The first 129 lines.
Master.
Ada sesuatu yang mendekat.
Dua orang.
Yang satu Peluit Merah, yang satunya lagi…
Seperti bukan Penjelajah.
Perlu kusiapkan gondola?
Master?
Jadi, ini Kamp Penjelajah, ya?
Benar-benar dibangun di tempat tinggi, ya.
Kalau tidak salah…
Ada apa?
Itu…
Katanya selalu ada yang berjaga di Kamp Penjelajah.
Jadi, kalau ada yang mendekat, mereka akan menurunkan gondola.
Peluit Merah dan robot.
Mungkin mereka jadi waspada.
Reg, apa tanganmu bisa memanjang sampai ke sana?
Mungkin bisa kalau dua tangan.
Biar kucoba.
Sepertinya bisa sampai…
Reg, ada apa?
Ada sesuatu…
Yang memegang…
Tanganku.
Ternyata bocah itu masih hidup, ya.
Rahasia yang sesungguhnya
bukan tersembunyi di balik kegelapan atau di perangkap yang cerdik.
Melainkan ada di dalam jiwa seseorang.
Setelah menghabiskan banyak waktu di tempat yang terpencil,
kemurniannya pun terasah
dan berubah menjadi teka-teki misterius.
Riko, kau baik-baik saja?
Kalian berhasil sampai ke sini, ya.
Meski tekanan di sini bisa dibilang ringan,
seharusnya masih berat bagi anak-anak.
Namaku…
Riko.
Riko!
Aku sudah tahu. Kau anaknya Lyza, 'kan?
Jorok sekali.
Apa ini? Kalau kau baik-baik saja, Nak?
Setelah melihatnya dari dekat kini semakin jelas.
Tingginya mungkin lebih dari dua meter.
Rambutnya…
Bagaimana caranya biar bisa begitu?
Ditambah…
Ada peluit putih.
Wanita ini Peluit Putih.
Ozen yang Bergeming.
KARYA ORISINAL AKIHITO TSUKUSHI
Aku tidak menyangka bisa melihat peluit putih ini lagi.
Kau pasti Ozen, 'kan?
Orang yang menemukan peluit itu.
Benar. Aku Ozen.
Begini…
Terima kasih sudah menyelamatkanku!
Aku dengar ini dari Ketua.
Waktu aku lahir di dalam Abyss, aku ditaruh di wadah penangkal kutukan,
lalu kau bersama ibuku membawaku ke permukaan.
Wadah itu…
Berat sekali.
Aku terus berpikir untuk membuangnya di tengah jalan.
Jadi teringat masa lalu.
Bahkan kami harus meninggalkan lonceng berharga itu.
Andai aku meninggalkanmu saja di sana, anak itu pasti akan ikut denganku.
Benar-benar sangat disayangkan.
Master!
Kau Peluit Merah, 'kan?
Seharusnya kalian tidak boleh datang ke tempat seperti ini.
Aku…
Dipanggil ibuku!
Jadi, aku dan Reg ingin pergi ke dasar Abyss.
Kalau ini menyangkut soal ibuku, aku pasti akan langsung pergi.
Jadi…
Begitu, ya.
Ya.
Memangnya kalian diizinkan datang kemari hanya dengan alasan semacam itu?
Maaf.
Sekarang aku jadi penasaran bagaimana Peluit Merah
bisa sampai ke sini.
Marulk.
Ya, Master.
Dengarkan cerita mereka.
Aku?
Berbicara dengan sesama anak-anak lebih nyaman, 'kan?
Aku masih ada urusan lain.
Aku akan mendengarkan cerita kalian besok.
Kalian berdua, ini…
Wah? Peluit Biru?
Gunakan itu selama di sini.
Supaya aku tidak repot…
Menjelaskan kenapa Peluit Merah bisa berada di tempat seperti ini.
Aku akan menyimpan ini sebagai jaminannya.
Saat kalian mau pergi, nanti tukarkan peluit biru itu.
Malam ini kalian menginap saja.
Bersihkan juga tubuh kalian yang kotor itu.
Astaga, aku tidak tahan dengan bau muntahan.
Pertama, akan kukenalkan tempat ini.
Kamp Penjelajah ini dibangun di dalam lubang pohon bernama Porta Besar.
Saat ini pun peluasan pembangunan sedang dilakukan sedikit demi sedikit.
Aku dengar akar Porta Besar ini
memanjang sampai luar Abyss hingga menyentuh dasar laut.
Sudah ada yang membuktikannya?
Itu cuma spekulasi.
Meski tidak banyak mendapat cahaya dari medan gaya,
pohon ini tumbuh besar karena akarnya menerima nutrisi dari dasar laut.
Lihat!
Dinding itu berada di dalam lubang pohon.
Kalau terus tumbuh besar, apa tidak saling menjerat, ya?
Silakan gunakan kamar ini.
Kamar mandinya ada di sana.
Sebenarnya itu tempat untuk membersihkan artefak.
Aku mau duluan! Aku mau mandi agar wangi!
Bunga Kegigihan?
Disebut juga Keberuntungan Abadi, ya?
Sungguh bisa tumbuh di mana saja, ya.
Kau mengaku dirimu robot, tapi kau sungguh misterius, Reg.
Kalau Riko tidak memberitahuku, aku pasti mengira kau manusia.
Saat aku melihat lenganmu memanjang, aku jadi sedikit kaget.
Aku juga tidak terlalu menganggap diriku sendiri robot.
Lagi pula, aku tidak tahu diriku ini apa.
Ada apa?
Aku boleh memanggilmu Marulk?
Boleh.
Sebenarnya ada sesuatu yang mengganjal di pikiranku.
Apa itu?
Akan kujawab sebisa mungkin.
Itu…
Apa kau perempuan?
No comments yet. Be the first to leave one.