The Mentalist

The Mentalist

Download Indonesian Subtitle

Season 2

Release info

The Mentalist S02E07 Red Bulls NF WEB-DL WEBRip
A Commentary by LinKy

Tags

webdl
netflix_synced
Published on: 2026-08-20
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kulihat lampunya menyala. Pasti ada orang di dalam rumah.

- Ada berapa titik masuk? - Tiga. Depan, belakang, basemen.

Semua jendela dipasang terali.

Saksi melihat ada tiga orang yang terlibat penculikan.

Jadi kurasa ada tiga orang di dalam.

- Ditambah beberapa orang lagi. - Ini Mia Westlake.

Aku ingin semua lihat baik-baik lagi. Wanita ini yang kita cari.

Kami yakin penculik membekapnya di rumah itu. Jadi, hati-hati.

Aku, Hicks, dan Martinez mengawasi pintu depan.

Dyson dan Shelley awasi sudut dua-tiga.

Bucci, Paulson, dan Fredericks awasi sudut tiga-empat.

Ayo bergerak.

- Siap? - Siap.

Tiga, dua, satu.

Itu mereka! Angkat tangan! Tiarap sekarang!

Tunggu!

Jane?

Lisbon?

- Apa yang kalian lakukan di sini? - Menurutmu apa?

Kalian sendiri sedang apa?

Kalian menodongkan pistol padaku! Bisakah kalian turunkan pistolnya?

Dasar koboi!

Pak, yang terpenting tak ada yang terluka.

Aku hormati timmu, Lisbon.

Tapi yang terpenting, pastikan ini tak akan terjadi lagi.

Aku tak mau lihat tajuk utama "Agen CBI Saling Menembak."

Kami siap menembak karena mengira korban penculikan ada di situ.

- Mia sesuatu. - Mia Westlake.

Gadis kaya raya dari Marin County. Diculik satu setengah hari lalu.

Saksi memberi tahu sebagian nomor pelat mobil penculiknya.

Kami menyelidiki karcis parkir mobil yang sudah tak berlaku di Oakland.

Kami periksa alamatnya, ternyata ada orang di dalam rumah...

Yang seharusnya kosong.

Dia menemukanmu di sana karena...

Kami ditelepon biro koroner. Pelapor bilang ada mayat di rumah.

Tapi mereka kekurangan orang karena anggaran dipotong.

Jadi mereka minta kami menyelidikinya.

Timku masuk ke dalam rumah.

Mayatnya ada, tapi koroner belum datang. Jadi kami menunggu.

Lalu semua orang hampir mati karena hujan peluru.

Sampai mana penyidikan Westlake?

Kami sudah memasang penyadap di dalam rumah.

Kami sedang menunggu permintaan tebusan.

- Bagaimana dengan mayatnya? - Pria muda, 35 tahun.

Koroner sulit memastikan. Ada dua lubang peluru di tengkoraknya.

Mayatnya terbungkus plastik dan disimpan di dudukan jendela.

- Sudah teridentifikasi? - Belum.

Sudah. Laporan koroner baru masuk. Dan mayatnya adalah...

- Colin Haymer. - Haymer? Rasanya aku tahu nama itu.

Colin Haymer adalah korban penculikan tiga tahun lalu.

Berusia 20-an awal, dari San Fransisco, keluarga kaya raya.

Kepolisian San Francisco menangani kasusnya...

- Keluarga korban membayar tebusan. - Itu tak berhasil.

Agak mirip dengan kasus penculikan yang kau tangani, 'kan?

Pasti penculik Colin Haymer dan Mia Westlake orang yang sama.

- Bisa saja suatu kebetulan. - Tak ada yang namanya kebetulan.

Aku setuju.

Aku mau kalian bekerja sama menangani kasus ini.

- Haruskah? - Kurasa, ya.

Aku mau kerja sama unit terkait yang lebih cepat dan lebih baik.

Jangan saling menjatuhkan dan cobalah bekerja sama.

- Kau keberatan? - Ya. Pria ini...

Aku bahkan tak tahu jabatannya. Dia selalu membawa kesulitan.

- Sam, bersikaplah adil. - Kasusnya selalu tuntas, aku tahu.

