The first 200 lines.
"Karakter, lokasi, insiden, organisasi"
"Dan latar belakang drama ini hanyalah fiksi"
"Episode 16"
Ayah! Ayah!
Lebih baik aku mati saja!
Jangan lakukan ini kepadaku!
Dasar bodoh! Lihat dirimu!
Kamu tidak bisa mewarisi Cheong A dengan pola pikirmu yang lemah itu!
Tidak akan pernah!
Kini Cheong A milik Seo Young.
Aku sudah muak dengan ini!
Jika aku tidak menjalani hidupku dengan benar selama ini,
itu semua karena Ayah!
Ayah selalu membandingkanku dengan Seo Young
dan membuat kami saling bersaing.
Ayah selalu keras kepadaku!
Ayah tidak pernah benar-benar menyayangiku.
Ayah tidak pernah menyayangi sebagai putri Ayah!
Aku
selalu ingin disayangi.
Itu sebabnya aku berselingkuh.
Dasar kamu...
Berani sekali kamu membalas ucapanku!
Kamu bukan lagi putriku!
Tidak!
Tidak! Cheong A adalah milikku!
- Ayah tidak bisa merebutnya dariku! - Lepaskan!
- Lepaskan! - Tidak!
- Lepaskan! Lepaskan! - Tidak!
Lepaskan!
- Seo Jin. - Ayah.
Seo Jin.
Seo Jin.
Ayah.
Ayah.
Ayah...
Ayah...
Ayah.
Seo Jin.
Seo Jin.
Seo Jin.
Seo Jin.
Seo Jin...
"Hapus rekaman CCTV"
"Data tidak akan bisa dipulihkan"
"Surat Penunjukan, Nama: Cheon Seo Young"
"Yayasan Sekolah Seni Cheong A, Cheon Myung Soo"
"Surat Penunjukan"
Ayah tidak bisa melakukan ini kepadaku.
Ayah
yang meninggalkanku lebih dahulu.
Anda baik-baik saja?
Aku baru saja menerima telepon dari Pak Kang
bahwa Direktur terjatuh.
Anda bersamaku hari ini.
Setelah itu, kamu di ruang belajar.
Apa?
Anda harus mengendalikan diri.
Anda mau hancur seperti ini?
Tidak.
Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.
Pergilah. Aku akan mengurus sisanya.
Aku tidak pernah kemari.
Dan aku tidak menemui ayahku.
Seo Jin! Kamu baik-baik saja?
Itu Ayah! Seo Jin! Buka pintunya!
- Minta sesuatu untuk masuk. - Buka pintunya.
- Bertahanlah, Seo Jin! - Seo Jin!
Apa yang terjadi di sini?
- Apa yang terjadi? - Seo Jin!
- Seo Jin! - Seo Jin!
- Naikkan dia ke punggungku. - Keluarkan dia dari sini.
- Cepat! - Ayo cepat.
Hasil pindai CT menunjukkan tidak ada luka luar, Pak.
Ada darah di seluruh tubuhnya.
Kurasa dia terkena darah gadis lain dalam perkelahian itu.
Kami melakukan tes menyeluruh agar Anda bisa tenang.
Tetap saja, buat diagnosis yang bagus.
Baik, Pak.
Kamu bisa bangun sekarang.
Kamu yang melakukannya?
Yoon Hee banyak mengeluarkan darah dari lehernya.
Maafkan aku, Ayah.
Tapi aku tidak bisa menahan diri.
Yoon Hee juga menghina Ayah dan...
- Ayah. - Kamu tahu kenapa ayah menamparmu?
Bukan karena kamu melukai berandal seperti dia.
Tapi karena kamu kalah darinya.
Kenapa kamu kalah?
Ayahmu adalah direktur Yayasan Cheong A.
Namun, kamu kalah dari gadis tanpa ayah
dan membuatku memohon kepada para juri
untuk memberimu Anugerah Utama.
Hanya itu yang bisa dilakukan putriku?
Maafkan aku, Ayah. Ini salahku.
Ini tidak boleh terjadi lagi.
Kamu harus menjadi yang terbaik.
Atau kamu tidak pantas mengambil alih Yayasan Cheong A.
Baiklah.
Aku akan menjadi yang terbaik.
Ayah yang membuatku seperti ini.
Jadi, jangan merasa dilukai.
Setidaknya Ayah
meninggalkan satu hal untukku.
