Elevator Lady

Elevator Lady

Download Indonesian Subtitle

Release info

Elevator Lady 2025 WEBRip id
A Commentary by Kudalumping
Durasi: 01:13:40

Tags

webdl
Published on: 2025-03-11
Downloads: 497
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

- Lantai enam. - Lantai tiga.

Lantai delapan, tolong.

Sembilan, tolong.

Lantai tiga.

Lantai enam.

Pak, kau turun di lantai berapa?

Aku tidak mau turun.

Scatter!

Aku beruntung di Playtime, kau juga.

Sepertinya ini malam keberuntunganmu, kan?

Beruntungnya aku, beruntung juga dengan gamenya.

Hey!

Scatter lagi!

Kau tahu, Playtime sebenarnya permainan keberuntungan,

dan sangat cepat mencairkannya!

Nah, kuberi tambahan.

Kat.

- Pak. - Aku mencarimu.

- Ini Mariz. - Hai!

Pengganti Chona.

Kau akan ditugaskan di lift satu,

dan kalian akan berganti shift.

Kat, tolong latih Mariz dengan tugasnya.

Aku akan ke kantor keamanan.

Ada masalah lagi, Pak?

CCTV rusak lagi.

Brengsek!

Aku harus menulis laporan.

Jaga Mariz, oke?

- Oke, Pak. - Aku pergi dulu.

Sudah lama bekerja di sini, teman?

Hampir setahun.

Gimana? Tidak beracun, kan?

Tidak juga. Pekerjaan di sini mudah.

Berapa gajimu?

Aku yakin kau dibayar banyak.

Apalagi kau sudah melewati masa percobaan.

Uh...

Tidak, sama saja dengan kau, Bu.

Jangan terlalu formal... berapa umurmu sebenarnya?

Delapan belas.

Benarkah? Kuliah?

SMA.

Sepertinya begitu, kau masih mengenakan kaus kaki putih.

Kau mungkin masih perawan, kan?

Saat aku seusiamu, aku masih bermain

hanya saja bukan permainan anak-anak.

Bercanda!

Kau masih muda.

Kalau begitu, kenapa kau sudah bekerja?

Harus. Untuk biaya kuliah.

Wah! Pekerja keras!

Mariz, sudah kau periksa lantai perumahan dan kantor?

- Belum. - Ayo, aku akan mengajakmu berkeliling...

Wow, tidak punya uang untuk biaya kuliah, tapi mampu membeli ponsel?

Dan model terbaru... sudah lunas!

Ponsel ini?

Ini aku beli bekas.

- Ayo. - Oke.

Turun.

Tunggu!

Selamat pagi, Pak. Lantai berapa, Pak?

Lantai dasar, tolong.

Lantai dasar, Pak.

Pak, uangmu jatuh.

Tidak apa-apa, simpan saja.

Mencari nafkah sulit, kan?

- Kau harus menerima pekerjaan apa pun yang bisa kau lakukan. - Kau benar sekali.

Aku hanya mau menyelesaikan studiku,

agar aku bisa meninggalkan tempat ini.

Oh!

Oh sial!

Aku sudah sarapan, tapi kenapa aku lapar lagi?

Aku baru pertama kali melihatnya di sini. Dia penyewa baru?

Kau tidak mengenalnya? Dia penyewa terkaya yang kita miliki saat ini.

- Bagaimana kau tahu? - Aku tahu saja.

Itu Jay Molina.

Dia tinggal di penthouse. Dia sangat tampan, kan?

Apa yang sebenarnya kukatakan... Aku lupa kau masih terlalu muda.

Sumpah, aku mau godain dia.

Dia orang yang sombong. Aku naik lift bersamanya tadi.

Aku bisa membuatnya melunak. Lihat aku!

Oh, sial! Ayo pergi!

- Penthouse. - Selamat pagi, Pak.

Lantai lima, tolong.

Lantai lima, tolong.

Lantai tiga!

Lantai tiga.

Terima kasih.

Lantai lima.

Lantai lima.

Berapa usiamu?

Umurku delapan belas tahun.

Kau mengagumkan untuk seorang yang berusia 18 tahun

tapi aku punya banyak hal untuk kuajarkan padamu.

Sampai jumpa lagi.

Gajiku pas-pasan setelah semua potongan!

Ini yang disebut 'mencari nafkah' atau 'mencari nafkah untuk mati'?

Sewa, air, listrik, obat ibuku!

Bagaimana kau bisa bertahan di sini selama setahun, teman?

Aku tidak punya pilihan.

Aku melamar ke banyak tempat,

tapi ada yang mempekerjakanku?

Tidak ada!

