The first 188 lines.
"Pejuang macam apa yang sekali bertempur dan terjatuh?"
"Dan sekarang mundur selamanya."
"Setengah hidup, setengah mengambang di perasingan."
"Menunggu burung pemakan bangkai menyapu..."
"...dan menyantap daging nekrotiknya."
"Valkyrie, mereka yang memilih mati."
"Menyesali kematiannya dan berduka akan cangkang yang sakit."
"Itu justru membuat mereka hidup."
Relax and Enjoy
Bonus 5% DEPOSIT PERTAMA Untuk Permainan Casino Bonus 5% CASHBACK SPORTSBOOK
Bonus 0.25% COMMISION SPORTSBOOK Grade A Bonus 0.7% ROLLINGAN LIVE CASINO
Di sesi terakhir kita kau bilang padaku jika kau suka mengambil gambar.
Foto seperti apa yang kau ambil?
Alam.
Margasatwa.
Kau tak terlalu menyukai yang ada di kota?
Kau pernah mengambil gambar burung gagak?
Tidak./ Kenapa tidak?
Kau tahu alasannya.
Jelaskan lagi kepadaku.
Bicara tak akan membantu.
Semakin sering kau bicarakan soal ingatanmu,
Semakin berkurang itu mempengaruhimu.
Duduk.
Aku terkadang menulis puisi.
Tapi kau tak pernah menulis soal Afghanistan?
Tak ada yang puitis soal perang.
Puisi adalah bentuk kesedihan.
Aku akan membuat kesepakatan denganmu.
Temanmu punya tempat di Highlands.
Sebuah retret seniman.
Itu akan kosong sepanjang bulan. Kau habiskan waktu di sana.
Saat kau kembali, aku akan carikan kau tempat tinggal permanen.
Jika kau mau keadaan membaik, kau harus lebih berusaha.
Kau tahu apa alternatifnya.
Aku tak mau kembali ke tempat busuk itu./Itu fasilitas yang bagus.
Dengar, aku pernah melihat orang yang pulih dari ini,
Tapi jangan pernah mengabaikan masalahnya.
Kau pernah mengalaminya. Itu bukan pengalaman yang bagus.
Ini alamat dan kuncinya.
Aku berikan kau ini.
Dengan satu syarat.
Kau buat buku hariannya. Foto, puisi, apa saja.
Terus ingat apa yang kau kerjakan dan yang terpenting apa yang kau rasakan.
Halo?!
Tidak.
Bajingan. Bajingan!
Pikirkanlah.
Pikirkanlah. Pikirkanlah.
Itu semuanya di sini!
Pikirkanlah!
"Oh, burung kecil."
"Kau tak pernah tahu itu terjadi."
"Musuh tak bisa dipahami, tapi kejam."
"Kaca jendela sekuat pagar kayu yang runcing..."
"...untuk tubuh yang terbuat rapuh dan halus."
"Kau tak meminta untuk kehidupan. Kau tak tahu isyarat kematian."
"Namun keduanya datang tanpa diundang."
"Dan menghancurkan keajaiban serta kedua teror mereka terhadap tubuh lemahmu."
"Sekarang, tak berbeda seperti cangkang."
"Mengejutkan, menjadi debu."
Maaf soal itu, kawan.
Aku tak bisa biarkan kau melakukan itu.
Apa yang kau bicarakan?
Kita bicara soal burung dan lebah.
Atau hanya burung, jika kau suka.
Ini tidak terjadi... Kau tidak nyata.
Dewasalah, Andrew.
Kau tidak nyata!/ Buka matamu!
Selagi kau masih memilikinya.
Apa maksudmu?/ Kau tahu apa yang kita maksud.
Mereka tidak menyelamatkan kita hari itu.
Mereka menyimpan kita untuk yang terakhir.
Ini tidak masuk akal.
Akal?
Akal begitu subyektif.
Dan ini...
Ini bukan burung biasa.
Kau tahu apa yang mereka katakan padaku?
Mereka bilang daging terasa lebih manis saat rohnya sudah mati.
Tidakkah itu buruk, Andrew?
Tidakkah itu mengerikan?
Mereka menunggu.
Mereka menunggu hingga kita...
Aku harus pergi dari sini!
Kembali ke kota./ Baik, pergilah.
Pergi ke mana kau suka.
Tapi mereka akan mengikuti kita. Mereka akan ikut.
Sama seperti mereka mengikuti kita ke sini.
Mereka menunggu.
Mereka menunggu di pohon.
Fotolah mereka dan mereka akan menghabisi kita dengan cepat!
Angela.
Sial... Aku melihat sesuatu.
