The first 196 lines.
SMP Teikou
Klub bola basket SMP Teikou.
Dalam catatan cemerlang prestasi mereka,
terdapat lima pemain berbakat yang kehebatannya hanya bisa ditemukan setiap sepuluh tahun sekali,
yaitu "Kiseki no Sedai".
Ryota Kise.
Shintaro Midorima.
Daiki Aomine.
Atsushi Murasakibara.
Seijuro Akashi.
Dan yang jadi ancaman bagi mereka, SMA Seirin.
Dengan bayangan dan cahayanya.
pukul berapa sekarang? mari bergegas
what time is it? dassou
karena sepertinya kita terlalu santai
mattarishi sugitenda
tepuk tanganmu tanpa ragu
kassai nomi kuraou
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
somebody punky funky love, whoo!
ZainuddinAri
mempersembahkan
'kan kuciptakan berbagai irama cinta
I can makin' many love sensation
walau dengan getaran yang tak sempurna ini
fukanzen na vibration
bersyukurlah atas cinta yang sederhana
otegaruna renai ni kansha
dan lepaskan kecemburuan yang sakiti hati
mushizu ga zenryoku shissou
let's go!
let's go!
kebohongan hanya 'kan sebabkan kepiluan
makka na uso mo massao
apa yang sebaiknya kulakukan dalam keseharian ini?
whatcha' gonna do na hibi wo tell me why?
let's go!
let's go!
langit memang sewajarnya berwarna pilu
massao na sora wa mattou
ingin selalu kuulangi kesalahan yang sama
shippai kurikaeshitai ne
seumur hidupku hanya diisi dengan keragu-raguan
pinkiri no jinsei my life enryo gachi
namun permulaan yang sebenarnya kuinginkan
oshiteshirubeshi pin no kaikan
adalah permulaan yang murni
junsui na style
gapailah puncak, di dunia tanpa belas kasihan ini
teppen toraji yo wa tsune ni mujyou
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
tentukan baik dan buruknya masa depan dengan tanganmu sendiri
mirai no yoshi ashi wa onore de kimero
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
jangan biarkan kemenangan alihkan tujuanmu
shoppai ecstasy wakime mo furan
takkan kubiarkan dirimu tersakiti lebih dari ini
kokora de ikkai kizutsukete
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
wahai orang yang kukasihi
aishite jibun wo
Kaulah yang seharusnya menyingkir!
Shintaro, kau memang kuat.
Tapi, kau akan kalah.
Bahkan kalian pun, takkan sanggup menentangku.
Takkan kumaafkan orang-orang yang menentangku,
kalau mereka berani memandangku dari atas.
Menyerahkannya pada Kalian
Quarter 56
Mereka belum menyerah?
Ya. Saat ini,
dia sedang coba lakukan sesuatu.
Kalau ingin mengejar sekarang, mereka butuh three point dari Midorima.
Tapi, selama Akashi menjaganya, bagaimanapun juga itu mustahil!
Batas waktu pegang bolanya sisa sepuluh detik. Apa mereka sudah tak bisa menyerang lagi?
Salah satunya itu. Tapi, yang lebih penting lagi, apa yang akan mereka lakukan sekarang, mungkin sangat berisiko.
Apa maksudmu?
Shuutoku
Rakuzan
Dilihat dari waktu dan selisih angkanya, satu kesalahan pun bisa berakibat kekalahan.
Rasa cemas dan keraguan dapat akibatkan kesalahan.
Artinya mereka baru akan bergerak, saat tekad mereka sudah bulat.
Hoi, Shintaro Midorima!
Yo! Namaku Kazunari Takao. Kau mau masuk ke klub basket, 'kan?
Aku juga. Salam kenal!
Dari mana kau tahu namaku?
Yang sedikit justru pemain basket yang tak tahu namamu, 'kan!
Eh, apa itu?
Benda keberuntungan menurut ramalan Oha-asa hari ini.
Tempat selotip.
Apa-apaan itu?
Apanya yang lucu?
Habisnya, memang lucu, 'kan? Benda keberuntunganmu selotip?
Selain itu, agak telat sih, tapi, cara bicaramu aneh!
Lucu banget, tahu!
Tipe orang yang blakblakan.
Kesan pertamaku terhadap Takao sama sekali tak baik.
Oke! Berikutnya, shuttle run!
Baik!
Lari, lari, lari!
Hoi, yang di situ, kau ketinggalan! Pastikan ujung sepatumu menyentuh lantai!
Latihan di Shuutoku sama beratnya dengan di Teikou, malah bisa dibilang lebih berat lagi.
Formulir Pengunduran Diri
Mereka yang bahkan telah memoles kemampuannya sejak SMP, setiap hari mundur secara satu per satu.
Pada akhirnya, tak ada satu pun anak kelas satu yang tetap tinggal untuk latihan tambahan.
Apanya yang lucu?
Tidak, biar sudah dilihat berkali-kali pun, masih saja luar biasa. Selain itu...
Shot-mu itu, tinggi banget.
Berisik. Jangan menggangguku.
Ah, maaf, maaf. Tapi, aku tak berniat mengganggumu, kok.
Selain itu, apa yang sebenarnya kaurencanakan?
Eh?
Belakangan ini, saat aku pulang larut, kau selalu masih di sini.
