The first 200 lines.
Saat Ajaran Dharma musnah,
Anantarika Karma mengacaukan dunia,
jalan Iblis menjadi lazim.
Rakkhasa menguasai hati manusia,
tidak ada belas kasihan dan hanya ada kebencian.
Seluruh makhluk hidup jatuh dalam api penyucian yang beku,
selamanya tidak ada langit siang.
Di tengah kekacauan, ada pahlawan muda
berjuang menangkap semua penjahat.
Menaklukkan monster dan iblis.
Biksu sialan.
Beraninya kamu melawanku.
Sejak Kuil Shaolin didirikan, Dharma disebarkan untuk menyelamatkan dunia.
Menunjukkan seni bela diri dan menaklukkan iblis.
Rakkhasa ini terbentuk
dari pikiran jahat di dunia.
Mengandalkan cara yang biasa
sama sekali tidak bisa dikalahkan.
Untung saja Guru Dharma
telah meninggalkan sebuah Tongkat Naga Buddha.
kepada Kuil Shaolin kami.
Murid harus ingat baik-baik.
Naga asli muncul,
iblis akan musnah.
Murid,
sudah harus pergi menyelamatkan rakyat jelata di dunia.
Cepat bangun.
Gawat!
Ada monster jahat yang lahir.
Rakkhasa?
Rakkhasa?
Era Dharma akan berakhir,
pikiran jahat semua makhluk hidup merajalela.
Iblis menjadi kuat, Dharma melemah.
Bencana besar sudah dekat.
Untung saja,
Guru Dharma meninggalkan bantuan untukku.
Selama ada Tongkat Kepala Naga, monster akan bisa disegel.
Benda apa yang kucari?
Apa yang tadi kucari?
Mengantuk.
Tidur sebentar.
Murid,
kamu masih tidur?
Akan terjadi insiden besar di Kota Kerajaan.
Kota Kerajaan ini sangat mengesankan.
Kamu adalah pengusir iblis yang kupekerjakan dengan harga mahal.
Sudah sampai di Kediaman Guru Kerajaan.
Jangan membuatku malu.
Tuan,
halaman sebesar ini bahkan tidak ada satu pun sosok manusia?
Apa benar-benar diganggu roh jahat?
Katanya Guru Kerajaan melatih keabadian hingga dari iblis.
Menurutku sepertinya sudah gila.
Nanti
kamu berikan dia obat agar mati setelah memakannya.
Aku ingin makan manusia.
Aku ingin makan manusia.
Mana ada roh jahat?
Sudah tidur begitu lama,
Guru Kerajaan hanya lapar saja.
Tunggu sebentar, akan kutangkapkan manusia hidup.
Aduh.
Tolong.
Tolong.
Roh jahat ingin membunuh.
Siapa kamu?
Cepat keluar.
Hati manusia di dunia ini jahat.
Untuk apa kamu bertahan?
Kamu Guru Kerajaan yang terhormat,
tapi lebih memilih untuk menyiksa diri.
Selama kamu menanam pohon iblis,
aku akan terlahir ke dunia
dan membuatmu hidup abadi.
Lalu bukankah aku
sudah bisa selamanya menjadi dewa?
Ini, makanlah.
Setelah makan tidak akan takut lagi.
Kamu Guru Kerajaan, kan?
Halo.
Pagi-pagi begini sudah keluar untuk berjalan-jalan?
Kamu baru sembuh dari sakit keras, akan kubuatkan makanan yang lembek.
Tunggu aku sebentar.
Kakek, tolong aku.
Sangat menakutkan.
Kalau aku tidak salah lihat,
kamu siluman tikus, kan?
Kakek benar.
Seluruh siluman di dunia itu satu keluarga.
Sebenarnya aku hanya tikus jalanan.
Kakak, tolong ke depannya kamu lebih banyak membimbingku.
Ini kenapa lagi?
Mulai lagi?
Biksu juga manusia,
kenapa tidak boleh menikah?
Harus masuk akal dalam bertindak.
Sudah, sudah.
