The first 200 lines.
"Semua karakter tempat kejadian dalam drama ini sepenuhnya fiksi"
Di akhir musim dingin
saat tiap hari berharga dan hangat,
Woo-jae menghilang.
Apa sesuatu di dalam diriku yang membuatnya pergi?
Apa salahku?
Kenapa selama ini
aku berpikir bahwa itu kesalahanku?
Maaf.
PAMERAN SOLO PERTAMA OLEH JEONG HUI-JU
EPISODE 4 YANG TAK SEHARUSNYA DICINTAI
Woo-jae…
sangat merindukanmu.
Bukankah kalian
berpisah?
Ya.
Seharusnya aku berhenti saat kau melarangku.
Sepertinya aku menjadi seperti ini
karena Woo-jae.
Dia benar-benar menghancurkanku.
Apa maksudmu…
Jika aku tahu alasannya meninggalkanku,
dan tahu keberadaannya,
tidak akan seberat ini bagiku.
Aku berjanji tak akan memaafkannya.
Berkali-kali berjanji sampai menyakiti hatiku.
Seiring waktu, tapi aku tak bisa melupakan dan tetap membencinya.
Itu sangat berat.
Lebih baik aku memaafkan.
Sekarang aku akan memaafkannya.
Karena Woo-jae…
telah kembali.
Tiap memikirkan kenangan indahku bersama Woo-jae,
kau juga selalu ada.
Kita semua harus segera bertemu.
- Sebenarnya, kali ini dia… - Tidak.
Aku tidak mengerti.
Bahkan pasangan menikah saling melupakan
saat bercerai.
Dia hanya orang yang kau pacari sebentar saat muda.
Bahkan dia tega meninggalkanmu.
Tapi kau membencinya selama ini?
Itu lebih menjijikkan.
Ada alasannya.
Ya, kau selalu mencari alasan.
- Aku… - Kali ini…
Jika kau mau memberi pembenaran
atas kekerasan yang kau lakukan pada Li-sa karena situasimu,
itu tak ada gunanya.
Apa pun alasannya, luka yang Li-sa terima takkan menghilang.
Jangan temui aku lagi.
Memangnya hanya aku yang bodoh?
Pergi saja sendiri kalau kau mau. Jangan bawa Ho-su.
Seharusnya dia
dengarkan aku sampai selesai.
Hei.
Hai.
Hei.
Kenapa tidur di kamar Ho-su?
Tiba-tiba dia tidak mau tidur. Aku memarahinya.
Astaga.
Dari mana?
Mempersiapkan pameran.
Bekerja sampai larut pasti melelahkan.
LEE JU-YEONG
Bu Gu, ini videonya.
Seperti sungguhan, ‘kan?
Kita tidak membuat dari sesuatu yang tak ada.
Kini apa yang harus aku lakukan?
Kau sudah berani pesan yang botol. Ini agak berlebihan.
Aku tidak minum sendiri.
Tolong gelas satu lagi.
Baiklah.
Karena Woo-jae telah kembali.
Woo-jae sangat merindukanmu.
Omong kosong.
Li-sa, ayo berangkat.
Apa ini?
- Apa? - Bunga ini.
Itu bunga?
Apa? Ayah juga tidak tahu?
Dahulu di sana…
Di mana?
Di sana.
Ayah juga ada.
Ayah ada di sana. Aku yakin.
Aku lupa ini apa.
Bunga heath.
Bunga liar yang tumbuh
di gurun sekali setahun.
Keren, ‘kan?
Ibu, bunga ini cantik ‘kan?
Li-sa, tunggu di sini.
Turunkan aku.
Kenapa tidak sampai sekolah?
Aku tidak mau murid lain melihatku bersama Ayah.
Semalam Ayah ke mana?
- Apa? - Semalam.
Ibu di ruang melukis. Ayah di mana?
Itu…
Kau terlambat.
Aku tidak minum. Nanti harus menyetir.
Sayang sekali. Padahal kau yang akan bayar.
Aku tak tahu kau sudah menikah.
Gu Hae-won kelahiran 10 April 1990 yang menikah dengan Seo Woo-jae
adalah kau, ‘kan?
Apa itu masalah?
