The first 200 lines.
Zhen Hua adalah sekolah yang paling dicari semua murid SMA di Shanhai.
Kami mematuhi filosofi sekolah; yaitu, keingintahuan, kerajinan,
rasa positif, dan perbaikan diri.
Apa yang kalian lakukan?
- Apa yang kalian lihat? - Lihat! Zhao Yuming.
Cantik sekali!
Senyum!
Mengapa aku memilih Zhen Hua?
Selain Zhen Hua, kelihatannya tidak ada sekolah lainnya.
Karena SMA Zhen Hua adalah sekolah terbaik.
Aku yakin semua murid yang lulus dari Zhen Hua
tidak akan menyesali tiga tahun mereka di sini.
Kau!
Kembali ketika aku berumur 16 atau 17...
Murid yang baik! Xin Rui, senyum!
Waktu itu semuanya lebih mudah. Kami melakukan apapun yang kami mau.
- Bukankah aku keren?! - Ya, kau keren.
Aku pikir aku lebih bahagia waktu itu.
Aku pikir semuanya sedikit lebih baik ketika aku masih muda.
Aku pikir itu adalah tahun-tahun yang paling bahagia dalam hidupku.
Aku bisa belajar ketika aku mau belajar,
dan aku bisa bermain ketika aku mau bermain.
Ketika kau di SMA,
apakah ada seseorang yang sungguh kau sukai dan yang tidak menyukaimu kembali?
Ini... Qian Qian, bisakah kau melihatku?
Setiap orang punya seorang gadis yang benar-benar mereka sukai di SMA.
Jika aku bisa kembali ketika aku berumur 17,
ada seorang gadis yang aku mau berterima kasih.
.
Halo, Masa Lalu
Namaku Yu Zhouzhou, SMA Zhen Hua Angkatan 2003, Kelas 3.
Jawabannya benar.
SMA Gabungan Universitas Normal, berikan pertanyaanmu.
Hentikan!
Permisi. Trims.
Mengapa kau masih bermain?
Zhouzhou, ikut aku. Dekan Pan sedang mencarimu.
Ada apa?
Kita seimbang dengan tim SMA Universitas Normal.
Ini waktu yang paling penting dan genting. Kami memerlukanmu.
Ini juga waktu yang paling penting dan genting untukku.
Kakak ipar Ah Zi akan mati.
Ikut saja denganku!
- Kalau tidak, Dekan Pan akan membunuhku! - Zhou Mo, kembalikan bukuku!
Mengapa kau memandangku? Jangan beri belas kasihan.
- Kembalikan! - Aku kembalikan jika kau bisa menangkapku!
- Bukankah itu Zhouzhou? - Zhou Mo!
Yu Zhouzhou?
- Kau salah. - Tidak, itu Zhouzhou!
Hei!
Ampun, dia mementingkan gadis daripada temannya.
Dekan Pan!
Aku membawa orang yang kau minta. Ini bukunya.
Apakah aku memanggilmu ke sini untuk membaca novel silat?
Tidak apa jika pihak lawan tidak bisa memecahkan pertanyaannya.
Kami bersedia sedikit mengubah peraturannya.
Jika siapapun dari para hadirin bisa memecahkan pertanyaan itu, maju ke panggung dan kita akan teruskan.
Selama jawabanmu benar, kami akan setuju bahwa Zhen Hua menang.
- Hei. - Hei.
Hai, Qian Qian.
Oh tidak. Bahkan Yu Zhouzhou tidak bisa memecahkannya.
Jangan cemas. Sekolah kita bisa memenangkannya.
Pertanyaan ini salah. Tidak bisa dipecahkan.
Pertama, kita harus mengubah kondisinya menjadi sebuah turunan,
kalau tidak, tidak pernah bisa dipecahkan, meskipun kelihatannya bisa.
Apakah dia benar?
Itu benar.
Lumayan, Yu Zhouzhou.
Dia bahkan bisa melihat lewat tipuan itu.
Dia benar-benar mempertahankan reputasi Zhen Hua.
Aku sudah bilang kita akan menang.
- Ayo. - Tim Zhen Hua adalah pemenangnya.
Qian Qian, aku pergi dulu.
Siapa yang tidak pernah mengalami keragu-raguan?
Dalam tahun kedua, para murid akan diarahkan ke dalam Humaniora dan Ilmu Pengetahuan.
Jika kau berencana untuk tinggal di kelas Ilmu Pengetahuan kita, kau tidak perlu mengisi formulir ini.
Jika kau tertarik masuk ke jalur Humaniora, isi formulirnya dan minta orangtuamu menandatanganinya.
Saranku, untuk mempertimbangkan kedua kemampuan dan ketertarikanmu bersama.
Guru Zhang, aku tidak mengerti.
Kemampuan pada dasarnya adalah nilaimu.
Kau harus berpikir tidak hanya situasimu sekarang, tapi juga potensimu.
- Sedangkan untuk ketertarikan... - Apa?
Bagian pertama harus berhubungan dengan ketika kau mencapai tahun terakhirmu,
- ketertarikanmu dalam Humaniora. - Kelas kemampuan medium.
Kedua harus berhubungan ketika kau pergi ke universitas...
Tenanglah.
Guru kelas kalian masuk anggota tim yang menetapkan pertanyaan untuk ujian masuk universitas.
Aku akan menggantikannya untuk beberapa hari.
Kalian jangan coba-coba denganku.
Biar aku jelaskan beberapa urusan resmi atas nama guru kelas kalian.
Kau akan memilih antara aliran Humaniora dan Ilmu Pengetahuan segera.
Jika siapapun mau belajar Humaniora, ambil formulirnya dariku.
Guru, aku mau satu!
Kau mau pergi ke Humaniora?
Tidak, aku perlu kertas coretan.
