The first 200 lines.
"Langit begitu tinggi dan biru"
"Ini musim gugur, musimnya panen"
Kamu tahu kita mau ke mana?
- Bermain. - Benar.
- Benar sekali. - Benar.
Makan apel.
Yi Han, bagaimana kamu tahu?
- Kebun apelnya sangat besar. - Lihat apelnya.
Ada apel di pohon.
"Apel merah sebesar wajah Bibi So Min"
"Ada di seluruh kebun"
"Namun"
"Ada begitu banyak apel!"
Ini sungguh terasa seperti musim gugur.
Kapan lagi anak-anak bisa
melihat kebun apel sebesar itu?
Aku juga senang melihat kebun apel.
"Kenangan indah apa yang akan dibangun anak-anak di sini?"
Bagaimana kalau kita
memainkan "Putih Salju" hari ini?
Baiklah. Mari kita lakukan.
"Apelnya mengingatkan mereka akan 'Putih Salju'"
Siapa yang akan menjadi tuan putri?
- Brooke jadi Putih Salju. - Brooke?
Aku akan menjadi yang paling hebat.
Aku akan menonton saja.
"Aku akan menonton saja"
"Kamu hanya akan menonton?"
Kamu hanya akan menonton?
Tidak, aku hanya...
Grace akan menjadi sutradara.
Dia akan menjadi sutradara? Baiklah.
Yi Han akan...
"Dia memilih peran"
Dia akan menjadi pangeran.
Yi Han akan menjadi pangeran?
Jika akting Yi Han buruk,
aku akan mengajarinya.
Grace anak yang baik.
Kamu akan menjelaskan kepadanya secara mendetail?
"Sang pangeran tidak tahu bahwa dia terpilih"
Kita di kebun apel.
Apa yang tertulis di sana?
- Apel. Benarkah? - Yoo Jin.
Yoo Jin, ada anak anjing di sini.
Asyik.
- Yoo Jin, ada anak anjing. - Yoo Jin, lihat.
Halo.
Perkebunan apelnya sangat besar.
Lihat apelnya. Apelnya ada di pohon.
"Apel merah menyerap sinar matahari musim gugur"
Jeong Heon, Yi Han, Yoo Jin. Kalian bisa temukan apel merah?
Kalian bisa bawa pulang apelnya.
"Mereka tiba di perkebunan yang dipenuhi aroma apel"
Tebak di mana kita.
Kalian lihat apel di dahannya?
- Kita sudah sampai. - Kita sampai.
Yi Han dan Jeong Heon turun dengan sangat luwes.
- Bagus. - Ada kereta.
Apa itu?
Ada apa?
Apa ini?
Itu serangga.
Itu kereta.
"Kereta panjang dari kaleng menyambut anak-anak"
Mobil apa ini?
Setiap mobil punya tempat duduk untuk satu orang.
"Kursi untuk setiap orang"
Pilih warna yang kalian suka dan naiklah.
Aku duduk di depan.
"Kamu naik ke kursi pengemudi?"
Yi Han, kamu mengemudi?
Yi Han menemukan kursinya.
"Tampak seperti sopir"
"Dia manis sekali"
Grace, kamu mau naik wahana ini?
Sendirian?
"Mereka memilih warna yang mereka suka dan masuk"
Masuklah.
"Antusias"
Kamu bisa naik yang itu.
"Mode keamanan"
Pakai sabuk pengamannya.
"Mereka tidak melupakan sabuk pengaman"
Brooke, apakah sudah dimulai?
"Utamakan keselamatan"
- Kamu siap? - Ya.
Siapa yang akan mengemudi?
Siapa yang akan naik ke sini?
Siapa yang akan naik ke sana?
Grace, siapa yang akan duduk di sana?
Ayo mengemudi.
"Pak Pengemudi, cepatlah"
Yi Han, sebentar.
"Sebentar"
"Pengemudinya bersiap"
"Memeriksa"
Kamu mengemudi?
- Siapa lagi? - Sungguh?
"Pengemudi Apple Rails 999"
"Pak Lee"
Kamu tahu cara mengendarai ini?
Akan kucoba.