Aku masih SMA,

tapi akulah yang menafkahi keluargaku.

Jika aku tidak bekerja, aku tidak akan bisa belajar,

dan kami mungkin tidak punya apa pun untuk dimakan.

Jadi aku menanggungnya, lebih baik daripada tidak punya apa-apa.

Jadi, pastikan kau menamatkan sekolah, oke?

Jangan berakhir sepertiku

hanya sampai SD,

dan itu pun hampir tidak bisa tamat.

Tentu saja! Dan saat aku lulus,

aku akan membeli unit kondominium di sini.

Sehingga akulah yang dilayani.

Benar! Itu sebabnya aku mendukung Pak Jay.

Aku sudah punya nomor teleponnya, teman!

Hah? Bagaimana kau mendapatkan nomornya?

Aku melihat arsipnya!

Aku mengiriminya pesan,

Dan dia membalas!

Apa yang dia katakan?

Dia hanya mengatakan 'Halo'.

Bayangkan jika aku mendapatkan Pak Jay

semua masalah hidupku akan terpecahkan!

Kenapa kau menatapku seperti itu?

Kau yakin dengan apa yang kau lakukan?

Dia kaya.

Jadi bagaimana? Tidak bisakah laki-laki kaya dan perempuan miskin berakhir bersama?

Aku bisa melihat diriku bersama Pak Jay.

Janji! Jadi, ayo kita lakukan!

Penthouse.

Kita mau ke mana?

Kau tinggal sendirian di sini, Jay?

Kenapa?

Aku hanya mau tahu...

Bagaimana jika kau sebenarnya sudah menikah tapi tidak mengatakan apa pun?

Bagaimana denganmu? Kau sudah menikah?

Tidak mungkin! Aku masih sangat muda!

Bagus.

Aku mau mandi.

Jika kau pergi, pastikan mengunci pintu.

Oke.

Pak, ini hanya setengahnya. Sudah kubilang, enam ribu.

Itu sudah keluar dari kantongku sendiri,

dan kau masih mengeluh?

- Berikan! Ambil uang dari orang lain. - Maaf, Pak! Baiklah, ini tidak apa-apa.

Ayolah Pak, kenapa kau begitu cepat marah?

Bagaimana mungkin aku tidak marah?

Aku baru saja meminta anggaran untuk kamera CCTV baru,

dan aku sudah mendengar banyak dari dewan!

Mereka akan memotong biaya CCTV yang rusak dari gajiku...

Menjengkelkan!

Oke, tenang saja, Pak! Tenang saja!

Kau bisa terkena serangan jantung.

Tubuhmu terasa begitu tegang, Pak.

Kapan terakhir kali kau dipijat?

Aku bahkan tidak bisa mengingatnya, sudah lama sekali.

Benarkah? Bahkan istrimu tidak memijatmu?

Andai saja!

Kalau suasana hatinya jelek, dia mengomeliku.

Walaupun suasana hatinya sedang baik, dia masih saja mengomeliku.

Kau tahu apa?

Kadang-kadang, aku bahkan tidak mau pulang lagi!

Kasihan sekali kau, Pak.

Kau tahu, kalau aku istrimu, aku akan memijatmu sepanjang waktu.

Benarkah?

Tentu saja! Aku akan memijatmu… di sini,

di sini,

dan di sini.

Senyummu terlihat berbeda! Kau punya pacar, kan?

Hah? Tidak!

Jangan coba-coba menyangkalnya!

Hanya pacar yang bisa membuat perempuan tersenyum seperti itu.

Kau curiga melulu!

Bagaimana dengan sekolahmu?

Apa?

Ini tips

jangan biarkan laki-laki mempermainkanmu, oke?

Kau harus menjadi orang yang memegang kendali! Jangan hanya mengikuti kata hati.

Kenapa kau terdengar seperti orang yang sangat tahu? Kau punya pacar?

Hampir!

Jangan bilang kau masih menggoda Pak Jay?

Tidak mungkin!

Aku sudah melupakan dia.

Apa dia pemarah.

Lagipula, masih banyak laki-laki lain di luar!

Mungkin kau memergokinya pada saat yang tidak tepat.

Tunggu sebentar… pernyataanmu tiba-tiba berubah?

Bukankah kau sudah memberitahuku sebelumnya

tidak menganggapnya serius karena dia pemarah?

Tidak terlalu.

Dia menyapaku tempo hari

saat kami bertemu di lift.

Dan senyumnya tampak tulus.

Bagaimana jika dia benar-benar menyukaimu?

Mungkin itu sebabnya dia baik padamu!

Kenapa kau tidak mencobanya, teman?

Hah? Tidak mungkin!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left