The first 200 lines.
Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun
Pemirsa diharap bijak
Drama ini berdasarkan fakta sejarah.
Tapi beberapa tokoh, kelompok, dan insiden hanyalah fiksi sebagai pelengkap cerita.
Bossam: Steal the Fate Episode Terakhir Takarir Indonesia
Apa kau sangat mencintai takhta?
Apa posisi itu sangat berharga hingga kau terbutakan olehnya?
Apa kau akan mempertahankan posisi itu meski kau harus menjual putrimu?
Hwa In...
...sudah dibunuh oleh Baginda Raja.
Baginda bukan lagi seorang suami ataupun ayah.
Apa yang terjadi disini?
Ini adalah bukti kesetiaanku kepada Pangeran.
Bukankah ini putri yang selalu kau inginkan?
Kini kau bebas memeluknya sesukamu.
Tutup mulut kotormu itu!
Lebih baik aku mati daripada dipermainkan oleh trik kotormu.
Ucapanmu menjadi tak sopan setelah lama bergaul dengan orang rendahan itu.
Mereka bukan orang rendahan.
Yang rendahan adalah keserakahan kotormu dan sifat tak berakhlakmu.
Jika kau berbicara sekali lagi,
aku juga akan meminta kepada Raja untuk menyerahkan Selir Bangsawan.
Apa kau mau begitu?
Pantaskah kau disebut bangsawan?
Bawa dia pergi.
Biar kuantar kau keluar.
Apa kau mengambil putri dengan mengancam Baginda Raja?
Pangeran tak mendengarkanku,
jadi, aku tak punya pilihan lain.
Pangeran keliru,
jika berpikir bisa menghentikan pemberontakan hanya dengan meledakkan gudang senjata.
Menjadi Raja Joseon adalah takdirmu dan tak bisa kau hindari,
jadi, jangan menolaknya, Pangeran.
Awasi dia baik-baik, supaya dia tak bisa mencoba apa pun.
Ya, pak.
Ayo kita pergi.
Diterjemahkan oleh Nara IG dan Twitter: @cliffedgesubs
Tuan Muda pasti akan menyelamatkanmu, jadi, percaya padanya dan bersabarlah.
Aku datang untuk menyampaikan pesan dari Tuan Muda.
Katakan lagi.
Aku meminta bantuan Yang Mulia...
...untuk melengserkan raja saat ini, Yi I Cheom dan faksi Utara Besar.
Mungkinkah kau sedang mempersiapkan kudeta?
Ya.
Yang Mulia, jika ada ada kesalahan, lalu Gwanghae dan Yi I Cheom mengetahuinya—
Akan kupastikan tak ada bahaya yang menimpa kalian,
jadi, tolong percaya padaku.
Bantuan apa yang bisa kuberikan?
Ini surat yang mengesahkan pemberontakan, yang ditulis oleh Ibu Suri.
Surat ini...
...tak hanya akan meyakinkan jenderal pertahanan, Tuan Yi Hong Rip,
itu juga akan memberi kita sarana untuk melibatkan faksi Selatan.
Aku punya syarat.
Katakan padaku.
Tolong yakinkan aku bahwa kau akan melindungi nyawa...
...Selir Yun, Putri Hwa In, serta Baginda Raja.
Akan kutanyakan pada Pangeran Neungyang.
Beri aku jawaban pasti.
Baiklah. Akan kulakukan sebisa mungkin untuk membujuk Pangeran Neungyang.
Terima kasih.
- Kapan pemberontakan akan terjadi? - Hari terakhir bulan ini.
Tidak. Sudah terlambat.
Penasihat Negara Kiri sedang merancang pemberontakan untuk pertengahan bulan ini.
- Pertengahan bulan? - Ya.
Jadi kita harus merencanakan pemberontakan sebelum pertengahan bulan.
Kau menyuruhku untuk meninggalkan Joseon?
Ya. Aku akan segera menyusul, jadi, silakan pergi duluan.
Ikut bersamaku. Aku tak bisa pergi sendiri.
Ada yang harus aku lakukan.
- Aku akan menyusul begitu urusanku selesai. - Dae Yeop...
Apa pun yang terjadi, aku akan mengikuti, menemani,
dan melindungimu, Ibu.
Tolong, beri aku kesempatan untuk menebus dosaku...
...untuk hari-hari saat aku tak berbakti kepadamu, Ibu.
Terima kasih, Bu.
Sebagai gantinya, kau harus berjanji satu hal.
Bahwa kau tidak akan mati, apa pun yang terjadi.
Bahwa kau akan kembali padaku hidup-hidup, apa pun yang terjadi.
Ya, Bu.
Aku menjalani seluruh hidupku dalam kesedihan yang mendalam...
...karena tak mengikuti dia kala itu.
Aku tahu perasaanmu lebih baik dari siapa pun.
Bagaimana bisa aku menghentikanmu?
Aku akan mengikuti keinginanmu, Paman.
Kau serius?
Ya.
Sebagai gantinya, antar aku dan putri...
...untuk memberi hormat ke makam ayahku, Pangeran Imhae.
Baiklah. Akan kupersiapkan perjalanan ke makam kerajaan.
