Isekai Office Worker: The Other World's Books Depend on the Bean Counter

Isekai Office Worker: The Other World's Books Depend on the Bean Counter

異世界の沙汰は社畜次第

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Isekai Office Worker The Other World's Books Depend on the Bean Counter S01E13 WEB-DL CR ind Crunchyroll
A Commentary by Crunchyroll

Tags

webdl
Published on: 2026-07-22
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 192 lines.

(Nasib Dunia Lain Bergantung pada Budak Korporat)

Lima hari telah berlalu sejak aku tiba-tiba pindah ke rumah Tuan Aresh.

Aku bilang kemewahan di rumahnya membuatku kurang nyaman,

tapi dia mengajakku ke kota untuk beli barang yang kusuka.

Yah, sebenarnya semuanya sudah cukup, sih.

Selamat datang, Komandan Indolark.

Apa yang Anda cari hari ini?

Aku ingin lihat-lihat furnitur karena baru saja pindah rumah.

Pindah rumah, ya. Begitu rupanya.

Kalau begitu, silakan ke sini.

- Woah, tunggu— - Carilah kesukaanmu!

Cepat cari!

Ah, canggung banget.

Awas!

Wah, hampir saja. Terima kasih.

Sama-sama.

Dia tampak elegan.

Yah, kalau dia di sekitar sini, dia pasti seorang bangsawan.

Seiichiro.

Apa ada sesuatu yang menyinggungmu?

Bukan begitu.

Aku hanya kurang nyaman karena merasa bukan tempatku.

Bukan tempatmu?

Rakyat biasa sepertiku

merasa minder di tempat mewah seperti itu.

Kau kan pegawai istana, kenapa masih bilang begitu?

Jangan disamakan dengan tempat kerja.

Yah, mungkin Tuan Aresh tidak memahami perasaan ini.

Dia anak keluarga bangsawan Marquis, sih.

Ayo pergi.

Eh?

Kalau di sini, kau bisa rileks belanja, kan?

Dia mencolok di mana-mana.

Yah, selain punya wajah seganteng itu, dia juga seorang komandan kesatria, sih.

Ada apa? Capek?

Tidak. Aku baik-baik saja.

Tempat apa ini?

Toko alat sihir.

Halo, selamat datang.

Apa itu?

Alat penghangat.

Ternyata toko alat sihir biasa juga menjualnya, ya.

Penghangat? Benda ini?

Ada lingkaran sihir di bagian bawah benda ini.

Tinggal diberi batu sihir supaya menyala.

Oh?

Pak, berapa ini?

Terima kasih.

Itu adalah benda mewah yang baru datang hari ini,

tapi baguslah.

Cuaca di Romany akan terasa lebih dingin.

Benar juga.

Suhunya terasa lebih dingin dibanding saat aku baru datang.

Waktu telah berlalu, ya.

Mungkin di Jepang juga...

Di saat-saat seperti ini pun, kau kedinginan saat malam, kan?

Taruh saja di kamarmu.

Terima kasih.

Silakan ambil benda ini sebagai bonus.

Apa ini?

Sebenarnya aku juga tidak tahu kegunaannya.

Ini mirip kaleidoskop.

Apa kau tahu cara pakainya?

Tidak.

Namun, ini mirip benda yang ada di tempat asalku.

Ambil saja.

Apa kau habis mandi?

Hei, kenapa masuk tanpa izin?

Ah, aku lupa mengetuk pintu.

Karena dia pemilik rumahnya, aku jadi enggak bisa protes lagi.

Itu lagi.

Benda di tempat asalmu itu memiliki manfaat seperti apa?

Tidak ada manfaat besar, sih.

Jika kita melihat bagian dalamnya, kita bisa melihat pola unik dan indah.

Cuma untuk melihat pola, ya?

Ya.

Ah, tidak. Jika diputar, polanya bergerak.

Lo? Bisa bergerak.

Ada aksara kunonya.

Aksara kuno?

Huruf khusus bahasa kuno yang dipakai dalam sihir.

Biasanya digunakan di alat atau formula sihir.

Oh, ternyata bahasa untuk sihir beda dengan bahasa sehari-hari, ya.

Pantas saja aku tidak memahaminya seperti bahasa sehari-hari.

Terjemahan bahasa sehari-hari

memang telah ditambahkan ke lingkaran sihir pemanggilan,

tapi mantra sihir menggunakan bahasa kuno.

Benar juga.

Komunikasi memang masalah vital jika memanggil orang dari dunia lain.

Mungkin itu masukan dari Kanselir.

Begitu rupanya. Tidak tersampaikan, ya.

Memangnya seperti apa kedengarannya?

Kedengarannya seperti lagu.

Ada apa?

