The first 200 lines.
Kau terus berbicara, aku akan terus minum.
Meskipun wanita itu mengabaikan Pria ke-1,
Pria ke-1 masih menutupi wanita itu...
...dengan selimut bernama "Cinta".
Benar. Dia orang baik.
Wanita itu hampir jatuh cinta pada Pria ke-1...
...berkat kebaikannya,
tapi saat itulah Pria ke-2 muncul...
...dan menangkap wanita itu ke pelukannya.
Kali ini, pria ke 1 muncul lagi.
Tapi menyaksikan pasangan itu bermesraan...
....menghancurkan hatinya.
Deg Deg... Deg Deg...
Untuk siapa...
...jantung wanita itu berdetak kencang?
[Episode 2: Tok, Tok, Aku Ingin Tahu Tentangmu]
Sadarlah, Han A Reum.
Ini adalah film thriller. Seorang psikopat hampir balas dendam padaaku.
Jika tidak ada yang menangkapku saat aku jatuh,
aku mati.
Mau bagaimana pun, kurasa kamu yang salah.
Sejak awal sampai sekarang, semuanya.
Hyun Jin menjadi tetangganya selama beberapa tahun, tapi dia tidak menganggapnya aneh.
Tingkah lakunya juga bukan seperti psiko.
Lebih seperti pria yang hangat. Kamu tahu...
...aku punya penciuman yang bagus pada pria, kan?
Hei. Maksudmu, aku yang salah?
Yah, kamu sering salah paham.
Itu bisa terjadi jika kamu melihatnya hanya dari satu sisi.
Menurut insting-ku, kamu membuat kesalahan besar.
Aku bertaruh pada penjualan bulan ini.
Inting-ku bilang,
kamu akan kehilangan penjualan bulan ini.
Sejujurnya, jantungmu berdetak kencang, 'kan?
Kamu terakhir pacaran 4 tahun lalu, 'kan?
"Berdebar"? Lihat saja nanti. Aku tutup teleponnya.
Kenapa kamu hanya makan itu?
-Kenapa kamu begitu terkejut? -Sejak kapan kamu berdiri di sana?
Sejak berbicara tentang psiko.
Aish...
Kenapa Unit 302 tidak turun untuk sarapan?
Wajah baru datang. Aku yakin pemiliknya banyak bicara.
Sulit untuk menjadi pendengar orang lain.
Benar juga. Dia pasti lelah.
Bukan hanya berbicara, tapi dia juga banyak pertanyaan.
Aku tak menyangka aku akan memberi tahu...
...pria yang baru kenal ukuran sepatuku.
Dia terlalu berlebihan.
Aku yakin dia bingung.
Mungkin aku seharusnya bergabung.
Jung Hoon-ssi. kamu bisa naik mobilku ke stasiun kereta bawah tanah.
Tidak usah.
Apa maksudmu? Kamu minta aku antar sampai kantor?
Bukan begitu.
Jung Hoon-ssi, apa kamu gugup saat berduaan denganku?
Kenapa kamu tidak memanggilku Oppa, tapi malah Jung Hoon-ssi ?
Aku menyimpannya untuk nanti.
Sampai Jung Hoon-ssi memanggilku "Bo Ra-ya"
Aku akan memanggilmu Oppa.
Aku penasaran kapan hari itu akan tiba.
Kita seharusnya tidak membuang waktu. Haruskah kita mulai sekarang?
Hmm, kiyowo.
Bo Ra-ssi.
-Apa kamu suka Jung Hoon? -Tentu saja.
Dia tampan, dan dia bukan orang yang sombong.
Aku akan senang jika dia jatuh cinta padaku, tapi jika tidak, ya sudah.
Perasaanmu bisa seperti itu?
Pasti banyak pria yang menyukaiku. Kenapa aku harus terobsesi padanya?
Terlalu membosankan.
Apa kamu tak tahu pemiliknya memasak sarapan untukmu?
Aku biasanya tidak sarapanㅡ Hei...
Ini?
Ini bukan sarapan. Ini makan siang.
Bisakah kamu duduk lebih jauh?
Jangan bilang...
...kau pikir kemarin aku melakukannya dengan sengaja?
Kamu pikir aku diam disana...
...mengunggumu jatuh, begitu?
Aku tak pernah berpikir seperti itu.
-H-Hei. -T-Tidak.
Anu... Ma-Maafkan aku.
Ah Hyung, bukan seperti itu!
Tunggu! Biar aku jelaskan!
Ahh, dasar Hyung... Sungguh.
Apa yang dia pikirkan?
Turunkan aku sekarang.
Ya.
Kenapa kamu harus memelukku?
'Kan bisa pegang tanganku.
Terus kamu jatuh lagi.
Terus waktunya ambulans datang.
Aku menyelamatkanmu yang hampir jatuh dari tangga. Bukankah seharusnya berterima kasih?
Yah... Untuk itu, terima kasih.
Beneran berterima kasih?
Kamu terlihat marah.
Wajahmu memerah.
Jangan pedulikan orang lain selama kamu tahu kebenarannya.
Kenapa kamu menghiraukannya?
