The first 200 lines.
"City Girls on the Climb"
"Kali ini, mereka berkumpul untuk dimabukkan gunung"
"Tujuan pertama City Girls on the Climb"
"Ayo"
"Mereka mulai dengan semangat"
"Lihat air yang membeku di bawah"
"Bahkan udara dingin yang membekukan Gunung Taebaek"
"Tidak bisa menghentikan mereka"
"Para anggota mengikuti perintah Kapten Han"
"Bertanggung jawab atas kegembiraan"
"Mereka mendaki bukit yang curam"
"Tinggalkan aku saja"
"Aku memercayai anggota kita, Sun Bin"
"Eun Ji menuntunnya"
"Eun Ji dan Seon Hwa menuntunnya bersama"
"City Girls on the Climb bekerja sama untuk mendaki"
"Tidak ada yang menyerah"
"Mereka akhirnya mencapai puncak"
"Kita sudah sampai"
"Hanya yang bekerja keras yang bisa menikmati pemandangan indah ini"
"Mereka melambaikan tangan ke kamera pengawas"
"Semangat!"
"City Girls on the Climb berteriak di Puncak Gunung Taebaek"
"Sekarang, mereka bisa bersenang-senang"
"Aku sangat menyukai kalian"
"Aku juga"
"Ke mana tujuan City Girls on the Climb berikutnya?"
Ada apa di sana? - Ini bagus.
Kurasa itu taman. - Taman?
Kukira tidak ada apa-apa di sini.
Lihat itu. - Biasanya di tempat seperti itu.
Apa ini? - Kurasa ini tempatnya.
Ini manis.
Rumah yang manis.
Itu kesemek kering?
Ini sesuai seleraku. - Aku juga.
Apa ini? Untuk anjing?
Apa itu? - Kurasa itu...
Ini rumah Ji Goo.
"Eun Ji sering pakai rumah anjingnya di 'Work Later, Drink Now'"
"Eun Ji tertarik dengan rumah anjing itu"
Rumah anjing macam apa yang sebesar itu?
Ini rumah Ji Goo.
Ini sauna.
Ini sauna? - Ya.
Manis. - Ini bagus.
"Di depan rumah tempat City Girls on the Climb menginap"
"Terdapat sauna untuk meredakan rasa lelah akibat mendaki"
Aku mau masuk. - Apa ini berfungsi?
Kamu akan masuk sekarang? - Hei.
"Hei!"
Ada apa?
Aku menyukainya. - Benarkah?
Lihat itu.
Tampak seperti perkemahan. - Menarik.
Itu yang kusuka.
Kamu ingin memeriksa itu dahulu atau rumahnya?
Ayo pergi ke rumah. - Tentu.
Ini bagus.
Ya, bagus. - Ya, cantik.
Aku menyukainya. - Ini bagus.
Orang tuaku akan menyukainya. - Benar.
Bagus sekali.
"Inilah penginapan mereka"
"Sebuah rumah kecil yang terletak di desa terpencil"
"Di malam hari"
"Langit dipenuhi bintang"
"Semua tempayan itu mengingatkanmu pada rumah nenekmu"
"Ayunan kayu akan memberimu istirahat sejenak"
"Ini rumah dengan suasana yang hangat"
"Tempat istirahat untuk City Girls on the Climb setelah mendaki"
Ini pintunya? - Benarkah?
Bukankah begitu? - Kurasa di sini.
Kamu boleh masuk. - Ya.
Luar biasa.
Hangat sekali.
Kurasa ini pintunya.
Apa ini? - Astaga.
"Saat membuka pintu"
"Ruang tamu menyambutmu"
"Ada dapur modern yang rapi di sebelahnya"
"Hanok dengan campuran unsur tradisional dan modern"
Apa ini? Aku tidak tahu yang mana pintu masuknya.
Astaga. - Ini cantik sekali.
Hangat sekali.
"Seon Hwa menggunakan pintu lain"
Ini cantik sekali.
Cantik.
Cantik.
Cantik.
"Dia menjelajahi rumah sendirian"
"Cilukba"
"Berseru"
Kamu pemiliknya?
Ini manis sekali.
Kami datang untuk melihat rumah. - Manis sekali.
Cantik sekali. - Ini cantik.
"Struktur rumah ini umum di area utara yang dingin"
"Kamarnya bersebelahan untuk mengurung panas"
Lihat di sini.
Seon Hwa, lihat ke bawah. - Manis sekali!
Kurasa kita perlu memanaskan kamar ini
Manis sekali. - dengan membakar kayu.
Aku suka tempat ini. - Itu perapian?
