Release info

오!-삼광빌라-Homemade-Love-Story-E95-E96-NEXT-VIU
A Commentary by Anangkaswandi

Tags

other
Published on: 2021-03-01
Downloads: 30
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Bu Jung! - Maafkan aku.

- Jung Hoo. - Aku lupa tentang Chae Woon.

Astaga. Astaga!

- Chae... Chae Woon? - Halo, Ibu.

Apa-apaan ini? Kalian di sini bersama?

Begini...

Astaga.

Sudah kubilang jangan pedulikan ulang tahunku.

Bukan begitu.

Kami tidak sengaja bertemu di sini.

Kami hanya akan meninggalkan hadiah kami di pintumu,

tapi kami berpapasan di sini.

Astaga, dingin sekali. Ayo.

Bukankah dingin? Kita harus masuk. Ke mana?

"Episode 48"

Siapa yang mengirim ini?

Mungkin Jae Hee.

Kalian sulit dipercaya.

Kenapa repot sekali tahun ini?

Karena kamu sudah di sini, sebaiknya kamu masuk saja.

Chae Woon, kamu juga.

Astaga, lihat waktunya. Aku harus kembali ke kantor.

Jangan konyol.

Aku tahu kamu hanya ingin pergi, jadi, masuklah.

Apa? Aku tidak bercanda.

Omong-omong, ini untuk Ibu.

Selamat ulang tahun, Ibu. Berbahagialah!

- Chae Woon! - Chae Woon, sampai jumpa.

Jaga dirimu.

Astaga. Aku tidak percaya aku membiarkannya pergi seperti itu.

Bukankah kamu bilang tidak akan pernah kembali ke sini?

Rencana seseorang selalu bisa berubah.

Ayo masuk.

- Bisa pegang ini? - Tentu.

Astaga, sakit.

Ini hadiah ulang tahunmu. Aku membuatnya sendiri.

Apa?

Astaga.

Astaga.

Ini sangat tidak terduga.

Lihat betapa berantakannya jahitan ini.

Aku tidak tahu.

Mengenai apa?

Bahwa kamu menghargai boneka

yang kudapatkan dari otomat pengecer

karena aku memberikannya pada hari ulang tahunmu.

Aku senang dengan hadiahnya saat itu.

Ini hadiah ulang tahun pertama yang kamu berikan kepadaku

yang membuatnya lebih baik,

tapi caramu berusaha yang terbaik

dan fokus dengan seluruh kekuatanmu untuk mendapatkan mainan itu

meninggalkan kesan.

Bukan salahmu kamu menjadi pria paling kikir.

Menyintas lingkungan yang keras

hanya membuatmu seperti itu

yang entah kenapa menyedihkan.

Aku akan menamainya si Manis Dua.

Kalian akan saling menjaga.

Aku punya permintaan.

Apa?

Berikan aku

satu kesempatan terakhir.

Kesempatan apa?

Kesempatan untuk menebusnya.

Astaga.

Kamu bilang tidak akan peduli lagi denganku.

Bukankah aku harus bertemu dengan pria baik dan hidup bahagia?

Ya, tapi aku berubah pikiran.

Akhirnya aku tahu keinginanku sekarang.

Aku ingin kamu kembali ke dalam hidupku.

Aku ingin punya kesempatan lain denganmu.

Sulit dipercaya. Bagaimana dengan pacar barumu?

Kamu tahu itu bohong, dan aku sudah muak berpura-pura.

Aku

tidak ingin melepaskanmu.

Astaga.

Astaga, apa...

Lepaskan saja aku, ya? Aku lebih baik mencari kebebasanku.

Bu Jung,

beri aku kesempatan terakhir.

Aku ingin mencobanya.

Tapi aku tidak akan menyakiti perasaanmu.

Jika tidak bisa mencapai hatimu,

aku akan menyerah.

Jadi, tolong, beri aku kesempatan terakhir.

Astaga.

Kurasa ini lebih baik.

Alih-alih kamu berpura-pura tenang dengan semuanya

dan menyuruhku melanjutkan hidupku,

akan lebih mudah bagiku untuk menolakmu.

Menolakku?

Terima kasih untuk si Manis Dua.

Astaga, jari-jarimu kenapa?

Kamu terluka saat membuat ini?

Aku akan pergi sekarang.

Min Jae, selamat ulang tahun.

Tentu, Jung Hoo.

"Min Jae, bersenang-senanglah!"

Sungguh tidak terduga.

Astaga!

Tunggu. Suara apa itu?

Astaga, sakit.

Astaga. Jun A, ada apa?

Maaf, Ibu. Aku membersihkan langit-langit dan...

