Release info

도둑놈, 도둑님---The Good Thieves---E 15
A Commentary by SULTAN_KHILAF
[VIU Version] Perfectly synced for all versions. || Follow IG: @sultan_khilaf_sub

Tags

other
Published on: 2017-07-02
Downloads: 19
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ini menyenangkan sekali.

Sedang apa kamu di sini?

Hei! Ya ampun, apa yang kamu lakukan?

Turunkan aku.

Turunkan aku!

Turunkan!

Hei! Apa yang kamu lakukan?

Ya ampun.

Hei, apa-apaan kamu?

Apa kamu sudah gila?

Hwa Young sedang menungguku.

Sedang apa kamu di sini?

Kenapa kamu diam saja? Kenapa kamu di sini?

Apa kamu membuntutiku?

Apa kamu mengikutku karena aku hendak menemui Hwa Young?

Ya ampun, Hwa Young tidak suka hal seperti ini.

Sadarlah.

Kamu harus jual mahal.

Astaga.

Astaga.

Kenapa? Kamu malu karena aku mengetahuinya?

Aku kemari karena ingin minta tolong padamu.

Minta tolong? - Temuilah Hwa Young lain waktu.

Ini mendesak.

Jadi, kamu ingin mengajak So Joo kencan,

dan menjadikan ayah sebagai alasan?

Maaf. Aku tidak punya pilihan.

Itu karena takdirku yang menyedihkan.

Aku suka dia, tapi aku belum bisa jujur kepadanya.

Ayah bilang akan membantuku.

Atas nama kesetiaan!

Bukan berarti kamu harus bilang padanya bahwa ayah sedang kasmaran.

Apalagi kepada wanita menyeramkan itu, Guru Kwon?

Tidak bisa.

Dia hampir melumpuhkan kaki ayah tempo hari.

Apa boleh buat.

So Joo

sudah bicara dengannya.

Selamat datang...

Lupakan saja.

Bibi sudah bilang.

Bibi tidak mau mengangkat murid.

Akan lebih menyenangkan jika Bibi kupanggil Guru.

Ya ampun, kamu kira ini lelucon.

Panggil saja Bibi.

Omong-omong, di mana Nona Kim?

Dia melihat barang-barang di tempat lelang.

Ada apa?

Ada yang ingin kamu katakan kepada bibi?

Tidak juga.

Bibi. Apa Bibi ingin

makan siang denganku?

Bibi tidak akan menjadikanmu murid meski kamu mentraktir makan siang.

Ya ampun, Bibi tidak perlu melakukan itu.

Ini tentang menyelamatkan nyawa seseorang.

Menyelamatkan nyawa seseorang?

Aku mohon.

Kumohon.

Selamat ulang tahun, Joon Hee.

Bukalah.

Ini...

Kamu suka? - Ini

terlalu berlebihan bagiku.

Aku hanya pejabat publik dengan gaji kecil.

Aku bukannya meminta tolong.

Aku membelinya dengan gajiku.

Biar kupakaikan ke pergelangan tanganmu.

Kamu suka?

Ya.

Ya ampun, aku tidak percaya ini.

Hanya melihatnya saja membuat lututku gemetar.

Kenapa dia menjodohkanku dengannya?

Ya ampun.

Bagaimana jika dia melumpuhkan kakiku lagi?

Siapa ini?

Halo?

Ya? Ini dengan Jang Pan Soo.

Apa? Kamu yakin?

Kamu kenal Min Jae?

Kamu di mana sekarang?

Ya. Baiklah.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Dol Mok!

Hei, So Joo.

Guru Kwon, sedang apa kalian di sini?

Kami kemari untuk makan siang. Kamu?

Aku juga. Aku kemari untuk makan siang dengan Ayah.

Tapi Ayah terlambat.

Benarkah? Ini menyenangkan.

Kebetulan sekali! Ayo makan siang bersama.

Dia mau makan siang dengan ayahnya. Bibi tidak mau mengganggu mereka.

Tidak apa-apa.

Benar! Aku harus membuat laporan.

Aku lupa.

Kalau begitu kamu harus pergi. Para wajib pajak sudah menggajimu.

Benar.

Aku sungguh minta maaf, Bibi.

Bisakah Bibi makan siang bersama Dol Mok dan ayahnya?