Kau berada di lingkungan baru, itu memang seharusnya terjadi.
Kurasa kau takkan menyangka apa yang kupikir aku lihat.
Apa yang kau lihat?
Kembaranku, kembaranku yang jahat.
Aku berbicara dengannya.
Aku hanya mau pergi. Aku mau keluar.
Kita berdua tahu jika apa yang kau lihat tidak nyata...
Kau sudah menulis?
Sedikit./ Teruskanlah...
Keluarkan semua yang ada di kepalamu ke dalam kertas.
"Mars, Dewa Perang bersuka cita didalam kemerahan yang tajam..."
"...dari Neraka Bumi ini."
"Dimana kesenangan duniawi bergema dari bisikan."
"Dimana kemanusiaan merupakan kekejaman."
"Direndahkan oleh tugas."
"Disini adalah debu dan darah, karat dan merah tua."
"Unsur-unsur yang terjadi dalam kesepakatan Iblis..."
"...untuk mengasapi lumpur parit di sekitar tumpukan kematian."
"Larva yang ditumpahkan dari makhluk hidup, menyatu merekat dengan pasir."
"Apa kejayaan di sini? Apa kebanggaan?"
"Apa yang kita buktikan dengan berperang?"
"Apa yang kita menangkan dengan kehilangan semua yang layak dimiliki?"
"Darah kita, organ tubuh kita, pikiran kita, kepolosan kita,"
"Keyakinan kita dalam beberapa desain kebaikan."
"Masa lalu kita yang diinjak-injak ke dalam pembumihangusan"
"Masa depan kita dirusak dengan beban hidup..."
"...setelah begitu banyak kematian."
Dan keadaan kita sangat baik.
Kau tidak nyata./ Benar.
Kau sudah bicara dengan Angela.
Angela yang baik hati.
Dia bermaksud baik, terberkatilah dia.
Tapi dia tak pernah berperang, bukan?
Dia tak pernah melihat lengan temannya, kaki temannya,
Kepala temannya harus meledak hingga setinggi 15 meter di udara.
Dia tak pernah harus duduk melihat mereka menggeliat di tanah...
...bertanya-tanya kapan itu akan menjadi giliran mereka.
Tapi aku katakan padamu. Ini giliran kita sekarang.
Dan kita sebaiknya bersiap, Prajurit.
Aku mau kau pergi.
Kita tak bisa pergi.
Kita harus bersiap.
Untuk apa?
Untuk bertempur.
Jangan tersinggung, Andrew
Tapi kita takkan bisa membunuh mereka dengan puisi.
Khususnya dengan puisi milikmu.
Kita akan membutuhkan kapak dan senjata.
Kita harus keluarkan kepala kita dari pasir dan bersiap untuk bertempur!
Bertempur, bertempur, bertempur!
Bertempur, bertempur, bertempur!
Perang sudah berakhir.
Tidak, belum.
Itu belum berakhir...
Karena mereka tak akan senang hingga paruh hitam dan tajam mereka...
...menusuk ke dalam putih mata kita yang lembut.
Hentikan!
Jika kau tak percaya aku, lihatlah foto-fotomu.
Kau akan melihatnya.
Hai, ini Angela. / Hai, Angela.
Maaf aku tak bisa menerima panggilan telepon sekarang,
Tapi jika kau tinggalkan pesan, aku akan segera menghubungimu.
Angela, ini Andrew.
Dengar, aku dalam masalah, aku butuh...
Aku butuh bantuan!
Kau harus menjadi jantan.
Itu yang kau butuhkan.
Percaya aku sekarang?
Mereka sangat mengerikan, bukan?
Setengah burung, setengah manusia.
Menyeramkan.
Dan sangat lapar.
Bahkan ganas.
Paham? Ganas, gagak.
Gagak ganas.
Aku pasti sudah gila!
Mereka di sini!
Ambil foto mereka, lalu pergilah!
Aku tak mau mati.
Kau akan mati sebelum malam berakhir.
Hello.
Halo? / Halo, Angela?
Angela, Angela... Malaikat...
Apa aku malaikatmu Andrew?
Aku tidak mengerti.
Atau aku salah satu dari mereka?
Kau begitu baik kepadaku.
Benarkah? Atau aku justru mengirim kau ke kematianmu?
Aku tidak mengerti.
Penghancuran menghasilkan keputusasaan...
Keputusasaan menghasilkan kematangan...
Kau sudah melalui jalan bercabang...
Sekarang bergabung dengan kami di pesawat yang sunyi...
...dimana kami menunggu untuk berpesta...
No comments yet. Be the first to leave one.