The first 200 lines.
Bagaimana kita sampai di sini?
Dulu manusia hidup dengan baik.
Mereka bisa hidup bahagia.
Namun mereka selalu ingin lebih.
Dan dengan ketidakpuasan
serta keserakahan, mereka tercipta.
Pencuri waktu.
Belum lama berselang, di negeri yang jauh
tinggalah gadis bernama Momo di reruntuhan amfiteater.
Di tempat yang dibangun berabad-abad lalu,
untuk menyatukan orang-orang.
Jangan tanya dari mana asalnya, tak ada yang tahu.
Bahkan dirinya sendiri.
Sahabat terbaiknya adalah Beppo,
seorang penyapu jalanan.
Terima kasih, Beppo.
Dan tak lama ia akan bertemu seekor kura-kura yang aneh.
Tapi kita mulai dari awal, ya?
- Terima kasih sudah mendaur ulang. - Sama-sama.
Tampak lezat.
- Sampai jumpa besok. Terima kasih. - Sampai jumpa.
Cerita kita dimulai dengan Gino,
pemandu dan pengantar pizza.
Hai, Gino!
Hai.
Wah, kau tampak hebat.
Terima kasih, itu manis sekali.
Sampai jumpa. Terima kasih.
Pizza!
Hai, Ibu.
Hai, Gino.
- Gino, harimu menyenangkan? - Tak ada hari buruk, Paman Roman.
Ada yang pesan tur?
Tidak, hari ini aku mengantar pizza.
- Mario! - Hai, Gino.
Semuanya baik?
- Gino! - Paolo!
Couchbombe!
Tikki sudah lama tidak bernyanyi, kau tahu itu.
Fakta menarik: kau berdiri tepat di tempat singa dulu menyantap mangsanya.
Semua batu yang digunakan untuk membangun teater ini,
berasal dari tambang ini.
Halo?
Halo?
Ada orang di rumah?
Hai.
Aku Gino.
Momo.
Nama yang indah.
Siapa yang memberimu nama itu?
Aku sendiri.
Benarkah, kau sendiri?
Kau suka pizza?
Dan cerita tentang bulan yang merupakan cermin,
yang menunjukkan gambar Bumi ke putri di dalam kastel.
Karena dia terjebak di kastel.
Aku punya ribuan ide.
Dan suatu hari akan membuatku terkenal.
Mungkin dengan siniar, aku bisa membangun pendengar.
Bayangkan, seorang penyair yang menghasilkan uang.
Siapa kau?
Teman-teman, ini temanku, Momo.
Hai.
Dari mana asalmu tiba-tiba?
Seingatku,
aku selalu ada di sini.
Dia aneh.
Aku menyukainya.
Kau akan menyukai ini, Momo.
Sebentar lagi aku menang.
Lagi dan lagi.
Jangan khawatir, akan kuperbaiki.
Saatnya membeli kulkas baru.
- Kita tidak mampu membelinya. - Kita harus menjual banyak pizza.
Mungkin aku akan jadi terkenal.
Apa yang kau lakukan?
Tikki sudah bertahun-tahun tak bernyanyi.
Aku hanya mendengarkan.
Dan dia sangat pandai melakukannya.
Dia mendengar dengan kasih dan paham.
Dan karena dia melakukannya, dia menyatukan orang.
Dimulai dari mereka yang paling dekat dengannya.
Aku menjaga ketertiban di sini.
Seperti mafia?
Dengan sapu.
Dan segera kabar itu tersebar.
Kapan pun ada yang punya masalah, orang-orang berkata:
"Temui saja Momo."
Hai.
Dia mendengarkan dengan cara yang membuat orang terbuka.
Bukan hanya padanya.
Mereka terbuka satu sama lain.
Saat makin banyak orang datang,
sesuatu yang luar biasa terjadi.
Orang-orang mulai berkumpul kembali di amfiteater.
Dia mendengar masa lalu.
Suara-suara kota.
Dia mendengar angin di pepohonan.
Dan dia merasa seisi alam semesta sedang konser.
Hanya untuknya.
Tidak.
Sial.
MELEWATI TENGGAT WAKTU
Hai, Ibu.
Hai, Gino.
Semua baik-baik saja, Bu?
Semua baik, Gino.
Hanya...
Kalian tumbuh begitu cepat.
Dan Ibu ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan kalian.