Dan saat latihan, sepertinya kau selalu cari kesempatan untuk bersaing denganku.
Apa kau punya dendam pribadi terhadapku?
Ya, begitulah.
Rupanya kau memang tak ingat siapa aku, ya.
Saat SMP, aku pernah bertanding satu kali dan kalah darimu.
Aku benar-benar frustrasi sampai tetap berlatih meski sudah mengundurkan diri.
Tapi, saat aku masuk SMA,
lawan yang seharusnya kukalahkan, muncul di depan mataku sebagai rekan satu tim.
Rasanya aku benar-benar ingin tertawa.
Tapi, sekarang sudah tak ada artinya lagi menganggapmu sebagai lawan.
Yang ada, aku ingin agar kau mengakuiku.
Mungkin karena itu kau mengira aku ingin bersaing denganmu.
Kenapa tak mengatakannya sejak awal?
Ha?
Kenapa kau tertawa?
Justru aku yang mau tanya! Kau ingin aku mengatakannya?
"Aku ingin diakui karena sebelumya pernah dikalahkan dengan telak olehmu"!
Culun banget!
Aku yakin kau tak bermaksud menghinaku, tapi, jangan mengakuiku dulu.
Aku hanya akan berlatih lebih banyak darimu. Aku hanya lakukan apa yang sudah kuputuskan.
Tak lama lagi, aku akan berimu operan yang bisa buatmu bengong. Ingatlah itu, Shin!
Jangan memanggilku dengan sebutan yang terlalu akrab begitu, Takao.
Ini adalah taruhan. Aku harus percaya pada rekan setimku lebih daripada diriku sendiri.
Hanya berusaha sekuat tenaga tidaklah cukup.
Tapi, aku sudah tak ragu lagi!
Di tim ini, tak ada satu pun pemain yang tak berusaha dengan sekuat tenaga!
Padahal belum pegang bola, tapi, dia sudah masuki postur untuk lakukan shot?
Mereka ini...
Apa yang dia lakukan?
Jangan-jangan...
Dia menangkap bola di tengah udara dan langsung lakukan three point?
Dia bisa lakukan hal seperti itu?
Bagus!
Berhasil!
Memang, kalau di ketinggian itu, bola takkan bisa direbut meski lawan bisa baca masa depan.
Tapi, bisa dibilang, level dari gerakan barusan sudah bukan hanya sulit lagi!
Midorima memang hebat karena berhasil masukkan bolanya, tapi, bukan hanya itu.
Bisa beri operan persis ke posisi Midorima berada...
Akurasi operannya benar-benar sulit dipercaya!
Rasanya, hal ini tak mungkin akan dilakukan oleh Midorimacchi yang sebelum ini.
Sebelumnya, Midorimacchi hanya akan lakukan shot yang sudah diyakininya pasti akan masuk.
Tapi, yang barusan itu...
Seakurat apa pun operan yang diterimanya, akurasi shot-nya pasti akan berkurang dari yang biasanya.
Sekalipun itu demi kalahkan Akashicchi.
Melakukan shot meski sadar bisa saja akan meleset,
mustahil dia akan melakukannya kalau tak sungguh-sungguh percaya pada rekan setimnya!
Rebound!
Dia ini! Masih bisa ambil rebound di akhir-akhir pertandingan! Staminanya patut dipuji!
Serangan cepat!
Masuk! Tiga kali berturut-turut!
Shuutoku mulai perkecil selisih dalam sekejap mata!
Shuutoku
Rakuzan
Meski gayanya berbeda, mereka itu mirip dengan kalian, ya.
Mereka benar-benar seperti cahaya dan bayangan Shuutoku.
Benar juga.
Tapi, bisa menangkap operan di tengah udara untuk lakukan three point...
Gerakan yang sangat mengagumkan.
Tapi, kenapa baru digunakan sekarang?
Kurasa sampai sekarang, permainan berlangsung seperti yang ada dalam skenario Midorima.
Saat masih di Teikou, Kiseki no Sedai dilarang untuk gunakan seluruh kemampuan mereka.
Karena kemampuan mereka terlalu hebat, tubuh mereka tak sanggup untuk menopangnya.
Meski saling tahu kemampuan masing-masing,
mereka tak pernah kerahkan seluruh kekuatan saat saling berhadapan.
Artinya, Midorima sendiri baru pertama kali rasakan Emperor Eye di sini.
Sehingga dia merasa takkan bisa menang kalau tak lakukan sesuatu.
Benar. Gerakan itu sangat ampuh dan efektif terhadap Akashi,
tapi, risiko kegagalannya, juga sangat tinggi.
Tapi, bukankah hal itu memang patut dipertaruhkan? Karena buktinya...
Akashi yang sebelumnya terlihat selalu tenang, akhirnya mengubah raut wajahnya.
Shuutoku masih belum mati. Pertandingan ini baru dimulai sekarang!
Kau melebihi perkiraanku, Shintaro. Memang beginilah seharusnya.
Percuma saja. Menyingkir!
Perintah dariku adalah hal yang mutlak.
Midorima!
Pantang Menyerah
Masih belum! Jangan menyerah! Terjatuh bukanlah hal yang memalukan!
Yang memalukan justru tak berdiri setelah terjatuh!
No comments yet. Be the first to leave one.