Release info

Miss Sherlock S01E02 1080p x265 AAC-AOZ
A Commentary by AlphAbuAbu

Tags

1080
x265
Published on: 2018-07-02
Downloads: 60
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bisa?/ Bisa.

Katakan! Siapa dalangnya?!

Katakan! Siapa dalangnya?!

Ini, bagaimana?

Kelihatan enak.

Sempurna.

Terima kasih sudah boleh membantu.

Meski hampir semua Anda yang melakukannya.

Syukurlah aku bisa membantu./ Iya.

Ah, temanku akan datang hari ini untuk minta bantuan Sherlock.

Bisa kasih tahu?/ Baik.

Terima kasih banyak!

Sarapannya sudah siap!

Tidak mau.

Kopi saja. Kopi.

Aku buat sarapan ini sebagai rasa terima kasih membolehkanku tinggal. Tidak mau?

Tidak mau.

Aku masak berasnya di panci.

Bahkan ke pasar ikan jam 5 subuh.

Tapi kau tidak mau?

Baca ini./ Apa ini?

Aturanmu tinggal di sini.

"Jangan buat sarapan."

"Buatkan kopi dengan suhu air 80 derajat Celsius."

Hei, hei! Aturannya kebanyakan!

Kalau tidak mau, keluar saja sana.

Hei, Sherlock. Temanku datang lebih cepat. Bisa sekarang?

Wah, iya. Aku lupa.

Ada yang kemari.

Aduh... Eh? Kau masih makan?

Soalnya dua porsi.

Permisi.

Kamar yang tidak biasa.

Kau ini Sherlock?/ Betul.

Tak kusangka kau imut sekali.

Kepribadiannya buruk, tapi./ Silakan.

Apa kau tahu Kishida Saneatsu?

Apa kau tahu Kishida Saneatsu?

Pelukis gaya barat di awal 1900-an.

Memang luar biasa.

Lukisan dia yang terakhir.

"Sachiko."

20 tahun, saat hari jadi ke-25, suamiku memberi hadiah itu.

Tn. Maibara adalah penjual barang antik.

Dia menemukannya saat membereskan gudang kliennya.

Hadiah hari jadinya indah sekali, ya?

Indah?

Ini hadiah pertama dan terakhir yang dia beri padaku.

Karena tidak biasanya begitu, tak lama dia meninggal.

Meski begitu, aku simpan selama 20 tahun ini.

Aku tolak seluruh permintaan untuk meminjamnya.

Tapi, direktur Museum Seni Gable datang.

Dia memohon untuk meminjamnya untuk pameran khusus.

Untuk pertama kalinya kau setuju?

Betul.

Tapi kemudian...

Dua hari lalu...

Seorang pria datang tepat sebelum jam tutup.

Siapa aja, tolong!

Berhenti!

Berhenti di tempat!

Hei! Kau baik-baik saja?

Panggil ambulan!

Hei, bertahanlah! Hei!

Apa dia mati?

Dia tak sadarkan diri di rumah sakit.

Pelaku ini siapa sebenarnya?

Soal itu, aku tak tahu namanya.

SIM, dompet, ponsel, tidak punya apa-apa.

Kenapa dia merusak lukisan itu?

Polisi tidak tahu.

Tapi mungkin kau bisa cari tahu.

Satu hal yang pasti.

Pria ini cuma mengikuti perintah pelaku yang asli.

Sulih bahasa: Alph Abu Abu

Apa?

"Misteri Kumis Sachiko"

Picasso, Delacroix, Mark Rothko. Lukisan bersejarah ini juga pernah dirusak.

Biasanya oleh calon seniman yang frustasi.

Berharap mendapat kemahsyuran di dunia seni dengan merusak memakai tanda tangan sendiri.

Tapi orang ini tidak punya identifikasi apa-apa.

Jadi identitasnya tidak akan terungkap saat tertangkap.

Dia mau tetap tak dikenal.

Berarti, pelaku sebenarnya ada di belakang layar.

Ternyata begitu.

Ny. Maibara, tolong terima permohonan maaf saya.

Anda akan mendapat ganti rugi...

Hentikan.

Masalah sebenarnya itu karena kurang pengawasan, `kan?

Kalau kau punya tambahan pengawas, pasti tak akan terjadi.

Tidak bisa dipungkiri...

Lewat sini.

Silakan.

Bagaimana?

Kumis yang bagus.

Belakangan ini ada yang aneh?

Kalau aneh aku tidak tahu.

Tiga hari lalu, ada pria menemuiku.

Lukisan ini ingin dibelinya.

