Release info

孤城闭 / Held In The Lonely Castle / Serenade Of Peaceful Joy 10 Indo
孤城闭 / Held In The Lonely Castle / Serenade Of Peaceful Joy 11 Indo
孤城闭 / Held In The Lonely Castle / Serenade Of Peaceful Joy 12 Indo
孤城闭 / Held In The Lonely Castle / Serenade Of Peaceful Joy 13 Indo
A Commentary by skysoultan
WeTv

Tags

other
Published on: 2020-04-14
Downloads: 41
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 181 lines.

♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔ = Episode 10 =

Yongshu, Yongshu.

Zimei.

Tidak perlu turun dari kuda.

Ayo, pergi ke rumahku.

Kamu ini ada apa, lulus ujian

menikah dengan wanita cantik.

Malam ini kamu mau...

Akhirnya menikahi Youheng

"Ouyang Xiu, alias Yongshu" Memang hal yang aku banggakan.

Yongshu.

= Su Shunqin, alias Zimei = Youheng di rumah

mengatur pesta malam sendiri.

Oh ya?

Aku juga mengutus orang untuk mengundang

teman-teman akrab kita.

Malam ini minum hingga mabuk.

Minum hingga mabuk.

Ayo.

- Ayo cepat! - Ayo cepat!

Sarjana yang lulus kali ini,

ada Su Shunqin, cucu Su Yijian

membuat mataku bersinar.

Waktu dia muda bersama dengan Mu Xiu

menolak gaya tulisan yang sulit dimengerti

sebelum Ouyang Xiu.

= Fu Bi, alias Yanguo. Han Qi, alias Zhigui =

Tidak takut ditertawakan,

gaya yang berbeda,

tulisannya sederhana, memperbaiki kesalahan.

Aku melihat banyak artikel bagus yang dia tulis.

Kali ini tarik Ouyang Xiu masuk ke perpustakaan ibu kota,

Su Shunqin lulus sarjana dan

masuk ke kerajaan dan menjadi pejabat.

Aku percaya,

mereka akan memimpin

sastra gaya baru Kota Dong.

Fan Zhongyan mengkritik soal meninggalkan Permaisuri.

Lu Yijian bersikeras ingin

mengusir dia dari ibu kota.

Dalam kerajaan banyak yang merasa tidak adil.

Tapi aku lihat dia

malah tidak tampak sedang marah,

bahkan bisa menulis

puisi “10 wilayah Kota Tonglu yang bebas”.

Puisi bagus ini yang berpikiran luas.

Puisi “10 wilayah Kota Tonglu yang bebas” memang bagus.

Hamba lebih suka puisi

“Pejabat He Gehong menerima lagu bunga”.

Permaisuri.

Nyonya Miao, Nyonya Yang, Nyonya Yu

datang beri hormat kepada Permaisuri.

Cepat persilakan mereka masuk.

Baik.

Hamba beri hormat kepada Permaisuri.

Permaisuri berada di istana kerajaan,

kami

juga tidak ada benda menakjubkan,

jadi kami bawakan kantong wewangian

buatan kami sendiri untuk Permaisuri.

Manisan buah

untuk tambahkan kebahagiaan Permaisuri.

Aku juga menyiapkan

beberapa hadiah untuk para Nyonya.

Ini semua barang buruanku dulu

berburu dengan para kakak.

Berburu?

Permaisuri masih bisa berburu?

Permaisuri adalah putri keluarga Cao,

keluarga berjasa bagi kerajaan.

Memang mahir dalam sastra dan seni bela diri.

Duduk, duduk.

Permaisuri sedang tulis buku apa?

Bukan “Indoktrinasi Wanita”, “Kebajikan Wanita”,

juga bukan buku klasik.

Kenapa belum pernah melihatnya?

Ini semua adalah cara pembuatan kue.

Kue panggang, kue bakar, kue pasta.

Permaisuri sedang lihat resep dapur.

Cobalah arak ini dulu.

Wangi sekali.