"Menghangatkan tubuh setelah mendaki terasa paling nikmat"
Ayo masuk. - Ayo.
Manis sekali.
"City Girls on the Climb memasuki kamar dengan semangat"
"Pintu yang terhubung ke dapur"
Cantik sekali. - Benar.
Cantik. - Astaga. Sulit kupercaya.
Aku mau rumah seperti ini. - Aku ingin berlibur di sini.
"Mengarah ke tempat tenang untuk bersantai"
Itu pemutar piringan hitam.
Aku suka ini. - Tempat ini luar biasa.
Di sini kita bisa...
Seon Hwa, kita bisa mengobrol di sini nanti.
Benar sekali. Mengobrol dan makan, bukan?
Benar. Ada kamar lain di sini.
"Kamar kecil lain terhubung dengan pemanas lantai"
"Pintu yang tadi dimasuki Seon Hwa"
Tempat ini luar biasa. - Ini manis.
Lihat semua dekorasinya. - Bukankah begitu?
Teman-teman, manis sekali, bukan?
Astaga.
Kenapa kamu mendekat ke cermin saat mengatakan cantik?
Kamu sengaja? - Aku?
Tidak, aku baik-baik saja.
Tapi tempat ini cantik.
Ini sangat cantik dan luar biasa.
Pemiliknya punya selera bagus. - Rumah ini
mungil dan kamar-kamarnya bersebelahan.
Aku harus membawa sepatuku ke sini.
Aku akan mendorong diriku ke bawah sini.
"Mereka meringkuk di depan jendela kecil"
Seon Hwa, mainkan gitarnya nanti. Aku menantikannya.
Aku? Bukankah Bin yang main? - Ya.
Aku tidak tahu cara memainkannya.
Di sini juga ada meja. - Benar
Luar biasa. - Ruangan ini
sangat cantik. - Aku suka nuansanya.
Lihat cangkir tehnya.
Hati-hati dengan cangkir di belakangmu.
Baiklah. - Cantik sekali.
Apa ini? Ini benda itu bukan?
Apa ini? Ini benda itu bukan?
Bukankah ini gelas untuk miras Kaoliang?
Ya, benar. - Benar, miras Kaoliang.
"Di antara banyak gelas"
Hei. - Aku suka benda seperti ini.
Aku juga suka gelas. - Bukankah begitu? Cantik sekali.
Benar sekali.
Pemiliknya tahu betul apa yang mereka lakukan.
Aku ingin berfoto. - Silakan.
Bolehkah? - Ya.
Kita memotret tanpa henti.
Kamu benar.
"Jika terus begini, mereka gadis kota yang berfoto"
Hasilnya bagus. - Benar.
Kita pergi sekarang? - Tentu.
Tasmu berat, bukan? Letakkan saja.
Aku hanya punya riasan di sini.
Kita tidur di kamar mana?
Seon Hwa, ada karaoke di sini! - Cantik sekali.
Bagaimana jika kita bertaruh nanti,
pemenangnya adalah orang yang paling mendekati
nilai karaoke yang disebut? - Aku setuju.
Aku juga.
Seon Hwa!
"City Girls on the Climb membunuh malam di Provinsi Gangwon"
"Energi yang mereka terima dari Gunung Taebaek meledak-ledak"
"Malam gila para gadis akan segera tiba!"
Aku... - Kita kembali dari mendaki,
jadi, kita harus mandi. - Benar.
"Waktunya bagi City Girls on the Climb untuk mandi"
Lantainya sangat panas. - Benar.
Ini hangat.
Manis. - "Ada yang membuatku risau."
Apa? Ini? - Ya. Itu menggemaskan.
Terima kasih. - Apa yang menggemaskan?
Bibir... - Aku tidak mendapatkannya?
"Sesuatu..."
"Berfoto"
"Tertawa"
"Seon Hwa dan Eun Ji tertawa saat berfoto"
Kamu tertawa karena aku? - Ya.
Kamu terlihat lucu.
Aku membelinya di Dongmyo. - Kamu juga terlihat agak bodoh.
Mari bersantai dan masuk ke sauna.
Bagaimana kalau... - Tapi aku malas dan mengantuk.
Kita tidak akan lama di sana. - Aku mau tidur.
Seon Hwa, bagaimana jika kita
membawa bir ke dalam sauna? - Tidak.
Tekanan darahku bisa naik.
Suhu sauna mirip dengan kamar ini.
Kalau begitu, kunjungi sebentar. - Baiklah.
Mari minum setelah sauna.
Mari bawa bir keluar dan menyegarkan diri.
Tentu. - Itu ide yang lebih baik.
Panggil aku Nenek PMM hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.