Bukankah aneh jika kamu tak menghiraukannya?
Pemikirannya tak masuk akal.
Sangat sulit untuk sepemikiran denganmu.
Hei, Dong Seok Hyung.
Ahh~ Bukan dia. Aku salah.
Apa yang kamu lakukan?
Benar-benar datang.
Maksudku, busnya beneran datang.
Lalu, makan dengan perlahan.
Apa itu? Apa yang salah dengannya?
"Apa warna cinta yang kamu impikan?"
"Apa warna cinta yang kamu impikan?"
Unit 302!
Masuklah.
Kamu banyak minum tadi malam, jadi kamu pasti butuh sesuatu untuk sadar.
Akankah gimbap segitiga cukup?
Apa kamu melewatkan sarapan hari ini karena yang terjadi kemarin?
Aku juga cukup terkejut.
Itu mengejutkan, melihat Kang Woo memelukmu.
Aku berencana menjelaskannya padamu saat bertemu.
Kemarin aku hampir jatuh dari tangga.
Dia kebetulan berada di belakangku, jadi dia menangkapku.
Oh gitu. Dia kebetulan berada di belakang...
Tentu, tentu. Itu bisa saja terjadi.
Tapi, aku tak peduli pada apa yang kalian berdua lakukan.
Ini tak seperti pacaran di tempat kerja.
Kupikir kemajuannya agak cepat sejak kalian bertemu,
tapi siapa peduli?
Tidak perlu membuang waktu jika kalian saling suka.
Aku mengerti, aku akan mempercayaimu.
Takutnya kamu masih tidur di sana.
Jadi aku datang ke sana tadi malam...
...untuk membangunkanmu, agar kamu bisa tidur di kamarmu.
Aku kabur karena aku kaget.
Aku tidak salah paham pada kalian,
jadi tak usah terganggu.
Omong-omong, bukankah Kang Woo-ssi penangkap yang bagus?
Apa? Kamu tak suka Kang Woo?
Menurut sudut pandang pria, dia lucu dan menawan.
Dia memiliki kepribadian yang baik, pekerjaan yang baik,
dan tidak punya pacar.
Apa dia bilang dia tidak punya pacar?
Iya. Dia datang ke kosan sekitar 5 tahun lalu,
dia tak pernah punya pacar.
Apa-apaan?
Meski aku tak tahu pria seperti apa yang kamu suka,
tapi kalian berdua terlihat serasi tadi malam.
Bisakah kita berhenti membicarakan itu?
Ah ya...
Apa ini bus lain?
Anu... Tolong jangan marah. Aku akan berhenti membicarakan Kang Woo.
Dia kenapa sih?
Maaf, bus-nya mogok.
Silakan naik bus berikutnya.
Bus akan tiba dalam 15 menit.
-Astaga. -Sial.
Semua orang menunggumu sarapan hari ini. Karena mereka tidak datang ke pesta penyambutan.
Kami akan sering bertemu bahkan jika kamu tinggal sebentar.
Akan menyenangkan untuk saling menyapa.
Aku akan turun untuk sarapan sesekali.
Apa?
Halo, Kang Woo-ssi.
Hyung.
Hentikan mobilnya. Aku ada di belakangmu
Belakang?
Bus-nya tiba-tiba mogok.
Kamu tidak pakai mobilmu hari ini?
Terkadang aku ingin naik bus,
dan terkadang aku ingin naik subway.
Dan terkadang, aku ingin menumpang mobil orang lain.
Sepertinya Hyung jadi sopir pribadi untuk penghuni di lantai tiga.
Tolong jaga kami dengan baik.
"Kami"? Siapa itu "kami"?
Kamu tak bisa menahan diri dengan hal yang kamu benci, 'kan?
Makanya kamu begitu.
Apa yang terjadi di antara kalian berdua?
Kang Woo berbicara banmal padamu.
Kalian menjadi dekat begitu cepat.
Kami tidak dekat.
Kami saling berbicara banmal, tapi kami tidak dekat.
"Kami" sangat aneh, 'kan?
Berhentilah mengatakan "kami".
Marah lagi.
Itu membuatku ingin lebih mengejekmu.
Kemarin aku bertemu lebih dulu, dan menghabiskan banyak waktu bersama,
tapi kalian berdua terlihat lebih dekat.
Sudah kubilang, kami tidak dekat.
Ya, ini aku.
Kamu dimana? Seperti tidak di rumah.
Di jalan. Otewe ke kafe A Reum.
Mari bicara lagi nanti.
Aku meneleponmu sebelum tidur.
Apa kamu membaca SMS-ku?
Perhatikan baik-baik.
Apa saat kamu pergi...
...jendela dan pintu kamar mandi terbuka?
Itu tidak penting sekarang.
Pikirkan baik-baik. Itu sungguh menakutkan.
Kamu salah paham. Kamu pikirkan dengan hati-hati.
Tulisanmu? Berjalan dengan baik?
Bagaimana aku bisa menulis dalam situasi ini?
Tampaknya kita tidak saling terhubung, jadi mari kita bicara nanti.
No comments yet. Be the first to leave one.