The first 200 lines.
Benarkah itu?
Esther juga berasal dari panti asuhan ini?
Pak Park.
Maksud Anda, Esther dan Nam Joon saling kenal?
Maaf, tapi bolehkah kutanya siapa kamu?
Dia datang bersamaku.
Aku lupa bilang.
Maaf.
Aku seharusnya memperkenalkan diri sebelum bertanya.
Tapi bolehkah kutanya satu hal lagi?
Apa Dokter Son Joong Ki
juga berasal dari panti asuhan ini?
Kudengar dia dari panti asuhan yang sama dengan Nam Joon.
Dokter?
Son Joong Ki?
Aku tidak ingat...
Ini dia, bukan?
Dia berfoto dengan Nam Joon saat Nam Joon masih kecil.
Pria di sebelahnya.
Benar.
Itu dia.
Dia dahulu bekerja sukarela secara teratur di sini.
Karena Nam Joon amat pintar,
dia memberikan Nam Joon perhatian lebih.
Setelah istri dan anaknya tiada akibat kecelakaan di luar negeri,
dia berhenti datang kemari.
Tapi kenapa kamu bertanya?
Apa?
Nam Joon memperkenalkannya kepadaku
dan aku penasaran apa dia tepercaya.
Bagaimanapun,
apa terjadi sesuatu terhadap Nam Joon dan Esther?
Kami mau mengadakan pesta kejutan untuk mereka,
tapi tidak punya informasi soal masa kecil mereka.
Tolong jangan bilang mereka kami datang.
Kami mau itu menjadi kejutan.
Kenapa tiba-tiba kamu bertanya soal dokter?
Bagaimana kamu bisa tahu harus datang kemari?
Bagaimana kamu tahu Esther dan Nam Joon dari satu panti asuhan?
Mereka sekongkol.
Apa?
Pria yang membantu Esther menjadikan kamu Do Kyung adalah
Kim Nam Joon.
Apa... Maksudmu...
Sebentar.
Halo, Ayah.
Kamu di mana? Segeralah pulang.
Nenek pingsan.
Apa?
Baik. Ya, Ayah.
Aku akan segera ke sana.
Ada apa? Apa yang tidak beres di rumah?
Nenekku pingsan.
Ayo. Mari bicara di jalan.
Ayolah, Soon Im.
Tolong bangun.
Hei.
Kenapa dia tidak mau bangun?
Tekanan darah dan denyutnya normal.
Dia akan segera bangun.
Jangan terlalu cemas.
Hei!
Dia tidak mau bangun walaupun aku berusaha membangunkan. Itu normal?
Dia tidak menderita penyakit kronis
dan merawat kesehatannya dengan baik terutama untuk orang seusianya.
Kurasa ini syok yang disebabkan
trauma mendadak.
Trauma psikologis?
Hei, katakan kepada ayah.
Apa yang mungkin terjadi di rumah
sampai ibumu pingsan?
Katakan kepada ayah! Kenapa kamu tidak mau bicara?
Dia naik
dan mendengar perbincanganku dengan Ae Ra.
Apa maksudmu? Apa yang dia dengar?
Anak itu.
Anak Yun Ah yang hilang.
Anak itu?
Katamu kamu tidak bisa menemukannya.
Aku sebenarnya menemukannya.
- Apa? - Tapi
dia sudah tiada.
- Astaga... - Ayah!
- Ayah. - Ayah.
Kumohon.
Aku tidak tahu Ibu mendengar sebanyak apa,
tapi jangan beri tahu dia
siapa anaknya Yun Ah yang sebenarnya.
Apa maksudmu?
Aku sudah berbohong tidak menemukannya
karena takut dia pingsan begini, tapi sekarang...
Itulah alasanku bilang begini.
Sayang!
Jangan memperumit keadaan. Kumohon!
Aku mengerti alasanmu melakukan ini.
Ibu berhak tahu siapa cucu sulungnya
yang dia cari selama bertahun-tahun ini.
San Ha juga perlu diperlakukan dengan benar
sebagai cucu menantu!
Tidak,
lantas mereka akan tahu aku membuang bayi itu.
