The first 200 lines.
Episode 1
Permisi, permisi.
Gantungan hiasan kecil.
Enam jam,
dibumbui pada jam 5.45 pagi,
tidak lebih tidak kurang, tepat enam jam.
Kapan arak ditambahkan?
Empat jam yang lalu
Sebelum ditambahkan, apakah pernah ditumbuk?
Aku melihat dengan mata sendiri, tukang daging Zhang yang mengambil dagingnya,
menumbuk dengan pisau terbalik sebanyak enam kali
di hadapanku.
Terima kasih kepada Bibi Dong.
Panggil Kakak.
Kakak Bibi Dong.
Daging plum ini diambil dari bagian punggung diantara
tulang rusuk ke empat atau lima,
tidak terlalu gemuk atau kurus, dan berurat.
Sebelum dipanggang harus ditumbuk,
akan membuat daging menjadi empuk, dan ditambahkan bumbu.
Kemudian dibumbui dengan resep rahasia dari rumah makan Guangling,
dibumbui selama enam jam,
lalu ditambahkan dengan saus plum,
akan menghilangkan lemak dan menambah rasa manis.
Disebut sebagai
makanan terlezat di dunia.
Tuan Tang, mohon maaf.
Dagingku.
Tuan Tang, mohon maaf.
Komporku.
Menyingkir, menyingkir.
Menyingkir, menyingkir.
Cepat menyingkir, menyingkir.
Permisi.
Kasusnya terlalu mendesak.
Apakah ada yang kehilangan nyawa?
Tidak ada.
Apakah ada yang terluka?
Tidak ada.
Apakah ada yang hilang?
Tidak ada.
Jika demikian, bisakah membiarkan aku
selesaikan santapan ini?
Bukan,
walaupun ini adalah kasus sepele,
tetapi kasus-kasus ini
datangnya sekaligus.
Kamu, kamu begini.
Aku tidak akan menunda makanmu.
Kamu sambil makan, sambil menyelidiki.
Ada apa?
Saus plum terlupakan di rumah makan Dong.
Ha... hanya masalah sebuah saus,
anggap aku berhutang satu santapan, bolehkah?
Makanlah makanan ini seadanya,
asalkan kamu menyelesaikan kasus ini,
apa pun yang ingin kamu makan, aku yang bayar.
Bacakan.
Rakyat jelata Zhang Quan, tinggal di gang Buah kota bagian selatan...
Berhenti.
Ada apa lagi?
Jika dibacakan satu-persatu, kapan akan selesai pemeriksaannya?
Lalu bagaimana menurutmu?
Bersama-sama.
Rakyat jelata Zhang Quan, tinggal di gang Buah kota bagian selatan.
Apakah kemarin pernah turun hujan?
Turun.
Besar, kah?
Tidak kecil.
Sebelum turun hujan, di mana ayam ini?
Berada di dalam kandang terus.
Mana buktinya?
Beberapa hari lalu aku menaburkan abu putih di tembok.
Mencuri kuda pejabat,
ini adalah dosa berat untuk diasingkan ke tentara.
Aku ingin keluar kota,
kuda ini mengikuti terus.
Sebelum maupun sesudah turun hujan, tanah lembap dan basah,
kandang ayam ini sangat bau.
Sehingga ayam ini
tidak mungkin diam di dalam kandang.
Kamu mengatakan sebelum turun hujan,
ayammu berdiam di dalam kandang.
Ini menyatakan kamu belum pernah memelihara ayam.
Sehingga ayam ini
pasti bukan milikmu.
Abu putih di atas tembok telah hilang terguyur hujan,
Kamu mengira tidak akan meninggalkan bekas,
tetapi abu putih akan menimbulkan panas jika terkena air.
Akumulasi Lumut yang muncul pada tembok,
begitu terbakar oleh air abu putih,
akan berubah menjadi lapisan tanah berwarna hijau yang sangat tipis.
Tubuhmu tidak ada jejak abu putih sama sekali,
tetapi celah di antara jari dan lengan bajumu
penuh dengan lapisan tanah berwarna hijau, bagaimana penjelasanmu terhadap hal ini?
Apakah dia membawa sesuatu di badannya?
Lapor kepada Tuan Tang,
dari badan orang tua ini ditemukan satu kantong kain.
Tuan, hamba mempunyai masalah lambung,
selai buah ini untuk mengobati penyakit lambung.
Selai buah ini memang bisa untuk mengobati penyakit lambung,
tetapi masih dapat dipergunakan untuk hal lain.
Menyingkir, menyingkir.
Kamu mengetahui bahwa kuda menyukai makanan manis,
menggunakan cara ini untuk mencuri kuda,
memancing kuda untuk mengikutimu,
cara yang sangat bagus.
