The Wind Blows

The Wind Blows (바람이 분다)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

바람이분다ㅡThe Wind BlowsㅡE03 NEXT-VIU
바람이분다ㅡThe Wind BlowsㅡE03 WEB-DL VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
Published on: 2019-06-04
Downloads: 17
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 3"

Dia baru saja masuk ke penatu.

Siap.

Mulai.

Ya ampun.

Ibu

- Ya ampun. - Bu!

Bu!

Bu.

Anda baik-baik saja?

Ibu baik-baik saja?

- Do Hun, aku baik-baik saja. - Mari kubantu.

Ibu hampir terluka parah.

Bagaimana dengan makanan ini?

- Terima kasih. - Terima kasih.

Tidak apa-apa.

Ibu terluka?

Tidak, aku baik-baik saja.

Kenapa kamu mengebut di trotoar?

Maafkan aku. Anda baik-baik saja?

Aku baik-baik saja.

- Ibu tidak terluka? - Tidak, aku baik-baik saja.

Berikan padaku. Biar kubawa.

Aku menumpahkan semuanya.

Sayang sekali.

Di mana kamu?

Kamu sedang apa? Kamu memintaku mengambil baju.

Kenapa Ibu datang tanpa menelepon?

Sambungkan dengan Ibu.

Baik. Aku akan segera ke sana.

- Rambutmu. - Rambut?

Lepaskan wignya.

Kamu tidak punya waktu. Cepat!

Tanganku bau.

Aku akan pergi sekarang.

Su Jin, sepatumu!

Su Jin, ganti sepatumu!

Su Jin, sepatumu.

Ganti sepatumu!

Sepatumu!

Bagaimana ini?

Apa yang kamu lakukan tanpa alas kaki?

Kamu berlari pulang seperti itu?

Kamu gila?

Bu! Ibu di mana?

Ibu di sini.

Astaga. Kenapa kamu terlihat berantakan?

Kamu seperti dikejar anjing gila.

Kenapa Ibu datang mendadak tanpa menelepon?

Apa kamu pernah menelepon ibu kalau mau berkunjung?

Tunggu, ibu bahkan bisa menciumnya dari sini.

Apa ibu menumpahkan kuah kepiting asin di sekitar sini?

Ibu membuat kepiting asin?

Di mana?

Hei, tunggu.

Kurasa baunya dari sini. Ya, bukan?

Entahlah.

Ini enak.

Ibu sudah bilang jangan makan dengan tangan!

Sakit.

Astaga.

Tapi kenapa wadahnya hanya setengah penuh?

Entahlah. Tidak mungkin baunya dari tanganmu.

Cepat cuci tangan.

Baik.

Bocah itu.

Kenapa kamu duduk di sini? Duduk di sana.

Ibu tidak suka putri Ibu duduk di sebelah Ibu?

Ya ampun. Duduk di sana.

Tidak ada yang berbicara kepadaku dengan baik.

Bibi di rumah sakit mana?

Kalian tidak perlu mengunjunginya.

Ibu hanya perlu menjaganya sepekan sampai pamanmu kembali,

jadi, jangan mengkhawatirkan bibimu atau ibu.

Kenapa jari kakinya bisa patah?

Kamu tahu putrinya, Ji Seon, bukan?

Dia bercerai padahal baru menikah beberapa bulan.

Bibimu sangat marah dan menendang sesuatu.

Banyak orang bercerai.

Lalu kenapa repot menikah?

- Maaf, Do Hun. Makanlah. - Baik.

Kamu tidur di sini malam ini?

Aku bisa apa?

Kita tidak mungkin tidur di kamar terpisah karena ada ibumu.

Kurasa itu mungkin saja.

Kudengar dia di rumah sakit.

Ibu tidak lelah?

Ibu tidak tidur?

Ibu tidak lelah.

Keripik baru yang dikembangkan oleh Do Hun enak. Tidak asin.

Ya, cocok dimakan dengan bir.

- Ibu mau bir? - Tidak usah.

Astaga, si berengsek itu.

Apa ceritanya seseru itu?

Tentu. Ibu tidak akan menontonnya jika ceritanya membosankan.

Astaga, tidurlah.

Orang bilang orang tua tidur sore hari,

tapi Ibu bahkan jarang tidur.

Pecundang itu. Astaga.

Semua pasutri hidup seperti itu.

Yang kita lihat di drama TV hanya orang bercerai.

Aku harus.

Sebisaku.

Saat dia berjalan ke arahku,

jantungku mulai berdebar kencang.

Tapi tepat pada saat itu, dia menatap wajahku.

Jantungku hampir berhenti.

Aku tidak bisa mendengar detak jantungku.

Aku berpikir aku sudah mati.