Sayang.
Bisakah kamu berhenti?
Lakukan demi Do Kyung.
Kumohon, lakukan ini demi Do Kyung.
San Ha berencana memulai hidup baru dengan Nam Joon.
Jika mereka tahu siapa San Ha,
Ibu akan mengasihaninya dan berusaha memberikan sesuatu
dan mendukung Nam Joon.
Ayah juga.
Jika itu yang mau mereka lakukan,
tidak ada yang bisa kita lakukan.
Bagaimana dengan Do Kyung?
Dia akhirnya berperilaku benar dan bekerja keras.
Dia mungkin diabaikan!
Dia putra tunggalmu.
Sayang.
Aku tidak percaya Nam Joon
bersekongkol dan bekerja sama dengan Esther
saat kali pertama mengetahuinya.
Tapi sekarang sudah pasti.
Ayahku dan aku mendengar mereka bicara di telepon.
Mereka panik karena ada dokter yang muncul.
Esther dan Nam Joon membahas seorang dokter?
Apa kamu pergi ke panti asuhan Nam Joon
karena merasa Dokter Son Joong Ki mencurigakan?
Ceritakan soal dia.
Dia
tiba-tiba muncul di kantor, lalu di rumah.
Serta dia bilang
dia spesialis bedah rekonstruktif wajah.
Bedah rekonstruktif?
Katanya kami melakukan perbincangan yang dalam lima tahun lalu.
Dia mengatakan banyak hal aneh
dan penuh teka-teki kepadaku.
Soo Ho. Dia orangnya.
Dia yang mengubahmu menjadi Park Do Kyung.
Dia muncul dan karena itulah mereka berdua panik.
Soo Ho.
Apa yang kamu tunggu? Nyonya Besar pingsan. Masuklah.
Aku tidak bisa.
Bagaimana jika dokter itu ada di dalam lagi?
Aku terlalu takut.
Sadarlah.
Ke mana ketamakanmu? Katamu kamu mau menahan neraka.
Lupakan Son Joong Ko, kamu tidak akan bisa menghadapi
Do Kyung dan San Ha jika lemah.
Singkirkan dokter itu. Itu akan memecahkan masalah.
Berhentilah mengeluh.
Kamu tidak bisa melihat betapa liciknya dia?
Kita tidak boleh gegabah.
Kamu harus tegar.
Nam Joon... Ini amat mengejutkan.
Dia berpura-pura menjadi orang baik.
Bagaimana bisa dia melakukan itu?
Belum ada yang pasti.
Kita sudah melakukan tes DNA, ingat?
Semua keadaan mendukung ucapanmu.
Firasatku juga.
Tapi pertama,
kita butuh bukti.
Bagaimana kondisi Nyonya Besar?
Dia masih amat sakit?
Ya.
Do Kyung. Kamu dari mana?
Aku ke kantormu saat mendengar
Nenek pingsan, tapi kamu tidak ada di sana.
Aku pergi melakukan riset pasar.
Bagaimana kondisinya?
Jika cairan masuk terlalu cepat,
jantungnya bisa kelelahan, jadi, itu tidak baik.
Astaga.
Nenek.
Nenek sudah bangun?
Do Kyung.
Nenek menakutiku.
Ada apa?
Ayahmu
menemukan
cucu sulung kami, sepupumu,
tapi
katanya
anak itu sudah tiada.
Ayah.
Benarkah itu?
Ya.
Dia di rumah abu tanpa keluarga.
Ayah juga baru tahu.
Bukan Lee Soo Ho,
tapi jasad tanpa keluarga?
Kenapa dia berbohong?
Tanpa keluarga?
Maksud Ayah, dia hidup tanpa keluarga seumur hidup?
Segera setelah Nenek merasa lebih baik,
aku akan membawanya ke kuil.
Ibumu dan Ayah akan mengurus itu.
Jadi, kamu tidak perlu cemas.
Benar.
Ini tragedi yang terjadi kepada cucu sulung,
tapi kamu harus berfokus pada pekerjaan.
No comments yet. Be the first to leave one.