The first 200 lines.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Ada apa?
Kenapa?
Kenapa kamu tidak membuangku saja?
Kenapa kamu tidak membuangku saja?
Maafkan aku
dan terima kasih.
Katakan.
Apa yang terjadi? Kamu mengagetkanku.
Akan kuselesaikan masalahmu.
Apa?
Akan kuselesaikan masalah dengan Bu Cho Ae Ra
karena semuanya bermula dariku.
Akan kupastikan kamu tidak terluka lagi.
Akan kuperbaiki itu.
Percayalah kepadaku.
"Episode 21"
Apa masalahmu?
Perhatikan jalan!
Do Kyung. Bukan, Soo Ho.
Kamu masih menyukai San Ha meski sudah hilang ingatan?
Ada apa denganmu?
Jika hanya akan menonton Do Kyung
mengacau di TV,
kenapa repot-repot pergi ke studio?
Kamu mau menyemangatinya?
Maafkan aku.
Aku tidak tahu pertanyaan yang tidak disepakati
akan diajukan saat siaran langsung.
Tapi kurasa Do Kyung bersikap bijaksana.
Dia sudah merencanakan dari awal
untuk mengungkap demensianya.
Jika dia sungguh merencanakannya seperti ucapan Ayah,
pasti dia punya alasan bagus sampai melakukannya.
Sejujurnya, responsnya banyak yang positif.
Benar. Rahasia tidak bisa disembunyikan selamanya.
Dia juga
tidak bisa membohongi orang-orang soal kondisinya
seumur hidupnya.
Kurasa dia mengakuinya adalah keputusan tepat.
Apa katamu?
Aku pulang.
Selamat datang. Kamu pasti lelah.
Tapi...
Di mana Do Kyung? Kenapa kamu pulang sendiri?
Aku... Aku tidak...
Bukankah kamu pergi dengannya begitu acara selesai?
Kenapa repot-repot bertanya?
Do Kyung membuat masalah dan melarikan diri lagi.
Dia kembali ke kebiasaan lamanya.
Astaga.
Do Kyung.
Hei. Biar kakek dengar kamu mau bilang apa.
Apa yang kamu pikirkan sampai harus mengungkap
kamu mengidap demensia di TV?
Kamu mau membunuh kami semua?
Maafkan aku.
Aku lelah. Aku permisi ke kamar.
Hei! Do Kyung!
Naiklah dan kemasi barang-barangmu!
Kamu dengar? Kamu tuli, ya?
Kakek bilang minggat dari rumah ini!
Hentikan.
Dia pasti sudah banyak pikiran
setelah mengaku soal itu di TV.
Astaga.
Apa yang terjadi?
Katamu mau menemui San Ha. Sudah menemuinya?
Apa maksudnya Berita Acara Bersertifikat dari Ibu?
Dia bilang apa?
Maaf. Tolong keluarlah. Aku sedang mau sendiri.
Kenapa? San Ha mengatakan sesuatu?
Atau kamu melihat sesuatu yang tidak seharusnya?
Ada apa?
Kamu tidak dengar kubilang aku sedang mau sendiri?
Do Kyung.
Kumohon keluarlah. Sekarang.
Kamu marah kepadaku karena San Ha?
Bagaimana dengan video CCTV yang kuminta kamu edit?
Cepat kirimkan itu ke nomor yang kuberikan!
Seharusnya aku tidak memercayaimu.
Seharusnya aku tidak mengirimmu ke studio sendirian.
Seharusnya aku pergi sendiri dan mengendalikan situasi.
Batalkan semua iklan dengan stasiun TV itu!
Haruskah sampai sebegitu?
Merekalah yang melanggar janji
soal tidak membahas masalah amnesia.
Mereka harus diajari apa akibatnya jika berani mempermalukan Aura.
Itu bukan keputusanmu.
Ini masalah perusahaan. Kamu tidak boleh ikut campur.
Do Kyung sedang apa?
Dia menghindari teleponku.
Sudahlah. Aku akan pulang saja.
Ayah akan mengirimnya ke Brasil dengan Do Ri juga.
Kita butuh rencana.
Akan kuselesaikan masalah dengan Bu Cho Ae Ra
karena semuanya bermula dariku.
Akan kupastikan kamu tidak terluka lagi.
Percayalah kepadaku.
Bu Cho.
