Vice Principals

Vice Principals

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

Vice Principals - Second Season (2017) - HBO Go Retail Completed
A Commentary by Chesapeake_Ripper
Retail HBO Go

Tags

other
Published on: 2021-05-31
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Kebanggaan Pejuang Tidak Pernah Mati"

Bangun, Ayah.

- Ayah. - Sial.

- Ada apa? - Ayah berteriak saat tidur lagi.

Pasti karena burrito supreme yang Ayah makan sebelum tidur.

Ayah, apa Ayah akan sembuh?

Mungkin. Tapi Ayah tak akan pernah sama lagi.

Lalu setelah itu, tidak ada lagi tempat parkir di Harris Teeter...

Jadi aku harus parkir sejauh lima menit di jalanan.

Dokter Ray menyarankan satu pijatan kaki sebelum tidur.

Benarkah?

Selamat pagi, Keluarga Liptrapp.

Neal, kau tidak perlu lagi menggunakan kursi tangga itu.

Orang asuransi menyuruhmu mengembalikannya dua pekan lalu.

Aku butuh, Gale.

Jika seluruh bobotku ada di panggul, aku bisa jatuh...

Lalu kakiku bisa hancur dan jatuh.

Lukanya mungkin sembuh...

Tapi jangan remehkan stres pascatrauma yang dia hadapi.

Ya, terima kasih.

Penyembuhanku tidak akan selama ini jika kau bukan perawat inapku.

Kau yang terbaik, Ray. Aku sungguh-sungguh.

Gale, berhenti makan. Tolong siapkan aku sarapan.

- Aku mau makan di atas. - Aku bukan pelayanmu, Neal.

Gale, saat Ray menawariku untuk tinggal di sini...

Untuk memulihkan diri dari semua yang menimpaku...

Itu adalah sikap yang sangat baik.

- Bukan hanya aku. - Benar.

Baik. Saat Ray dan Janelle...

Menawariku untuk memulihkan diri di sini...

Itu adalah sikap yang baik. Tapi kau tahu?

Dengan tatapan lancangmu, Gale, kau merusak sikap itu.

Kawan-kawan, dia merusak sikap kalian.

Baiklah, silakan.

Roti tawar juga, Gale. Aku mau roti tawar.

- Tidak sebanyak itu. - Ambil piringmu.

Kau tidak sabar menungguku pergi, bukan?

Berbelaskasihanlah.

Peluru pembunuh merebut martabatku, pekerjaanku, dan kakiku.

Kau punya kaki, Neal. Kaki yang bisa berjalan.

Kau hanya memilih...

Baiklah.

Semoga harimu di sekolah menyenangkan, Janelle.

Tentu.

- Ayah menyayangimu, sayang. - Aku juga.

Pengemudi masih pelajar. Pria bersenjata sendirian. Apa ini?

Teror menyerang SMA setempat, wakil kepala sekolah tertembak.

Pembunuh. Pria bersenjata Indian.

Topeng aneh. Tembakan yang buruk.

Tidak mengenai semua organ vital. Belinda Brown.

Pasti dia.

Dr. Brown.

Dia melakukan ini.

Kau pikir kau bisa lari, Belinda Brown.

Aku ingin tahu, Dr. Brown, apa kau menyesal menembakku?

Aku juga.

Mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Peluru di mulutmu. Apa kau menyesal menembakku?

Aku juga. Halo, Dr. Brown.

Senang bertemu denganmu. Senyummu cantik.

Masukkan pistolku ke dalamnya. Ini hari penghakiman, Belinda Brown.

Kekerasan bukanlah jawaban...

Tapi solusi.

Tanganku kosong. Aku tidak punya senjata.

Gila. Brown Gila.

Aku juga.

Sayang, panel kayu?

Kita merombak rumah impian kita, bukan kabin orang kampung.

Tenang, Lee. Itu hanya ide.

Tapi itu ide buruk. Apa kau pernah menonton HGTV?

- Dan tukang lanskap menelepon. - Apa yang kau katakan kepadanya?

Aku bilang kau mau kolam ikan koi termewah dan terbesar.

Aku mau melihat airnya mengalir. Aku mencintaimu, sayang.

Aku harus tutup teleponnya.

Aku saja.

- Aku membawa penawar rasa sakitnya. - Kau penolong, Lee.

Bukan, Ray, ini adalah Life Savers.

Rum mentega. Kau ingat.

Hei, Neal, pengedar narkobamu datang.

Kau tampak lelah, Gale.

Bagaimana orang sakit itu memperlakukanmu?

Dia menjengkelkan.

Istirahatlah. Biar aku yang melanjutkan.

Garis di wajahmu lebih banyak daripada di peta jalanan Tokyo.

Neal!

Dua untukku.

Dan satu untuk Neal Gamby.

Aku tidak butuh penawar rasa sakit buatanmu.

Aku punya bebekku.

Lihatlah mereka. Sangat tenang.

Aku sangat menikmati pertemuan dua kali seminggu ini.

Apa yang kau lakukan?

Itu roti baru, Russell. Mereka akan tersedak pembungkusnya.

Aku tidak peduli dengan bebek itu.

- Dan kau tahu kenapa aku ke sini. - Jawabannya tetap tidak.

Neal Gamby milik SMA North Jackson, bukan iklan fibrosis sistik.

Tidak ada yang terkena fibrosis sistik.

Mungkin kau belum didiagnosis.

