Release info

연애는 귀찮지만 외로운 건 싫어!ㅡLonely Enough to LoveㅡE06
A Commentary by CliffEdge
Terjemahan manual NEXT Ver, Durasi 57.38. Seperti biasa subnya kurang sehat. yang mau pake silahkan, kalau enggak yaudah.

Tags

other
Published on: 2020-09-16
Downloads: 15
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Impianku…

…tak pernah bisa melebarkan sayapnya.

Itu jatuh ke tanah…

…dan berlumuran darah.

Tak usah melakukan apapun.

Aku ingin sendiri.

Aku ingin menjadi seseorang…

…yang kamu butuhkan.

Ada banyak orang yang lebih baik darinya.

Meski dia kesulitan.

Dia pikir impiannya akhirnya menjadi kenyataan.

Mereka memanggil dia "penulis"…

…dan membuatnya bersemangat.

Bagaimana mereka bisa membuangnya begitu saja?

Ahh~ Na Eun yang malang.

Hei. Orang-orang itu yang jahat.

Kenapa kamu menangis? Jangan menangis.

Akan kutangkap orang-orang itu dan memberi mereka pelajaran.

Akan kugunakan koneksi-ku untuk menemukan para penipu itu.

Na Eun pasti membenci dunia sekarang.

Membayangkan menjadi Na Eun saja membuatku merasa ngeri.

Menurutmu bagaimana perasaannya?

Tak ada yang bisa membayangkan. Hanya dia yang tahu.

AKU AKAN BERJALAN MENGIKUTI LANGKAHMU

Na Eun.

Kamu ada di dalam?

Lee Na Eun.

Tolong jawab jika kamu di dalam.

Lee Na Eun.

Hei, Na Eun.

Kalau kamu gak di rumah,

lalu kamu dimana?

NA EUN, KAMU BAIK-BAIK SAJA?

54 PANGGILAN TIDAK TERJAWAB.

Kang Woo.

Apa kamu di sini semalaman?

Kamu tampak tak tidur semalaman juga.

Kamu bisa menghubungi Na Eun?

Na Eun.

Na Eun.

Aku mendengar suara dari luar jadi aku keluar. Kalian ngapain disini?

Kamu bercanda? Kenapa teleponmu tidak diangkat?

Kamu baik-baik saja, 'kan?

Aku baik-baik saja.

Ini normal mengalami situasi menggelikan seperti ini dalam hidup.

Mungkin, aku juga butuh ruang sendiri.

Omong-omong, kalian sudah sarapan?

Karena Na Eun tidak ada di sini,

Hyun Jin Oppa dan Kang Woo Oppa juga tidak datang.

Hyun Jin Oppa adalah sahabatnya, jadi aku mengerti,

tapi kurasa dia juga sangat dekat dengan Kang Woo.

Mereka tetangga sebelah.

Tentu dia lebih memperhatikannya daripada kita.

Ini hidangan yang paling disukai Na Eun dari semua yang aku buat.

Aku mempersiapkannya dengan harapan akan membangkitkan semangatnya.

Ke-usilanku menjadikannya terlalu matang.

Bukankah menurutmu Na Eun akan segera kembali?

Dia akan merasa tak nyaman jika kita mengkhawatirkannya.

Kurasa dia akan datang seperti biasanya.

Lebih baik tak menanyakan apapun padanya sampai dia membicarakannya duluan.

Apa gunanya membicarakan ini?

Dia tidak ada di sini.

Na Eun.

Oooh~ Ini kesukaanku, pancake. Selamat pagi.

Iya. Selamat pagi juga Na Eun.

Unni, pemilik menyiapkan menu ini hanya untukmu.

Makan yang banyak.

Makanan manis yang terbaik saat kamu sedang sedih.

Aku suka makanan manis. Aku membutuhkannya sekarang.

- Terima kasih atas makanannya. - Ah iya.

Yang datang lebih banyak dari biasanya. Itu bagus.

Iya.

Dimana sirup maple?

Sebenarnya, aku tak bisa tidur sedetik pun tadi malam.

Tadinya cuma niat baca beberapa halaman,

tapi aku tak bisa meletakkan bukumu.

Orang-orang yang menipu kamu akan dihukum.

Tidak. Kamu pasti akan bertemu penerbit bagus dan semuanya akan berjalan lancar.

"Kegagalan adalah ibu dari kesuksesan," bukan?

Bukan kegagalan. Kesalahan...

Tidak, kecewa.

Kekecewaan adalah ibu dari kesuksesan.

Itu juga salah, ya?

Aduh. Silakan makan.

Silahkan makan. Silahkan. Silahkan.

Ini sangat enak.

Silakan makan.

"SCENARIO"

"YOU CAN HAVE IT"

Semalam, kamu tidur dimana?

Di rumah teman.

Teman... siapa?

Itu bukan A Reum atau Ji A Nuna.

Kalau aku kasih tau emangnya kamu bakal tau?

Aku makan dengan baik dan tidur nyenyak.

