The first 200 lines.
"Episode 29"
Soo Chul,
ikutlah ke Amerika bersamaku.
Bergabunglah denganku dan Nona Park.
Bu Kim.
Ini tiba-tiba sekali.
Kamu ingin aku ikut denganmu ke Amerika?
Aku tidak bisa lagi membayangkan hidup tanpamu.
Kamulah alasanku masih bernapas,
jadi, tolong teruslah berada di sisiku.
Ikutlah ke Amerika bersamaku.
Kejadian kemarin pasti memicu ini,
dan memang benar
aku mulai menyukaimu.
Aku lancang sekali
menyukai seseorang di atas levelku.
Perasaan itu adalah alasan di balik kejadian kemarin.
Namun, rasa syukur dan hormat
yang pertama dan terpenting. Itu saja untukku.
Aku melewati batas dengan tindakanku,
dan aku minta maaf.
Di sinilah aku ingin mengakhiri semuanya.
Tidak.
Itu bukan kesalahan,
dan kita saling menyukai.
Aku tidak ingin mengakhirinya seperti ini.
Aku sangat
menyukaimu.
Bu Kim.
Aku tidak bisa ke Amerika bersamamu.
Aku tulang punggung keluargaku.
Aku punya keluarga untuk disokong.
Sungguh konyol
pria sepertiku menyukaimu.
Bu Kim.
Kamu hanya kesepian tanpa siapa pun,
jadi, kamu pasti menyukaiku hanya untuk sesaat.
Bu Kim.
Kumohon, kamu harus kuat.
Aku sungguh minta maaf.
Permisi. Aku harus pergi.
Halo?
Pak Lee, ini aku.
Halo, Nona Park. Kenapa kamu menelepon?
Pak Lee, kamu sedang istirahat makan siang, bukan?
Jika kamu punya waktu, boleh aku mengajakmu minum teh?
Ada yang ingin kukatakan.
Ya...
Maafkan aku, Nona Park. Banyak yang harus kukejar.
Aku sedang rapat. Aku terjebak di sini.
Aku harus pergi. Kita bicara lagi nanti.
Ya... Aku sedang rapat.
Aku pergi mencari udara segar, jadi, aku sangat sibuk.
Namun, karena kita sudah di sini,
aku akan mendengar apa yang ingin kamu katakan.
Pak Lee, tentang perkataanmu semalam...
Kamu masih tidak ingat itu?
Tidak.
Apa kubilang?
Aku ingat.
Jadi, akan kuberi tahu semua yang kamu katakan semalam.
Tidak ada gunanya membicarakannya saat aku bahkan tidak ingat.
Serta kamu tidak boleh membicarakan apa yang terjadi setelah minum.
Ini seperti hukum yang tidak tertulis.
Tadi malam, kamu bilang
kamu masih menyukaiku.
Bahwa hatimu dipenuhi olehku.
Lalu
kamu menyesal bertunangan.
Apa aku mengatakan hal seperti itu?
Ya.
Kurasa aku mabuk dan bicara omong kosong.
Maaf aku membuatmu bingung.
Aku ingin kamu melupakan
perkataanku semalam.
Tidak, Pak Lee.
Meskipun kamu mabuk semalam,
aku yakin kamu bersungguh-sungguh.
Jadi, aku harus mengumpulkan keberanian.
Keberanian untuk apa?
Sebenarnya,
semuanya menjadi seperti ini karena salahku.
Saat usiamu 22 tahun, kamu bilang menyukaiku.
Serta kamu bilang akan memutuskan pertunanganmu jika aku mau.
Jadi, kamu memintaku datang ke Gunung Nam.
Kamu mau membatalkan pertunanganmu jika aku datang.
Apa aku bilang begitu?
Ya.
Namun,
aku tidak pergi.
Kukira kamu menduakanku
sebelum kamu hilang ingatan.
Aku tidak mau kamu membatalkan pertunanganmu karena aku.
Jadi, hari itu,
aku pergi ke Gunung Nam,
tapi berbalik dan pergi.
Aku masih menyesali
perbuatanku hari itu.
Namun, kini aku tahu kamu tidak berselingkuh.
Jadi, jika kamu masih menyukaiku,
aku ingin mengumpulkan keberanian.
Nona Park.
