The first 200 lines.
Kenapa Kak Sayuri ikut makan hotpot dengan tanpa malu-malu begitu?
Memangnya kenapa, Tsura?
Itu...
katanya dia ingin makan bersama kita.
Tidak enak kalau menolaknya, kan?
Benar, Tsurayuki.
Jangan kecewakan niat baiknya.
Kalian sudah disogok olehnya.
Tsura.
Buka mulutmu...aaa~
Aku tidak mau.
-Tunangan Tsurayuki tiba-tiba muncul. -Dulu kau mau disuapi olehku.
-Katanya mereka teman sejak kecil. -Buka mulutmu, aaa~
Bahkan, mereka sudah bertunangan.
Sepertinya Kak Sayuri ini ingin berusaha mendapatkan hati Tsurayuki.
Kalau sampai berhasil, mungkin dia akan membawa Tsurayuki pulang.
Kyoya.
Ini, aaa~
Aaa~ kenapa?
Kyoya.
Jangan cuma makan daging, harus makan sayur juga.
Ini.
Aaaa~
Sepertinya kau bahagia sekali, Kyoya.
Kau masih bilang begitu? Kita sama saja.
Hahaha...
"MEMIKUL HAL-HAL YANG MEREPOTKAN" Terus, terus.
Rumah Kak Sayuri bertetanggaan dengan rumahku.
Sejak taman kanak-kanak, kami sudah bermain bersama.
Waktu kecil,
saat orang tua dan kakakku terlalu sibuk dan mengabaikanku,
dia yang menemani dan menjagaku.
Hubungan kami sangat baik. Sebelum aku beranjang dewasa,
aku selalu menganggapnya sebagai kakak kandungku.
Tapi dia itu tunanganmu, kan?
Pertunangan ini diputuskan oleh orang tuaku secara sepihak.
Sungguh tidak jelas.
Rasa sukaku pada Kak Sayuri, sama seperti ke orang kebanyakan.
Tidak bisa lebih, tidak bisa memberinya perasaan yang lebih dalam.
Jadi, aku memilih untuk menghindar.
Aku tidak ingin menolaknya dengan tegas, takut akan menyakiti dia.
Begitu.
Aku merasa bersalah pada kalian.
Padahal ini adalah saat-saat penting, tapi malah terganggu oleh masalah pribadi.
Aku akan bicara padanya, minta dia jangan sering kemari.
Tidak usah dipusingkan.
Malah semenjak kedatangannya, hidangan hotpot kita semakin mewah.
Selain itu, Shinoaki dan Nanako juga kelihatan sangat senang.
Bisa dikatakan begitu.
Nona Sayuri masih seperti biasa... seharusnya dikatakan...
hampir setiap hari ke tempat kami.
Ketika ini mulai menjadi kebiasaan,
kebetulan kampus mulai liburan musim dingin.
Pembuatan game kami juga perlahan berada di jalur yang tepat.
Kyoya, tolong diperiksa sebentar.
Terus-menerus revisi,
aku sendiri sudah nyaris gila.
Jadi aku langsung memantapkan hati, menulis ulang semuanya.
Apa? Menulis ulang semuanya?
Ya, ini naskah yang kutulis berdasarkan pemahamanku terhadap game gadis remaja.
Apakah gayanya cocok untuk game?
Tsurayuki, kau sangat hebat.
Dari tempo dialog,
sampai keseimbangan monolog,
kau menguasainya dengan tepat. Tsurayuki memang tidak diragukan lagi.
Benarkah?
Ya, naskah ini sangat bagus.
Hebat sekali.
Syukurlah.
Akhirnya aku bisa tidur nyenyak.
Baiklah.
Tidak usah mencemaskan naskah lagi.
Untuk latar, kecepatan Ketua Yamashina juga masih sesuai dengan rencana.
Selanjutnya...
Kyoya, dengarkan aku.
Tiba-tiba menyuruhku membuat musik, bagiku ini sungguh terlalu sulit.
Ini?
Hanya lebih dulu memasukkan melodi yang muncul tiba-tiba di otak.
Tapi, sama sekali tidak bisa dijadikan serangkaian musik.
Kau sudah selesai.
Eh? Begini saja sudah boleh?
Tidak usah diaransemen ulang atau dibuat menjadi lebih panjang?
Tidak masalah, semua itu bisa diselesaikan hanya dengan perangkat lunak musik.
Selama ada melodi yang elegan,
gabungkan beberapa melodi lagi, bisa dibuat menjadi panjang.
Selain itu, aransemen juga tidak terlalu sulit.
Aku bisa tenang kalau begitu.
Na... Nanako?
Kumohon, begini dulu dan biarkan aku mengisi dayaku.
Bukan, Nanako. Tidak boleh begini...
Sudah, pengisian daya selesai.
Terima kasih.
Aku sudah kembali bersemangat, bisa kembali berusaha.
