The first 200 lines.
Alih bahasa oleh VIU Disinkronisasi ulang untuk versi WEB-DL
"Semua karakter, organisasi, tempat, dan peristiwa hanyalah fiksi"
"Penggambaran kasus kriminal mungkin menampilkan adegan tidak nyaman"
- Kami datang untuk penyelidikan. - Ya. Tentu.
Tentu saja, aku ingat mobil polisi itu.
Bagaimana mungkin aku lupa? Itu benar-benar hancur.
Apa ada yang aneh?
Lihatlah ini.
Berdasarkan bekas benturannya,
tampaknya rangka baja yang menabraknya.
- Rangka baja? - Ya.
Mobil biasa tidak mungkin dilengkapi hal semacam ini.
Biasanya dipasang pada tank atau kendaraan bersenjata.
Tapi tidak ada pangkalan militer di dekat area ini.
- Terima kasih atas kerja samanya. - Sama-sama. Sampai jumpa.
Ada yang mencurigakan. Itu tidak masuk akal.
- Sudah dekat? - Sebentar lagi sampai.
Tabrakan terjadi di tempat yang sangat terisolasi.
Astaga.
Aku mengerti kenapa dia terluka parah.
Hubungi Kontrol Lalu Lintas dan minta rekaman CCTV
di persimpangan ini.
Baik, Bu.
Mungkin ada saksi. Jadi, terbitkan juga pencarian.
Baiklah. Aku akan menggantung spanduk
dan juga mencari tersangkanya.
"Taxi Driver"
"Episode 4"
- Dia bau amis sekali. - Kami tidak bisa belajar karenamu.
Aku tidak bisa belajar, Berandal!
Dasar bedebah PKH.
Kamu harus berhati-hati dengan pisau.
Benar. Akan gawat jika kamu ditikam.
Apa mereka tahu perasaanku?
Tidak, tentu saja tidak.
Kuharap mereka bisa merasakan semua yang kurasakan.
Seperti apa rasanya menjalani hidup yang mengerikan.
Apa kita harus bertindak serendah itu dan menghadapi anak sekolah?
Mungkin itu bagian kecil dari masa remaja mereka,
tapi bagi orang lain, itu mungkin situasi antara hidup dan mati.
Siapa pun yang melempar batu, batu akan tetap tenggelam.
Ini Pak Hwang In Sung,
yang akan menjadi guru pengganti sampai guru kalian kembali.
"SMA Sejeong"
Nanti,
mereka akan menemukan foto dan majalah di tasnya.
Kamu hanya perlu menangis dan mengatakan apa yang kukatakan.
Bagaimana?
Kamu bisa, bukan?
Tidak ada orang di sini.
Ada orang di sini?
"Raih impianmu, bersinar terang seperti bintang"
Apa yang terjadi?
Ada apa?
- Apa yang terjadi? Ada apa? - Kamu baik-baik saja?
Apa yang terjadi?
Sayang!
Aku baik-baik saja.
Lebah Madu? Bagaimana kalau Mawar Hitam?
Baiklah. Sampai nanti.
Aku ditelepon.
Halo?
Apa katamu?
Siapa wali kelasnya?
Apa yang terjadi?
Apa yang guru ini lakukan padamu?
Dia punya fotoku di tasnya.
- Apa? - Astaga.
Foto-fotomu ada di tasnya? Foto apa?
Pak Hwang In Sung.
Datanglah ke kelas 2-3 sekarang.
Kuulangi.
Pak Hwang In Sung,
datanglah ke kelas untuk kelas 2-3 sekarang.
Halo, Kepala Sekolah. Ini Dekan.
Aku bersama Pak Hwang In Sung sekarang.
Ada masalah.
Apa?
Baik, Pak.
Aku akan membawanya ke sana.
Bangun. Ayo.
Bangun.
Ayo.
Lepaskan! Jangan sentuh dia!
Ayo.
Kemari! Dasar...
Ayo.
Ayo ikuti mereka.
Ayo ikuti mereka.
Aku tidak pernah melihat hal seperti ini selama 30 tahun sebagai guru.
Kemari!
Kamu tidak tahu ini zaman apa?
Dia tidak akan pernah mengajar lagi.
Benar. Dia seharusnya
- sudah jera. - Siapa peduli jika kamu tampan?
Ikut aku!
