The first 200 lines.
Insiden yang terjadi di desa kita...
Pelakunya... Aku melihatnya.
Aku melihat kejahatan itu terjadi.
Itu kakakku.
"Sebelumnya"
Akhirnya kita tangkap bedebah ini. - Astaga.
Ko Mi Sook bukan pelakunya,
tapi saksi.
Pelakunya seorang pria,
dan satu-satunya orang yang melihat wajahnya adalah Ko Mi Sook.
Pak Yoon. - Yoo Bum Ryong?
Soon Ae!
Tidak.
Lee Soon Ae, sadarlah!
Soon Ae, ini bapak.
Ada yang meninggal lagi.
Kali ini seorang anak laki-laki.
Seorang anak laki-laki tiba-tiba meninggal di rumah kosong.
Jika tidak, Lee Soon Ae pasti sudah mati.
Jika bukan karena Bapak,
aku pasti sudah ditangkap oleh penjahat itu.
"Kedai Teh Bong Bong"
Sudah berapa lama ini ada di sini?
"Kedai Teh Bong Bong"
"Aku senang kamu sudah sadar. Sampai jumpa lagi"
"My Perfect Stranger, Episode 14, Bertemu Kamu Akan Membuatku Bahagia"
"Episode 14" Subtitle by VIU, Resync by surya_27895 for NEXT ver.
"Rumah Sakit Woojung"
Bedebah tidak tahu malu dan menjijikkan itu!
Beraninya kamu datang ke sini.
Beraninya kamu mengancam kami dengan catatan bodoh itu?
Seharusnya aku melihat wajahnya yang kurang ajar itu!
Tolong tenanglah. Masuklah. - Astaga.
Bedebah tidak tahu malu itu!
Yoon Young, masuklah.
Kamu harus ikut kami ke rumah kami untuk sementara.
Baiklah.
Si berengsek gila itu.
Bedebah itu berani muncul di sini.
Dia datang ke sini dan meninggalkan pesan ancaman.
Itu berarti dia tidak takut tertangkap.
Ini...
Begitukah menurutmu?
Bagiku, justru sebaliknya.
Pria ini sangat takut ketahuan.
Dia berusaha mengancamnya dengan catatan ini
agar Soon Ae tetap diam.
Ini kali pertama
dia gagal membunuh korbannya.
Fakta bahwa korban masih hidup telah mengejutkannya.
Namun, kenapa hanya ada dua detektif dalam kasus ini?
Apa? - Apa ada
kasus penting lain di desa ini daripada ini?
Kenapa hanya dua detektif yang datang saat kami melaporkan ini?
Itu...
Aku yakin polisi tidak mau menjadikan ini kasus besar
lagi.
Apa maksudmu hanya kami berdua yang akan pergi?
Kita butuh semua detektif yang ada. Mungkin itu masih belum cukup.
Pelakunya ada di rumah sakit.
Siapa bilang itu pelakunya?
Apa katamu? - Bagaimana jika sembarang pria
bermain-main dengan catatan itu?
Kenapa kamu langsung menyimpulkan bahwa itu pelakunya?
Jangan beri tahu warga. Pergilah dengan tenang.
Segera bawakan catatan itu kepadaku.
Aku yang akan memeriksanya. Mengerti?
"Berkas Kasus Penculikan Lee Soon Ae"
"Kedai Teh Bong Bong"
Mau bagaimana lagi? Dia terus mendesakku untuk menangkapnya.
Lupakan soal dipromosikan menjadi komisaris.
Dia bisa kehilangan pekerjaannya. Dia tidak bisa memberi waktu lagi.
Jadi, apa yang bisa kulakukan?
Karena kita sudah menahan Ko Min Soo,
dia harus menjadi pelakunya.
Jadi, Ko Min Soo membunuh Lee Ju Young dan Lee Kyung Ae.
Kalau begitu, pria lain bertanggung jawab atas insiden terakhir?
Benar.
Dengan begitu, setidaknya kita sudah menutup satu kasus.
Kita tidak menemukan bukti apa pun tentang Yoo Bum Ryong.
Namun, kita menemukan bukti pada gadis itu, Lee Soon Ae.
Kalimat yang sama dengan tulisan tangan yang sama.
"Wanita yang membaca itu berbahaya."
Benar. Ini akan masuk akal tanpa catatan itu.
Lalu catatan dari kamar rumah sakit hari ini...
Itu seharusnya tidak ada di sana.
"Selamat telah menjadi tuan rumah Olimpiade Seoul 1988"
Astaga. Terima kasih banyak sudah mengantar kami pulang.
Sama-sama.
Omong-omong, jangan beri tahu siapa pun
tentang kejadian malam ini.
Itu bisa mengganggu penyelidikan kami.
Kamu mengerti, bukan?
Tentu saja.
Aku hanya ingin kamu melakukan satu hal. Tangkap pelakunya.
Baiklah.