Hmm.
Ini...
Tidak, mungkin pikiranku berlebihan.
Kyoya, kau kenapa?
Tidak, tidak apa-apa.
Kalau dibandingkan, menurutmu gambar latarnya bagaimana?
Tidak bisa dipungkiri, gambar orang ini luar biasa.
Baguslah.
Ketika melihat hasil karyanya pada saat HUT kampus,
aku seketika teringat.
Pemandangan yang digambar Ketua Yamashina
sangat serasi dengan ilustrasi buatan Shinoaki.
Shinoaki memang hebat, Shino Akishima di masa depan.
Meski memintanya membuat gambar yang di luar gaya gambarnya,
dia bisa menyesuaikan tempo dalam waktu yang singkat.
Oh, iya, Kyoya.
Kenapa?
Ini adegan apa?
Itu...itu...
adegan 18+.
Bukan ini yang kutanyakan, aku tanya mereka sedang melakukan apa?
Kalau kau tanya begitu, aku...
Oh, iya, Kyoya. Kau duduk di sana sebentar.
Hmm...baiklah.
Shi... Shinoaki.
Kau duduk diam dan jangan banyak bergerak.
Ternyata akan menjadi sebesar ini.
Ap... Apa?
Pahamu.
Ah, ternyata paha.
Lalu di bagian sini akan tinggi sedikit.
Kalau kau bergerak terus, bagaimana aku gambar sketsa?
Baiklah, cepat kemari.
Jangan!
Di dalam CD-rom berisi naskah dan gambar ekstra.
Aku sangat cemas mendengar kalian ingin membuat game sebelum Bulan April.
Tapi syukurlah, kelihatannya semua lancar.
Sebenarnya juga tidak termasuk lancar.
Meski kuliah libur, tapi masih harus pergi kerja.
Semuanya sibuk sekali.
Kenapa?
Lalu?
Kali ini kau menggunakan teknik rahasia apa lagi?
Teknik rahasia?
Ini.
Naskah Rokuonji,
ilustrasi Shinoaki.
Meski keduanya sangat bagus,
tapi ini bukan gaya asli mereka, kan?
Ya.
Karena produk game kali ini akan dijual,
jadi aku minta mereka untuk membuatnya sesuai dengan permintaan pasar.
Minta? Hanya itu saja?
Iya, hanya itu.
Tidak bisa dipungkiri, kau ini...
Jangan bahas Shinoaki dulu,
membuat Rokuonji mengubah gayanya dan mengikuti pemintaan pasar itu sulit.
Bisa dilihat, dia sangat memercayaimu.
Kelebihanmu ini...
meski aku enggan mengakuinya, tapi kau sungguh sangat hebat.
Hanya ketika bersama denganmu, selalu bisa tanpa sadar percaya...
ucapanmu itu pasti benar.
Kawasegawa...
In... Intinya...
kalau mau membuat sesuatu, buatlah yang membuat orang kagum.
Sekejap mata, sudah akhir tahun.
Iya.
Dingin sekali.
Fukuoka sudah cukup dingin, tak kusangka di sini juga sangat dingin.
Iya...
Mau minum minuman hangat?
Tidak usah, tidak apa-apa.
Oh, iya. Bolehkah ke toko alat-alat seni?
Tentu saja boleh.
ALAT LISTRIK ABINO
Maaf, bersikeras ikut belanja denganmu.
Tidak masalah, belanja sendirian pasti bosan.
Shinoaki bisa menemaniku, itu sangat bagus.
Benarkah?
Syukurlah.
Tapi, yang ada di sisimu saat ini adalah aku. Apa itu tidak masalah?
Hari ini malam natal.
Ah...
Maaf.
Sepertinya aku menanyakan pertanyaan yang aneh.
Tahun yang baru, akhirnya tahun 2007 tiba.
Ramai sekali...
Kyoya, apa permintaanmu?
Tentu saja supaya kita diberkati, game kita terjual sampai habis.
Meski ini juga demi kita semua, aku sungguh berharap bisa terjual laris.
Juga demi Tsurayuki yang jarang-jarang bisa memikirkan orang lain.
Ayolah.
Sebagai penanggung jawab musik, apa lagu tema kita sudah selesai?
Apanya yang penanggung jawab musik?
Aku sangat menantikannya.
Lagi pula, rencanamu pergi belanja bersama Kyoya di malam natal kemarin batal.
Kau...kau sedang bicara omong kosong!
Nanako?
Eh, itu...sebenarnya...
Karena sudah keluar rumah, kita makan dulu saja sebelum pulang.
Baiklah.
Ide bagus, aku setuju.
Ya. Begitu saja, Kyoya.
Ya, baiklah.
Meski menemui berbagai macam insiden,
tapi proses pembuatan game kami masih terus berlanjut.
LANGIT MUSIM SEMI
No comments yet. Be the first to leave one.