Yang serius!
Memilih antara Humaniora dan Ilmu Pengetahuan bukanlah gurauan.
Ini akan mempengaruhi pilihan karirmu nanti.
Kau harus bertanggung jawab untuk masa depanmu.
Guru, para murid dari Kelas 1 dan 2 di Zhen Hua tidak mengambil jalur Humaniora.
Itu sudah peraturan.
Benar.
Baiklah, aku akan tanya sekali lagi.
Apakah ada yang mau formulirnya?
Jika tidak, maka aku akan pergi.
Guru Zhang,
aku mau sebuah formulir.
Yu Zhouzhou, apa yang kau pikir?
Aku mau belajar Humaniora.
Bagaimana bisa kau memilih Humaniora?
Bukankah kau bilang kita harus bertanggung jawab untuk masa depan kita?
Aku bicara mengenai yang lain.
Dan kau barusan membuat sebuah penampilan luar biasa di Kompetisi Ilmu Pengetahuan.
Apa hubungannya denganku memilih Humaniora?
Yu Zhouzhou, pikirkanlah lagi.
Ini bukan urusan lelucon.
Baik. Terima kasih, Guru Zhang.
Guru Zhang, aku juga mau sebuah formulir.
Kau juga mau belajar Humaniora?
Terima kasih.
Juga ada sop.
Zhouzhou, makanlah.
Begitu banyak makanan.
Bibi, kau begitu hebat.
Maaf.
Tidak apa, itu karena ini memakan banyak tempat.
Tidak apa. Taruh saja di sini.
Zhouzhou, kau akan berada di tahun kedua segera.
Kau adalah pemudi dewasa sekarang.
Pamanmu dan aku memutuskan membelikanmu ponsel baru.
Sekarang, akan mudah untuk menghubungimu.
Terima kasih, Paman dan Bibi.
Lihatlah.
Lumayan.
Cantik, kan?
Terima kasih.
Oh ya.
Ini adalah formulir untuk memilih Humaniora atau Ilmu Pengetahuan.
Perlu tandatangan orangtua.
Kau mau belajar Humaniora?
Bukankah nilai ilmu pengetahuanmu sangat bagus?
Tapi aku mau belajar Humaniora.
Zhouzhou, kau perlu memikirkan ini.
Ini bukanlah hal yang sederhana karena menyangkut masa depanmu.
Baiklah.
Mari makan dulu, sebelum menjadi dingin.
Ayo.
Lin Yang?
Lin Yang!
Apakah kau dengar? Yu Zhouzhou mau memilih Humaniora.
- Apa? - Aku dengar dari Qian Qian.
Di kelas mereka, dia dan Yu Zhouzhou mau melakukan Humaniora.
Itu berita bagus.
Apa?
Nilai Yu Zhouzhou dan aku hampir sama.
Selama kami berdua memilih Humaniora, kami akan berada di kelas lanjutan yang sama.
Dengan kata lain, selama aku memilih Humaniora, kami pasti akan berada di kelas yang sama.
Kau akan belajar Humaniora?
Apakah kau gila? Tidakkah kau khawatir ibumu akan mematahkan tulangmu?
Berikutnya, kami mengundang Lin Yang Tahun 1 Kelas 2 datang ke panggung untuk pidato.
Para guru dan teman-teman terkasih,
aku sangat genbira kita di sini bersama di pagi yang indah ini.
Aku Lin Yang dari Tahun 1 Kelas 2.
Topik pidatoku hari ini adalah "Membiarkan Mimpi Kita Berkembang."
Ke kiri. Buat kata-katanya lurus.
Bagus.
Aku harus mencemaskan segalanya, besar dan kecil.
Lihat angka-angka ini.
Mereka mengkhawatirkan!
SMA Universitas Normal hanya 0,7 persen di belakang kita.
Apakah ujian gurauan ini sungguh tingkat kita berada?
Mereka bilang akan melebihi kita dalam tiga tahun.
Kita terlalu pasif!
Aku bahkan mengundang lulusan lalu yang luar biasa untuk berkunjung.
Ditambah lagi, aku mau memuji murid tahun pertama tahun ini.
Yu Zhouzhou dari Kelas 1
menyelamatkan kita dari krisis waktu bertanding dengan SMA Universitas Normal.
Dia murid tingkat atas yang berpotensial dari jalur Ilmu Pengetahuan.
Kalian harus fokus mengolahnya!
- Sebenarnya... - Sebenarnya apa?
- Sebenarnya, Yu Zhouzhou-- - Pengawas Pan.
Perwakilan siswa di sini.
Pengawas Pan, lama tak bertemu.
Chen An, bagus kau ada di sini.
Biar kuperkenalkan kau pada semuanya. Ini lulusan Zhen Hua yang luar biasa.
Sekarang dia adalah murid luar biasa di Universitas Peking.
Datanglah ke kantorku dan beri motivasi juniormu sebelum ujian mereka.
Bagikan dengan mereka pengalamanmu dengan ujian masuk universitas.
Baik.
Ayo ke kantorku.
Dekan...
Hei, kau pikir mengapa Ling Xiangqian memilih Humaniora?
Ling Xiangqian memilih Humaniora? Sudah diduga.
Lihat betapa lelahnya dia setiap hari.
Terlalu banyak murid pintar belajar Ilmu Pengetahuan.
Mungkin dia bisa memilih beberapa kesemek lunak di kelas Humaniora (untuk semuanya berjalan dengan mudah)
dan mendapat rekomendasi. Bukankah itu bagus?
Lalu bagaimana dengan Yu Zhouzhou? Kau pikir dia mau kesemek lunak?
Yu Zhouzhou?
Mungkin dia pikir tidak ada gunanya belajar Ilmu Pengetahuan lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.