Kenapa kamu pergi?
Pelakunya bisa saja
salah satu orang yang datang hari ini.
Namun, kenapa kamu tidak bertanya kepadanya
siapa yang membesuknya hari ini?
Itu. Ada protokol terpisah.
Tunggu sebentar.
Berapa lama lagi kami harus menunggu?
Apa rencanamu untuk kasus ini?
Dia bahkan mendapat surat ancaman dari pelaku.
Kamu tidak mungkin hanya akan memulangkannya begini, bukan?
Aku akan ke kantor polisi dan memeriksanya.
"Festival Kembang Api Kelima Woojung-ri"
"Waktu Penyesuaian Layar"
Dari mana saja kamu semalaman? Kamu bilang akan segera kembali.
Aku harus mencari cara untuk bisa menghadapimu.
Mereka di dalam, bukan?
Ayo masuk dan bicara.
Berita?
Ya.
Kita bisa tahu apa yang terjadi kemarin di berita.
Aku berjalan mengelilingi desa
setelah meninggalkan rumah sakit kemarin.
Namun, warga dan polisi
terlalu tenang seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Keheningan ini tidak akan membuat Soon Ae aman.
Selain itu, pelakunya meninggalkan pesan ancaman kepada Soon Ae.
Namun, tidak ada polisi yang menjaga rumah kalian.
Kita harus melibatkan publik dalam kasus ini sebisa mungkin.
Polisi harus menyelidikinya dengan lebih agresif.
Jika polisi tidak mau,
kita harus memaksa mereka.
Aku yakin cara paling pasti agar mereka bekerja adalah lewat berita.
Jika kita mengungkap kasus ini kepada media,
polisi tidak punya pilihan selain mulai menyelidiki.
Begitu polisi mulai menyelidiki,
pelakunya akan berpikir dua kali sebelum mendekati Soon Ae.
Saat ini, ini satu-satunya cara untuk menangkap pelakunya
sambil menjaga Soon Ae tetap aman.
Namun...
Untuk melakukan itu,
Soon Ae harus masuk berita sendiri.
Untuk wawancara korban atau semacamnya.
Aku tahu apa yang kamu khawatirkan.
Kita harus memastikan
mereka tidak mengenali suara atau wajahnya.
Aku tahu reporter yang akan melakukan itu untuknya.
Aku memercayaimu, tentu saja. Namun...
Bahkan jika kita mengubah suaranya dan mengaburkan wajahnya,
pelakunya akan mengenalinya.
Karena ini melibatkan putriku,
keadaan bisa menjadi lebih berbahaya.
Sejujurnya, aku tidak bersedia melakukannya.
Aku tidak pernah
memasak untukmu, bukan?
Aku selalu ingin memasak untukmu.
Tidak banyak karena aku harus menyiapkannya dengan cepat,
tapi makanlah.
Makanlah, Sayang.
Baiklah.
Apa pun yang terjadi...
Bahkan jika
sesuatu yang menyedihkan terjadi kepada anakku,
aku harus memberi makan seluruh keluarga.
Begitulah perasaan seorang ibu.
Pak Yoon, kamu mungkin bukan putraku,
tapi aku tetap menganggapmu sebagai keluargaku.
Jika tidak,
bagaimana bisa kamu memedulikan kami,
memikirkan kami, mengkhawatirkan kami,
dan membantu kami selama ini?
Seperti katamu, itu bukan urusanmu.
Itu tidak mungkin urusanmu.
Jadi, jika kamu
merasa tampil di acara berita sepenting itu,
aku ingin memercayai ucapanmu.
Namun, apa kamu bisa
menjaga Soon Ae tetap aman?
Sayang.
Kamu tahu apa yang paling sering dikatakan polisi?
"Tenanglah. Diamlah."
Apa ada yang terselesaikan dengan tetap diam?
Jika kita diam saja karena takut,
lalu apa yang akan kita lakukan dengan Soon Ae?
Sampai kapan dia harus bersembunyi?
Aku ingin tampil di acara berita.
Aku juga ingin tampil di sana.
Bukan aku yang salah.
Orang yang seharusnya takut adalah
pelakunya, bukan aku.
Aku tahu ini pasti sulit bagimu,
tapi tolong lakukan dengan baik karena ini wawancara penting.
Fokuslah pada ibu dan putrinya.
Pak Kim. Perbaiki kemejamu. - Baiklah.
Pastikan untuk mengaburkan wajah mereka dengan benar,
dan mengubah suara mereka sepenuhnya.
Pemirsa harus penasaran dengan pelakunya, bukan korbannya.
Tentu saja.
Akan lebih baik jika kita bisa menunjukkannya secara langsung.
Polisi pasti mengambil kotak korek api
dan catatan di dalamnya, bukan?
Ya, kami menyerahkan semuanya.
Baiklah, kalau begitu.
Kita akan memulai syuting apa adanya.
No comments yet. Be the first to leave one.