The first 200 lines.
SELAMAT MENONTON
Diterjemahkan oleh Katy_belekeme Manado, 4 April 2016
Apa?
Tidak, tak ada lagi film horror.
Ayolah, pembunuh pertama sungguh luar biasa.
Lihat, dia mengirimiku pesan tiga kali semenjak kita masuk ke sana.
Apa semua baik?
Tidak, pada dasarnya ada mengatakan "Ada kabar?" dengan cara yang berbeda.
Uh-huh.
Apa yang akan kau lakukan sekarang?
Aku harus pulang dan belajar.
Membosankan. Jangan, ayo ke rumahku, kita nonton film.
Tadi kita sudah nonton.
Ya, tapi belajar itu... membosankan.
Aku tahu, aku tahu. Nanti aku hubungi.
Baiklah... hei, di mana kau parkir?
Jadi, biarkan aku antar.
Jaraknya 50 kaki.
Baiklah. Aku mencintaimu.
Dah. Aku mencintaimu.
Tolong!
Sial!
Nona Hannaford, sebentar..
Aku minta kau melihat kembali pernyataan yang sudah kau berikan...
dan... tanda tangani ini.
Tunggu, apa kameranya tidak memperlihatkan sesuatu?
Kamera lobi tidak mengarah ke papan pengumuman.
Apa tidak bisa pindah?
Maksudku, ada banyak kamera lain untuk bisa terus dilakukan pencarian.
Kalau begitu kita akan melihat bagian pintu
toko yang terpasang kamera.
Seseorang mengambil foto-foto itu menyelinap,
melewati kamera dan memasangnya di sana...
supaya dilihat semua orang, dilihat anak-anak...
Apa ini tidak terasa, entahlah, mungkin ini bukan hal yang baik.
Ini adalah gambaran grafis.
Bukan kejahatan.
Bukan kejahatan, bukan juga sebuah pertunjukkan.
Selera yang payah.
Gadis dalam foto-foto, pasti seseorang, bukan?
Entah bagaimana menafsirkannya apalagi mengetahui kalau itu nyata.
Kecuali kita bisa menghubungkannya dengan beberapa aktivitas kriminal yang ada...
seorang korban, atau orang hilang. Tapi ini...
Tak ada korban, tanpa kejahatan.
Tunggu, tapi yang satu ini bernomor. Kau sudah lihat.
Di bawahnya tertulis nomor tujuh.
Mungkin semacam torehan kaya seni...
semacam karya seni bernomor, seni jalanan.
Apa sebutannya?
Uh...
Seni Luar. Ya.
Oke, apa ada orang lain yang melihat ini?
Atau hanya aku saja?
Apa itu yang membuatmu ke sini?
Ya, apa ada orang lain yang membalikannya?
Tidak. Ku rasa tidak.
Jadi, ini adalah seni, tapi ditujukan untukku?
Jadi aku minta padamu tak perlu terbebani dengan ini.
Bagus.
Apa kau tahu foto-foto lainnya?
Tidak.
Kami sudah mencatat pernyataanmu, jadi ku minta kau melihat...
dan menandatanginya... di sana. Ini dia.
Bagaimana aku bisa menjadi satu-satunya pria yang diperlukan polisi Spearfish, Dakota Selatan...
untuk mengurusi temuan mengerikan yang ditinggalkan pembunuh berantai akhir-akhir ini?
Beri aku alasan kenapa foto-foto mengerikan...
yang terpasang di tiang telepon...
di belakang perpustakaan lokal bukan merupakan foto-foto mutilasi...
Savannah Simms, umur 23 tahun...
yang dilaporkan hilang sekitar sepuluh hari lalu tidak jauh dari kota tetangga?
Sifat dari mutilasi digambarkan dalam foto...
membuat identifikasi definitif yang tidak mungkin pada saat ini
jadi aku bertanya, "Mengapa ini bukan Savannah Simms, sekali ini saja?"
Dan foto-foto yang ditemukan tertempel di papan pengumuman...
di Supermarket Wellborn...
bukan Janet Teasley, umur 22 tahun...
Ini ingin di taruh di mana?
Yang dilaporkan hilang 75 hari lalu di kota lain.
Aku harus melihat foto-foto ini.
Jelas-jelas ini yang tidak ada di internet.
Siapa yang kukenal yang bisa melakukan itu?
Apa kau membaca percakapan blog yang ditulis orang-orang dari kotamu?
Aku terinspirasi oleh bajingan yang mengambil
foto-foto orang mati dan mempostingnya secara online.
Aku sangat terinspirasi! Sangat!
Sebentar lagi aku bisa mengalami ereksi.
Oh, untuk perubahan. Hei! Hei!
Itu adalah jamur, kita bicara tentang itu.
Iyakah?
Pria ini tahu aku berasal dari Spearfish.
Dia melakukan ini untuk korbannya sebagai
penghormatan, sebagai isyarat, isyarat untukku...
Kebanyakan penduduk Spearfish dikenal suka dan hidup sebagai seniman.
Terus terang, aku tersanjung.
Bukankah dikatakan bahwa tak ada pembunuh berantai?
Orang-orang ini selalu terinspirasi oleh sesuatu, dasar peniru.
Yang kubutuhkan cuma sebatang rokok.
Mengunyah permen karet. Permen karet sialan.
Permen karetnya terasa seperti biji bawang putih.
Ya, aku cuma merasa kasihan dengan gadis-gadis itu.
Mereka dibunuh kemudian dimutilasi...
dan dipamerkan.
