The first 200 lines.
Midas
Episode 1 Diterjemahkan oleh ikiky0513
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Ibu!
Kenapa kau kemari?
Ta-da!
Aigoo, anakku. Dapat 100 lagi!
Ini, pergilah beli apa pun yang ingin kau makan!
Terima kasih.
Dalam seluruh kenangan masa kecil saya tentang ibu,
ada aroma amis yang tercium.
Uang, uang, uang...
Uang, uang, uang...
Uang iblis...
Gap Dool dan Gap Soon...
saling bertemu...
Mereka berdua saling mencintai...
Ibu selalu menyanyikan lagu berjudul "Money Fuss".
Ibu terus-menerus, dengan kegigihan yang kuat,
membuat bau ikan yang meresap, meributkan soal uang.
Tapi pada akhirnya yang ibu tinggalkan untuk saya,
hanyalah asuransi dari sebuah papan yang menggantung di pasar, lima juta Won.
Ketika saya kuliah, ibu meninggal dunia,
setelah itu saya hidup sebatang kara, tidak punya orang tua, maupun saudara.
Saya menginvestasikan uang 5 juta won itu sebagai modal saham,
dan mungkin saya memang punya bakat dalam hal itu,
hingga saya bisa melunasi sisa uang kuliah saya berkat investasi itu.
[Rangkuman - dilingkari "Administrasi Bisnis"]
saya juga memenangkan beberapa kompetisi investasi gabungan,
dan setelah lulus,
Saya bekerja selama 3 tahun di perusahaan sekuritas sebagai manajer keuangan.
Saya menjadi manajer keuangan yang sukses dengan tingkat kinerja yang cukup tinggi.
Anda tidak pernah belajar tentang kurikulum dasar hukum dan sejenisnya.
Jika anda adalah manajer keuangan yang sukses,
kenapa anda tiba-tiba memutuskan untuk mengikuti ujian hukum?
Saya kira hal itu mungkin terdengar seperti keputusan yang entah datang dari mana,
tapi banyak sekali uluran tangan yang merayu saya.
- Maksud anda merayu... - Benar.
Orang-orang berpengaruh yang ingin memanfaatkan intuisi investasi dan kemampuan saya.
Apa anda sedang berbicara tentang orang-orang yang berpengaruh secara operasional?
Ya. Sihir uang bahkan bisa menaklukkan
orang cerdas, dan akal sehat.
Saya tidak tahu berapa lama lagi saya bisa menahan sihir itu,
karena itulah saya mempersiapkan diri mengikuti ujian hukum.
Mungkin ini keberuntungan, tapi saya lolos ujian hukum dalam waktu dua tahun,
dan nilai ujian saya,
dan juga nilai-nilai saya di institusi pelatihan, berada di 1% teratas.
Dengan nilai-nilai itu, saya yakin Firma Hukum PK, firma hukum bisnis terbaik,
akan mencoba merekrut anda.
Apa ada alasan tertentu kenapa anda ingin bergabung dengan kami?
Menurut saya, PK bisa mempertahankan reputasinya sebagai firma hukum bisnis terbaik
dengan cara merekrut para senior dari birokrasi administrasi,
jaksa senior, dan hakim senior.
Saya merasa bahwa ini adalah tempat yang lebih baik daripada PK untuk membuat kemampuan saya diakui.
Dan yang terakhir, saya juga pernah mendengar gajinya juga lebih baik.
Aku baru saja selesai wawancara.
Bagaimana?
Tidak buruk.
Maksudku bagaimana penawarannya?
Penawaran?
PK menawarkan 100 juta Won untuk orang-orang yang baru bergabung,
dan di sini mereka bilang akan memberikan 20 persen lebih banyak.
Mereka bilang akan menawarkan pinjaman tanpa bunga saat aku membeli rumah,
dan mereka akan memberiku mobil.
Tapi tawaran terbaiknya...
jika aku ingin studi ke luar negeri,
perusahaan akan menanggung semua biayanya.
Wah, itu luar biasa.
- Lalu, kau sudah memutuskan? - Tidak peduli seberapa menggoda umpannya,
Aku tidak boleh langsung menggigitnya. Itu tidak baik.
Kenapa?
Dalam situasi seperti ini, kau harus membuat mereka sedikit membara.
Lagipula besok masih ada satu wawancara lagi.
- Di mana? - Suster, ada pasien TA!
Nanti kuhubungi lagi!
- Pasang infus. - Baik.
Bagaimana organ vitalnya?
Tekanan darah 90/60, denyut jantung 110.
Penyerapan oksigen, 80 persen.
Beri dia Hartmann's Solution, epi drip,
dan segera bersiap-siap untuk intubasi.
(Intubasi: memasukkan tabung ke dalam trakea untuk mendukung jalan napas dan memungkinkan respirasi buatan)
Laringoskop.
Tabung!
Dokter. Bagaimana kalau melakukan crico*?
*memotong leher untuk membantu pernapasan
Jika ditunda lebih lama lagi, akan berbahaya.
Kalau kau sehebat itu, kenapa kau tidak menjadi dokter saja?
Hei, ada apa ini?
Ini pasien TA, tapi intubasinya tidak berjalan lancar.
Minggir.
Hei bodoh, bagaimana kau bisa mengintubasi-nya dalam keadaan begini?
Kita harus segera melakukan crico!
- Crico. - Baik, pak.
Aku sudah memindahkan semuanya. Sudah selesai.
After doing that, have you lost it?
Eii, apa yang anda bicarakan?
Sama sekali tidak.
Terlihat jelas di wajahmu.
Kau sudah mengerjakan PR yang aku berikan?
Ya.
- Aku berusaha mengerjakannya, tapi... - Cobalah.