Tidak ada yang terjadi, jadi jangan khawatir.

Sekarang kamu mau kemana?

Gak liat? Aku mau buang sampah.

BUKU LATIHAN

PLASTIK KERTAS KALENG KACA

BUKU LATIHAN

Apa masalahnya?

Ini hanyalah catatan.

Tak semua orang bisa menjadi penulis karena mereka mau.

Hanya karena kamu bermimpi, bukan berarti kamu bisa menggapainya.

Menangis tak akan menyelesaikan…

…apapun.

Aku akan kembali ke tempat seharusnya aku berada.

Aku merasa lega karena berpikir aku tak akan menulis lagi.

Aku tak perlu memaksakan diri untuk berjuang atau membuang-buang energi.

Ini untuk menjadi lebih baik.

BUKU LATIHAN

Kenapa gak istirahat saja di rumah hari ini?

Energiku sudah dicas penuh. Aku sudah libur kemarin.

Kalau hari ini kamu ngegabut,

apa kamu mau ke pantai?

Denganmu? Kenapa?

Itu...

Kamu belum mendekati air di musim panas ini.

Jadi, kamu mau ngajak aku jalan-jalan?

Aku beneran gak apa-apa, jadi kaya biasa aja.

Dan aku sangat sibuk hari ini.

Mau kemana?

Mau diantar kemana?

Hyung bawa mobil juga? Aku akan mengantarnya.

Kalian berdua bisa pergi bersama.

Aku harus berjalan di hari yang bagus seperti ini.

Dia kaya biasanya.

350.475 WON

PEMILIK RUMAH

Ahjumoni.

Kamu bilang akan mengirim sewa 2 bulan dulu.

Aku belum mendapatkannya.

Aku bukan ngomongin kompensasi sekarang.

Kamu kasar sekali.

Kamu harus mikirin…

…aku tinggal di luar rumahku sendiri.

Iya. Mohon kirimkan secepatnya.

Ini Lee Na Eun.

Aku belum menerima gajiku.

Ini sudah melewati tanggal yang dijanjikan.

Iya. Mohon bantuannya.

Kamu butuh korektor untuk novel baru?

BUKU LATIHAN

POCKET PRINCE

Ahh~ Aku lapar.

Aku cuma nulis dua halaman hari ini.

Tteokbokki? Malatang? Sup Sundae?

Pada peri penulis, mohon bantu aku menulis 1 halaman saja. Kumohon!

Kepalaku isinya bukan cuma batu, 'kan?

Aku lelah.

Berapa lama lagi aku harus menulis dan memperbaikinya?

Aku tak tahu apakah ini menjadi lebih baik,

dan aku tak yakin apakah tulisanku bagus.

Mungkin aku tidak cocok untuk ini.

Jika aku bekerja sekeras ini, Akankah suatu hari nanti impianku tercapai?

Aku tak bisa melihat akhirnya.

AKU TAK BISA MELIHAT AKHIRNYA.

Apakah ini ada akhirnya?

Wonjang-nim.

Kamu melihatnya?

Tidak disengaja. Aku hanya melihat yang terlihat.

Sepertinya tulisan tangan wanita.

Jangan sampai penasaran.

- Aku tak akan memberitahumu apapun. - Itu lucu.

Kamu benar-benar banyak berubah.

Itu membuatku bertanya-tanya apa kamu adalah Cha Kang Woo yang kukenal 15 tahun yang lalu.

Bu...

BELASUNGKAWA

Maafkan aku.

Maaafkan aku.

Aku…

Aku seharusnya lebih menyayangimu.

Aku seharusnya mendengarkanmu.

JEON MI HYUN, CHA KANG WOO

- Berani-beraninya datang ke sini? - Kenapa meninggikan suaramu?

Pengunjung datang untuk memberi penghormatan.

Keluar. Aku bilang, keluar!

Orang tak tahu malu sepertimu seharusnya tak berada di sini.

Dasar brengsek.

Bagaimana kamu bisa mengatakan itu pada Ayahmu?

Dia pasti meninggal duluan agar dia tak melihatmu bersikap seperti ini.

Jangan berani-berani membicarakannya.

Kamu pasti ingin menyalahkanku atas kematiannya.

Tapi Ibumu meninggal karena depresi.

Dan salah siapakah itu?

Aku memberikan semua yang dia minta.

Dia ingin bercerai, jadi aku menyetujuinya.

Lantas?

Kamu datang untuk menunjukkan padanya bahwa kamu bahagia dengan istri barumu?

Sudah kubilang kita tidak usah datang.

Orang-orang pada egois.

Mereka hanya memikirkan diri sendiri.

Kita harus mengerti.

Aku kasihan padanya.

Apa? Kamu mengasihani aku?

Kang Woo, jangan.

Cukup tunjukkan belasungkawa dan pergilah.

Kamu hanyalah perawat yang tak kompeten yang tak bisa merawat pasienmu.

- Aku tak mengerti kenapa Ibu harus-- - Cukup!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left