Mungkin kita bisa pergi berlibur.
Setelah ayahmu meninggal
kita masih punya banyak rencana.
Tapi kita tak sempat mewujudkannya.
Ibu tak ingin terbangun suatu hari dan sadar waktu telah berlalu.
Ibu ingin berhenti melakukan ini,
tapi Ibu tak bisa hidup tanpanya.
- Ada kebiasaan yang lebih buruk. - Ya.
Seperti saat kau terbangun suatu hari dan sadar waktu telah berlalu.
Mau kopi?
Semua orang melakukan yang harus dilakukan, sehingga tak melakukan yang mereka sukai.
- Seolah mereka terjebak dalam... - Roda hamster.
Aku pernah menghitungnya.
Matematika sederhana.
Akan kutunjukkan.
Satu jam ada 60 menit.
Itu 3.600 detik. Kalikan dengan 24.
Itu 86.400 detik per hari.
Itu dikalikan 365
memberikan 31.536.000 detik setahun.
Wah, kau hebat dalam matematika.
Usiamu 42, kan?
Semua orang bilang aku tampak seperti 35 tahun.
Jadi kau hidup sekitar 1.324.512.000 detik.
Sekarang aku merasa tua.
Kau tidur delapan jam sehari?
Kalikan dengan 42...
dan kau dapat 441.504.000.
Kau bekerja delapan jam, makan dua jam,
selama 42 tahun itu 110.376.000.
Dua malam bersama anak, bicara dengan pelanggan atau mertua,
itu totalnya 165.564.000.
Setiap pagi kau berenang 15 menit, yang kau sukai,
tapi tetap harus dikurangi, 13.797.000.
Dan itu yang sudah kau habiskan.
Tak ada yang tersisa.
Bagaimana jika bisa menabung waktu?
Menyimpannya untuk digunakan nanti melakukan hal yang kau suka?
Hal-hal yang kau cintai.
Jika bisa menyihir, silakan saja.
Aku tak bisa. Tapi aku punya tekniknya.
Ini Greyclet.
Chip di dalamnya mencatat kebiasaanmu dan segalanya,
termasuk perubahan yang kau buat.
Saat kau menjadi efisien dan menghemat waktu, warnanya putih.
Kau bisa menghabiskan waktu dengan anakmu.
Jika kau membuang waktu
dan harus mengambil tabungan, lampu merah akan menyala.
Siapa yang tak ingin menghemat waktu?
Ini.
- Tidak, aku tak bisa menerimanya. - Silakan.
Aku akan beli baru di jalan pulang. Ini.
Percayalah.
Ini akan mengubah hidupmu.
Ibu, giliranmu.
Apa? Maaf.
Ya.
Ya!
- Itu sama sekali tidak adil. - Dan aku sudah sampai di rumah.
- Itu saja? - Lanjutkan bermain.
- Balas dendam! - Aku akan meninggalkan kalian.
Satu putaran lagi. Tapi...
CARA MENGHEMAT WAKTU
- Tadi aku bilang apa? - Enam!
Siapa yang memesan pizza sebanyak ini?
Ini untuk toko Grey yang baru.
Banyak sekali pizza.
Ibumu pasti senang.
Memperkenalkan Grey.
Era efisiensi waktu telah tiba.
Akhirnya kau bisa memanfaatkan potensi hidupmu sepenuhnya.
Grey tersedia di lebih dari 1.000 toko di seluruh dunia.
Dapatkan Greyclet-mu dan mulailah menabung hari ini.
- Untuk masa depan yang lebih baik. - Ibuku juga punya satu.
Dulu aku membuang waktu.
Menonton pertandingan atau membaca buku tak berarti.
Sejak aku punya Greyclet,
aku menggunakan waktu secara efisien dan menabungnya untuk masa depan,
terima kasih, Greyclet.
Dulu aku selalu terlambat.
Sejak memakai Greyclet, aku selalu lebih dulu dari yang lain.
Terima kasih, Greyclet.
Berkat waktu yang dihemat, aku bisa liburan fantastis bersama keluarga.
Cara terbaik untuk mengenal anak-anakku.
Terima kasih, Greyclet.
Hematlah waktumu, untuk dinikmati nanti.
Di mana semua orang?
Ini sungguh gila.
Aku baru mulai dan tak ada yang memesan tur.
Ini gara-gara gelang itu.
No comments yet. Be the first to leave one.