Kurasa kamu tahu
aku tidak berhak membicarakan hal seperti ini denganmu.
Aku mabuk dan melakukan hal yang tidak pantas.
Aku sungguh minta maaf, Nona Park.
Tolong lupakan semua perkataanku semalam.
Aku harus menghadiri rapat, jadi, aku harus pergi.
Hati-hati di jalan.
Se Chan.
Jangan lakukan itu di dekat adikmu.
Dia meniru perilakumu.
Kamu harus makan makanan seimbang.
Dia benar. Anak-anak, dengarkan Nona Cho.
Dia akan segera menjadi ibu kalian.
Kalian harus akur dengannya.
Nenek senang Nona Cho duduk bersama kita.
Rasanya mejanya penuh.
Bukankah begitu, Jae Ni?
Jae Ni, seharusnya kamu bilang, "Aku permisi."
Nenekmu masih makan.
Apa kamu bisa lebih menyebalkan lagi?
Jae Ni, kenapa kamu berkata begitu kepada orang yang lebih tua?
Tidak apa-apa, Bu Wang.
Tidak apa-apa, Jae Ni. Pergilah ke kamarmu.
Astaga.
Aku harus melakukan sesuatu tentang sikapnya.
Dia sangat kasar.
Astaga.
Ada apa? Suara apa itu?
Astaga. Sa Ra.
Astaga, Sa Ra. Apa yang terjadi?
Apa yang terjadi?
Aku terpeleset kulit pisang.
Apa ini?
Kenapa ada kulit pisang berserakan?
Entahlah.
Pasti Se Chan.
Aku yakin dia sengaja melakukan ini.
Kamu tidak mungkin serius.
Kurasa anak-anak memainkannya dan menjatuhkan beberapa.
Aku yakin Se Chan sengaja. Aku akan memberinya pelajaran.
Tunggu, Bu Wang. Tolong biarkan aku mengurus ini.
Astaga. Lihat dia.
Apa karena mereka tidak mau Sa Ra menjadi ibu mereka?
Apa yang harus kita lakukan?
Astaga.
Begini... Kak Se Chan.
Kakak tahu?
Saat melihat Nona Cho tergelincir dan jatuh,
aku ketakutan.
Sebenarnya, kakak merasakan hal yang sama.
Kita tidak boleh melakukan hal seperti ini lagi.
Baiklah. Kita tidak boleh melakukan itu.
Se Chan.
Kulit pisang. Itu perbuatanmu, bukan?
Kamu.
Ikuti aku.
Kami harus bagaimana sekarang?
Se Chan!
Kenapa kamu melakukan ini kepadaku?
Apa kamu begitu membenciku?
Kamu ingin aku terpeleset kulit pisang dan mati?
Tidak.
Aku hanya ingin kamu muak dengan rumah kami
dan pergi dari sini.
Karena itu aku melakukannya.
Namun, kenapa kamu melakukan hal seperti itu dengan adikmu, Se Jong?
Itu kejahatan.
Apa kamu ingin aku
menelepon polisi dan memenjarakanmu?
Tidak.
Jika terus bersikap buruk seperti ini,
kamu akan berakhir di neraka saat mati.
Hantu atau siluman akan membawamu ke sana.
Kak Se Chan.
Tolong jangan lakukan ini kepada Kak Se Chan.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa, Se Jong.
Kenapa kamu di sini, Se Jong?
Se Chan, kamu salah, jadi, tinggallah dan pikirkan perbuatanmu.
Se Jong, ikut denganku.
Aku juga ingin tetap di sini!
Kak Se Chan akan takut sendirian.
Baiklah. Kalau begitu, kamu juga bisa tetap di sini.
Kak Se Chan.
Aku takut.
Bagaimana jika siluman muncul?
Di sini sangat menakutkan.
Nona Cho, tolong kami!
Selamatkan kami, Nona Cho!
Aku takut!
Tolong kami!
Maaf atas perbuatanku!
Maafkan aku!
Kamu sungguh menyesal? Kamu merasa tidak enak?
Ya. Maafkan aku.
Aku tidak akan melakukannya lagi.
Jika kamu melakukannya lagi, aku akan memarahimu habis-habisan.
Mengerti?
No comments yet. Be the first to leave one.