Kamu yakin dia melihat wajahmu?

Ya, aku yakin.

Dia bahkan mengucapkan terima kasih.

Kamu serius? Astaga!

Kamu tahu apa yang lebih gila? Bahkan ibuku tidak mengenaliku.

Lihat? Suami dan ibunya tidak mengenalinya.

Baiklah, kamu penata rias efek khusus yang hebat.

Tapi mereka bingung karena kecelakaan kecil itu.

Ceritanya berbeda jika kalian berbicara tatap muka seperti ini.

Kamu bilang akan mendukungku jika aku tidak ketahuan.

- Dia benci orang yang ingkar. - Astaga.

Tetap saja, aku tidak bisa membantumu.

Berlatih lagi.

Yang ini tidak masuk hitungan, karena kecelakaan sepeda itu.

Sudah kubilang, bahkan ibuku tidak mengenaliku.

Aku bukan ingin ikut campur dengan bertanya seperti ini,

tapi aku perlu tahu ada apa.

Kenapa kamu ingin bercerai?

Tidak bisakah kalian membicarakannya dahulu?

Aku tidak akan melakukan ini jika itu berhasil.

Su Jin.

Kamu tahu aku sangat peduli kepadamu, bukan?

Apa ini satu-satunya solusi?

Aku sungguh berharap kamu menemukan solusi yang berbeda.

Jika kamu ragu,

kamu tidak perlu membantuku. Aku akan pergi, kalau begitu.

Su Jin.

Dia bilang dia tidak bisa membantumu?

Aku punya ide bagus.

Kamu ingin mencobanya?

Bersulang.

- Ambil ini. - Apa ini?

Voucher yang dibuat khusus untukmu.

Ini benar-benar gratis?

Apa mereka akan memerasku dengan meminta biaya tambahan?

Ini untuk kamar suite mereka.

Kamu bisa menebusnya kapan saja hingga akhir Desember.

Tapi aku akan membunuhmu jika kamu membawa wanita lain.

Kamu bilang restoranmu tidak ramai. Ini pasti mahal.

Ya. Jadi, bisakah kamu membayar dengan uang tunai

setiap kali kamu makan di sini?

Kenapa? Supaya kamu tidak perlu membayar pajak?

Itu karena biaya pemrosesan kartu kredit.

Tunggu sebentar.

Temanku menggores mobilmu saat mengeluarkan mobilnya.

Kami meminta maaf.

Kami menunggu di depan mobilmu sekarang.

Jangan khawatir. Kalian boleh pergi.

Apa? Pergi begitu saja?

Apa dia sudah gila?

Hei, Kamu tidak bisa membiarkan mereka pergi seperti ini!

Mobil itu tidak akan rusak karena sedikit goresan.

Itu akan hancur! Jika ada yang menggores mobilmu,

hatimu akan hancur, dan karena itu,

mobil tidak akan bergerak lancar walaupun kamu menginjak pedalnya.

Astaga.

Apa ini?

Rasanya salah jika kami pergi begitu saja, jadi aku mengirim ini.

Astaga, lihat ini. Kamu perlu melihat ini.

Goresannya sangat buruk, bukan?

Di zaman sekarang, orang jujur seperti ini

layak dimaafkan.

Jika membiarkan hal seperti ini, orang akan menganggapmu lemah.

Aku tidak bisa memindahkan mobilku karena aku habis minum. Kembalikan.

Terus minum dan belanjakan lebih banyak uang di sini.

Aku akan memberi mereka pelajaran.

- Berikan kunci mobilmu. - Astaga, sudahlah.

- Berikan saja kepadaku. - Tidak perlu.

- Di mana itu? - Astaga.

Halo?

Aku sungguh minta maaf.

Temanku pergi,

tapi jika kamu meneleponku, aku pasti akan membayar ganti rugi.

Ya ampun!

Astaga, ini benar-benar tergores.

Tunggu. Dia ke mana?

Di sini rupanya.

Halo, kamu pasti sangat khawatir.

- Aku minta maaf. - Astaga, tidak. Kenapa minta maaf?

Tidak perlu meminta maaf kepadaku.

Ini bukan mobilku.

Mobilnya terlihat baik-baik saja.

Tolong kirimkan aku pesan setelah kamu memperbaikinya.

Ya ampun, tidak perlu perbaikan.

Kamu bilang temanmu yang menggoresnya.

Aku sebenarnya ke sini mewakili temanku juga.

Kebetulan yang menarik.

Kita bertemu seperti ini karena teman-teman kita.

Kalau kamu tidak keberatan, boleh aku tahu namamu?

- Maaf? - Jangan salah paham.

Untuk berjaga-jaga andai temanku ingin memperbaikinya.

More Indonesian subtitles for The Wind Blows

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left