- Begitulah. - Memang.

Tapi menurutku, ini suatu kesalahan.

Berarti kita setuju, 'kan?

Pergilah.

Mia Westlake diculik 38 jam lalu sepulang pembukaan galeri.

- Agen Bosco. - Terima kasih, Rebecca.

- Apa kau memerlukan yang lain? - Tidak.

Ini salinan laporan penyidikan sejauh ini.

Penculiknya memaksa mobil ke luar jalan, membunuh sopirnya...

- Lalu menculiknya. - Kenapa sopirnya dibunuh?

Itu pesan. Mereka tak akan segan membunuh sanderanya...

- Jika keinginan mereka tak dipenuhi. - Ya.

Belum ada permintaan tebusan. Bagaimana kita tahu itu penculikan?

Mereka mengirim pesan dia masih hidup pada keluarganya beberapa jam lalu.

Matanya tak ditutup. Itu tak bagus.

Penculiknya tak peduli jika dia melihat sesuatu.

- Pemikiran bagus, Bert. - Apa masalahmu?

Tak ada masalah.

Rigsby benar. Ini mulai terlihat seperti penculikan Haymer.

Kita pastikan itu tak akan terjadi. Aku harus ke keluarga Westlake.

Aku ikut jika kau tak keberatan. Aku ingin menanyakan soal mayat itu.

- Mungkin ada kaitannya. - Baik.

Selidiki kasus Haymer, hubungi keluarga, siapkan wawancara.

Aku ingin meninggalkan Hicks di sini untuk bekerja sama dengan timmu.

- Apa kau keberatan? - Tidak.

- Buat mereka tetap jujur. - Apa katamu?

- Bisa jelaskan itu, Sam? - Tidak. Mereka timnya Jane.

- Mereka perlu diawasi. - Menurutku mereka timku.

Terserah kau. Aku tak mau mereka lakukan aksi murahan di belakangku.

Kami akan mengatur aksi yang mahal jika kau tak suka yang murahan.

Aku mengerti keberatanmu, Agen Bosco. Tak masalah.

Selamat bergabung, Agen Hicks. Kita akan bersikap sopan. Ayo.

Ayo kita mulai.

Kediaman Keluarga Westlake, Marin County, California

- Ini Verona Westlake, kakak Mia. - Apa kau juga dari CBI?

Aku Agen Lisbon, ini Patrick Jane.

- Ini suamiku Duncan Weaver. - Agen CBI lagi?

Dari mana kalian? Aku tak pernah dengar kalian dua hari lalu.

Kau juga. Rumah yang bagus. Kalian pasti kaya.

- Dari mana asal uang kalian? - Kakekku. Minyak, perkayuan.

Kukira kalian orang kaya baru, karena dekorasi rumahnya...

- Kau mulai dengan omongan ini? - Apa?

Aku Belinda Sandborne, pengacara Verona.

Aku harus ada di setiap pembicaraan kalian dengan Verona atau Duncan.

Tak masalah. Apa ada anggota keluarga lain yang harus kami ajak bicara?

Hanya ada aku.

Orang tua kami sudah meninggal.

Mia yang paling dewasa dan mandiri.

Akulah yang kacau. Sayang sekali, bukan?

- Mereka menculik orang yang salah. - Kau baik-baik saja.

Dengar pria bersenjata itu, Sayang.

Kalian menyelidiki kasus yang terkait?

Penculikan lain yang mungkin dilakukan oleh pelaku yang sama.

Bagaimana korban penculikan itu? Apa dia kembali dengan selamat?

Tidak. Dia dibunuh.

Namanya Colin Haymer. Ini fotonya. Dia dari Pacific Heights.

- Kalian mengenalnya? - Tidak. Kau, Sayang?

Tidak, maaf.

- Tak dengar namanya sekali pun? - Kurasa tidak.

Dia bekerja di Straf Investments saat diculik.

- Pernah terlibat dengan mereka? - Straf?

- Belinda? - Tidak. Akan kuperiksa catatannya.

Maaf, aku tak begitu membantu. Aku mencoba...

- Lihat yang kutemukan. - Astaga.

- Levi, sedang apa kau di sini? - Dia anakmu?

