The first 200 lines.
Program berikut menampilkan peristiwa hidup dan mati 9/11,
dengan adegan penderitaan dan trauma yang intens.
Diharapkan kebijakan pemirsa.
Ini gila.
Bagaimana mereka membajak pesawatnya?
Saudari saya bilang dia sedang menonton berita.
KOTA JERSEY, NEW JERSEY
Satu pesawat menabrak.
Apa?
Lalu, sekitar dua menit kemudian,
pesawat berikutnya menabrak.
Kau bercanda?
Tepat di depan World Trade Center.
-Bukankah itu gila, Bung? -Itu tak mungkin nyata.
Aku bersumpah, itu terjadi.
Kita akan melihatnya terbakar dari sini.
-Seperti apa kelihatannya? -Astaga.
Astaga.
Tidak.
Astaga.
Astaga, lihat semua jalanan itu.
Astaga.
Astaga.
PUKUL 09.36
Dua pesawat penumpang telah menabrak World Trade Center
Erin, kami bisa melihat dari balik bahu kirimu,
bangunan World Trade Center masih terbakar.
Itu adalah pemandangan yang ganjil
untuk dilihat dari sekitar 30 blok dari tempat kami berada.
Bagi Anda yang baru bergabung,
mari kita rekap singkat apa yang kita tahu.
Ruang udara Amerika Utara mulai kosong saat penerbangan komersial dibatalkan
Dua pesawat yang masih di udara gagal merespons
Sekitar satu jam lalu, sekitar 8.45 waktu timur,
satu pesawat menabrak menara.
Menonton ini diungkapkan di TV, di lingkaran luar Pentagon.
Anda bisa melihat di belakang saya,
lalu sekitar setengah jam kemudian
pesawat kedua menabrak menara.
Kami mendapat telepon dari teman dan teman sekelas saya
dari Pusat Komando Angkatan Laut,
dan dia hanya bilang,
"Pesawat lain telah dibajak dari Dallas,
itu berbalik arah dan menuju Washington."
Jadi, spekulasi segera dimulai.
Apakah Gedung Putih selanjutnya?
Gedung Putih terlalu kecil, terlalu sulit ditemukan dari udara.
Gedung Capitol lebih mudah dilihat,
tetapi tak banyak orang di Gedung Capitol pada suatu waktu.
Satu-satunya gedung yang mudah ditemukan lewat udara
dan berisi banyak orang,
gedung perkantoran terbesar di dunia,
Pentagon.
Dalam beberapa menit,
mulai terdengar suara mesin jet,
dan cukup jelas
pesawat ini melaju kencang, seolah-olah lepas landas,
tetapi alih-alih suaranya berkurang seiring waktu,
suara itu terus semakin keras
dan kami sadar ini benar-benar terjadi.
Mereka mengincar kami.
National Geographic mempersembahkan
dalam kolaborasi resmi dengan tugu peringatan dan museum 9/11
Produksi 72 Films
KEJATUHAN
Mundur.
Semuanya mundur.
Ayo. Lewat sini. Ayo.
Mundur.
Saya mungkin tiba di TKP
sekitar lima menit setelah tabrakan.
Hei!
BILL TOTI, KAPTEN ANGKATAN LAUT AS
Awalnya kami kewalahan dengan jumlah korban.
Kami butuh penyelamatan, paramedis.
Setiap 20 atau 30 detik
Anda akan melihat seseorang keluar dari pintu terbuka ini.
Ayo. Minggir.
-Minggir. -Aman.
Minggir.
Namun, masih ada orang yang terjebak di gedung itu,
jadi, saya berlari ke pintu.
Baru beberapa meter masuk, saya tersandung seseorang.
Hei!
Saya bisa merasakan ada seorang yang sepertinya wanita.
Dua orang tentara berlari masuk bersama saya
dan kami bertiga setengah menyeret,
setengah menggendongnya beberapa meter ke luar gedung
dan membaringkannya lagi.
Semuanya keluar.
Semuanya keluar.
Saya bertanya siapa namanya dan dia bilang namanya Antoinette,
dan dia bilang,
"Apakah aku akan mati?"
Terlihat jelas dia kesulitan bernapas,
jadi, saya bilang padanya, "Tidak, Antoinette, kau tidak akan mati.
Kau akan baik-baik saja."
Saya di sana bersamanya dan bicara dengannya.
FBI sedang menyelidiki laporan
bahwa ada pembajakan American Airlines 767 di Boston
yang mungkin itu salah satu pesawat
yang terlibat dalam bencana pagi ini.
Tampaknya kedua menara di World Trade Center
ditabrak pesawat, dan ada laporan
bahwa sebuah pesawat menabrak Pentagon pagi ini.
Sayap Barat Gedung Putih telah dievakuasi.
