The first 200 lines.
Pernahkah kau bertanya-tanya
apa yang akan terjadi kepadamu di masa depan?
Setidaknya, aku yang berusia 18 tahun
tak pernah memikirkan hal seperti ini
akan terjadi dalam kehidupan nyata.
Namaku Dong Shancai.
Aku hanyalah seorang gadis biasa berusia 18 tahun.
Ini ibuku.
Dia memiliki pipi montok, kaki gemuk, dan suara yang nyaring.
Dia sangat sehat
dan memiliki pandangan hidup yang optimis.
Sepertinya, aku sangat mirip dengannya.
Dasar gadis konyol.
Bagaimana wajahmu menjadi sangat kotor, padahal membeli sayuran?
Permisi,
aku mau yang ini.
Iga babi asam manis
adalah hidangan khas keluarga Dong.
Sejak aku masih kecil,
menyantap masakan ibuku bersama di meja
adalah hal terbaik.
Apa yang aromanya sangat nikmat ini?
Makanan ini terlihat enak.
Selesai.
Gadis bodoh. Siapa bilang kau boleh makan?
Ini untuk pelanggan kita.
Kau telah memakannya selama 18 tahun. Apa itu belum cukup?
Aku takkan pernah
merasa cukup.
Aku memutuskan untuk masuk
Jurusan Gizi Universitas Mingde
agar bisa mengembangkan
bisnis katering ibuku.
Aku ingin lebih banyak orang menikmati makanannya.
Sayangku.
Ayah.
Ini ayahku.
Dia hanyalah seorang manajer logistik biasa.
Namun, dia juga seorang suami yang baik
yang mencintai istrinya
dan ayah yang baik yang menyayangi putrinya.
Ini teman sekelasku saat SMA, Xiaoyou.
Dia sangat menyukai teh,
jadi, setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi,
kami bekerja paruh waktu di toko teh ini.
Ini adalah musim panas yang panjang dan damai.
Sama seperti
18 tahun terakhir.
Namun, kedamaian itu sirna
pada hari itu.
-Tiga. -Tiga.
-Dua. -Dua.
-Satu. -Satu.
-Kau masuk! -Kau masuk!
Aku masuk!
Xiaoyou masuk
Jurusan Budaya Teh
di Chaoyang.
Lalu, aku...
Berkat semua gurunya,
putri kami, Shancai,
masuk
ke Universitas Mingde.
-Selamat untuk Shancai! -Selamat!
-Terima kasih. -Bersulang! Terima kasih.
Aku masuk ke universitas impianku, Universitas Mingde.
Lalu, aku menjadi mahasiswi baru
di Jurusan Gizi.
Bu.
Apakah ini Universitas Mingde
yang legendaris?
Ya.
Ini adalah salah satu universitas elite terbaik.
Shancai, belajarlah dengan giat.
Masa depanmu yang indah
dimulai di sini.
Tos?
Shancai.
Aku sangat senang
bahwa kita masuk ke Mingde bersama.
Sahabatku saat SMA
kini akan menjadi sahabatku di universitas.
Aku sangat beruntung.
Itu lebih baik daripada memenangkan lotre.
Aku juga senang!
Shancai.
Kau...
Coba aku ingat-ingat.
Li Zhen.
Kau adalah gadis pendiam
dengan nilai terbaik
dari kelas lain.
Ini Chen Qinghe.
Dia adalah sahabatku.
Kami adalah teman sekelas saat SMA
dan masuk ke universitas yang sama.
Kalian berdua
pasti sangat dekat.
Tentu saja,
Shancai dan aku sangat dekat
sehingga aku melamar
ke universitas yang sama dengannya.
Mengapa kau mendaftar
ke universitas yang sama?
Aku tak ingin
berpisah darinya.
Lalu,
apa pun jurusanku,
aku akan mengambil alih
perusahaan keluarga,
sebuah pabrik pengolahan pisang.
Pisang itu enak.
Pisang sangat bergizi dan lezat.
Ya, yang terpenting,
pisang tak pernah kesepian.
Pisang tak pernah kesepian?
Karena...
-Pisang berkumpul -Pisang berkumpul
-dalam tandan! -dalam tandan!
Kalian sangat kompak.
Tentu saja.
Bagaimanapun,
aku akan menjadi
teman sekelas Shancai lagi.
Shancai, aku senang kau ada di sini.
Jika tidak,
aku akan sangat kesepian.
Kita bertiga akan menjadi teman baik
mulai sekarang
selama empat tahun ke depan.
Aku, Dong Shancai,
sudah siap.
Aku akan belajar dengan giat
di Universitas Mingde
dan memulai bab baru
di dalam hidupku.
-Apakah kau baik-baik saja? -Hati-hati.
Aku baik-baik saja.
Ayo duduk.
-Kuliahnya akan segera dimulai. -Cepatlah.
Selanjutnya,
mari kita sambut tamu kita dari Universitas Pennsylvania,
Tuan Bobbit.
Tuan Bobbit?
Sangat mengesankan.
Aku tak percaya Mingde mengundangnya.
Aku akan memberi tahu orang tuaku.
Mereka akan sangat cemburu.
Para pemimpin yang terhormat, para dosen, dan mahasiswa yang terkasih.
Selamat pagi.
Terima kasih banyak
telah mengizinkan aku
berbagi hari yang indah ini dengan kalian.
Hei, lihatlah foto-fotoku.
Shancai, kau punya foto yang sangat bagus.
Kirimkan yang ini kepadaku. Aku akan membuat emoji ulang tahun.
Ini hari ulang tahunmu? Selamat ulang tahun.
Selamat ulang tahun.
Bukan hari ini, tapi dua hari lagi.
Aku sudah mengirimkannya.
Baiklah.
Pidato itu luar biasa.
Hebat.
Aku juga berpikir begitu.
Hei, siapa itu?
Aku tak tahu.
Apa yang terjadi?
Apakah itu F4?
Mari kita lihat.
Baiklah.
Shancai!
Maaf.
Permisi.
Dong Shancai,
pulanglah dan renungkan tindakanmu hari ini.
Seharusnya
kau tak bersikap sekasar itu
kepada tamu istimewa universitas kita,
Tuan Bobbit!
Kau tak memiliki sopan santun.
Apa yang diajarkan orang tuamu?
Lihat,
itu orangnya.
Apakah dia mahasiswi baru itu,
Dong Shancai?
Mengapa dia menyerang Tn. Bobbit?
Ya, apakah dia gila?
Pasti ada yang salah dengannya.
Ini sangat buruk.
Apa dia benar-benar
mahasiswi di sini?
Ya.
Lihat. Itu dia.
Shancai,
apakah kau terluka?
Shancai, maafkan aku.
Ini semua salahku.
Aku tak bisa melindungimu.
Mengapa kau menyerang Tn. Bobbit?
Aku tak ingin menyerangnya.
No comments yet. Be the first to leave one.