Kenapa? Kau tidak bisa menjadi kepala sekolah sendirian?

Percayalah, aku baik-baik saja. Aku seperti raja terkenal di sana.

- Aku seperti Raja Tut. - Raja Tut mati karena diracuni.

Aku tidak peduli. Aku sang Raja.

Senang rasanya keadaan berjalan lancar...

Karena aku sibuk, memburu Belinda Brown.

Ini lagi. Kau dengar kata polisi.

Itu adalah pencuri stereo dan kau menakutinya.

- Yang benar saja, kau percaya? - Tentu saja tidak.

Membakar habis mobil kita dan menodongkan pistol ke arahmu...

Tapi apa itu yang akan kau katakan kepada polisi?

Kau mau mereka menemukan semua yang kita lakukan?

Sekarang saatnya. Kau harus maju.

Bagaimana aku bisa maju, Russell? Aku bahkan tidak bisa berjalan.

- Aku lumpuh. - Aku bahkan tidak mengenalimu lagi.

Bagaimana jika kau mandi?

Kau bau seperti jari yang ada di dalam bokong seharian.

Aku hanya tidak bisa maju sampai dia menerima akibatnya.

Saat aku menemukannya...

Aku akan mendekatinya dan aku akan tunjukkan tanganku.

Aku akan bilang, "Aku tidak punya senjata."

Lalu aku akan bertanya, "Apa kau menyesal menembakku?"

Dia bisa bilang "ya" atau "tidak", jawabanku akan sama.

"Aku juga."

Aku tembak bahunya, panggulnya, ledakkan mobilnya, satu sama.

"So am I" (aku juga)?

Bagaimana bisa itu jadi jawaban dari "apa kau menyesal menembakku"?

Seharusnya jawabannya, "So do I" (aku juga).

Tinggalkan aku dengan unggasku.

Aku tidak akan meninggalkanku dengan unggas-unggas itu.

Aku tidak bisa... Hentikan, Russell!

Kau tidak lumpuh, Gamby. Kau binatang yang dikurung.

Ini saatnya binatang itu keluar dan bermain.

Russell!

- Apa yang kau lakukan, Russell? - Apa maksudmu?

Bangun!

Apa kau tidak lihat? Kau membuat semua orang menjauh.

Kau sudah melakukannya kepada Snodgrass...

Dan kau akan melakukannya juga kepadaku.

Jika kau tidak berdiri sekarang...

Bangun sekarang...

- Hentikan! - Aku muak denganmu.

Sekarang bangun!

Seperti paus terdampar. Astaga.

Dasar pengecut.

Itu baru binatang buas yang aku kenal dan sayang.

"Tetaplah berjalan. Ray."

"Lekas sembuh, Neal Dengan cinta, Amanda Snodgrass."

Selamat datang kembali, Pak Gamby.

Apa kau tidak mau parkir di tempat yang bagus?

- Tempat parkir orang cacat? - Ya.

Aku tidak butuh perlakuan khusus.

Atas nama perkumpulan siswa kehormatan...

Kami ingin berterima kasih atas kepahlawanan dan keberanianmu...

Dengan keranjang lekas sembuh ini.

Aku sudah sembuh. Simpanlah itu.

Kami akan membawakannya.

- Detektor logam? - Ya, sejak insiden itu.

Sekarang kita tinggal di negara totaliter?

Apa lagi nanti? Kode batang ditempel di dahi kita?

- Siapa kau? - Opsir Willows.

Ditunjuk oleh kepolisian setempat. Dilatih untuk mencegah insiden.

Kenapa kau memakai pita merah?

Apa ini bulan kesadaran kanker payudara?

Bukan, Pak Gamby. Ini pita untukmu.

Ini melambangkan darah yang kau tumpahkan.

Kau adalah pahlawan sejati, Pak.

Benar. Ayo, masuklah.

Pelan-pelan dengan panggul itu.

- Mungkin arlojiku? - Tidak apa-apa.

Ayo, masuk.

Tolong mulai musiknya, dia hampir sampai.

Akankah kau tahu namaku

Selamat datang di rumah, Neal Gamby.

Jika aku melihatmu di surga

Akankah kau sama

Jika aku melihatmu di surga

- Apa ini? - Ini sambutan pahlawan sejati...

- Untukmu. - Aku tidak mau ini.

Aku harus kuat

Dan berjuang

Karena aku tahu

Tempatku bukan di surga

Aku tidak mau ini.

Tempatnya bukan di surga. Benar, North Jackson?

Tempatnya di sini, di alam duniawi bersama kita.

Neal Gamby ditembak oleh pencuri stereo, pengecut...

Di tempat parkir sekolah ini. Tapi dia kembali kepada kita.

Untuk melakukan hal yang paling dia cintai di dunia ini...

Dan itu adalah menjadi wakil kepala sekolah.

Aku tahu North Jackson senang dia kembali.

Untuk pahlawan kehidupan nyata kita, Neal Gamby.

- Russell. - Ini saatnya.

Tidak ada yang memberitahuku ada program ini hari ini...

Jadi aku tidak menyiapkan kata-kata apa pun.

Kalau begitu, kau karang saja.

Hal yang sangat lucu saat kau ditembak...

Adalah tidurmu terganggu...

Kau bangun dengan berteriak, penuh keringat.

Takut. Marah.

Bukan kepada orang yang menembakmu...

Tapi kepada Tuhan karena tidak membiarkanmu mati.

More Indonesian subtitles for Vice Principals

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left