Apa bedebah itu menyukai pria?
Dia ini kenapa?
Meskipun kamu tidak resmi menjadi wali kelas mereka,
kenapa kamu membiarkan ini terjadi?
Maafkan aku.
Bagaimana kamu mengurus para murid
sampai hal memalukan seperti ini bisa terjadi?
Mengurus?
Di mana meja Park Seung Tae?
Di sana.
Astaga.
Apa itu foto yang kamu katakan
ada di dalam tas?
Apa yang terjadi di perpustakaan tadi?
Katakan. Tidak apa-apa.
Sebenarnya,
ada serangga yang berjalan di bajuku.
Dasar anak nakal! Seharusnya kamu bilang dari awal!
Dasar bodoh.
Pak Hwang. Ada tamu yang menunggumu di perpustakaan.
Tamuku?
Ya.
- Lewat sini. - Baiklah.
Apa yang harus kulakukan dengan orang bodoh ini?
Ke mana Seung Tae pergi?
Dia membawa seorang gadis ke perpustakaan.
Mereka ingin bermain dan memulainya dahulu.
Jadi, kita harus mengamatinya.
Haruskah aku mengambil foto di tasnya?
Kurasa pembasmi hama belum perlu dikerahkan.
Biar aku saja.
Kalian berdua bisa mundur.
- Baiklah. - Ayo.
"Layanan Pembasmi Hama, Wunesco"
- Halo. - Hai.
Halo.
Halo?
Park Seung Tae dari kelas 2-3
menyimpan fotoku di dalam tasnya tanpa seizinku.
Aku sangat takut, Pak Kepala Sekolah.
Apa? Siapa wali kelasnya?
Dia menunggu di sini.
- Di sini? - Ya.
Sudah kukembalikan kepada yang punya.
Baiklah. Terima kasih atas bantuanmu.
Aku harus bersiap untuk kelas.
Kamu tidak tahu ini zaman apa?
Aku sangat malu.
Siapa yang peduli jika kamu tampan?
Ikut aku!
Tidak apa-apa. Aku tahu ini bukan salahmu.
Kamu mau melihat ini?
Aku akan membiarkannya untuk sekarang.
Tapi jika kamu melakukannya lagi,
itu juga akan menjadi salahmu.
Mengangguklah jika kamu mengerti.
Aku yakin dia diusir hari ini.
Aku yakin kamu diseret dan dimarahi.
Pak Hwang, maafkan aku.
Aku akan mentraktir makan siang.
Bagaimana bisa aku keliru menilaimu dengan wajahmu yang polos ini?
- Dengan auramu yang terpercaya ini? - Kalian bertiga!
- Ikut aku. - Tidak apa-apa.
Pergilah dengannya, kalian para bedebah!
Aku akan mentraktir makan siang.
Hei. Apa mempermainkanku terasa menyenangkan?
Aku benar-benar menuruti permintaanmu.
Sial.
Aku masih marah.
Hei. Hei.
Hentikan itu. Dia temanmu.
Ayo makan saja.
Hei, aku yang memutuskan akan berhenti atau tidak. Mengerti?
Yang benar saja.
Tahu dirilah.
Hei.
Sakit, Berandal?
- Tidak apa-apa. - Aku memukulmu dengan pelan.
Bukankah kamu pandai berkelahi?
Hei. Ini semua karena guru temporer itu.
Kamu benar.
Kita sial sejak dia datang.
Sungguh pembawa sial.
- Bagaimana cara mengatasi dia? - Mari kita lihat.
- Hei. - Tunggu.
- Mencurigakan. - Ini mencurigakan.
- Bukalah. - Tidak.
Permisi.
- Lihat. - Tidak.
Pak. Kamu ditangkap karena menjual ganja secara ilegal.
Kepada siapa kamu menjual ini?
- Apa? - Kepada siapa?
Di sana.
Apa? Hei, Anak-anak. Kemarilah.
- Ayo. - Kemarilah.
Lari!
- Hei, Anak-anak! - Berhenti!
Mereka cepat sekali. Sayang sekali kita tidak bisa menangkap mereka.
Kamu ditangkap.
Ikut kami.
Beraninya kamu menjual ganja.
- Ikut kami. - Tunggu.
Aromanya berbeda.
Pria tua itu pasti menjual ganja.
No comments yet. Be the first to leave one.