Ini tidak mudah.
Kalian semua dari keluarga ibuku yang melihatku tumbuh dewasa.
Paling aku akan minta maaf pada kalian.
Anggap saja hal ini tidak pernah terjadi.
Kenapa kamu diam saja?
Apa kamu ingin menentang pernikahan ini?
Ampuni aku, Pendekar Wanita!
Setelah melewati jembatan ini
adalah tempat cinta pertamaku.
Shaolin,
aku sudah kembali.
Perempuan ini kelihatannya familier.
Monster betina datang!
Cepat lari!
Seperti yang dikatakan tinju dan tendangan tidak punya mata.
Hei, Gemuk.
Kamu tahu seberapa kejamnya aku.
Katakan, di mana kakak seperguruan kalian?
Kakak seperguruan sedang menyelamatkan makhluk hidup.
Siluman!
Ah, naik ke atas surga!
Buddha berkata
kamu dan aku adalah orang biasa yang melalui digodok bertahun-tahun.
Tanpa sengaja memungut benih takdir
hingga akhirnya kamu dan aku bertemu.
Sedang apa?
Sedang apa kamu?
Aku yang harusnya cium.
Aku juga sudah bayar, aku juga harus cium.
Bangun, bangun.
Mana ada bagian kalian?
Paman Guru. Tolong aku, Paman Guru.
Aku datang!
Waktunya makan.
Tahu marinasi, mimpi pun aku ingin makan ini.
Shangguan Lingsu?
Hui Hai, ternyata kamu.
Aku memikirkan berbagai kemungkinan pertemuan kita.
Tak kusangka akan jatuh dari langit.
Sudah sepuluh tahun.
Bagaimana kabarmu?
Aku...
aku lumayan baik.
Biasanya juga hanya merampok rumah,
menindas yang lemah.
Terkadang membakar toko orang.
Sudah, jangan bicarakan itu.
Janji pertemuan sepuluh tahun telah ditepati.
Apa pernikahan kita sudah harus dilakukan?
Saat itu di depan Buddha,
kamu yang mencuri cium aku.
Wanita di bawah gunung semuanya harimau.
Aku menolak tegas.
Tapi katamu
tidak akan menikah selain denganku.
Masalah pernikahan
tidak boleh dianggap sepele.
Adik kecil,
lumayan kuat.
Sangat bersemangat, ya?
Akan kuberi pelajaran padamu.
Monster betina!
Di Kuil Buddha
kenapa kamu membuat keributan?
Tadi aku tidak hati-hati
hingga ditindas oleh bocah sialan seperti kalian.
Harimau tidak menunjukkan kekuatan,
kamu anggap aku kucing sakit?
Kepala Biara adalah pamanku sendiri.
Siapa yang kutakuti?
Meski aku mati,
aku tidak akan memberitahumu di mana kakak seperguruanku berada.
Bagaimana dengan ini?
Hui Hai,
kamu keluar.
Kenapa kamu menerobos masuk tanpa rasa takut?
Aku tumbuh dewasa di Kuil Shaolin.
Kalian para biksu tidak tahan melihat wanita menangis.
Kalian melihat Hui Hai?
Tidak kenal ya?
Aku Su.
Su?
Apa yang kamu lihat?
Apa yang bagus untuk dilihat?
Langit ingin turun hujan, aku ingin menikah.
Baca saja mantera kalian.
Hui Hai, di mana kamu sebenarnya?
Kita berpencar.
Hui Hai.
Hui Hai. Minggir. Kamu berhenti.
Kamu tidak melihatku.
Hui Hai.
Hui Hai, kamu berhenti.
Itu benar Su.
Sudah, sudah, ini akan sulit.
Kamu kira berpakaian begini,
aku tidak bisa mengenalimu lagi?
Sudah lama tidak ada perasaan berdebar-debar seperti ini.
Di mana Hui Hai?
Kakak Seperguruan,
di mana kamu?
Kita bicarakan nanti, sembunyi dulu.
No comments yet. Be the first to leave one.