Benar-benar kejam.
Di sini kita punya model yang merasa simpati dengan model lainnya...
karena dia mati dan dimutilasi dan dipamerkan seperti sepotong daging.
Ini berita. Diam, keparat.
Huh?
Aku bilang, "diam...
Jangan senyum.
Bagaimana dengan ini? Apa kau suka?
Gambar terbaik hari ini, tenanglah. Jam berapa sekarang?
6:00.
6:00 malam, sial.
Oke, kau tahu apa yang harus kita lakukan?
Kita akan memanggil... orang-orang dikampanye parfum itu. Apa namanya?
The Bay Campaign. The Bay Campaign.
- The Bay Campaign, terimakasih, - The Bay Campaign. Bodoh.
Panggil orang-orang Bay Campaign, sadarkan mereka lalu katakan...
bahwa akhirnya aku menemukan jawabannya, dan aku
tahu persis apa yang akan kulakukan untuk mereka.
Aku akan mencuri ide si keparat ini.
Aku akan menyewa model dan berpura-pura menjadi orang mati.
Sebenarnya tidak banyak kerutan.
Apa kau pikir orang-orang Bay akan tertipu?
Aku mengatakan ke mereka untuk tidak menyewaku...
tapi mereka bersikeras, jadi inilah yang mereka dapat.
Mereka tidak bisa mengenali model yang sudah mati.
Kita akan menggunakan anak-anak di gambar terakhir, Trip dan apa namanya?
Siapa namanya, yang ini?
Uh, Victoria.
Victoria, Trip dan Victoria, fokus pada keduanya.
Dan Rose di sini.
Oh, ya? Sial, huh?
Ya. Oke, hanya jika kau beruntung.
Baik sekarang, seseorang tolong, tolong, ambilkan aku rokok...
sabelum aku membunuh dan mengambil gambar mereka!
Ini dia. Layanan pintu ke pintu dan bahkan belum buka.
Pasti itu berarti sesuatu.
Sudah kubilang tadi malam kalau kau tak perlu mengantarku...
dan kuingatkan lagi padamu sejam lalu.
Ya, mungkin kau tak ingin gambarmu ada di koran harian.
Cerita akan mereda, tapi ini tentang waktu saat wajahku tersebar luas.
Hei, ayolah.
Dengar, aku sedang berusaha.
Dan siapa itu?
Bukan siapa-siapa, itu cuma Jill.
Jill
Aku harus pergi. Terimakasih.
Boleh aku lihat...
Ya, bagus.
Kerja bagus untuk minivannya, ngomong-ngomong, itu bagus.
Ya, maaf, mereka tidak punya Escalades.
Jadi, di foto nanti kita akan jadi orang mati, kan?
Aku ingin mataku terbuka. Bisa kubuka mataku?
Sepertinya akan terlihat keren kalau aku...
Kau tahu?
Baik, apa manejerku tahu soal ini? Karena kupikir ini menjijikan.
Ini ide yang cemerlang.
Ini adalah komentar tentang kekaguman kita pada kematian.
Bagaimana membiarkan diri kita... memikirkan kematian sebanyak kita berpikir mengenai seks.
Kalau memang seperti itu, ini akan luar biasa.
Akan ku kasih tahu apa itu, anak-anak.
Bahwa setiap keparat di negeri ini sekarang menganggap diri mereka fotografer, oke?
Semua bisa berbagi foto, dan itu mengerikan.
Ini mengerikan, sebab semuanya terlihat seperti air kencing.
Lalu ada pria yang mengambil gambar gadis yang sebenarnya bisa ditiduri.
Yang tak bisa kau abaikan, dan saat itu terjadi, aku perlu bertanya pada diriku sendiri...
"Peter Hemmings, ada apa dengan gambar-gambar ini?
"Apa kau akan duduk saja dan membiarkan pria ini menganggapmu seperti orang bodoh"...
"atau kau akan mencuri idenya serta menghasilkan banyak uang, dan jadi terkenal?"
Dan aku pikir kita semua tahu jawabannya, bukan begitu, Trip?
Benar, kawan!
Jika kalian kedapatan main Instagram...
atau apalah namanya dalam perjalanan ini, kalian akan di pecat.
Aku tidak bisa lebih serius.
Ya, dia tidak bercanda.
Ayo kita berpesta malam ini.
Ya, kawan!
Hanya kumpul-kumpul, mengundang beberapa orang lokal...
bikin barbeque, tulang rusuk, taburi sedikit peyote di atasnya.
Cuma acara kumpul-kumpul, merayakan kedatangan kita.
Keren, kita akan berhenti di kota, mengambil beberapa barang.
Di rumahku jelas tidak ada apa-apa.
Hei, berapa lama lagi?
Aku tidak tahu.
Sudah terlalu lama, aku bahkan tidak mengenali pohon-pohon ini.
Hei... coba lihat.
Ya ampun.
10,494... aku melakukan seks anal lebih banyak daripada itu.
Lepaskan aku!
Ya ampun, aku sedang mengemudi.
Kalau begitu, teruslah mengemudi.
Ya, masih bau seperti spons basah.
Oh...
Ku rasa ini tempat di mana salah satu gambar itu yang ditemukan.
Catatan untuk Chris, telepon dan buat janji
dengan polisi untuk melihat gambar-gambar itu.
Sebuah janji?
Catatan untuk Chris 2...
belikan aku sekotak rokok, seluruh palet.
No comments yet. Be the first to leave one.