The first 200 lines.
A
Al
Ali
Alih
Alih
Alih B
Alih Ba
Alih Bah
Alih Baha
Alih Bahas
Alih Bahasa
Alih Bahasa
Alih Bahasa O
Alih Bahasa Ol
Alih Bahasa Ole
Alih Bahasa Oleh
Alih Bahasa Oleh
Alih Bahasa Oleh ~
Alih Bahasa Oleh ~R
Alih Bahasa Oleh ~Ry
Alih Bahasa Oleh ~Ryo
Alih Bahasa Oleh ~Ryot
Alih Bahasa Oleh ~Ryota
Alih Bahasa Oleh ~Ryota~
Alih Bahasa Oleh ~Ryota~
FACES PLACES
Kami tidak bertemu di jalan.
Kami tidak bertemu di halte bus.
Aku tak dapat melihat. Kapan yang berikutnya?
Dalam 3 menit.
Itu terlalu lama.
Aku akan berjalan.
Kami tidak bertemu di toko roti.
Halo.
Tolong, 2 eclairs coklat./ Aku baru saja kehabisan.
Sungguh buruk. Terima kasih.
Selamat tinggal, Pak.
Berapa?/ 5 euro.
Kami tidak bertemu..
..di lantai dansa.
Aku ingat gambar dari film-mu.
Wajah Cléo..
Mur Murs di Los Angeles..
Mural raksasa itu begitu membuatku terkesan.
Aku suka melihat keluar jendela kereta..
..mata yang Kau tempelkan pada tangki air.
Kau membuatku terpukau dengan ribuan wajah di Panteon.
Kau memotret wanita tua di Kuba, dan pria tua.
Dan pasangan yang keriput..
..Kau menempelkannya di kota yang kacau.
Ini lucu..
..kami tidak melewatinya lebih awal.
Aku buat langkah pertama.
Aku pergi menemuinya, Rue Daguerre.
Lalu dia datang menemuiku.
Aku perkenalkan dia pada timku.
Emile, Guillaume, Etienne dan lainnya.
Saat aku tiba..
..aku ingin memotret JR.
Aku segera sadar dia takkan melepas kacamatanya.
Aku memikirkan Jean-Luc Godard..
..dengan kacamata gelap menempel ke wajahnya.
Meski suatu hari..
..dia melepasnya untukku..
..untuk beberapa saat.
Itu sudah lama sekali. Saat usiaku 33 tahun.
Sekarang aku yang berusia 33 tahun.
Dan aku akan bilang, Kau sudah melihat sekitar 88 musim semi.
Baiklah sudah, Kau tahu usiaku!
Akan menyenangkan membuat film bersama.
Itulah titik awal kami.
Katakan, Kau tak pernah bekerja duo tim, kan?
Lompatan besar!
Kapan orang mengatakan itu?
Saat Armstrong berjalan di bulan.
Tentang proyek kami..
..aku suka spontanitasnya.
Tapi apa yang harus kita lakukan?
Buat gambar..
..bersama tapi secara berbeda.
Sudah siap. Kau ikut?
Kau bertaruh.
Aku selalu ikut untuk pergi ke desa..
..bertemu pemandangan sederhana, bertemu wajah-wajah.
Ini truk yang kupakai berkeliling dunia.
Orang masuk ke belakang, seperti bilik foto.
Dalam 5 detik, foto keluar dari samping..
..dalam ukuran besar.
Segera setelah kami berangkat..
..kami berhenti.
Nona, maukah Kau jadi pembuka?
Pembuka, ya.
Tapi mungkin Kau bisa..
..lepas kacamatamu untuk foto. Biarkan mata cantikmu terlihat.
Aku akan meminjamkan baguette-ku.
Kami menyediakan beberapa.
Sekarang..
..Kau duduk di sini.
Pastikan Kau terpusat. Sempurna.
Pegang baguette di antara gigimu.
Lembut dan lurus.
Siap.. atur.. Sempurna.
Aku menutup mataku.
Tak apa./ Tampak bodoh.
Di sebelah sana.
Mereka tak melakukannya, hanya aku.
Ini seperti permainan.
Sungguh, JR memenuhi hasrat terbesarku.
Untuk bertemu wajah baru..
..dan memotret mereka..
..sehingga mereka tak hilang dari ingatanku.
Kami berangkat kapanpun kami bisa.