Hentikan omong kosong ini.

Hei, kalian bersandiwara, bukan?

Kalian sangat payah.

Kalian sudah merencanakannya?

Tidak. Apa maksud Bibi? - Tatap mata bibi.

Pupilmu berkedut. Kalian merencanakan ini.

Apa Pak Jang yang menyuruh ini?

Yang benar saja. Itu omong kosong.

Kamu bohong.

Ayo makan siang lain waktu.

Kamu merencanakan ini. - Tunggu.

Kami tidak... - Tunggu!

Bagaimana ini?

Kudengar menu makan siang di sini enak.

Karena kita sudah memesan tempat, ayo kita makan.

Tapi kenapa dia tidak datang?

Pasti ada alasan untuk itu.

Kamu mau pesan apa?

Dari mana kamu kenal Min Jae? - Itu...

Di mana dia sekarang?

Paman.

Biarkan aku bernapas dahulu.

Ya ampun, aku haus.

Baik. Duduklah di sini. Aku akan mengambilkanmu air.

Terima kasih.

Paman meminta Agensi Pencari

untuk menemukan Min Jae, bukan?

Ya, benar.

Aku menyuruh mereka mencari dia beberapa tahun lalu.

Aku kebetulan bertemu pegawai agensi itu.

Dia berkata tentang Jang Min Jae.

Saat aku melihat dia,

aku yakin dia temanku.

Min Jae tinggal di panti asuhan yang sama.

Kamu yakin?

Panti asuhan yang mana?

Itu sudah tutup.

Ini

Min Jae, bukan?

Ya, benar! Dia putraku, Min Jae.

Min Jae masih hidup.

Dahulu kami sangat dekat.

Dia juga pintar.

Benarkah?

Kamu tahu di mana dia sekarang?

Ini sudah lama sekali.

Aku tidak mengetahuinya,

tapi

aku bisa menemukannya.

Baiklah.

Kenapa Hwa Young ingin menemuimu?

Aku tinggal di rumahnya selama aku SMP

sampai tahun kedua SMA-ku.

Berarti saat kamu kabur dari rumah saat SMA,

kamu kabur dari rumah Hwa Young?

Ya. Setelah ayahku meninggal,

aku menjalani hidup yang sibuk selama 11 tahun,

jadi, kami saling kehilangan kontak.

Setelah bertemu dia lagi, aku teringat akan masa-masa itu.

Dahulu kami bersahabat.

Aku meragukannya.

Ada apa denganmu?

Saat ayahku berkata bahwa dia mengirimku ke Seoul,

aku seharusnya merengek.

Aku tidak menyangka akan kehilangan dia secepat ini.

Andai aku hidup bersama ayahku selama bertahun-tahun itu,

kami pasti memiliki banyak kenangan bersama.

Aku menyesalinya.

Tapi saat aku memeluk boneka pemberiannya,

aku merasa sedang bersama dia, dan itu membuatku terhibur.

Andai ponsel di masa lalu sebagus saat ini, pasti akan menyenangkan.

Kenapa?

Ayahku bernyanyi untukku di hari ulang tahunku.

Andai kurekam di ponselku hari itu,

aku pasti bisa menontonnya.

Aku merindukannya.

"Siapa yang membuatku iri"

"Di dunia ini?"

"Aku senang saat ini"

"Duduk"

"Di ambang jendela yang gelap"

"Aku melihat"

"Ke luar jendela"

"Saat aku"

"Memikirkanmu"

"Itu membuatku senang"

Walau ini hadiah, ini terlalu mahal, Hwa Young.

Tapi terima kasih.

Akhirnya setelah 20 tahun,

aku bertemu seseorang yang ingat ulang tahunku.

"Gyeongbokgung-gil 68, Jongno-gu, Seoul alamat yang Anda minta."

Biasanya kamu mengunci pintu ke atap?

Ya, aku selalu menguncinya.

Tidak mungkin seseorang bisa kemari.

Tapi ada orang di sini.

Apa kamu hanya punya CCTV di lift?

Tidak ada CCTV di tangga?

Tidak ada CCTV di sana.

Ya ampun. - Astaga.

Maaf. - Yang benar saja.

Perhatikan arahmu berjalan.

Ya ampun. - Jangan kasar.

More Indonesian subtitles for The Good Thieves

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left