Anda makin lemah.
Apa rencanamu?
Kamu menerobos kemari tanpa izin.
Anda pasti gelisah.
Anda ke ruang penyimpanan pribadiku
dan mengancam San Ha dengan Berita Acara Bersertifikat.
Langsung intinya saja.
Jika Anda menginginkan sesuatu,
katakan langsung saja kepadaku
alih-alih menyiksa orang tidak berdosa
hanya untuk menaklukkan budak tidak berdaya sepertiku.
Katakan.
Apa mau Anda?
Aku hanya mau satu hal.
Menyerahlah soal menjadi CEO.
Tuliskan sumpah tertulis.
Baru akan kucabut gugatan terhadap San Ha.
Anda mau apa dengan sumpah itu?
Mau menunjukkannya ke anggota dewan
dan memberi tahu rencana Anda untuk menjadikan Do Kyung CEO?
Kamu kemari mau memintaku
mencabut gugatan
atau mengajak bertengkar?
Kamu meminta tolong?
Apa ini sikap seseorang yang meminta tolong?
Akan kuberi Anda
saham Grup Aura-ku.
Kenapa Anda terkejut begitu?
Melihat Anda mengirimkan dia Berita Acara Bersertifikat,
Anda pasti mau menyeretku kemari.
Jika Anda mencabut gugatannya,
aku akan memberikan sahamku.
Selama ini
Anda diam-diam mengumpulkan saham dari Pimpinan.
Pimpinan perlu tahu
betapa licik dan culasnya kamu.
Kuanggap Anda menerima tawaranku.
Aku permisi.
Begitu kutransfer sahamku kepada Anda,
Anda harus mencabut gugatan
terhadap San Ha.
Dia tampak tidak peduli soal apa pun.
Tapi malah marah dan bertindak karena San Ha.
Kamu sedang apa?
Ibu hendak memarahimu saat dia pulang tadi,
tapi aku bisa menghentikannya.
Kuminta dia membahasnya dengan tenang besok.
Apa yang terjadi dengan San Ha tadi? Katamu kamu mau bicara dengannya.
Apa terjadi sesuatu?
Maaf aku sempat kesal tadi.
Itu bukan salahmu.
Aku marah tanpa sebab.
Entah ada apa denganku.
Bukankah itu ponselmu? Tampaknya ada pesan masuk.
"Tidak Ada Subjek"
Ada apa? Kamu harus memeriksanya.
Bukankah itu Direktur Kim dan San Ha?
Benar, bukan?
Astaga.
Ternyata mereka bukan sekadar pemilik rumah dan penyewa.
Dia menangis di TV dan bilang hanya mencintai suaminya.
Apa semua itu hanya pura-pura?
Astaga. Aku malu sekali. Aku merasa kesal.
Siapa yang mengirim ini dan apa alasannya?
Mungkin paparazi yang mengikutimu
mengikutinya juga dan tahu soal itu.
Astaga.
Bagaimana jika mereka merilis berita yang mengatakan dia mempermainkan
anggota dewan Aura dan pemiliknya sekaligus?
Itu akan membuat reputasi Aura buruk.
"Hapus"
Sedang apa kamu? Kenapa menghapusnya?
Tidak perlu panik.
Kamu pura-puralah tidak tahu soal kehidupan pribadi mereka.
Dengan begini, San Ha pun tersingkir.
Sekarang giliranku.
Do Kyung.
Aku akan tidur dengan Do Ri.
Kenapa kamu berbohong di TV?
Kamu bilang akan membuat kenangan baru.
Kamu bilang akan membuat kenangan baru
untuk istrimu yang menunggumu selama lima tahun
dan demi putramu.
Apa aku asing bagimu?
Kamu tidak menganggapku sebagai wanita lagi?
Cinta kita sudah berhasil mengalahkan kematian.
Hanya ini yang kudapatkan?
Maaf.
Kamu bisa melawan sesuka hatimu, Soo Ho,
tapi tempatmu itu di sini, di sisiku
dan Do Ri
selamanya.
Ayah.
Jangan khawatir.
Akan kujadikan Grup Aura milikku.
Tentu saja, San Ha juga.
Dia orang pertama yang mencemaskanku dan memihakku setelah Ayah.
Aku tidak akan kehilangan dia.
Kakek buyut.
No comments yet. Be the first to leave one.