The first 200 lines.
Ada 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10,
11, 12, 13. Ada 15 kamera.
"Hee Ae menghitung kamera"
Kameranya banyak sekali.
Apa kamu menikmati makananmu?
- Ya. Apa kamu sudah makan? - Sudah.
Kamu sangat modis.
- Siapa? Aku? - Ya.
Aku tidak modis.
- Celanamu sangat modis. - Apa?
Aku harus memakai celana cutbray.
Jang Hoon, kenapa kamu menatapku? Kamu
- seharusnya tidak menatapku. - Aku tidak menatap.
Kurasa kamu suka Jang Hoon.
Sepertinya kamu lebih mengaguminya.
Dia sudah kuanggap putraku.
- Ya. - Tentu saja.
Aku ingat menontonmu di sebuah drama lawas...
Drama apa?
Karena sudah tua, aku tidak bisa ingat dengan jelas.
Aku menonton semua episodenya.
- Dramanya tentang cinta. - Apa Hee Ae membintanginya?
- Aku suka kamu memerankan - Aku sangat suka drama itu.
setiap tokoh dengan sangat tulus.
- Terima kasih. - Dia tampak sangat cerdas.
- Aktingnya sangat bagus. - Dia
- penuh semangat. - Hee Ae...
Kami senang sekali saat melihatmu.
- Kamu tampak sangat cerdas. - Ceritanya tentang cinta
antara seorang pria dan wanita.
Aku tidak seperti itu dalam kehidupan nyata,
tapi aku cenderung memerankan tokoh-tokoh itu.
Kalian lihat bagaimana cara bicaranya sangat baik.
- Dia tampak lembut. - Aku harus lakukan tugasku di sini.
Dia meminta suami kalian agar tidak bersikap kasar.
Ya. Itu membuatku sangat senang.
- Aku bersimpati pada kalian. - Kamu terdengar sangat tegas.
- Semua pria itu sama. - Teruslah bicara.
- Ya. - Semua keluarga punya masalah itu.
Dia akan berubah sekarang.
Pria tidak mendengarkan istri mereka. Sama seperti suamiku.
- Semua pria seperti itu. - Bahkan saat dia jelas salah pun,
- karena dia merasa malu, - Dia merasa malu.
dia berteriak dengan lantang.
Orang bilang ikatan lebih buruk daripada cinta.
Kita tinggal bersama karena ikatan.
Kurasa kamu benar.
Seperti teman.
- Ya. - Pasangan harus seperti teman.
Satu-satunya teman yang tidur seranjang bersamamu
- Benar. Teman. - adalah pasanganmu. Siapa lagi?
Aku paling nyaman bersama suamiku.
Dia sahabatku.
Tentu. Hee Ae sudah bersama suaminya selama 20 tahun sekarang.
Kalian harus hidup
- sebagai teman. - Bertemanlah mulai sekarang.
Kami juga cukup sering bertengkar.
Suatu hari, aku memikirkannya dan menyadari
bahwa kami bertengkar karena hidup bersama.
Bukan berarti salah satu dari kami orang yang rumit.
- Memang itu lumrah terjadi. - Ya.
Kurasa itulah arti dari hidup bersama.
Ya. Jika aku memikirkan bahwa kami mengarungi ini bersama,
bahkan terkadang saat aku membencinya,
aku jadi lebih memaafkan. Waktu kami bersama cukup singkat,
jadi, aku melupakan soal itu.
Saat kamu di rumah
dan memasak untuk suamimu
serta untuk anak-anakmu,
apa ada yang mengeluh soal masakanmu?
Putra sulungku agak pemilih soal makanan.
Dia... Saat aku memasak makanan yang dia sukai,
dia tidak mengeluh.
Tapi itu tidak terjadi setiap hari.
- Lalu apa yang kamu lakukan? - Itu tidak bisa terus kulakukan.
- Apa yang kulakukan? - Ya.
Anggap saja dia tidak ingin memakan masakanmu.
Maka aku tidak akan memberinya makanan.
- Bagus. - Tidak kuberikan.
- Aku menunggu sampai dia lapar. - Baiklah.
Jika makanan sudah kusiapkan sebelumnya, aku merasa kesal.
- Kamu bijaksana. - Jadi, aku menunggu.
Saat dia bilang dia lapar, maka aku menyiapkannya makanan.
Lalu dia berterima kasih.
Tentu. Dia akan makan dengan lahap.
- Dia hebat. - Dia ibu yang bijaksana.
- Kudengar itu sulit. - Dia bijaksana.
- Tentu. - Setiap pagi biasanya sulit.
Kita seharusnya senang saat makan di meja makan.
Tapi dia akan marah dan aku akan mengomel menyuruhnya makan.
Sungguh memusingkan memaksa dia makan.
Jadi, kuputuskan untuk menghentikan siklus yang buruk itu.
Aku menyuruh mereka menyiapkan sarapan mereka sendiri.
Ada roti, nasi, dan lauk tambahan.
