The first 200 lines.
Diterjemahkan oleh ♥katy_belekeme♥
Follow my Instagram
@
@k
@ka
Aku tak lagi merasa bahagia.
Ada hal yang ingin aku sampaikan...
Stillman, aku tak cuma memikirkan ini semalam.
Selama berminggu-minggu aku muak memikirkan ini.
Baiklah. Setidaknya ijinkan aku mengatakan pemikiranku.
Tentu saja, ya.
Yah, bagaimana dengan...
Entah harus bilang apa.
Kau tahu kau bisa menghubungiku kapan saja,
tapi aku akan pergi.
Oke, ijinkan aku mengatakan pemikiranku.
Ya, tentu.
Bagaimana tentang fakta bahwa kau adalah orang kesukaanku?
Sahabatku yang tak kenal lelah?
Kita melihat dunia dengan sangat berbeda, seperti
begitu berbeda, begitu menarik.
Dan sepertinya, kita ditakdirkan bersama.
Dan aku tahu itu nyata karena aku lebih jadi diri sendiri bersamamu
dibanding aku dulu sebelum kita saling kenal.
Dan aku tahu pada titik tertentu, kau merasakan hal yang sama juga tentangku.
Bagaimana dengan semua itu?
- Aku masih berpikir kita harus putus. - Baik.
Kau tahu kau bisa menghubungiku kapan saja,
tapi aku akan pergi.
Itu gagal.
Baiklah, pikirkan itu sejenak.
Apa yang dikatakan hatimu?
Bahwa kita harus putus.
Abaikan hatimu.
Apa yang diinginkan kepalamu?
Putus.
Debbie, aku takkan sebaik ini padamu.
Kau takkan sebaik ini padaku.
Kita takkan lebih baik satu sama lain.
Ini dia.
Lebih spesifik, kenapa denganku?
- Kadang kau agak sedikit kaku. - Kaku?
Ya.
Kau mau putus? Baiklah.
Apa hal terbodoh yang kulakukan selama kita bersama?
- Harap jelaskan lebih rinci. - Singkirkan buku catatanmu.
Kau tahu, kita putus.
Kita putus.
Apa itu berhasil? Apapun?
Aku harus pergi. Kita harus putus.
I'm gonna go.
Break up. We should break it off.
Aku akan pergi.
- Pergi, pergi, pergi. - Baiklah!
Aku paham.
Aku akan pergi.
Tapi aku takkan menyerah.
Apa yang salah?
Stillman!
Aku bisa dengar kau di dalam.
- Apa kau bunuh diri? - Apa? Tidak.
Dengar, kawan, kau depresi, dan patah hati...
...dan meski aku pengagum automatic 4.0, bukan alasan...
- Bisa kau diam? - Lihat dirimu, kawan.
Beruntung aku menemukanmu. Aku khawatir denganmu.
Menemukanku? Tidak, aku yang menghubungimu.
Ya, aku masih sangat takut.
Wow, kau sibuk. Ooh, minuman.
- Apa kau mabuk? - Sekarang ini? Tentu.
Kebetulan, kau menghilang lebih dari, sepekan.
Aku sering khawatir selama itu.
Aku sedang bekerja.
Dan aku perlu bantuanmu.
Wow, bagaimana kau memainkan ini?
Ini bukan sebuah permainan.
Ini soal hubunganku dengan Debbie.
Wow, itu sangat keren.
Tapi juga sangat menyedihkan. Seperti sedang menguntit hidupmu sendiri.
Ya, aku tahu, ini agak menyedihkan,
tapi aku harus menata semuanya...
...supaya aku dapat jawabannya.
Ya, tentu, kau harus. Apa pertanyaannya?
Apa yang salah?
Dengar, jika kau kembali ke tahun lalu.
Kembali. Gunakan ini.
Kembali ke awal.
Hari pertama.
Jadi ini memiliki gelombang bunyi yang dibangun dalam resonansi.
Secara teoritis dapat mempengaruhi struktur...
...dari superstring yang ada, yang bisa... bisa kita pikirkan...
...seberapa mengesankannya hal itu?
Dan kapan harmonik masuk?
Harmonik pada dasarnya konstan tapi saat mereka dibangun secara eksponensial,
superstring menjadi relatif.
- A-ha. - Apa Anda paham?
Tidak, kurasa tidak.
Sekian kelas hari ini.
Kerja bagus, Stillman. Sungguh hal yang canggih.
Tak ada yang bisa tahan dengan Stillman.
Maksudku, aku akan membantunya kadang saat dia buntu,
tapi untuk yang lain, lupakan saja.
- Itu tak pernah terjadi. - Itu terjadi.
Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kau ada kelas Frisbee?
Baiklah, itu bukan kelas, itu tim,
dan aku pikir kau tahu.