Terima kasih.
Ayah. Aku yakin dia merencanakan sesuatu. Kenapa Ayah menyetujuinya?
- Aku setuju agar dia bisa coba-coba. - Apa?
Kim Dae Seok pasti akan muncul dan berusaha menyelamatkan putri.
Bersiaplah untuk menangkapnya.
Won Yeop mengikuti di belakang tanpa masalah, 'kan?
Jangan khawatir. Aku sudah mengirim orang dan memastikan semua aman.
Aku yakin di sini. Di mana ayahku sebenarnya?
- Aku tak bisa menemukan mereka. - Apa yang terjadi?
Aku sudah mencari ke sana-kemari,
namun aku tak bisa menemukan jejak kelompok Tuan Besar.
Kurasa pasti ada insiden.
Mustahil...
Jangan bilang kalau Tae Chul, bajingan ini...
Berhenti di sini!
Putri.
Ada apa?
Sepertinya dia perlu buang air kecil sebelum kita lanjut jalan.
Kau tak memasukkan pispot ke dalam?
Sudah kubawa.
Dia bilang itu perlu dikosongkan.
Kebetulan ada mata air di sini. Mari kita istirahat sambil buang air.
Kita akan istirahat sebentar. Terus berjaga di sekitar.
Ya!
Tuan. Silakan turun untuk beristirahat dengan nyaman.
Baiklah.
Tangkap Yi I Cheom!
- Lindungi Tuan! - Ya!
Aku tidak apa, jadi, hentikan mereka!
Ya!
Aku akan menjaga putri, jadi, jangan khawatir.
Bunuh dia, bunuh dia, bunuh dia!
Hyung-nim!
Hyung-nim.
Hyung-nim! Hyung-nim.
- Kejar mereka! - Ya!
Tae Chul, dasar bangsat!
- Suamiku. - Kamu baik-baik saja?
Syukurlah kamu tidak terluka.
Hyung-nim!
Waduh? Apa ini?
Dasar... Kamu cuma peduli sama hidupmu!
Tetep sakit!
Aku akan pergi bersamanya. Hyung mengikuti Tuan.
- Ayo. - Kau jalan duluan.
Ada yang harus aku selesaikan.
Selesaikan apa? Kamu bakal ditangkep!
Harus sekarang banget, ya?
Cuma sekarang aku bisa menyelesaikannya.
Aku akan ikut denganmu.
Bukankah ada yang harus kau lakukan?
Pamanku akan langsung pulang dan mencoba mengurung ibuku.
Ibuku adalah prioritas. Aku akan segera menyusul, jadi, pergilah.
Ini bukan waktunya berdebat. Kita harus pergi sekarang.
Ya.
Entah apa yang akan terjadi, tapi berhati-hatilah.
Ya.
Baiklah, kalau begitu bubar jalan.
Kulihat kau sudah memutuskan untuk pergi jauh bersama bibi.
Ya.
Aku selalu menerima kebaikanmu,
dan tak pernah punya kesempatan untuk balas budi.
Aku hanya bisa merasa bersalah melihatmu pergi seperti ini.
Jangan katakan itu.
Aku membuatmu kesulitan karena perasaanku yang sia-sia.
Maafkan aku untuk itu.
Di mana pun kau berada,
akan kudoakan agar kau hidup dengan sehat dan nyaman.
Terima kasih.
Aku juga berharap kau sehat selalu, Putri.
Larilah jika kalian ingin hidup.
Apa maksudnya dengan ini?
Kekacauan dan kelumpuhan Joseon saat ini,
tak bisa kau sangkal bahwa semua itu karenamu.
Jadi, asalkan aku hilang, semuanya akan damai?
Ya, benar.
Kau sudah memutuskan untuk melupakan musuh ayahmu...
...dan bersumpah setia kepada Raja hanya karena seorang wanita?
Musuh ayahku...
...adalah kau.
Dae Yeop.
Jangan sebut namaku.
Kau tak berhak melakukan itu.
Aku akan membunuhmu...
...dan membalas dendam ayahku dan meredakan dendam ibuku.
Namaku,
keluarga, dan garis keturunan,
Akan kubuang semua yang sudah kau berikan kepadaku.
Jadi, tolong lakukan hal yang sama.
Lupakan pengkhianatan dan hidup dalam persembunyian.
Jika kau tak melakukan itu, aku takkan pernah memaafkanmu.
Ini semua karena perbuatanmu sendiri!
Jangan salahkan aku untuk itu!
Ayah.
Sekali saja...
Bahkan sekali saja,
pernahkan Ayah menganggapku...
...sebagai anakmu sendiri?
Jawab pertanyaanku sebelum kau pergi!
Ayah!
Ada apa?
Kurasa aku harus mendatangi Dae Yeop.
Ya. Aku juga merasa aneh dan khawatir.
Aku juga. Tolong tunggu di sini sebentar.
Tidak, kita pergi bersama.
Bukankah kita berjanji untuk bersama dalam hidup dan mati?
Yi Dae Yeop! Yi Dae Yeop!
Tuan Muda!
Yi Dae Yeop!
Tuan Muda!
Yi Dae Yeop!
No comments yet. Be the first to leave one.