Halo?
Halo, Seo Young.
Ini aku.
Tidak mungkin!
Tidak! Sayang!
Jangan tinggalkan aku. Jangan pergi!
Tidak, Dokter! Dia belum mati!
- Tidak! - Sayang!
- Sayang! - Tidak, Dokter.
Tidak, Dokter.
Buka matamu. Sayang!
Sayang. Jangan tinggalkan kami.
- Seo Jin. - Sayang.
Seo Jin!
Seo Jin! Seo Jin, Seo Jin.
- Seo Jin! Ayah... - Apa
yang terjadi?
Gagal jantung akut.
Kurasa dia terjatuh dari tangga.
Pak Kang menemukannya dan membawanya ke rumah sakit,
tapi dia meninggal sebelum tiba di sini.
- Apa yang harus kita lakukan? - Beraninya kamu
- mempermalukanku seperti itu? - Sayang.
Kamu bercerai dan bahkan berselingkuh?
Kamu menghancurkan reputasi keluarga kita.
Kamu tidak berhak menjadi direktur Cheong A.
Mulai sekarang,
kamu tidak akan menjadi eksekutif dewan lagi.
Dan berhentilah bekerja di SMA Seni Cheong A.
Ayah juga akan mengambil kembali warisan yang ayah berikan padamu.
Tidak.
Kini Cheong A milik Seo Young.
Kamu bukan lagi putriku!
Tidak!
Tidak! Tidak!
Tenanglah, Seo Jin.
Itu bohong! Tidak mungkin!
Kenapa Ayah harus mati?
Seo Jin.
Tidak! Tidak!
- Seo Jin! - Bawa ke ranjang.
- Ayah! - Cepat!
Bangun, Seo Jin.
- Seo Jin. - Seo Jin.
- Bangun, Seo Jin. - Seo Jin.
Hati-hati.
Aku baik-baik saja.
Ibu. Wajah Ibu pucat sekali.
Aku khawatir Ibu akan pingsan lagi.
Ibu baik-baik saja.
Ibu sungguh baik-baik saja?
Kamu banyak pikiran.
Kamu hampir tidak tidur selama tiga hari.
Aku ingin beristirahat.
Bu, buatkan bubur abalon.
Dia belum makan berhari-hari.
Baik, dokter Ha.
Aku kasihan kepadanya.
Nona Cheon berhati dingin dan bermental baja,
tapi dia pucat sekali di pemakaman dan aku merasa kasihan.
Berapa kali dia pingsan?
Benar. Aku terkejut melihatnya diinfus
hanya untuk membuatnya tetap terjaga.
Dia tampak hampir mati.
Malang sekali Direktur hilang keseimbangan saat sendirian.
Dia bisa saja hidup andai ditemukan lebih cepat.
Jantungnya selalu lemah.
Dia sangat memedulikan kesehatannya,
serta menikmati kekuasaan dan kekayaannya.
Siapa yang menduga dia akan mati semalam saat hujan?
Siapa yang akan percaya itu?
Setelah yayasan itu ditinggalkan direkturnya,
menurutmu siapa yang akan mengambil alih?
Sudah jelas Seo Jin.
Itu diumumkan sebelum dia meninggal.
Itu artinya Nona Cheon akan menjadi orang paling berkuasa
di SMA Seni Cheong A.
Dokter Ha yang malang memiliki kesialan terbesar.
Istrinya dipromosikan tepat setelah dia menceraikannya.
Apa mereka berdua benar-benar menandatangani surat cerai?
Mereka berpisah selamanya?
Jangan. Jangan bahas itu.
Mereka merahasiakannya dari Eun Byeol karena takut dia terpukul.
Konyol. Apa Eun Byeol tipe gadis yang akan terpukul?
Kamu tidak melihat dia berjongkok di lantai
sambil mengerjakan tugas di pemakaman kakeknya?
Dia bahkan lebih parah daripada ibunya sendiri.
Kenapa dia belajar begitu giat?
Setelah ibunya menjadi direktur,
dia hanya perlu duduk, memutar pensil,
dan menjadi siswi terbaik.
Dia manis sekali.
Apa maksudmu itu salahmu?
Aku membongkar perselingkuhan Seo Jin kepada Direktur,
dan kecelakaan itu terjadi malam itu.
Bukankah dia kena serangan jantung karena syok setelah tahu semuanya?
No comments yet. Be the first to leave one.