"Percayalah kepadaku"
"Mesinnya menyala"
"Dia menyalakan mesin dalam sekali coba dan dia juga tampak stabil"
Kapan Pak Lee belajar melakukan itu?
Seo Jin juga punya lisensi kapal pesiar.
Dia terlihat sangat keren.
Aku yakin jalannya akan sangat cepat.
Benar, bukan? Kamu harus berpegangan erat.
"Antusias dan cemas"
Yoo Jin, pegang aku.
Baiklah.
Aku akan berhati-hati.
Semuanya.
Jangan berdiri, Anak-anak.
"Semua sudah siap!"
- Kita mulai. - Ayo.
"Terkejut"
Kita berangkat.
"Mereka sangat antusias seolah-olah akan bepergian"
- Kita berangkat. - Ayo.
"Keberangkatan yang menyenangkan"
- Ayo. - Ayo.
"Merasa bangga"
Paman Pak Lee mengemudi.
Kamu melihat Pak Lee di depan?
"Paman Pak Lee mengemudi dan kami juga akan membantu dari belakang"
Pak Lee mengagumkan.
"Aroma apel menyebar saat kereta kaleng menyeberangi peternakan"
Grace, hai.
"Grace, lihat kemari"
"Antusias"
Grace, aku akan mengemudi untukmu.
- Kemudi, kemudi. - "Kemudi, kemudi."
Yoo Jin mengemudi.
- Kemudi, kemudi. - "Kemudi, kemudi."
"Ini bahkan lebih menarik karena dia merasa seperti mengemudi"
"Apa itu?"
Bibi So Min, ada pohon apel.
Besar sekali.
Besar sekali.
- Lihat pohon-pohon apel itu. - Itu pohon apel.
Apelnya matang.
Astaga, besar sekali.
Apel-apel ini seukuran semangka.
"Apelnya tampak sangat menggugah selera"
Itu apel!
Paman, itu apel.
"Dari apel dewasa hingga bayi apel seperti anak-anak"
Lihat, itu apel bayi.
Kecil sekali.
Itu terlihat seperti dilukis dengan cat air.
- Benar. Cat air. - Ya, cat air.
Brooke, itu pohon apel. Pohon apel.
Ini menyenangkan.
"Sebenarnya, Brooke..."
"Brooke, pohon apa yang ingin kamu tanam?"
"Aku ingin menanam pohon apel"
"Aku suka pohon apel merah"
"Sangat antusias"
"Ini jalan menuju perkebunan"
"Dia harus berbelok di tikungan tajam"
"Bisakah Pak Lee berbelok di tikungan tajam?"
Kita memasuki perkebunan.
"Dia berbelok dengan mulus"
"Mengemudi di jalan tidak beraspal bukanlah masalah"
"Antusias"
"Anak-anak, kalian mau bersenang-senang?"
"Sentuhan fantastis"
"Dia melakukan pertunjukan khusus traktor"
"Anak-anak pasti sepakat ingin naik kereta Seo Jin lagi"
Kita memasuki perkebunan.
Kita sudah sampai.
Kita sudah sampai.
"Kereta Seo Jin tiba di kebun apel"
Brooke, kamu mau ke mana?
"Brooke turun dari kereta"
Aku melihat apel.
"Ke mana Brooke akan pergi?"
"Pertama, dia menginjak tanah kebun apel"
"Takjub"
"Dia menyentuh apel yang besar"
"Dia ingin menunjukkannya kepada teman-temannya"
Kawan-kawan, kemarilah.
"Ini apel"
Yang ini sangat besar.
Besarkah?
Ada banyak sekali apel.
"Ukuran apel besar ini hampir sebesar wajah Brooke"
"Dia memetik apel untuk kali pertama dalam hidupnya"
"Apel pertama yang dia petik sendiri jatuh menggelinding"
Astaga.
Tunggu aku.
"Tolong jangan beri tahu siapa pun"
"Dia menjatuhkan apel pertamanya"
"Tapi dia memegangnya erat-erat dengan tangan kecilnya"
"Mengagumi"
Aku memetik apel besar. Ini sangat besar.
No comments yet. Be the first to leave one.