The first 200 lines.
Ya...
Setiap jengkalnya adalah raja.
Saat kutatap, lihat bagaimana subjeknya berguncang.
Aku mengampuni nyawa pria itu.
Apa kesalahanmu?
Perzinaan?
Jangan mati.
Karena anak haram Gloucester lebih baik...
Kepada ayahnya daripada putri-putriku.
Untuk itu, kemewahan, kemelaratan, karena aku kekurangan prajurit.
Lihatlah wanita yang tersenyum ini...
Yang wajahnya di antara garpunya meramalkan salju...
Yang mencincang.
V...
Fitchew, atau...
Dia mengalami serangan jantung.
Dia berakting.
Tidak, lihat.
Apa kau mengenalku?
Apa yang kau lakukan?
- Duduklah. - Aku tak bisa...
- Maaf. Permisi. Maaf. - Jeevan.
- Maaf. - Pak...
Pak.
Pak...
Arthur?
Apa kau dokter?
Apa ada dokter?
Bisakah kau... Apa ada dokter?
Ada yang bisa menghentikan saljunya? Bob?
Aku tak bisa melakukan ini. Aku tak tahu cara...
Kenapa tak ada...
Jangan menghalangi. Tolong, minggir. Cepat.
Aku butuh defibrilator.
Cepat.
Aku ambilkan.
- Bongkarlah. Sekarang. - Ya.
Bisakah seseorang mematikan saljunya?
Ayolah, Pak. Tetaplah bersamaku.
Aman.
Mengisi daya lagi.
Baiklah. Jadi, sekali lagi. Sekali lagi.
Tunggu. Jadi, kau tak tahu CPR?
Tidak.
Tapi kau tetap berlari ke panggung.
Ya.
Kau kenal korbannya?
Tidak.
Tidak. Aku hanya penonton.
Maaf, permisi.
Hei. Bukankah kau tampil dalam drama itu?
Siapa namamu?
Kirsten.
Di mana ibu atau ayahmu?
Siapa yang menjagamu saat kau di sini?
Tanya.
Si pawang.
Seperti sapi-sapimu?
Mereka menyebut orang yang menjaga anak-anak, "pawang".
Begitu. Baiklah. Ayo. Ayo cari pawangmu.
Hei. Permisi, Pak.
Kau tahu di mana Tanya, si pawang berada?
Ya.
Itu yang kukatakan, tapi mereka...
Tanya?
Hei, permisi. Kau kenal Tanya?
Dia pengurusnya.
Menurutmu Arthur sudah mati?
Jika benar dia mati...
Dia melakukan hal yang paling dia cintai di dunia saat dia meninggal.
Jadi, itu keren, bukan?
Ya. Akting juga hal yang paling kusukai di dunia.
Baiklah, bagus kau punya sesuatu.
Sayang, astaga. Kau baik-baik saja?
- Ya. - Baiklah, ayo.
- Terima kasih. - Baiklah.
Sampai jumpa.
Aku mencarimu, apa kau di lobi?
Gila, dia terpotong.
Terpotong
Sial.
Mati.
King Lear Tiket Tersedia Di Sini
Aku merasa tidak enak badan. Pulang ke rumah, kau mampir?
Yang bisa kukatakan adalah malam ini...
Arthur Leander pingsan karena dehidrasi...
Ayolah. Kami melihatnya. Itu bukan dehidrasi.
Ada pertanyaan?
Apa ini ada hubungannya dengan flu itu?
Aku tak akan membahas detailnya.
Hai.
Hai.
Apa yang terjadi pada Tanya si pawang?
Dia di dalam bersama Arthur.
Jadi, bagaimana biasanya kau pulang?
Aku naik kereta dengan Tanya.
Baiklah, ayo.
Kuantar kau ke kereta.
Aku tak bisa pergi dengan orang asing...
Kecuali Tanya dan orang tuaku izinkan.
Baiklah.
Halo. Aku Jeevan Chaudhary.
Dan kau Kirsten...
- Raymonde. - Raymonde. Baiklah.
Jadi, sekarang kita bukan orang asing.
Ayo.