Bukan apa-apa. Jadi, apa yang tertulis di sini?

Ah.

Entahlah.

Dalam bahasa kuno yang dipakai untuk sihir,

rangkaian ini tidak memiliki arti.

Rangkaian? Apa kamu menghafal semuanya?

Ya.

Oh, iya.

Dia adalah komandan kesatria termuda

dan ahli sihir brilian.

Sejauh yang kulihat, tidak ada batu sihirnya.

Mungkin itu tidak akan berfungsi sebagai alat sihir.

Sepertinya aman bagimu.

Jadikan hiasan saja.

Meski begitu, aku masih penasaran.

Lo, Kondu? Ada apa?

Kenapa masih tanya?

Bukankah aku pernah bilang mau tanya soal perkembangan pemurnian kemarin?

Eh? Benarkah?

Lo?

Apa itu? Perlihatkan!

Dia cepat tanggap kalau soal beginian.

Ini bahasa kuno di alat sihir yang belum jelas cara pakainya.

Kata Tuan Aresh, ini tidak ada artinya.

Kupikir kamu tahu sesuatu.

Eh? Alat sihir?! Mana alatnya? Perlihatkan!

Aku sudah menduga itu, jadi aku tidak membawanya.

Eh?

Kalau kuserahkan, mungkin tidak kembali lagi.

Yang ada malah dibongkar.

Seperti apa alatnya?

Berbentuk tabung, seperti kaleidosko—

Tidak, seperti teropong.

Aku mengintip bagian dalamnya, tapi gelap.

Kata Tuan Aresh, itu bukan rangkaian bahasa kuno yang dipakai untuk sihir.

Bagaimana menurutmu?

Aku belum bisa memastikan karena belum melihat aslinya,

tapi aku juga tidak tahu sihir dengan rangkaian seperti ini.

Begitu, ya.

Jika kamu saja tidak tahu,

mungkin tidak ada orang di Kerajaan Romany yang tahu.

Hei, apa ada tulisan lain di alat sihirnya?

Sepertinya tidak ada.

Karena tidak ada batu sihirnya, jadi alat itu tidak akan berfungsi.

Tidak ada? Apa permukaannya hitam polos?

Tidak hitam polos, sih. Ada polanya.

Pola? Nah, kan!

Mungkin itu formula sihir yang disamarkan sebagai pola!

Aksara tersembunyi! Kayak gimana polanya?!

A-Aku tidak ingat itu.

Eh, kenapa?

Kenapa, katamu?

Ah, orang ini juga orang brilian.

Yah, tapi aku dapat informasi bagus.

Nanti aku akan minta Tuan Aresh memeriksa aksara tersembunyinya.

Namun, buat apa ini ditulis?

Yo! Apa kabar?

Wah?!

Aduh.

Cyro.

Daftar aksara kuno apa ini?

Itu tertulis di alat sihir yang belum jelas kegunaannya.

Tuan Aresh tidak tahu artinya, jadi aku tunjukkan kepada Ist.

Dia juga tidak tahu, ya?

Ya.

Cyro juga bisa baca bahasa kuno, ya?

Yah, dia adalah kepala medis di dunia yang dipenuhi sihir, sih.

Ekspresi macam apa itu?

Apa kamu meremehkanku karena masalah ini begitu rumit

sampai tak bisa diselesaikan Aresh si pendekar sihir brilian

dan Ist si ahli sihir cemerlang?

Tidak, bukan begitu.

Begini-begini, aku pernah belajar sedikit tentang sihir Egorova.

Egorova? Itu negeri di sebelah utara, ya?

Benar.

Negara yang maju dalam pengembangan alat sihir

karena banyak menambang batu sihir.

Nenekku berasal dari sana.

Ada pernikahan lintas negara juga, ya?

Di sana ada tafsiran bahasa kuno yang berbeda dari Romany.

Eh? Maksudmu ada lebih dari satu tafsiran bahasa kuno?

Kalau begitu, dalam gaya Egorova, aksara tadi memiliki arti seperti apa?

Eh? Entah.

Hei, aku sudah bilang cuma belajar sedikit, kan?

Maaf. Ujung-ujungnya, aku tidak membantu.

Tidak apa-apa.

Begitu rupanya. Ternyata ada tafsiran lain, ya.

Jadi, apa kamu tahu arti aksara itu?

Tidak. Aku cuma dapat petunjuknya saja.

Oh?

Namun, aku kagum padamu. Kamu rajin banget.

Padahal pekerjaanmu sudah banyak.

Sekali-kali, kita harus bersantai dan minum—

Seiichiro, ayo pulang.

Iya.

Cepatlah.

Iya, iya, aku pulang.

Oh, Tuan Aresh. Aku ingin mampir ke suatu tempat.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left