolam itu...

akan ditenggelamkan oleh arwah wanita itu.

Tak ingin perbuatannya diketahui...

Shinzaemon memerintahkan anak buahnya untuk membuang jasadnya di sana.

Semoga jiwanya beristirahat dengan tenang.

Mereka juga membuang sabit itu bersama mayatnya,

berharap itu dapat menenangkan jiwanya.

Kedua putri Soetsu, Toyoshiga dan Osono,

mencari dan terus mencari ayah mereka namun sia-sia.

Sejak saat itu, keluarga Fukami mengalami berbagai tragedi misterius.

Shinzaemon menjadi gila.

Dia membunuh istrinya lalu bunuh diri.

Shinkichi,

kini hanya tinggal kamu.

Ini adalah awal dari Kaidan.

"KAIDAN"

"25 TAHUN KEMUDIAN"

“EDO (TOKYO LAMA).”

Paman, aku berangkat.

Hati-hati.

Siapa beli tembakau!

Tembakau kualitas tinggi!

Siapa beli...! / Hei, Shinkichi!

Hai. Siapa beli tembakau!

Jika

Hatimu

Telah

Berubah

Sekali lagi.

Jika

Hatimu

Telah... / Tidak, tidak.

Hatimu telah...

Sekarang kamu coba.

Hatimu telah

Hatimu telah

Hatimu telah

Bagus. Lakukan lagi.

Jika

Hari ini dingin sekali, ya?

Iya.

Siapa beli tembakau?

Tembakau kualitas tinggi!

Mau beli tembakau?

Tidak, terima kasih.

Mungkin... sebaiknya aku beli.

Wanita itu adalah Toyoshiga,

yang ayahnya, Soetsu, dibunuh oleh Shinzaemon.

Dan Shinkichi adalah anak Shinzaemon.

Mereka tidak tahu tentang hubungan menyeramkan mereka.

Inilah awal dari hubungan yang ditakdirkan bagi mereka.

Tembakau Shinkichi aromanya enak sekali.

Memang beda dari yang lain.

Wanitaku suka aromanya.

Maksudmu wanita tua itu?

Terima kasih. Beli tembakau-ku saja mulai sekarang.

Ramainya?

Apa masih ada tembakaunya?

Demi dia akan kukasih dia satu dus.

Ngomong apaan kamu ah!

Buat nona cantik apapun aku rela.

Sudah jangan pada becanda.

Aku mau ke pemandian umum.

Hujan hujan begini?

Hujan begini justru sepi.

Hati-hati.

Hai.

Aku sedang numpang berteduh.

Kenapa tidak masuk? Daripada berdiri di situ?

Bu Guru, kamu mau pergi ke suatu tempat, kan?

Nanti tembakaunya basah.

Aku tidak ingin menyusahkanmu.

Kamu sudah menyusahkan kami dengan berdiri di sini.

Ayo.

Kamu keras kepala, ya?

Hujannya berubah jadi salju.

Aku harus pergi sekarang.

Nyonya, Selamat Tahun Baru!

Selamat Tahun Baru untukmu.

Selamat tahun baru.

Kamu terus belajar yang lebih giat, ya

Ya, Bu.

Sudah berapa lama Nyonya bekerja?

Tiga tahun. / Wow, benarkah?

Aku berjanji tahun ini akan belajar lebih giat lagi.

Aku bahkan akan berdoa kepada Tuhan.

Tahun lalu kamu juga berkata begitu.

Kita sudah lama tidak melihat Shinkichi.

Benar juga, ya?

Aku jadi bertanya-tanya kenapa.

Semoga saja dia tidak sakit atau apapun.

Bu Guru.

Cuaca tak pernah cerah, ya?

Aku jadi tak bisa jualan.

Aku sudah lama tidak melihatmu.

Semua orang mengkhawatirkanmu.

Apa kabarmu?

Sama seperti biasanya.

Kamu baik-baik saja, kan?

Aneh sekali.

Kita bertemu setiap kali turun salju.

Ini tak akan berhenti, bukan?

Salju akan berhenti turun pada malam hari.

Dan akan mencair besok pagi.

Ikutlah denganku. Rumahku tidak jauh.

Baik, tapi...

terjemahane: ndaseruag

Saljunya turun dengan lebat.

Benar.

Kenapa tidak duduk dekat api?

Aku tak akan menemuimu lagi.

Terima kasih atas nasihatnya,

bisnisku jadi berjalan dengan lancar.

Tetapi...

Aku tak bisa menemuimu lagi.

Kenapa?

Akan jadi gosip kalau aku terus datang ke sini.

Mengenai apa?

Aku datang ke sini karena aku ingin bertemu denganmu.

Aku jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama.

Aku terus berkata pada diriku sendiri untuk melupakanmu.

Tapi aku tidak bisa... / Ada apa denganmu?

Aku terlalu tua untukmu.

Aku suka pria yang lebih tua dan dewasa...

dan banyak pengalaman.

Aku tidak tahan dengan pria muda yang belum dewasa.

Aku sudah menduganya.

Aku menerima penolakanmu.

Kamu menyukai seseorang.

Tidak.

Kamu kurus.

Bukan tipeku.

Tinggallah bersamaku malam ini.

Aku kesepian.

Langit terlihat cerah.

Kamu bisa pulang sekarang.

Cepat atau lambat, kamu akan menghilang juga, 'kan?

Bu Guru.

Ayahku menghilang pada suatu malam bersalju.

Keesokan paginya hari cerah, seperti ini.

Adikku dan aku mencarinya ke mana-mana.

Menjelang siang hari, salju mencair.

Tau-tau kami sudah terendam lumpur.

Halo.

Halo.

Halo, kakak!

Aku masuk, ya?

Aku membawakan kimono untukmu.

Adik.

Aku tidak tahu kamu ada di sini.

Hai.

Ayo kita ke sana.

Aku tidak mengerti kenapa nyonya memilih...

pemuda bau kencur seperti Shinkichi.

Shinkichi telah berubah.

Lagaknya sudah kayak orang penting sekarang.

Kaidan subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left