Gallery Gelder. Yanagisawa Keisuke.

Berapa pun harganya, akan saya bayar.

Tolong pertimbangkan tawaran saya.

Saya mohon!

Berapa pun?!

Lalu, apa yang terjadi?

Tentu saja aku tolak.

Lukisan ini hanya milikku seorang.

Lalu, hari berikutnya lukisan ini dirusak dengan kumis.

Boleh saya masuk?

Ny. Maibara, ini ahli perbaikan seni, Tn. Kuwabata

Ini sangat berarti bagiku.

Tolong diperbaiki.

Pasti diperbaiki. Tidak perlu khawatir.

Saya usahakan yang terbaik.

Kalau begitu, tolong dibantu./ Baik.

Kondisinya masih belum berubah.

Kenapa dia melakukan itu?

Dia memang mengincar "Sachiko", atau cuma sial saja?

Tidak punya barang pribadi. Aksesorisnya ke mana?

Aksesoris? Seingat saya tidak ada.

"5-3"?

Sudah pudar, tapi ada 5-3 di punggung telapaknya.

Aku tidak menyaradinya lagi.

Tentu saja. Kau melihat, tapi tidak mengamati.

Mungkin tidak ada hubungannya.

5-3 itu lokasi lukisan itu.

"Ruang 5"

"Kishida"

Dia menulis memo untuk memastikannya.

Berarti, dia diperintah merusak "Sachiko"

oleh pelaku aslinya.

Lukisannya diincar!

Coba kita temui pemilik galerinya.

Mungkin dia tahu sesuatu.

Maaf, aku harus pergi konseling.

Perusahaan medis merekomendasikannya untuk para relawan.

Buang-buang waktu saja.

Itu tidak akan memperbaiki masalahmu.

Tunggu, tunggu!

Hei, dari tadi itu punyaku! Piring sebanyak ini, dimakan, dong!

Kau sudah pesan berapa banyak? Tidak, aku mau itu!

Terima kasih sudah menuggu.

Terima kasih sudah menuggu.

Memang, aku juga sudah dengar soal itu.

Berarti pemiliknya dililit utang, ya?

Aku tidak tahu detilnya.

Katanya ada penurunan nilai di pasar seninya.

Semua orang bicara soal itu.

Pak Reimon, pemiliknya bunuh diri karena utang.

Sekarang kembali saja.

Baik.

Terima kasih.

Kenapa kemari?

Harusnya yang tanya itu aku.

Ada apa?

Pemiliknya ditemukan meninggal semalam.

Yanagisawa Keisuke?

Kenapa bisa tahu?

Mayatnya ditemukan di sini. Aku kirim gambarnya.

Shibata, lanjutkan.

Seorang pria yang sedang menelpon di depan pintu masuk melihat mayatnya jatuh ke tanah.

Kejadiannya semalam, 22:32.

Saksi tetap di depan pintu ini sampai polisi tiba.

Dia tidak melihat orang pergi.

Mereka menyisir area, dari tempat parkir sampai atap.

Tidak ada yang mencurigakan.

Sip.

Sip? Dengar, tidak?

Pintunya terkunci. Kuncinya ada di meja.

Jendelanya terbuka.

Rekam pil tidur ada di kebiasaannya.

Seorang karyawan bilang Yagisawa punya utang besar.

Tidak bisa tidur tanpa pil karena gelisah.

Dia bunuh diri dengan melompat dari jendela.

Ini bukan kasus untuk divisi pembunuhan.

Ayo kembali ke markas.

Kunci itu untuk ruangan ini.

Kenapa bisa seyakin itu?

Kenapa? Siapa pun tahu. Kunci satunya kan kunci BMW-nya.

Ruangan ini pakai kunci silinder PR.

Kunci ini untuk silinder U9.

Serupa, tapi berbeda.

Nih, coba.

Apa?!

Bukan kuncinya.

Pelakunya meninggalkan kunci palsu di sini dan mengunci dari luar.

Mungkin saja Yanagisawa dipaksa menelan pil itu.

"Stradivarius"

Hoi, hati-hati!

Kantor Yanagisawa pas ada di bawah.

Dengan begitu, kalau jatuh akan tepat di situ.

Iya, iya, betul.

Paham. Paham.

Memang benar. Mungkin dia didorong dari sini.

Dapat sesuatu?

Tapi kenapa repot-repot membawa dia ke atap?

Ditambah lagi, tidak ada orang di atap saat itu.

Inspektur, aku minta bantuan.

Apa saja terserah.

Kau sudah dengar soal perusakan lukisan itu?

More Indonesian subtitles for Miss Sherlock

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left