The first 180 lines.
Sebelumnya di
Space Brothers
Mutta sang kakak terkena sial.
Karena lahir di hari kemenangan, Hibito si adik menjadi moonwalker Jepang pertama.
Mutta sang kakak berusaha menjadi astronot, dan menepati janjinya kepada Bibi Sharon
untuk membuat teleskop di bulan.
Mutta berhasil pada babak pertama, tapi dia terus saja dapat masalah.
Saat ujian tertulis, nilainya paling rendah.
Alhasil, dia harus dapat instruktur terbang yang gila.
Tetapi, Mutta sang kakak
belum sadar kalau dia sedang mempelajari apa yang dia butuhkan secara cepat.
Come on!
Kutulis kenangan Deneil Young di buku catatan yang ada di hatiku.
Maksud pesan ini adalah untuk berterima kasih pada semua teman JAXA-ku yang sudah membantuku menjadi astronot.
Sekian salam kami dari bulan.
Kenji Makabe,
Reiji Nitta,
Serika Itou,
Ena Kitamura,
Mutta Nanba...
Hari ini, kami boleh memanggil diri kami astronot.
Astronot Mutta Nanba.
Permisi!
Kau gagal ujian tertulis dan jatuh sakit saat latihan.
Sayangnya, ketidaktetapanmu membuatmu menjadi kandidat terlemah di mataku.
Ba-Baik.
Tapi banyak orang yang mengatakan hal baik tentangmu.
Delapan bulan lagi, ada tempat kosong di kru cadangan untuk sebuah misi.
Kau mengerti betapa pentingnya kru cadangan itu, 'kan?
Kalau ada anggota utama yang jatuh sakit sebelum peluncuran,
anggota kru cadangan yang pergi ke luar angkasa.
Bagaimana?
Itulah keputusan yang harus kaubuat.
Ya-Yang benar?
Dia menunjukku sebagai kru cadangan?
I-Ini tak mungkin.
Kalau aku menyelesaikan latihan sebagai anggota kru cadangan,
berarti tinggal satu lagi.
Wah! Ini cepat sekali.
Bibi Sharon!
Mungkin akan butuh waktu tiga sampai empat tahun supaya ini terwujud.
Tapi aku tetap ingin jadi orang pertama yang dipilih ke bulan untuk membuat teleskop Bibi.
Aku bisa menepati janjiku pada Bibi Sharon
dengan waktu yang tersisa!
Ah, apa aku akan ikut latihan aktivitas luar kapal di bulan?
Tidak.
Memang akan ada pelatihan anti gravitasi,
tapi misi ini tak melibatkan bulan.
Misi ini adalah untuk International Space Station,
atau disingkat ISS.
ISS?
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
ZainuddinAri mempersembahkan
Space Brothers
Jelas kalau semakin banyak yang kita masukkan dalam kantung
maka akan semakin berat kantung itu
Semakin keras aku berjuang, semakin dekat aku dengan tujuanku
Tapi sayangnya aku tak bisa secepat itu
Kutatap langit di malam hari, tapi tetap ku tak bisa tenang
Sampai-sampai detak jantung ini terdengar keras olehmu
Ayo kita pergi
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium mimpi dan kenyataan ini
Sekarang kuperbarui kanvas impianku
Dengan gemerlapnya alam semesta dan bumi yang biru
Rasa laparku pun tahu lautan bintang ini tak terbatas
dalam planetarium kebohongan dan kejujuran ini
Sekarang ku bicara memakai kanvas impianku
di orbit takdir ini
sambil berapi-api
#70 Ketetapan Hati untuk Menyerah
#70 Ketetapan Hati untuk Menyerah
Semenit atau dua menit saat aku melihat ISS adalah hal pokok bagiku.
Dia adalah kepingan logam usang yang masih berusaha keras.
Di dalamnya, ada banyak sekali tekad yang kuat.
Aku ingin menaiki ISS.
Tiga belas tahun lalu, 2012, ISS selesai dibuat.
Tetapi, NASA mengganti fokus mereka pada markas bulan dan penjelajahan Mars.
Lambat laun, stasiun itu pun terlupakan.
Tapi sejauh ini, ISS sudah bertahan sekian lama dengan menyediakan lingkungan eksperimen yang unik.
Serika ingin membawa harapan ayahnya.
Hal itu membutuhkan pengembangan obat baru dalam ruang anti gravitasi.
Dan itu hanya bisa dilakukan
di dalam modul Kibo ISS.
Bukan ke bulan? Tapi ini misi ke ISS?
Saat ini, warga negaramu, Atsushi Miyata, sedang di sana.
Setelah menjadi astronot, dia menunggu lima setengah tahun untuk peluncuran pertamanya.
Sanae Kisaki berlatih dengannya dan menjadi cadangannya.
Tahun depan, dia yang akan ke ISS.
Dengan kata lain,
aku ingin mengajukanmu sebagai cadangannya.
Ini kesempatan langka, loh.
Anak baru tak pernah dipilih sebagai cadangan secepat ini.
Loh?
Kenapa? Kalu kelewat senang?
Ma-Maaf, Pimpinan Butler.
Boleh aku minta waktu untuk memikirkannya?
Aku dan Nitta akan siap-siap dalam misi bulan.
Pada dasarnya, kami akan terus latihan selagi menunggu tempat yang kosong.
Apa kau sudah dengar soal Shane dan Ben?
Ya.
Mereka sudah ditunjuk sebagai kru cadangan untuk misi bulan, 'kan?
Jennifer sudah cerita pada semua orang yang dia temui.
Kau sendiri, Mu?
Sekarang, aku masih memikirkannya.
Hah?
Kalau aku harus pergi ke ISS,
dalam tiga atau empat tahun lagi, aku punya kesempatan bagus untuk ke luar angkasa.
Memang pasti luar biasa sekali.
Tapi aku justru ingin ke bulan.
Kalau aku terima tugas ini,
aku akan dapat tiket yang cepat untuk ke luar angkasa, tapi butuh waktu lama untuk ke bulan.
Memang benar.
Latihan ISS itu sangat berbeda dengan latihan bulan, 'kan?
Kalau kau ikut latihan misi bulan setelah kembali dari ISS,
kau harus masuk tempat cadangan dulu.
Kalau aku beruntung, bisa delapan tahun saja.
Sepertinya butuh sepuluh tahun sebelum aku ke bulan.
Kurasa aku memang tak perlu memikirkan soal itu.
Bintangku yang bersinar
akan selalu
menatapku.
Karena aku sangat fokus dengan bulan, aku yakin ada kandidat yang lebih baik untuk ISS.
Oh? Contohnya siapa?
Serika Itou.
Kalau boleh memilih, aku akan berikan padanya.
Kenapa si Itou?
Apa kau suka padanya?
Ti-Tidak, bukan begitu!
Memang benar sih aku suka padanya.
Mungkin Anda tak menyadari ini.
Motivasinya untuk menjadi astronot sangatlah unik.
Aku ingin menaiki ISS agar bisa mengembangkan pengobatan baru untuk penyakit yang tak bisa disembuhkan.
Terutama, aku ingin membersihkan dunia dari ALS,
penyakit yang merenggut ayahku.
Aku yakin, siapa pun yang tahu betapa kuat keinginannya untuk ke ISS pasti akan menyerahkan ini padanya.
Jadi begitu. Akan kupertimbangkan.
Aku juga harus pikirkan di mana kau akan ditempatkan.
Aku permisi!
Yang kulakukan sudah benar.
Ya! Yang kulakukan ini benar!
Apa memang benar?
Rasanya malah jadi aneh.
No comments yet. Be the first to leave one.