Aku juga berkata akan menyiapkan sarapan untuk yang ingin.
Aku melakukan itu.
Bukan berarti aku layak dihukum.
Sulit sekali berdebat dengan anak laki-laki karena makanan.
Ya.
- Itulah yang terjadi. - Para ibu...
Semua ibu sama, bukan?
Ya. Melihat anak kita makan membuat kita sangat bahagia.
Kita melakukan apa pun demi anak kita.
Omong-omong, kudengar kamu pun dahulu
adalah putri yang nakal bagi orang tuamu.
- Saat dia masih pelajar? - Ya, benar
Itu...
Sungguh?
Jika diingat lagi,
aku merasa masih seperti itu.
Kalian pasti tahu.
Menjadi seorang aktris, aku selalu tampil di TV.
Aku selalu ditonton banyak orang.
Itu membuatku cemas sebagai orang tua.
Ya.
Bahkan sekarang pun,
orang mungkin menjelek-jelekkanku di depan mereka.
Terkadang mereka mendengar hal buruk.
Mereka pasti senantiasa merasa cemas.
- Ya, mereka akan cemas. - Karena aku seorang figur publik,
mereka terbebani oleh itu.
Tapi kamu pasti populer saat masih sekolah.
Anak laki-laki pasti mengejarmu.
Kamu pasti dikenal karena cantik.
"Ragu-ragu mengakui"
- Aku... - Jujur saja.
Saat muda, kurasa aku cantik.
Jadi, aku merasa bangga saat berjalan.
Maaf. Astaga.
- Tapi itu wajar. - Tentu saja.
Aku cantik saat muda.
- Apa? - Kamu masih cantik.
Tidak. Karena berpikir aku cantik,
aku sangat angkuh.
Tapi saat aku mulai bekerja,
aku sadar semua orang cantik.
Semua berwajah kecil.
Karena itu aku jadi rendah hati.
Saat kamu muda,
apa hal terburuk
- Hal terburuk. - yang kamu lakukan pada orang tua?
Hal terburuk yang kulakukan?
Saat aku memberi tahu orang tuaku bahwa aku ingin menjadi aktris,
karena ayahku hanya bekerja sebentar
di industri ini saat aku muda,
ayahku menentang ide itu.
Tapi pencapaianku bagus. Bukankah itu membuat mereka senang?
Kamu memikirkan itu sekarang.
Aku menemukan jalanku lebih awal.
Bukankah itu bagus?
- Aku yakin mereka senang. - Awalnya mereka menentangnya.
Aku juga benci Gun Mo menjadi penyanyi.
- Itu sangat berat. - Aku pikir industri ini
adalah dunia yang tidak stabil.
Jika tidak sukses,
maka kita menjadi berandalan.
Kami sangat menentang keras soal itu.
Kami juga memukul dia.
Tapi mereka tidak menurut walau dipukul.
Hye Seon berkata kepada Jong Kook bahwa dia kurang bagus bernyanyi.
Tentu. Rasanya hampir mustahil menjadi sukses sebagai penyanyi.
Apa kamu menentangnya walau dia bernyanyi dengan bagus?
Aku tidak tahu dia berbakat.
Dia tidak tahu anaknya hebat.
Saat dia bernyanyi,
suaranya sangat serak.
Suaranya terlalu tipis.
Penyanyi pria biasanya memiliki suara yang bertenaga.
- Suara yang bertenaga. - Ya.
Tapi suaranya aneh.
Bukankah kamu terlalu kasar?
Biasanya para ibu memuji anak mereka hingga prestasi terkecil.
Jujur saja, suaranya aneh sekali.
Karena itu aku bilang kepadanya bahwa dia tidak akan sukses.
Kami menghentikan niatnya
dan mengusirnya dari rumah.
- Kalian mengusirnya? - Tentu saja.
Apa yang terjadi?
Dia pergi dan pulang setelah beberapa jam.
Dia bilang tidak akan membahas tentang menjadi penyanyi lagi.
Kami menyuruhnya menuliskan janji tertulis
dan mengizinkannya masuk ke rumah lagi.
Dia anak yang baik.
"Jong Kook anak yang baik"
"Antara Penganiayaan dan Sambutan Hangat".
- Di mana? - Itu sungguh tidak masalah?
- Dia pergi ke rumah ibunya. - Ya.
"Gun Mo dan Sang Ryeol pergi mengantarkan meja ke rumah Sun Mi"
Gun Mo mengajak Sang Ryeol untuk ikut bersamanya
karena Sun Mi pergi.
Dia tidak ada di dalam, bukan?
- Tidak ada. - Apa?
- Dia tidak ada. - Astaga.
Kenapa kamu sangat...
Hadiah ini...
Seharusnya kamu memberitahuku lebih dahulu.
"Dia menekan kode sandi"
"Dia menekan kode sandi dengan hati-hati dan masuk ke rumah"
Ayo kita taruh lalu pergi.
Siapa?
No comments yet. Be the first to leave one.