Jun A, yang benar saja.

Kenapa kamu seperti ini? Sudah kubilang jangan lakukan ini.

Maaf mengatakan ini, tapi aku tidak akan pergi

sampai Ibu merestui hubungan kami.

Jadi, izinkan aku minta maaf lebih dahulu.

Astaga, kamu gila.

Tunggu. Apa ini?

Aku lihat kemarin Ibu hampir kehabisan kimchi,

jadi, kupikir aku harus membuatkannya untuk Ibu hari ini.

Aku mampir ke pasar grosir dalam perjalanan pulang

dan membeli semua ini untuk membuat kimchi untuk Ibu.

Jun A, apa kamu tahu cara membuat kimchi?

Tidak, tentu saja tidak. Ibu harus mengajariku.

Kenapa kamu seperti ini?

Pergilah, Jun A. Ayo.

Ibu, aku tidak bisa.

- Kamu akan pergi. - Tidak akan!

Apa yang akan terjadi pada kubis itu jika aku pergi?

Aku akan pergi, tapi setelah mengubahnya menjadi kimchi.

Aku akan menumbuknya keras dan menjadikannya kimchi.

Aku akan menyediakan semua kimchi untuk Vila Samgwang mulai sekarang.

Tolong biarkan aku melakukan ini.

Kalau begitu, aku akan berusaha sebaik mungkin seumur hidupku

menjadi ahli kimchi.

Aku akan menjadi presdir kimchi.

Aku tidak bisa pergi begitu saja.

Astaga, Jun A.

Kenapa kamu bersikap seperti ini?

Aku bekerja keras di Vila Samgwang.

Kamu baik-baik saja?

Tentu saja.

Aku makin dekat dengan hati Bu Kim.

"Kantor CEO"

Hae Deun.

Kamu menungguku di sini?

Ya. Manajer Gu memberitahuku

bahwa Anda memilihku.

Terima kasih. Aku akan berusaha sebaik mungkin.

Aku baru saja lihat buku tata gaya yang kamu masukkan

dan berpikir kamu cukup baik, jadi, aku memilihmu.

Aku tidak punya niat lain.

Baiklah.

Aku akan melakukan yang terbaik dan menjadi bayangan Anda.

"Daging Kaki Terenak"

Mereka tidak mirip. Sama sekali tidak.

Aku harus pergi.

Ini tidak benar. Apa yang harus kukatakan kepadanya?

Aku tidak bisa melakukan itu. Aku harus pergi.

Kurasa Bibi ingin bertemu dengan Paman Hwak Se lagi.

Kurasa tidak.

- Aku yakin dia ingin berkelahi. - Lagi?

Ayo.

Kurasa masih ada bawang yang tersisa dari kemarin.

Bawang bombai, kentang, cabai Cheongyang...

Astaga, Jjeong.

Halo.

Aku hanya

tidak bisa berpura-pura tidak tahu apa yang kuketahui.

Aku tidak andal berpura-pura tidak bersalah.

Jadi, aku hanya ingin kamu jujur kepadaku.

Begini... Kita pernah membahas ini, Jjeong.

Eun Ji dan aku...

Ya, kita sudah membahasnya.

Kamu bilang tidak ada apa-apa di antara kalian berdua.

- Benar. - Benar.

Aku memercayaimu.

Kita harus pergi.

Diam. Kemarilah.

Jika mereka bertengkar, kita harus menghentikan mereka.

- Coba dengarkan mereka. - Baiklah.

Nona Kim, kudengar kamu datang mencari putramu.

Benar.

Maafkan aku.

Aku memaksa kakakku mengatakan itu.

Aku berjanji kepadanya tidak akan membicarakannya di sini.

Aku melanggar janjiku sekarang.

Aku tahu ini bukan hal yang tepat, tapi...

Hwak Se.

Kamu sungguh tidak tahu dia punya anak?

Aku tahu soal anaknya.

Tapi aku tidak tahu kamu datang untuk mencari putramu, Eun Ji.

Maaf, Hwak Se.

Aku tidak sanggup mengatakannya.

Kenapa kamu minta maaf soal itu?

Kenapa kamu minta maaf padahal tidak ada apa-apa di antara kalian?

Kamu sungguh tidak tahu?

Sungguh.

Kamu tidak tahu itu Ra Hoon?

Ra Hoon?

Kamu bilang Ra Hoon?

Eun Ji, benarkah itu?

Katakan. Ra Hoon... Benarkah?

Apa Ra Hoon putramu?

Aku belum yakin.

Dua anak dikirim ke Panti Asuhan Sunny saat itu.

Kudengar salah satunya adalah Ra Hoon.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left