Ini adalah arak yang diajarkan ibu aku

berdasarkan cara yang ada di dalam buku.

Kemudian kami mengubah resepnya

dan meningkatkan aromanya.

Dari buku ini kami mempelajari cara

awetkan daging dan cara buat dendeng.

Dan juga cara awetkan sayuran.

Baik.

Tidak meniru kalian menangis yang bagus.

Han Qi,

bukankah kamu suka tonton opera?

Apa kamu pernah tonton opera boneka?

Opera boneka, pernah tonton.

Kaisar...

Bantu aku persiapkan

opera boneka “Kepala Daerah Fan nasehati orang penerima bunga”.

Beberapa hari lagi,

aku mau undang Lu Yijian tonton opera.

Mari...

Mari... Silakan... Mari...

Sudah cukup.

Lihat Zimei

menulis puisi untuk nona ini,

apakah bisa melebihi Liu Sanbian?

= Wang Gongchen, alias Junkuang = Zimei takutnya tidak berani tulis.

Daripada malam ini

tidak bisa masuk kamar kakak ipar.

Kalian bilang betul tidak?

Zimei bukan tidak berani.

Cepat ambil kertas dan kuas...

Kakak Ouyang.

Beberapa tahun tidak bertemu,

nama Kakak Ouyang lebih terkenal lagi.

Ayah mertua sangat suka bakat sastra Kakak Ouyang.

Setiap kali ada artikel baru Kakak Ouyang,

puisi baru yang beredar,

akan utus orang untuk salin dan nikmati bersama keluarga.

Perhatian Perdana Menteri Xue padaku,

aku sangat terharu.

Tahun lalu istriku meninggal,

dia juga utus orang sampaikan turut berbelasungkawa.

Tahun ini sebelum ke ibu kota,

juga utus orang untuk bicarakan pernikahan.

Katanya ingin menikahkan Nona Keempat kepadaku.

Kakak Ouyang, bagaimana pendapatmu?

Minum dulu.

Minumlah.

Bicara hal serius.

Perdana Menteri Xue lebih menyukai Junkuang.

Betul tidak?

None Ketiga meninggal,

Junkuang menikahi Nona Kelima,

tetap adalah menantu keluarga Xue.

Yaitu menantu lama menjadi menantu baru.

Jika aku menikahi Nona Keempat,

kelak bagaimana menyapa Junkuang?

Bukankah ini

paman besar menjadi paman kecil?

Jangan peduli, jangan peduli. Ayo.

Minum arak.

Su Zimei,

sudah selesai tulis belum.

Sedang tulis, sedang tulis.

Aku lihat dulu.

Sudah selesai.

Baik.

Mari... Minum.

Yongshu mabuk.

Kurangi minumannya.

Mari...

Nona, ayo kita pulanglah.

Jangan di sini lagi.

Apa yang sedang kamu katakan?

Kenapa?

Mereka menertawakan suami Nona.

Katanya suami Nona dari menantu lama jadi baru.

= Istri Wang Gongchen, Xue Yuhu = Dan juga bilang paman besar, paman kecil.

Boleh, boleh, boleh.

Tulisan yang bagus.

Ayo.

Kita pulang.

Dengar suara ini,

sungguh seperti Fan Zhongyan telah kembali.

Baik.

Kata tidak meniru kalian menangis yang bagus.

Hamba merasa terharu atas perasaan Fan Zhongyan.

Kurang sopan.

Tidak apa-apa.

Di sini bukan di istana kerajaan.

Omong-omong puisi Fan Zhongyan ini

mengikuti artikel

“Pipa Xing” tulisan Bai Juyi.

Banyak kesamaan.

Ceritanya memang ada kesamaan.

Tapi Bai Juyi mendengar pernyataan penyanyi wanita

adalah Sima dari Jiangzhou menangis hingga pakaian basah.

Fan Zhongyan mendengar pernyataan pengrajin bunga

malah tidak meniru kalian menangis.

Baik itu dari kebaikan dan keburukan gaya puisi,

menurut hamba, puisi Fan Zhongyan ini

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left