The first 200 lines.
Si Revolusioner lemah akhirnya mengalahkan semua Platinum
dan menyatukan semua masyarakat.
Dengan begitu,
apakah artinya dia sudah menaiki tangga puncak sekolah?
Tidak.
Ada sesuatu yang menghalangi jalan.
"Mengkritik guru yang kurang keyakinan!"
Mengenai proyek penerimaan khusus yang saya anjurkan.
Ketua OSIS Haruna Tsubame salah satu dari penerimaan khusus kami,
telah melibatkan seluruh sekolah
dalam reformasi.
Seorang ketua OSIS penerimaan khusus
merevolusi sekolah bergengsi?
sangat menarik!
Sekolah kami menghormati otonomi siswa.
Ketua, katakan beberapa kata.
Apa?
Kau harus mengatakan apa yang ingin kau capai.
Mulai saat ini
kami para siswa
ingin memikirkan diri kami sendiri
dan membuat sekolah menjadi menyenangkan
di mana setiap orang mencintai dan memiliki mimpi.
OSIS juga akan bekerja keras!
Ayo bersama2!
Ketua, senyum! Senyum.
- Lihat kesini. - Senyum, senyum.
Anak-anak menjadi bersatu adalah hal buruk.
Mereka bagaikan mobil tanpa Rem.
Saat mulai jalan, tidak akan ada yang bisa menghentikannya.
Jika Anda berencana untuk terus mengganggu,
Aku lebih suka anda meninggalkan sekolah ini.
Terima kasih atas pekerjaan Anda telah berusaha untuk meningkatkan manajemen.
Satu2nya yang akan meninggalkan sekolah bukan aku, tapi anda.
PTA telah memberiku kuasa.
Mulai sekarang, pengendalian anak tanpa Rem
akan menjadi kebijaksanaan sekolah.
Tidak ada yang percaya Anda lagi.
Kami masih tidak tahu identitas orang itu.
Sebelum hal-hal buruk terjadi,
Anda harus mengubur proyek ini.
Aku menyelidiki pria itu.
Dalam hal apapun, cita-cita konyolmu
akan menghancurkan jalanku.
Aku ingin tau apa hubungan gadis itu dengannya.
Foto jelek, kah?
Rokmu terlalu tinggi.
Yah, bagus untukmu. Kau idol semuanya sekarang.
Itu bukan tujuanku!
Kepsek melakukannya tanpa bertanya.
Kepsek, kah...
yang lebih penting...
Ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.
Kenapa tiba2 jadi serius?
Kakimu...
Baik2 saja kan?
Asumsi Kalian mudah dijungkirbalikkan.
Hanya karena aku berdiri, kau berpikir
Aku langsung bisa melompat2?
Aku ingin tahu apakah kau bisa berdiri sejak awal.
Kau terlalu curiga!
Apakah ada sesuatu yang menipu?
Aku benar2 tidak bisa berdiri selain yang kemarin.
Lalu berapa lama...
Secara medis, kakiku membaik beberapa waktu yang lalu.
Lalu Kenapa?
Mungkin karena alasan psikologis.
Aku tidak memiliki keinginan untuk berdiri - Lalu apa yang membuat kau melakukannya?
"lalu lalu lalu", hentikan!
Apa kau kaset rusak?
Maafkan aku.
Tapi...
Aku senang.
Bahwa kau bisa berdiri.
Aku berterima kasih padamu.
Untuk banyak hal.
Aku tidak berbohong saat aku mengatakan terima kasih padamu.
Tapi sayang sekali~!
Kita tidak ada waktu untuk melodrama!
Daripada aku, kau harus mengkhawatirkan dirimu sendiri.
Kalian berkobar dalam kesatuan sekarang.
Kau bilang kau akan memimpin mereka mengubah sekolah seperti yang mereka inginkan.
Tidak apa-apa bertindak seperti pemeran utama,
tetapi tidak hanya siswa pemain di sekolah.
Eh?
...Sampo mu wangi sekali.
Ah... Huh?!
Ada apa?
Ah... Bukan apa2, bukan apa2.
- Maaf. - Tsubame.
Permisi.
- Diam saja! - Selanjutnya.
Anak laki-laki dalam satu baris, perempuan di baris yang lainnya.
- Eh? - Apa?
Ini adalah pemeriksaan pakaian, untuk memeriksa apa kita mematuhi aturan.
Kenapa sekarang? Ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Kalian terlalu otonomi.
Tapi kebebasan
harus ditetapkan di bawah manajemen yang tepat.
Huh? Kenapa mereka memperketat aturan?