- Ya. Mana Ny. Kent? - Ny. Kent!

Dia baik-baik saja. Dia agak bau, tapi selain itu, dia lucu.

- Maaf. - Ny. Kent, jaga di kamarnya.

- Kita sudah membahas ini. - Baik, Nyonya.

- Bos, ada permintaan tebusan. - Astaga.

- Permisi. - Maaf.

Apa bentuk pesannya? Apa berupa pesan teks?

- Melalui lampiran video di surel. - Bisakah kau dapatkan alamat IP-nya?

Sedang kucoba tapi mereka memakai beberapa server.

Butuh waktu berhari-hari.

Kau mau aku membaca ini?

Baiklah.

Namaku Mia Westlake.

Aku tak terluka dan diperlakukan dengan baik.

Jika ingin aku selamat, kalian harus bayar 3,75 juta dolar...

Dalam pecahan kecil dan nomor seri acak.

Uang ini harus siap pukul 18.00 malam ini.

Kalian akan diberi instruksi apa yang harus dilakukan.

Jika kalian gagal melakukannya, maka akibatnya...

Aku akan dieksekusi.

Segala halangan akan membuatku dieksekusi.

Verona, jika kau lihat rekaman ini...

- Lihat tato orang itu? - Ya.

Itu seperti mafia Meksiko.

Kini kita tak akan dapat apa-apa dari keluarga Westlake. Ayo pergi.

Uang 3,75 juta, tidakkah menurutmu angkanya terlalu spesifik?

Mungkin penculiknya sudah mengawasi rekening bank keluarga Westlake.

Aku akan bicara pada Bosco tentang itu, lalu kita pergi.

Baiklah, santai saja.

- Maaf, kami menginginkan privasi. - Aku mengerti itu.

- Apa isi sakumu? - Bukan urusanmu.

Kau terus menepuknya.

Terus-menerus menepuknya.

Apa pun isinya, kau sangat gugup tentang itu.

Kusimpulkan itu ilegal. Tebakan terbaikku adalah...

Narkoba. Kau punya lemon?

- Aku akan cari atasanmu. - Baik.

Sekalian bilang soal narkoba di saku atasmu.

Jika perlu aku, aku di sini bicara dengan istrimu.

Pergilah, aku hanya ingin sendirian.

Itu yang kita mau, tapi tak ada yang mendapatkannya.

- Jadi, tak ada lemon? - Tidak! Kurasa tak ada!

Aku merasa...

Lupakan saja.

Adikmu memerlukanmu di sini sekarang.

Senyaman apa pun dalam pengaruh narkotika...

Yang dengan baik hati disediakan suamimu...

Sebaiknya jangan konsumsi itu.

Apa pun yang kulakukan tak akan membantunya.

- Mungkin kau benar. - Lalu apa gunanya?

Yang bisa kau lakukan sangatlah tidak relevan.

Jika kau tak ada saat ini...

Kau akan menyesalinya seumur hidupmu yang akan terasa sangat menderita.

Itu saja.

Sampai nanti.

- Sedang apa kau tadi di dalam? - Mengambil kudapan, minuman ringan.

- Kenapa aku tak percaya? - Apa ini? Ini bukti kebenaranku.

- Saatnya pergi. - Aku akan tetap di sini.

Aku tahu ini tentang apa. Bosco dapat arsip Red John.

Kau merasa bisa dapat sesuatu jika lebih lama di sini.

- Itu agak kasar. - Kau buang-buang waktu.

- Bosco tak akan mau. - Apa? Aku tak akan apa?

Aku suka cara kerjamu. Aku ingin bekerja dengan timmu...

- Untuk membahas detail penculikan. - Benarkah?

Aku lebih ahli menyelidiki korban penculikan yang hidup...

- Daripada mayat kaku. - Memangnya aku peduli keahlianmu?

Lisbon, kau bilang bisa mengendalikan dia.

- Tolong aku, bawa dia pergi. - Jangan bicara begitu padaku.

- Itu sangat tak sopan. - Diam!

Minneli memberi perintah dengan jelas.

Aku tak peduli.

More Indonesian subtitles for The Mentalist

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left