The first 200 lines.
Saat hasrat yang kuat bersemayam dalam hal-hal yang disentuh jiwa fana,
mereka menjadi goblin.
Pedang yang berlumuran darah dari pertempuran yang tak terhitung...
terpesona dengan hasrat kuat yang dipenuhi darah tuannya.
Hanya pengantin Goblin yang bisa menghunus pedang.
Begitu ditarik, dia akan lenyap, dan berdamai.
Itu ramalan yang berbahaya.
Saat para goblin kembali menjadi makhluk abadi,
mereka datang ke dunia ini dan bisa ditemukan di mana pun, tak di mana pun.
Bahkan sekarang, mereka bisa...
Kau tertawakan apa, bocah?
"Goblin mencari pengantinnya,
yang kebetulan adalah aku." Apa itu?
Aku mungkin tak terlihat seperti itu, tapi aku pemakan manusia di masaku.
Jangan terkejut jika aku tak ada di sini saat kau datang lagi.
Aku iri padamu.
Aku pasti sudah pikun.
Aku seharusnya tak bilang begitu di depan ibu tunggal.
Kau kejam.
Apa? Berapa diskon yang kuberikan untuk sayur-sayuranku?
Bajingan yang meninggalkanmu itu baru kejam.
Benar.
Itu cerita yang sedih.
Untuk apa sedih?
Itu kutukan romantis, namun tragis.
Harus mencari pengantin agar bisa mati.
Sang pencipta yang jahat.
Memang selalu begitu.
Dia egois dan iri.
Dan sangat egois.
Kedengarannya seperti seseorang yang kukenal.
Aku harus pergi sekarang. Semoga harimu menyenangkan.
Pastikan kau masih di sini saat aku datang lagi.
Di saat antara hidup dan mati,
buatlah harapan dengan keinginan kuat.
Siapa tahu.
PARIS, 1968
Pencipta yang berhati lembut mengabulkan keinginan itu.
Aku tak akan melakukannya jika aku jadi kau.
Jika kau kabur dari rumah sekarang, kau akan lebih sengsara.
- Kau takkan pernah melihat ibumu lagi. - Siapa kau?
- Kau orang Korea? - Lebih rumit dari itu.
Sekarang giliranmu. Beri tahu dia dengan suara yang keras dan jelas.
"Kau adopsi aku, itu menjadikanmu ayahku. Jaga aku baik-baik."
Minta bantuan ibumu juga.
- Katakan padanya itu sakit. - Apa ini?
- Minggir. - Luka ringan seperti itu
takkan membunuhmu, tapi hanya membuatmu cacat.
- Siapa kau? - Lihat matanya dan katakan.
Kau bisa lakukan itu?
Jika dia memukuliku sampai mati? Kau mau bertanggung jawab?
Karena itu aku patahkan tulang rusuknya.
Dasar berengsek!
Makan siangmu. Pergi sekolah setelah bicara dengannya.
Jawaban pertanyaan 17 ujian Matematika adalah 4, bukan 2. Kau salah itu saja.
Siapa kau?
Dia adalah...
air, api, angin,
cahaya, dan kegelapan.
Dia pernah menjadi...
seorang manusia.
Orang-orang menganggapnya...
seorang dewa.
Dia berlumuran darah
saat menyerang musuh.
Dia benar-benar pejuang dewa.
- Hidup Jenderal. - Hidup Jenderal.
Jenderal yang menang!
- Hidup Jenderal. - Hidup Jenderal.
Buka gerbangnya!
Ini jenderal pemenang, Kim Shin!
Lepaskan peralatanmu dan terima perintah kerajaan.
Beraninya kau?
Coba katakan itu lagi.
Berani sekali prajurit rendahan sepertimu menyebut nama jenderal?
Kim Shin, pemimpin pemberontak.
- Lepaskan peralatanmu. - Beraninya kau?
Aku sudah mendengarmu sejak awal. Tunggu.
Kau puas?
Kau telah berkhianat. Letakkan pedangmu, berlutut, dan terima perintah kerajaan.
Harusnya lidahmu dipotong. Bagaimana bisa dia berkhianat? Kau gila?
Apa kau sudah gila?
Jenderal.
Kau telah berkhianat. Letakkan pedangmu, berlutut...
Aku akan bertemu Yang Mulia. Minggir.
- Kim Shin... - Jika kau coba menghentikanku, kau mati.
Minggir.
Teganya kau?
Kami telah berjuang tiga hari tiga malam atas nama Yang Mulia.
Kami baru kembali dari lubang neraka.
Kau berani perlakukan kami seperti ini?
Buka gerbangnya.
Tetap di sini.
Aku akan segera kembali.