Dan juga, kami baru selesai latihan, jadi sekarang kau dan aku...
...akan pergi ke semua pesta...
...dan dikelilingi gadis-gadis.
Yah, itu akan jadi canggung.
Ya, tentu, akan canggung.
Kecanggunganmu itu konstan.
Ketidaknyamanannya yang relatif, dan itulah yang harus kita pecahkan.
Kau suka yang aku lakukan di sini?
Yang terakhir.
Sudah kubilang ini akan jadi aneh.
Jelas ini hanya untuk teman-temannya. Teman-temannya yang keren.
Teman dan pelanggan setia seperti kita.
Lihat, ini. Dia masih bekerja.
- Kiwi daiquiri. Appletini. - IPA. Rum dan soda.
Oh, lupa. Oke.
- Wow, dia yang terburuk. - Aku tahu.
Itu agak menggemaskan.
Menurutmu, siapa pria itu?
Kawan, jangan khawatir dengan Selena Gomez di sana.
Khawatir saja dengan yang akan kau katakan.
Ini kesempatan terakhirmu untuk mengucapkan sampai jumpa.
Dan menyapa, pada masalah.
- Tunggu, aku ada ide. - Ya? Ada apa?
- Konsistensi temporal bukan hanya... - Tunggu, tunggu, ide kutu buku?
- Yah, aku harus menjelaskannya. - Kawan, tidak.
Dengar, dia sangat cantik dan aku agak norak, jadi...
- Kau terbiasa. - Tepat!
Jadi bahkan jika itu bukan pacarnya,
apa yang akan kita hubungkan?
- Katakan padanya kau pakar matematika. - Aku pakar fisika.
Dan entah apa yang akan dipikirkannya tentang itu.
Kau harus bicara dengannya untuk cari tahu.
Baik, aku akan jujur saja.
Jujur itu keren, 'kan?
Mm-hmm.
Diet Dr. Pepper?
Tidak, aku hanya ingin tanya, ini hari terakhirmu, 'kan?
Tentu saja.
Yah, kami sungguh akan merindukanmu.
Aku pikir kau bartender terbaik di seluruh kota.
Oh, itu manis sekali...
- Stillman. - Stillman.
Karena sebenarnya kupikir aku bartender yang mengerikan...
Oh. Itu pendapat pribadi.
Oh.
Uh, jadi kemana kau pindah?
Oh, aku tidak pindah. Aku baru saja dipecat.
Pemiliknya adalah teman, dan dia membantu dalam mempekerjakanku...
...dan dia juga yang membantu memecatku.
Bagaimana?
Yah, aku seorang musisi, jadi, kau tahu.
Jadi kalian akan buat demo bersama.
Melakukan pertunjukan. Memperluas karir.
Ya, tentu.
Maksudku, itu semua ide bagus, tapi aku tak punya rencana.
- Untuk karirmu? - Untuk apa pun.
Sekarang, tentu, aku ingin sukses tapi aku ingin melakukan banyak hal.
Sebanyak mungkin, selamanya.
Itu satu-satunya rencanaku.
Ditambah, kau tak bisa mengendalikan kariermu.
Atau apapun. Bukan begitu?
Ya.
Kau pembohong yang payah.
Kau menantang keyakinan pribadi yang sangat kau pegang teguh.
Aku pikir akan lebih mudah "jika aku bilang ""ya."""
Jadi bagaimana denganmu?
- Aku seorang mahasiswa fisika. - Sungguh? Itu keren.
Aku juga mahasiswa.
- Kadang ya, kadang tidak. - Apa yang kau pelajari?
Banyak hal.
Tidak masuk kelas, secara teratur seperti seharusnya.
Seperti, semester lalu aku ke Hawaii.
- Untuk belajar? - Untuk pergi ke Hawaii.
Jadi sekarang sekolah tak begitu yakin ingin menerimaku kembali,
dan aku tak begitu yakin apa aku ingin mereka menerimaku lagi, jadi begitulah.
Jadi begitulah.
- Kau menyukainya? - Ya, aku menyukainya.
Aku ada dalam semacam program percepatan.
Aku masuk, aku harus siap bekerja.
Aku suka, bukti dan persamaan.
Segala tentang teka-teki.
Aku pikir aku tak pernah menyukai hal sebanyak itu.
Nah, apa kau pernah memikirkan fisika?
Tidak sampai sekarang.
- Halo, sayang. - Halo sayang.
Kau tak diizinkan di barku.
- Jangan abaikan kami. - Aku tak mengabaikanmu.
- Ya, benar. - Tidak.
Aku hanya bekerja. Kembali ke sana.
- Kau tak diizinkan. - Kemana temanmu?
Entahlah.
Jadi apa yang terjadi?
Semua jadi aneh.
Bisa pergi dari sini?
Baik. Siap lepas landas.
No comments yet. Be the first to leave one.