- Di sini? - Ayolah, coba lakukan.
Sekarang?
Baiklah.
Ah, nada pertamanya sulit..
Ta..ta... Tanpa henti, begitu banyak malam...
Menahan rasa sakit yang menggerogoti dadaku...
Seberapa banyak aku mena-ngis...
Nona Camelia...
Gong!
Pria macam apa yang menyanyikan lagu indah seperti itu?
- Kau benar-benar tidak berbakat. - Biarkan aku mencoba sekali lagi.
Lupakan saja.
Ya, ini aku. Tolong bawakan dua porsi jjajangmyeon kemari.
Ah, aku seperti biasa, porsi reguler.
Kau ini. Kau harus makan apa pun yang diberikan padamu.
Yang satunya reguler.
Bereskan ini lalu pulanglah. Sampai jumpa besok.
Mungkin mulai besok aku tidak bisa datang.
Kenapa?
Sudah memasuki tahap akhir di institusi pelatihan Yudisial,
jadi banyak hal yang harus dilakukan.
Apa kau sedang membuat alasan untuk kabur dari sini?
Ah, bukan begitu.
Apa anda masih belum mengenalku sampai sekarang?
Ingatlah satu hal ini. Sampai saat ini,
kau baru mendapat nilai 49.
Ya, pak.
Jika kau ingin mengambil Jung Yeon-ku, setidaknya kau mendapat nilai 51.
Kau mengerti maksudku?
Aku mengerti. Anda telah bekerja keras hari ini, ayah mertua.
Siapa yang kau sebut ayah mertuamu?
Jalanmu masih panjang!
[KBR, Topik Khusus CEO, Yu In Hye, CEO Lone Asia menyajikan visinya di 2011]
- Kau datang? - Ya.
Maaf, aku telat, ya?
Pasien-pasien gawat darurat terus berdatangan sampai shift-ku berakhir.
Aigoo, kau pasti mengalami hari yang melelahkan.
Kau pasti lapar.
Oh, jangan dipindahkan. Aku sedang menggunakannya.
Kau benar-benar berantakan.
Apa yang sedang kau kerjakan?
Akhirnya, laporan terakhir di institusi pelatihan.
Sudah berakhir, kan? Kenapa tidak kau kerjakan seadanya saja?
Bagaimana cara kita mengakhiri sesuatu itu penting.
Apa maksudmu "seadanya"?
Kau sedang serius, ya? Cepat makanlah.
Oh, pizza. Oh, kelihatannya enak. Oh!
Oh, ya. Kau masih ada wawancara lagi besok?
Bukankah kau memutuskan untuk mengambil pekerjaan yang diwawancara hari ini?
Tadinya begitu,
tapi ini wawancara yang diatur oleh profesorku di institut, jadi aku rasa aku harus pergi.
Tempat seperti apa itu hingga profesormu mengatur wawancara untukmu?
Entahlah, aku juga tidak tahu.
Sepertinya bukan perusahaan terkenal. Dan sepertinya skalanya kecil.
Profesormu aneh sekali.
Kenapa memperkenalkan kekasihku yang hebat dengan tempat seperti itu?
Apa mungkin dia disuap dan ingin menjualmu dengan harga murah?
Apa yang sedang kau bicarakan, nona?
Aku terlalu berharga untuk dijual murah.
Benar-benar blue chip.
Oh, blue chip kesayanganku.
Haruskah aku menginap?
Apa yang akan kau katakan pada ayahmu?
Aku sudah membuat alibi. Jangan khawatir.
Diamlah. Jangan mengatakan hal yang tidak-tidak. Habiskan ini, lalu pulang.
Aku tidak ingin kehilangan nilai yang selama ini susah payah kudapatkan, dalam satu tembakan.
Aku bahkan rela menyanyikan lagu Miss Camelia, kau tahu betapa sulitnya itu?
- Dasar penakut. - Kenapa kau bilang aku penakut?!
Itu kan hanya penilaian akurat bahwa akan ada niat untuk membunuh.
Kalian semua mungkin sudah tahu bahwa kejahatan finansial
meningkat drastis beberapa tahun terakhir.
Mengingat bahwa pasar keuangan sedang berkembang lebih luas dan berubah dengan cepat,
Saya percaya bahwa langkah-langkah radikal harus diambil melalui undang-undang baru.
Undang-undang tentang pasar keuangan dan bank sudah diperbaharui.
Apa itu belum cukup?
Amandemen tahun lalu hanya untuk memperbaiki kasus-kasus yang telah terjadi.
- Itu tidak efektif. - Hukum harus dibuat seminimal mungkin.
Korea adalah sebuah negara yang mengakui persaingan bebas.
Di negara seperti ini,
bukankah regulasi yang terlalu banyak akan memberi tekanan pada persaingan?
Apa alasan hedge fund asing
melaksanakan aktivitas ekonomi yang tidak stabil di korea?
Bukankah itu karena... hukum bersifat lemah,
dan pengacara seperti anda, yang bekerja untuk firma hukum,
hanya melindungi keuntungan klien anda untuk mendapatkan upah atas jasa hukum?
Bukankah pernyataan anda itu...
merupakan serangan pribadi yang tidak berhubungan dengan inti permasalahan?
Saya rasa debat ini sudah terlalu memanas.
Mari kita akhiri seminar hari ini sampai di sini.
Sialan. Kenapa dia berlagak hebat?
Dia punya alasan bertingkah seperti itu. Ada lima jaksa di keluarganya.
Pamannya bahkan pernah menjadi Jaksa Agung.
Lagipula katanya keluarganya kaya raya.
Sial. Karena itulah dia memperlakukan orang-orang yang
menjadi pengacara seperti serangga yang menggerogoti uang.
No comments yet. Be the first to leave one.