Presiden Bush tak ada di sana.
Dia di sekolah di Sarasota, Florida.
Pemadam Kebakaran Kota New York mengeluarkan panggilan
untuk penarikan total seluruh petugas dan pemadam kebakaran.
Hentikan yang Anda lakukan, laporkan ke perusahaan Anda.
Bencana besar terjadi di Kota New York pagi ini.
Saya masuk ke ruang berita
dan Asisten Direktur Berita berkata,
dia juga menunjuk saya,
"NJ, panggil juru kamera,
ajak kru dan pergilah ke pusat kota."
Saya bilang, "Siapa yang kuajak?"
Saya berkata ke Editor Tugas, "Siapa yang harus kuajak?"
Lalu dia menjawab, "Pria pertama yang keluar dari garasi.
Masuk ke truk dan pergilah."
Pada saat itu, saya masih melihat ini sebagai cerita,
sebagai berita yang akan kami siarkan di berita pukul 18.00 malam itu.
Dalam perjalanan turun, kami memutuskan akan pergi ke menara.
Kami ingin mendokumentasikan kepahlawanan petugas damkar.
Apa yang kau lakukan? Ajak orangmu dan keluarkan mereka.
Jangan katakan ini padaku.
-Aku punya tanda pengenal pers. -Aku tak peduli.
-Aku tak peduli. Keluar. -Berapa nomor lencanamu?
Keluar. Ayo! Nomorku 44.
Siapa pria itu?
-Keluarkan orang itu dari sana. -Dia mau ke mana?
Aku mengerti.
Saat dia menghadapi kami dengan cepat,
dan dengan segera kami terkejut.
Namun, kemudian menjadi jelas, hampir seketika,
dia benar sekali.
Sebaiknya kami tidak pergi lebih jauh.
Dia mungkin telah menyelamatkan hidup kami.
Ke kanan. Lihat itu.
Jadi, kami menyeberangi West Street
dan kami melihat pos komando kebakaran di sana.
Dua komandan kebakaran teratas ada di sana,
seperti jenderal menyusun rencana peperangan.
Jadi, kami merasa aman di sana.
Lalu ada batalion petugas damkar
berbaris, berdiri di sana.
Mereka tampak seperti tentara yang akan berperang.
Namun, lihat wajah mereka.
Mereka tampak ketakutan.
Bagi saya mereka tampak ketakutan.
Jelas orang-orang berdatangan dari gedung-gedung di Manhattan bawah.
Sekarang kami bisa bilang bahwa tidak akan ada
perdagangan di Bursa Efek New York,
mereka mengevakuasi Bursa Efek New York.
NASDAQ berharap memulai bursa efek komputer
sekitar dua menit dari sekarang pukul 10.00.
Kita tidak tahu apa itu akan terjadi.
Sampai titik ini, Gedung Putih, Gedung Capitol,
Departemen Luar Negeri, Departemen Keuangan di Washington,
semua dievakuasi setelah ledakan menghantam Pentagon.
Manhattan ditutup.
Jika Anda ingin masuk, Anda tidak bisa saat ini.
Kami berdua hanya berdiri di sana dan saya berkata kepada Mardy,
"Ayo syuting tunggal di sini, selagi kita di sini."
Jadi, saya melakukannya. Pengambilan satu, dan dua, satu.
Ini posisi paling dekat dengan markas World Trade Center.
Anda bisa melihat dua menara, puing terus berjatuhan
dan menghujani orang-orang di bawah.
Ada orang yang tergantung di jendela, tingkat 90,
lalu sejumlah mayat telah menghantam trotoar.
Saya melakukan syuting tunggal pertama dan saya tak suka sama sekali.
Saya berpikir, "Ini terdengar salah. Aku tidak suka itu."
Saya bilang kepada Mardy, "Biarkan aku melakukan satu lagi."
Pengambilan kedua.
Pengambilan dua dan dua, satu.
Ini posisi paling dekat dengan markas World Trade Center.
Anda bisa melihat petugas damkar, petugas polisi, agen FBI berkumpul,
dan Anda bisa melihat dua menara itu.
Ledakan besar sekarang, menghujani kami semua.
Sebaiknya kita menyingkir!
Pergi ke belakangnya!
Tolong aku, astaga!
-Anthony, kau baik-baik saja? -Ya.
Ya. Astaga.
Seluruh tempat.
Hilang. Seluruh menara.
Hilang.
Astaga!
Mereka merobohkan semuanya.
Astaga.
Mereka melakukannya!
Sudah roboh. Menara kedua sudah roboh.
Astaga.
Tidak.
Seluruh puncak gedung jatuh, Bung.
Astaga, Bung.
Itu hilang.
Dengar, mereka bilang itu bom.
Astaga, sudah hilang.
No comments yet. Be the first to leave one.