Orang tua kalian telah memberikan sekolah
otonomi penuh untuk manajemen kalian.
Menjadi Platinum ada bedanya.
Kalian dimanjakan di masa lalu,
tapi mulai sekarang kami akan ketat.
Baris, cepat.
Sudō, tunggu.
Huh?
Potong rambutmu.
Patuhi peraturan sekolah!
Peraturan sekolah
menyajikan standar minimum dari perilaku yang diharapkan dari siswa.
Mereka yang tidak dapat memenuhi kewajiban mereka
tidak berhak atas hak-hak mereka.
Itu termasuk hak untuk datang ke sekolah.
Apa kalian mengerti?
Jangan menyamakan liar dengan kebebasan.
DILARANG MENGHAPUS PENERJEMAH SUBTITLE INI
DILARANG REUPLOAD
Tidakkah seperti itu terlalu mencolok.
Aku tidak peduli.
Meskipun siswa akhirnya bersatu...
Kita harus patuh dengan peraturan bodoh sekolah?
Mereka berusaha untuk menghancurkan pemberontakan!
Yeah.
Yang penting bukanlah peraturan sekolah.
Bukan kebebasan penampilan, tapi kebebasan pikiran.
Jika tidak ada yang bisa melakukan apa yang mereka mau,
itulah masalah yang sebenarnya.
Itu benar. Kita tidak boleh kalah dengan guru seperti itu.
Ayo lakukan sesuatu!
Apa yang mau kalian lakukan?
Apa aja tak apa. Mari kita berbagi mimpi kita.
Aku ingin melakukan festival musik.
Kontes berbahasa Inggris?
Sebuah pertarungan popularitas.
Sepertinya menarik. Sebuah turnamen permainan bola.
Takuto-kun, apa kau bertujuan menjadi pemain pro?
Ah... Yeah.
- Seniman manga tidak populer. - Itu tidak benar.
Aku ingin menjadi novelist.
Novelist? Ah... Kau bilang begitu.
Tapi kau tidak bisa melakukan itu disekolah, kan?
Tidak, sebenarnya,
Aku mengikuti penghargaan sastra.
Dan...
Aku menang.
- Eh~?! - Penghargaan apa itu?
Ini disebut Penghargaan Young Newcomer.
Benarkah! Bukankah itu sebuah penghargaan yang terkenal?
Tiba-tiba iseng ikut2an?
Wow! Lahirnya seorang penulis?
Dia benar-benar terlihat seperti dia akan mencapainya.
Mendukung impian semua orang
mungkin akan menuntun sekolah kita ke seperti apa yang kita inginkan
kalau begitu kita harus berjuang.
Apa?
Kintoki tidak akan pernah mendukungnya.
Kita tidak bisa membiarkannya menggunakan caranya sendiri.
Mari buat sekolah
menjadi seperti yang kita inginkan.
Yeah!
Dalam hal ini, pertama...
Seorang seniman memperoleh kembali kebebasannya!
Membosankan~!
Untuk apa ini?
Ah, jangan2
Kau iri karena Riku-kun telah menjadi penulis?
Bodoh! Dia masih belum menjadi penulis, dia masih berupa benih.
Jangan membandingkanku dengan anak2 SMA nakal.
Tapi kau memiliki Shakespeare di sini.
Ah! "RomiJuli"!
"Romeo dan Juliet"!
Kau romantis!
Aku juga punya "Hamlet" dan "King Lear".
Jauhkan tanganmu dari rak bukuku.
Impian dangkal yang kalian miliki
adalah musuh revolusimu.
Musuh?
Semua siswa adalah seniman.
Masalahnya adalah, saat mereka dewasa, apakah seniman dibutuhkan?
Jawabannya adalah tidak.
Tidak?
Saat kita kecil, guru mengatakan,
"Ingin jadi apa kamu?", dan memberitahu impian kita.
Tetapi ketika kita SMA dan mendekati kedewasaan
mereka mengatakan, "Jangan hanya bermimpi! Hadapi kenyataan!"
Itulah apa yang mereka ajarkan.
Ah.
Apapun impian romantis apa yang kau miliki,
bagi orang dewasa dan guru itu bukanlah impian,
itu hanya racun.
Selamat.
Menakjubkan!
Kami memiliki banyak masa depan disini dokter dan pengacara,
tapi seniman langka.
Hal ini juga berkat proyek penerimaan khusus.
Sekolah akan mendukungmu.
Terima kasih banyak.
Ōkura, tunggu sebentar.
No comments yet. Be the first to leave one.