The first 186 lines.
=Dunia Terkeren=
=Episode 3=
Kenapa, Kak Qian?
Sakit perut.
Asisten Kak Qian!
Sudah datang!
Sini, cepat!
Kak Qian sakit perut.
Kenapa, Kak?
Berhenti dulu. Istirahat sebentar.
Sakit perut.
Mau minum air?
Tak ingin.
Nanti kusiapkan air panas untukmu.
Berapa banyak lagi syuting promosi ini?
Tadi aku sudah membicarakannya.
Dua set model lagi, seharusnya sudah berakhir.
Dua set lagi?
Apa yang terjadi?
Aku paling benci ditambah tiba-tiba.
Aku sakit perut.
Aku... Aku tahu, Kak.
Sulit sekali menjadi artis.
Itu... Tadi Anda bilang ingin makan sushi.
Sudah kubeli.
Ayo ke ruang istirahat atas dan makan.
Ayo menemui seorang produsen lagi.
Produser apa?
Produser acara promosi ini.
Dia bilang ada beberapa hal yang harus dicocokkan dengan Anda.
Aku sudah memberi tahu Kak Yue.
Dia bilang Anda harus menemuinya.
Di sana, lantai atas.
Kak, banyak sekali orang di bawah.
Ayo makan di atas.
Aku sudah membuka pendingin udara.
Kak.
Di atas.
Tempat itu sangat nyaman.
Kak.
Direktur Lu.
Halo.
Aku adalah produser acara baru Zimeihao.
Namaku Lu Mang.
Halo, Pak Lu, maaf membuatmu lama menunggu.
Silakan duduk.
Baik.
Aku baru istirahat syuting.
Belum makan.
Memang acara ini agak mendesak.
Anda sudah bekerja keras.
Makanlah dulu.
Terima kasih, Pak Lu.
Jika aku tak makan, perutku tak akan bisa tahan.
Tak masalah, makanlah dulu.
Katakanlah.
Acara kami ini dibuat sesuai dengan Anda.
Jadi, aku berharap untuk mendengarkan pendapatmu.
Bagaimana mengatakannya?
Aku sudah membaca proposal kalian.
Aku merasa sepertinya tak terlalu cocok denganku.
Bukan isinya tak bagus.
Hanya saja, sepertinya tak terlalu cocok dengan karakterku.
Menurut Anda?
Anda merasa acara ini tak terlalu cocok dengan Anda?
Aku merasa penggemarku...
...pasti ingin melihat sisiku yang cantik, lucu, dan menawan.
Siapa yang ingin melihat sisi asliku setelah menghapus riasan?
Menurutku, hal yang sangat dalam ini, seharusnya diberikan kepada...
...orang yang lelah bekerja seharian, dan mencari hiburan setelah pulang.
Intinya, aku tak terlalu suka dengan proyek ini.
Ada satu kemungkinan lagi.
Kecuali kalian bersedia memperbaiki proposal untukku.
Kak Jiang.
Kak Qian.
Itu...
Sebenarnya, menurutku, penerimaan warganet sekarang cukup besar.
Sungguh.
Selain itu, biasanya aku juga suka membuka komentar.
Lalu, aku menyadari banyak sekali anak kelahiran 2000 ke bawah...
...berbicara dengan sangat tajam.
Serius.
Sepertinya kini mereka cukup benci dengan kebohongan.
Aku merasa pandangan proposal kami cukup sesuai zaman.
Jika melakukannya dengan baik, mungkin akan terkenal.
Ini adalah acara kalian sendiri.
Tentu kau berkata seperti ini.
Menurutku, aku memahami penggemarku.
Mereka pasti tak akan menyukai proyek ini.
Aku juga mepertimbangkan untuk kalian.
Anda mempertimbangkan dengan sangat cermat.
Namun, presentasi proposal kadang juga dibatasi oleh kata-kata.
Kami memiliki data dukungan.
Aku juga sudah berpikir untuk waktu yang sangat lama,...
...baru pada akhirnya memutuskan untuk menyajikan acara dengan cara ini.
Aku merasa ini mungkin adalah terobosan Anda.
Aku ingin memperkenalkan acara ini dari sudut pandangku secara lisan.
Bagus sekali.
Aku selalu menginginkan kesempatan ini,...
...agar ahli memberitahukan pengetahuan bidang ini.
Sayangnya, waktu syutingku segera tiba.
Bagaimana jika kita bicarakan lagi setelah aku selesai bekerja?
Kak.
Sepertinya di luar belum mulai bekerja.
Tak perlu memperbaiki riasan?
Oh ya, Pak Lu.
Sampai jumpa.
Qian Qian!
Kak Yue.
Aku baru kembali.
Bagaimana?
Sudah berbicara dengan produser?
Sudah.
Tidak menarik.
Apakah orang di atas itu benar-benar perancang acara?
Kenapa seperti pembawa acara?
Permintaan seninya begitu tinggi.
Kenapa tak membuat film dokumenter?
Sudah, jangan bahas lagi.
Penata rias.
Sudah datang.
Perbaiki riasan.
Berhenti bekerja!
Semua telah bekerja keras!
Telah bekerja keras!
Kak Yue, tunggu di mobil.
Aku ke toilet dulu.
Baiklah.
Kak Jiang!
Kak Qian.
Anda belum bisa pergi.
Direktur Lu menunggumu di ruang rias.
- Aku lelah, tak mau membahasnya lagi. - Kak.
Tunggulah sebentar.
Itu...
Direktur Lu sudah menunggumu seharian.
Barusan aku lihat, dia masih di ruang rias.
Aku tak ingin berbicara dengannya lagi.
Bukan.
Aku merasa, berikanlah dia sedikit rasa hormat.
Susah sekali bagi penulis naskah mana pun.
Karena kau sudah setuju, pasti ada waktu beberapa menit, 'kan?
Nona Jiang.
Maaf, Nona Jiang.
Staf kami membuat beberapa kesalahan.
Beberapa sampul penting belum dipotret.
Maka, mengganggu Anda beberapa menit lagi.
Benar-benar maaf.
Apakah tidak salah?
Tak mau foto!
Namun,...
Ada apa?
Aku juga datang untuk bekerja.
Aku sudah dua hari...
...datang ke gudang kumuh kalian dan bekerja sama.
Syuting lagi sesuka hati.
Menambah waktu sesuka hati.
Siapa di sini yang menghormatiku?
- Bagaimana? - Konyol.
Pemimpin kami tak di sini.
Kami minta Nona Jiang untuk bekerja sama.
Konyol.
Namun, masalah ini...
Apa yang terjadi?
Apakah sudah puas lihat?
Tadi aku tak mengenalmu.
Kenapa kau lebih kurus lagi?
Aku tahu, hari ini kau syuting video promosi.
Jadi, aku datang melihatmu.
Awalnya, aku ingin melihat layar sutradara dulu.
Katanya, terjadi masalah di sini.
Siapa membuatmu marah?
Dia adalah siswa magang.
Besok akan ditransfer.
Mari kita selesaikan syutingnya.
Aku akan mentraktirmu makan dan minum bir, bagaimana?
- Berapa foto lagi yang belum diambil? - Tiga set.
Apakah mau ganti baju?
Perlu.
Cepat perlihatkan bagaimana dirimu saat di depan kamera.
Aku sedang mencari beberapa orang baru untuk dijadikan juru bicara.
Ayo.
Pergi ganti baju.
Tak ada yang melindungi staf sendiri seperti ini.
Buat dia minta maaf padaku.
Ada apa ini?
No comments yet. Be the first to leave one.