Tapi tunggu.
Kenapa kau tertarik pada urusan pribadiku?
Aku tidak tertarik pada urusanmu.
Aku ingin tahu
tentang Seo Woo-jae.
Di mana kau menyembunyikan
Seo Woo-jae?
Menyembunyikannya?
Seharusnya aku yang tanya.
Apa dia tahu
pria seperti apa suaminya itu?
Pasti tidak tahu.
Karena itu kalian bersama.
Tapi kau tahu semua. Kenapa seperti itu?
Melupakan semuanya.
Kau yakin bisa hidup sebagai suami dan kepala keluarga.
Itu keangkuhan
atau delusi?
Coba katakan sekali lagi, maka aku…
Sudah selesai.
Lucu jika sesama orang malang bertengkar.
Memangnya sejauh mana kau kenal aku? Beraninya menilai kemalanganku.
Mungkin juga tidak.
Di mana Seo Woo-jae?
Apa yang akan kau lakukan jika kuberi tahu?
Apa ibu Li-sa tahu?
Aku tidak tahu apa itu hal yang baik,
tapi dia tidak mendengarku sampai selesai.
Minumlah. Pembicaraan kita akan panjang.
KONTRAK PENERBITAN
Sudah lama kami tidak mengambil empat foto untuk esai.
Kau sedang siapkan yang selanjutnya, ‘kan?
Itu harus.
Aku tidak percaya diri setelah memikirkan apa yang ingin didengar
oleh orang lain.
Yang ingin mereka dengar tentu kisahmu.
Benarkah?
Sepertinya mereka tidak ingin mendengar kisahku mengubah nasib
setelah bertemu suami.
Aku juga tahu semua orang membicarakan itu.
Dan itu benar.
Kau berhasil karena kemampuanmu.
Banyak penggemar yang suka lukisanmu.
Kemampuanku juga berkat suamiku.
Aku bisa berkarya
tanpa kesulitan yang orang lain hadapi.
Jadi, apa gunanya saran dan penghiburan dari orang sepertiku?
Kisah jujur seperti itu bagus.
Itu cukup ditulis di buku harian.
Kalau begitu, saat kau sulit dahulu…
Tidak, aku tidak mau membahas masa lalu.
Aku bahagia saat ini.
Ada delapan guru jurusan yang akan dipekerjakan tahun ini.
Kami sudah berdiskusi dengan Dinas Pendidikan.
Lima orang kecuali guru yang ditunjuk sudah diumumkan akhir bulan ini.
Bagaimana dengan guru pelajaran umum?
Karena hak guru, kita tak bisa memecat mereka.
Kami berpikir untuk memindahkannya
ke sekolah di bawah yayasan kita atau ke sekolah lain.
Butuh lebih banyak guru jika murid naik kelas.
Atur agar mereka kembali setelah satu tahun.
Baiklah.
Buat Komite Manajemen Guru.
Minta mereka menandatangani Perjanjian Keamanan.
Itu tugas Pengacara Lee Hyeong-gi dari Yayasan Taerim…
Badan hukum yayasan medis dan akademi berbeda.
- Tolong kau urus sendiri. - Baiklah.
Keluarkan orang yang punya kepentingan dalam perekrutan.
Direktur, proses itu sudah diurus yayasan…
Guru yang ditunjuk secara internal bisa menjadi masalah.
Sampaikan itu kepada Pengacara Lee.
Tapi…
Silakan keluar.
Kau sedang mengumpulkan
persetujuan warga?
Ya.
Daerah ini sudah mati.
Jika kompensasinya bagus,
mereka setuju untuk pindah atau mengganti bisnis.
Tapi ada yang bertahan.
RUMAH SAKIT TAERIM
Mau minum kopi?
Aku akan banyak belajar darimu.
Dari mana kemampuan menilai itu datang?
Pengalaman?
- Sudah kuduga. - Itu bakat.
Bukan, itu kerja keras.
Halo.
Berikan padaku.
- Aku akan urus. - Terima kasih.
- Ayo masuk. - Ya.
- Lanjutkan sambil minum. - Ya.
PUSAT ASUHAN HOSPIS DAN PALIATIF
No comments yet. Be the first to leave one.