The first 193 lines.
♡My IG_@almerad♡ ☆Diterjemahkan Oleh Diana Almera☆
Halo, Xu Fang.
Halo.
Bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?
Aku Belum pernah mendengar kabar darimu.
Kau sudah kembali?
Iya.
Mari kita bertemu.
Baiklah.
Tentu saja.
Apakah kau sudah makan?
Mengapa kita tidak memakan sesuatu yang enak?
Baiklah. Sampai jumpa di pintu masuk.
Tunggu aku.
Aku akan kesana.
Kau akhirnya kembali.
Aku merindukanmu.
aku punya banyak kata ...
Apakah kau sudah merasa lebih baik?
Chi Chi.
Ada sesuatu yang ingin kukatakan kepadamu.
Katakanlah.
Aku berencana untuk
berlatih di luar negeri untuk sementara waktu.
Berlatih ke luar negeri?
Mengapa?
Apakah Aku mengganggumu?
Kau bersembunyi di pegunungan.
Sekarang kau ingin pergi ke luar negeri setelah kembali.
Saking inginnya kau menghindariku?
Tidak, sebenarnya..
ini karena...
ini adalah kesempatan,
yang sangat penting bagiku.
Aku mengerti
Kalau semua orang punya rencana
untuk masa depan mereka setelah lulus.
Tapi,
Aku tidak memikirkan kalau
kamu akan meninggalkan aku keluar dari rencanamu.
Kau seperti ibuku,
selalu berpikir tentang dirimu dan meninggalkan aku seperti yang kamu inginkan!
Itu tidak benar.
Lalu, kenapa kau
meninggalkan aku saat aku sangat membutuhkanmu?
Kau boleh pergi.
Aku tidak butuh belas kasihanmu.
Aku tidak keberatan putus.
Sudahkah kau membuat keputusannya?
Pelatih.
Aku memutuskan untuk tidak pergi.
Kenapa tidak?
Ini satu-satunya cara bagi kamu untuk bersaing lagi.
Apakah itu karena Lin Xi Chi?
Ibunya pergi ketika dia masih kecil.
Itu meninggalkan dampak besar baginya.
Dia tidak bisa percaya kalau
seseorang yang pergi akan kembali padanya.
Kami pasti akan putus
jika Aku bersikeras pergi.
Jadi,
Aku tidak berpikir aku akan pergi.
Xu Fang.
Aku mengerti apa yang kau katakan,
tetapi kau perlu memikirkan dirimu sendiri.
Jika kau menyerah memanah
untuk itu
dan membiarkan rintangan mengalahkanmu,
kerja kerasmu selama bertahun-tahun akan sia-sia.
Kamu tidak bisa mengecewakan dirimu sendiri,
meskipun kamu tidak ingin mengecewakan Lin Xi Chi.
Pelatih.
Aku sudah membuat keputusan.
Maaf.
Aku sangat bodoh.
Seharusnya tidak
menutup mata.
Kenapa aku membiarkanmu berkencan dengannya?
Pertengkaran lain dengan Kakak Fang?
Ini bukan sekadar pertengkaran.
Kami mungkin putus.
Apakah itu perlu?
Hanya karena dia pergi ke luar negeri?
Ini.
Aku tidak pernah menjadi bagian dari rencananya.
Kamu tidak bisa hanya melihat rencananya saat ini.
Kamu perlu melihat lebih jauh ke masa depan.
Aku tidak harus melakukannya.
Jika dia tidak akan bersamaku sekarang,
dia tidak akan bersamaku nanti.
Aku menyadari sesuatu
setelah kecelakaannya.
Selama dia aman,
apakah dia ingin bersamaku
atau dimana dia,
ini tidaklah penting.
Selama dia bisa hidup sehat dan bahagia,
Aku akan puas.
Cinta adalah tentang memenuhi keinginan orang lain
dan tidak memilikinya.
Jika mimpinya ada di suatu tempat yang jauh,
biarkan dia pergi dan memenuhi mimpinya.
Aku tidak bisa melakukannya.
Aku ingin Xu Fang berada di sisiku
bahkan jika dia sakit.
Aku akan merawatnya.
Aku tidak ingin kami terpisah!
Kak.
Aku tidak bisa berbicara denganmu.
Aku tidak berpikir kalau Lin Xi Geng
telah merelakan semuanya setelah bertahun-tahun.
Meskipun Aku keras kepala sekarang,
Aku harus mengakui bahwa apa yang dia katakan benar.
Bagaimana mungkin aku ingin Xu Fang tetap di sisiku
bahkan jika dia sakit?
Chi Chi.
Akhirnya aku menemukanmu.
Seseorang ingin melihatmu.
Siapa?
Ikuti saja aku.
Ayo pergi.
Pelatih.
Lihatlah targetnya.
Apa yang salah dengan dia?
Panik target.
Panik target?
Dia memilikinya untuk beberapa waktu.
Tidak ada yang tahu kecuali Aku.
Pernah ada seorang atlet panahan
menderita kepanikan target,
Kariernya sama baiknya dengan berakhir cepat.
Bagaimana bisa?
Dia belum pernah memberitahuku sebelumnya.
Dia belum memberi tahu siapa pun.
Itu menyebabkannya
berkinerja buruk di acara tim
dan jatuh dengan rekan-rekan setimnya beberapa hari yang lalu.
Kupikir harga dirinya tidak mengizinkannya
menjadi pecundang
di depan semua orang.
Kenapa dia begitu bodoh?
Aku menyuruhnya pergi ke luar negeri
untuk pergi melalui pelatihan pemulihan dua hari lalu.
Itulah satu-satunya kesempatannya,
tapi dia menolaknya.
Dia memberitahuku kalau
dia tidak ingin meninggalkanmu sendirian di sini.
Aku...
Ini adalah kesalahanku.
Ini adalah kesalahanku.
Jangan sedih.
Aku terlalu egois.
kamu juga tidak tahu situasinya.
Iya kan?
Kupikir dia ingin pergi ke luar negeri,
karena dia ingin putus denganku
setelah lulus.
Aku meragukannya ketika dia sangat membutuhkan ku.
Kenapa aku begitu egois?
Cukup.
Katakan mengapa Aku egois?
Jangan menangis.
Apakah kau tahu,
Kau satu-satunya yang bisa memotivasi Xu Fang.
Kau mendengarku?
Jangan menangis.
Kau terlihat konyol.
Bagaimana penampilanku?
Ini baju Garis A.
Sekarang pinggangku terlihat kecil, kan?
Berputarlah.
Jauh lebih baik.
Aku pergi yah.
Semoga berhasil!
Semoga berhasil.
Ayo pergi dan makan bareng.
Mengapa kau ada di sini?
Aku lapar.
Ayo pergi dan makan sesuatu yang enak.
Pergilah sendiri.
Apakah kau tidak ingin putus?
Benarkah?
Apakah Aku mengatakan itu?
Aku tidak ingat.
Mungkin Aku amnesia.
Tapi kamu masih ingat kalau aku ayahmu.
Ayah.
Ayah.
Ayo pergi, ayah.
Aku menginginkan sesuatu yang menyenangkan.
Traktir aku dengan sesuatu yang lezat.
Traktir Aku karena kau adalah ayahku.
Ini tempatnya.
No comments yet. Be the first to leave one.