Ini menyatakan kamu bukan hanya sekedar pencuri kuda,
bahkan adalah seorang pencuri yang handal.
Pencuri tua yang lancang, cepat mengakulah!
Ampun Tuan, ampun Tuan.
Jika kamu tidak mengaku,
aku akan membuatmu merasakan kehebatan Balai Distrik Shuntian.
Selamat datang, selamat datang.
Apa yang ingin Anda santap?
Satu teko arak, setengah kati daging sapi.
Baik.
Anda tunggulah sebentar, aku akan segera kembali.
Tahun ini cuaca lumayan bagus.
Semalam telah turun hujan lebat,
di luar perbatasan seharusnya juga turun hujan, bukan?
Jika tahun ini lancar,
rumput ternak yang berhasil dirampas akan cukup untuk melewati musim dingin bagi kerbau dan kambing.
Orang Oirat
tidak akan menyerang ke bagian selatan karena kekurangan makanan,
prajurit di luar perbatasan akan berkurang satu kali peperangan.
Berkurang satu kali peperangan akan berkurang banyak kematian.
Bu... bukan, kamu mengatakan ini semua,
apa hubungannya denganku?
Kamu menjadi prajurit pada usia lima belas tahun,
usia tujuh belas menjadi Kepala Regu di Barak kelima,
usia dua puluh mengikuti Kepala Prajurit Seribu, Ding Rusun pindah ke Datong,
masuk sebagai Pengawal Besi Yunzhou.
Usia dua puluh dua menjabat sebagai Kepala Prajurit Seratus.
Menjaga daerah perbatasan selama lima tahun, sudah berperang sebanyak seratuan lebih kali.
Tetapi pada usia dua puluh tujuh, ketika itu tanggal lima Bulan satu,
telah membunuh Tuan Ding Rusun
yang menjabat sebagai Jenderal Pertahanan Perbatasan.
Lalu mengganti nama dan melarikan diri hingga ke perbatasan luar.
Selama sebelas tahun
tidak ada lagi orang yang mengetahui keberadaanmu.
Bukan, kamu telah salah mengenali orang.
Aku baru berusia dua puluh lima tahun.
Yang kukatakan bukan dirimu.
Jia Kui.
Aku telah mencarimu sangat lama.
Saus bawang untukmu.
Terima kasih.
Minta waktu untuk bicara.
Sui Zhou, Kepala Departemen Pengadilan Utara di Pengawal Kerajaan.
Pernah menjadi prajurit?
Pernah menjaga di kota perbatasan selama dua tahun.
Tujuh orang.
Mengetahui kamu hebat, tidak berani tidak menghormati.
Apakah kamu merasa sanggup menangkapku?
Aku tidak tahu, tetapi aku ingin mencoba.
Jika kamu ingin melarikan diri,
dengan ketangkasanmu,
kami bertujuh mungkin tidak sanggup menahanmu.
Tetapi jika kamu ingin membawa istri dan anakmu,
maka tidak akan mudah.
Jika aku ikut denganmu,
apakah boleh tidak mempersulit mereka?
Petaka tidak menimpa kepada istri dan anak, urusan ini tidak berhubungan dengan mereka.
Baik, aku akan ikut denganmu untuk menyelesaikan kasus ini,
tetapi...
Apa?
Aku masih ingin mengetahui apakah aku sanggup melarikan diri.
Mari, kue kastanye yang baru dibuat pagi ini.
Tuan muda, apakah ingin membeli bunga?
Tuan muda, apakah ingin melihat bunga segar?
Berhenti, berhenti, berhenti.
Apakah ingin melihat bunga segar?
Tuan muda, lihatlah sebentar.
Sungguh enak dipandang.
Tuan muda harap menjaga kesopanan.
Siapa suruh bunga ini begitu indah.
Hendak ke mana, nona kecil?
Sekaligus, orang dan bunga aku mau semua.
Ayo jalan.
Tuan muda harap menjaga kesopanan.
Tuan muda.
Tuan muda, gimana?
- Mau ke mana? - Berhenti!
Manisan ini telah kena air liurmu,
aku sudah tidak mau, untukmu saja.
Makanan ini baik-baik saja,
tidak ingin makan, jangan disia-siakan.
Siapa kamu?
Percaya tidak, aku dapat mematikan dirimu!
Siapa itu begitu hebat?
Di tengah keramaian ibu kota
masih berani berteriak dan berkelahi.
Ibu kota?
Apakah kamu mengetahui siapa diriku?
Lihat ke arah sana,
Buka matamu besar-besar, lihat ke arah sana,
sudah terlihatkah?
Andaikan Bangsawan Wu'an sendiri pun
tidak akan berteriak seperti ini di tempat ini,
No comments yet. Be the first to leave one.