Sepuluh Hari Sebelumnya
Mereka memberiku pelatihan Shakespeare.
Ya. Saat bintang film menampilkan Shakespeare...
Mereka memintamu melakukan tes.
Pasti.
Sampai kemarin, kukira...
Kukira aku tak akan pernah melihatmu lagi.
Kenapa kau di sini?
Aku sudah selesai.
Aku ingin kau memilikinya.
Dia Kiki.
Dia bermain bersama kita.
Hai.
Hai.
Siapa itu?
Dia bajingan yang menghancurkan hidupku.
Hai, Laura. Ini aku lagi.
Aku akan terlambat, karena aku harus...
Aku harus mengantarkan sesuatu.
Tapi aku berharap kau tak pergi.
Tapi kuharap kau merasa lebih baik.
Baiklah, sampai jumpa.
Kau harus menghemat bateraimu. Hampir habis.
Bagaimana jika mati sebelum dicolokkan lagi?
Apa kau juga mati?
Siapa Laura?
Laura adalah pacarku.
Kau akan menikah?
Mungkin, ya.
Kurasa begitu.
Apa pekerjaanmu?
Aku seorang reporter.
Seperti reporter.
Atau kritikus budaya...
Aku punya situs web.
Aku membuat konten. Aku tidak punya pekerjaan.
Kukira kau dokter.
Bagaimana kau tahu cara melakukan darurat medis kepada Arthur?
Ya, kurasa aku hanya...
Aku mempelajarinya saat menonton ER .
Tapi kau orang pertama di teater yang mengetahuinya.
Atau hanya orang pertama yang berdiri.
Pasti sulit tak mengetahui kau ingin menjadi apa.
Itu butuh waktu.
Ya.
Usiaku delapan tahun.
Mau kacang mete?
Tidak, terima kasih.
Kau hafal nomor telepon orang tuamu?
Ya. Di ponselku.
Aku melihat dengan mata kecilku sesuatu yang biru dan merah muda.
Kau tahu tentang flu ini?
- Penyakit di Asia itu? - Sebagian besar di Eropa.
Tunggu.
Persetan kau. Kau pikir aku peduli, Sam?
UGD Northwestern baru mengirim kelebihan mereka kepada kita.
- Hai. - Hai.
Baiklah, aku seharusnya tidak bekerja hari ini...
Tapi aku dipanggil kembali ke UGD sejam lalu.
Seorang anak 16 tahun terbang dari Moskow tadi malam.
Menunjukkan gejala awal flu.
Pada pertengahan pagi, ada 12 orang lagi...
- Dengan gejala yang sama. - Maaf, Siya. Sebentar.
Kami belum pernah melihat flu seperti ini.
Kacau sekali.
Ya, entahlah, kedengarannya agak buruk.
Aku ingin mengajakmu minum...
Tapi kurasa kau bekerja lembur.
Laura dan aku bertengkar...
Karena aku kehilangan pekerjaan di toko bunga lagi.
Jeevan, sudah terlambat untuk lari.
Kau harus menemui Frank.
Jangan percaya berita.
Kota ini akan kacau.
Orang-orang di jalan sudah terpapar, tapi mereka bahkan tidak tahu.
Hindari kontak dengan siapa pun.
Hanya kau. Hanya Frank.
Baiklah, tapi ini terjadi. Maksudku, ini benar-benar terjadi.
- Ini sungguh terjadi? - Frank. Kunci diri kalian di dalam.
Bangun barikade.
- Demi bertahan hidup. - Bertahan hidup?
Ya. Jeevan, itulah yang kucoba katakan kepadamu.
Tunggu.
Aku mau ini di lobi. Terserah di mana. Aku tak peduli.
- Ya. - Bahkan di sini?
Bagian mana dari kata "Ya" yang tak kau mengerti?
Baiklah, baiklah.
Kalau begitu, kirim mereka ke sini.
Ya! Ya! Hore! Ya!
Benar, di sana, para hadirin. Jangan salah...
Kirimi aku pesan saat tiba di rumah Frank, ya?
Kirim foto di grup Chaudhary.
Jeevan.
Hei, anak-anak ini baru datang...
No comments yet. Be the first to leave one.