Yang Mulia berkuasa atas rakyatnya, dan seorang dewa memerintah atasmu.
Mereka bilang dewa ini adalah Kim Shin.
Kabar kemenangannya menyilaukan rakyatmu,
kekuatannya terus menjadi ancaman bagi keluarga kerajaan.
Anda harus menghukumnya dengan keras sesuai hukum.
Meski dia melihat
pedang musuh yang ditujukan kepadanya,
dia tak melihat raja muda yang iri dan takut terhadapnya.
Dia tak menyadarinya
bahwa itulah pedang paling tajam
yang mengancam nyawanya.
Apa kalian perlu sejauh ini?
Itulah kenapa kau jangan maju lagi. Berhenti.
Apa pun itu, hentikan saja.
Jika kau berhenti sekarang dan mati sebagai pemberontak,
aku akan biarkan semua hidup kecuali dirimu.
Namun, jika kau melangkah lagi, aku akan membunuh
semua orang dan membaringkan tubuhnya untuk setiap langkah yang kau ambil.
Ayo, Jenderal.
Aku...
baik-baik saja.
Tapi...
- Yang Mulia, aku... - Aku tahu.
Aku sungguh mengerti.
Jika ini akhirnya, maka itu takdirku.
Kau harus pergi.
Jangan berhenti. Ambil langkahmu menuju Yang Mulia.
Ini pengkhianatan. Bunuh semua keluarganya.
Ini perintahku.
Berhenti.
Kalian sedang apa? Buat dia berlutut.
Jenderal!
Yang Mulia. Teganya Anda melakukan ini?
Bukankah Anda takut pada dewa?
Kedewaan tak pernah ada di pihakmu sejak awal.
Mata tajam penjahat mengganggu Yang Mulia.
Penggal dia.
Itu bukan tugasmu.
Jenderal.
Jenderal.
Aku mau kau...
mengurus akhir hidupku.
Aku akan mematuhi perintahmu.
Maafkan aku.
Aku akan segera menyusulmu.
Tak ada yang akan mengambil jasad pengkhianat.
Biarkan di lapangan agar hewan liar bisa memakannya.
Saat tubuhnya meredakan rasa lapar binatang,
itulah satu-satunya nilai dirinya.
Ini perintah Raja!
Semoga jiwa jenderal beristirahat dalam damai. Berkati jiwanya.
Semoga jiwanya tenang.
Tuhan...
Berkati jenderal.
Jenderal...
Jangan berdoa kepada siapa pun.
Karena dewa tidak mendengarkan.
Tengah hari,
saat matahari bersinar paling terang,
dia dibunuh
oleh pedang rajanya sendiri.
SEOUL, 1998
Kau bodoh. Apa kau buta?
Kau mau mati?
Apa-apaan ini?
Apa-apaan ini?
Seekor babi hutan.
Apa?
Kau baru saja menabrak seekor babi hutan.
Kau baik-baik saja? Apa aku harus lapor polisi?
Aku menabrak seekor babi hutan.
Maksudku, seekor babi hutan muncul entah dari mana.
Seekor babi hutan? Di tengah kota?
Lihat itu. Lihat.
Ada orang. Apa yang terjadi?
Halo. Apa ini 911? Aku di Persimpangan Yeoksam.
Kurasa ada wanita mati di dalam bagasi mobil.
Aku tak yakin, tapi dia tak bergerak.
Aku tak yakin dia meninggal karena tabrakan.
Tolong datang secepatnya.
Kenapa aku di sana?
- Ini adalah Persimpangan Yeoksam. - Kenapa aku di sana?
"Hwang Mi-young, 25 tahun. Lahir pada tanggal 3 April 1973.
Meninggal pada pukul 8.32 pagi, pada 1 Februari 1998.
Penyebabnya kekurangan oksigen."
Itu kau, benar?
Minumlah.
Itu akan menghapus ingatanmu dari kehidupan ini.
Jika aku tak minum ini,
apa yang akan terjadi?
Kau akan menyesal tak meminumnya.
Penyesalan apa pun harus ditinggalkan dalam hidup ini.
Goblin?
Malaikat Maut?
Topi yang kau pakai itu vulgar.
Tuan.
Sudah 20 tahun. Apa kabarmu?
Kau baik-baik saja?
Aku sudah tua selama bertahun-tahun.
Kau masih tetap tampan.
Dia tidak tampan.
Jaga mulutmu.
Ini cucuku yang kuceritakan padamu.
Perkenalkan dirimu.
- Siapa orang ini? - Kau pasti Deok-hwa.
Aku orang yang akan menjadi pamanmu, saudaramu, anakmu, dan cucu.
No comments yet. Be the first to leave one.