Kesana kemari, di Prancis.
Kami menuju ke Utara.
Wilayah yang dinamis.
Tapi dalam pikiranku..
..terutama aku punya gambar bukit bekas tambang batubara.
Dan juga..
..koleksi kartu pos tentang penambang..
Aku akan menyimpannya.
Untukku..
..aku tak sabar untuk melihatnya 2 bukit berbentuk payudara.
Berkendara menyusuri jalan batu..
..beberapa di antaranya terlantar.
Bertemu orang-orang dan dapat ide baru.
Kami dengar tentang rumah penambang yang terjadwal akan dihacurkan.
Di sana, kami bertemu Jeanine..
..penghuni terakhir di jalan itu.
Oh.. aku satu-satunya yang bertahan dalam rumah penambang ini.
Kukatakan aku akan jadi yang terakhir untuk pergi, dan aku masih di sini.
Baik untukmu.
Mereka takkan mengusirku.
Aku punya begitu banyak kenangan di sini.
Aku berkata, "Kau tak memahaminya."
Tak ada yang bisa mengerti apa yang kami jalani.
JR dan Guillaume mengumpulkan beberapa foto lama penambang.
Kami putuskan untuk menempelkannya di rumah-rumah.
Kami selalu mulai dari kaki, jadi mereka benar-benar menapak.
Ini begitu indah bagi kami.
Aku akan katakan ini sekarang, ini sangat indah bagiku.
Kembali ke tahun 1956, Usiaku 14 tahun.
Ya, aku bocah terowongan.
Pertambangan adalah perdagangan yang harus Kau pelajari.
30 tahun bekerja turun ke lubang tambang.
Untuk gaji harian, Kau harus memasang 150 penyangga.
Setelah itu aku menambang batubara.
Hal itu sangat, sangat sulit.
Aku sangat menderita.
Kami kembali untuk melihat Jeanine..
..untuk mengetahui lebih banyak tentang hidupnya.
Dia begitu lancar bercerita tentang ayahnya, seorang penambang.
Dia berangkat dengan rotinya..
..roti besar sepanjang ini..
..penuh mentega, untuk makan di dalam terowongan.
Jika ada yang tersisa..
dia memasukkan ke dalam tasnya..
..dan membawanya kembali.
Kami masih anak-anak, dan kami berlari..
..untuk bertemu ayah kami dengan roti "alouette"nya.
Apa itu? Roti Alouette?
Sepotong roti kotor kami.
Kami begitu menyukainya!
Kami suka roti itu karena berasal dari tambang.
Topi itu disebut "barrette."
Aku ingat kakekku pulang..
..dan menanggalkan pakaian, kecuali barrette-nya.
Dia melepasnya hanya sebelum masuk bak mandi.
Nenekku menggosok punggungnya. Begitulah.
Kami pergi ke bantuan lokal kami, Father's House.
Di dindingnya ada gambar penambang yang mandi..
..yang aku punya sebagai kartu pos.
Terkadang aku menggosok punggung ayahku.
Aku melihat bekas memar..
..dari hantaman batubara.
Ini foto yang sama hanya terbalik.
Itu terjadi. Kau begitu jeli.
Aku melihatmu bekerja dengan semua orang ini..
..seperti seorang penempel profesional.
Aku suka menempelkan yang terbaik.
Orang-orang berpikir..
Aku seorang fotografer, tetapi sebagian besar waktu..
Aku mendaki rangka besi.
Kami mengenang para penambang.
Agnès dan aku juga ingin melakukannya..
..untuk menghormati Jeanine, penentang perobohan rumah,
..dengan menempelkan wajahnya di rumahnya.
Apa yang bisa kukatakan?
Tidak ada.
Aku tak tahu harus berkata apa.
Tak ada yang perlu dikatakan. Ayo berpelukan.
Lebih baik, kan?
Jeanine, ini bukan kesedihan!
Kami teman sekarang.
Aku tak dapat mengatasinya.
Kami ingin memberi penghormatan kepadamu.
Dalam ukuran besar, seperti ini.
Terima kasih atas air yang Kau berikan untuk pasta.
Kami menghabiskan seluruh isi tangki!
Kau tahu, aku sering berpikir tentang Jeanine dan ayahnya.
Aku ingin tahu berapa lama dia akan bertahan di rumahnya.
No comments yet. Be the first to leave one.