The first 200 lines.
PERSEMBAHAN NETFLIX
Ayo, tak bisa lebih cepat?
Kate, PMK New York bilang enam orang terjebak api. Kau di sana?
Ya, hampir. Cepat. Parkir di sana.
Ya. Aku melihatnya.
Siaran langsung lima menit lagi.
- Kami akan siap. - Kita bisa.
Empat mobil di TKP. Sisanya dalam perjalanan.
- Kalian sudah tiba? - Ya, kami baru tiba.
Rekam aksi mereka dan kita tutup di blok ketiga.
Kondisinya tak tepat, David.
Polisi menghalau media sejauh 46 m.
Akan kucarikan berita eksklusif.
- Bagaimana caranya? - Kau tahu caranya. Berikan kameranya.
Terima kasih.
- Hei. - Pak, jauhi barikade.
Aku hanya mau bertanya sedikit. Kau tahu...
Maaf.
Maaf soal itu.
Aku ceroboh hari ini.
Butuh tangga di sisi selatan!
Butuh Charlie di lantai dua.
Butuh tekanan lagi di sini.
Bukalah. Kita butuh tekanan lagi di sini.
- Mereka paramedis, biarkan lewat. - Ayo. Kita harus bergegas.
Ayo, Kawan-kawan.
Tutup jendela itu.
Tolong aku di sini.
Kau harus pergi sekarang. Apinya tak terkendali.
- Tak apa-apa. Aku pernah lakukan ini. - Tidak yang seperti ini.
Awas!
Terima kasih.
Pergilah sekarang.
Amat sulit mendapatkan info...
- Sepuluh detik, Kate. - Ya, dimengerti. Aku akan siap.
Pastikan kau bersiap. Bagus.
Lima, empat, tiga...
Channel 12 News telah mendapatkan rekaman eksklusif...
...dari PMK yang berjuang melawan api di gudang kosong di Brooklyn.
Para PMK terbaik Kota New York
telah mengeluarkan delapan orang dari kebakaran.
Operasinya terus berlanjut.
Dari Brooklyn, saya Kate Bradley, Channel 12 News.
Semua stasiun lain tak dapat berita seperti itu.
Rekaman bagus, Josh.
Bukan aku, semua berkat Kate.
Videonya pun banyak ditonton di situs kita.
Bagus.
Kate, aku baru saja dihubungi divisi hukum kita.
Coba tebak apa ucapan mereka soal laporanmu?
Hebat? Kerja bagus?
Gegabah dan berbahaya. Asuransi kita tak mencakup aksi seperti itu.
- Aksi? Kusebut itu menjadi reporter. - Itu harus berhenti.
Mereka tak keberatan saat kuberi liputan eksklusif
dari dalam pabrik yang rubuh di Bronx.
Sebenarnya, aku keberatan.
Manajemen TV akan menggila dengan semua risiko yang kau ambil.
- Mereka sepertinya suka rating. - Hentikan itu, Kate. Paham?
- Ya, jelas, Bos. - Terima kasih.
Jadi, kau bilang 12 orang diselamatkan?
Bisa kutelepon nanti? Terima kasih.
Hai, Ayah. Kulihat pesanmu, tapi aku...
Kulihat laporanmu dari kebakaran gudang. Aku cemas.
- Kau tak biasanya abaikan pesanku. - Aku tak mengabaikanmu.
Hariku sibuk dan baru selesai hubungi penyidik kebakaran
- dan aku... - Ini tengah malam dan kau masih bekerja?
Ayah, aku tahu kau meneleponku dari kantor.
Itu lain. Pekerjaan senator tak pernah selesai.
Kuharap kau akan mempertimbangkan meliput politik, alih-alih mengejar
kebakaran dan tabrakan mobil. Itu jauh lebih aman.
Jelas lebih aman, tapi tak terlalu menarik.
Minimal ikutlah denganku ke penggalangan dana besok.
Sungguh butuh aku ikut? Kau tahu aku tak suka acara politik.
Ya, tapi aku juga tahu kau mencintaiku.
Ayo, bantulah ayahmu.
Para donor menyayangimu. Serta sudah lama aku tak lihat wajahmu.
- Ayah, kita bicara via FaceTime kemarin. - Itu tak termasuk.
Baiklah, sampai jumpa di penggalangan dana.
Kini pergilah dari kantor dan berhenti mencemaskanku.
- Baik. Selamat malam. - Selamat malam.
KABAR YANG BISA ANDA PERCAYA
Di poin pertama, ada wawancara Susan dengan Wali Kota. Kau siap?
Beliau menundanya ke pukul 15.00, tapi aku akan siap.
Bagus. Terus gali info. Dapatkan ceritanya dahulu.
- Alex, selamat datang. - Maaf. Kereta tertunda.
Lalu, ancaman bom di Newark Liberty.
- Ed, aku mau kau tangani. - Sudah kulakukan.
David, aku meliput kereta tergelincir itu Maret lalu.
Aku terus berkomunikasi dengan sumberku di Dept. Transportasi.
- Beri ke Ed jika itu membantu. - Hebat.
Aku mau ini menjadi tugasku.
Lupakan, Kate. Yang ini untukmu.
Ada telepon dari wanita di Bronx Selatan yang bilang telah temukan tas di terasnya.
Dia menemukan tas? Kenapa tak siarkan ini langsung sekarang?
- Tas itu penuh uang. - Menurutnya itu milik siapa?
Dia yakin itu diberikan oleh Orang Baik.
Kedengarannya itu berita baik.
Ini bisa menjadi kesuksesan besar untuk Lauren.
Dia pakarnya berita sepele. Maaf.
- Itu hobiku. - Lauren, festival iga.
Aku bisa menindaklanjuti kebakaran gudang.
Itu sudah padam. Tak perlu ditindaklanjuti.
Itu saja. Keluarlah. Cari berita.
David, apa yang tak kau katakan kepadaku?
Eksekutif tak mau kau liput berita yang bisa meledak,
terbakar, atau berakhir dalam klaim asuransi.
Anggap ini rehat dari berita kemalangan.
Hingga kapan?
Kita lihat saja. Kini kau liput berita Orang Baik.
Ini nyaris bukan berita.
Wanita menemukan sekantong uang. Maksudku, apa selanjutnya?
Cuci mobil amal? Konferensi orang tua dan guru?
Kau takkan lama meliput berita lokal.
- Kau reporter terbaiknya. - Terima kasih.
- Namun, tetap saja, di mana ceritanya? - Apa? Kau tak suka berita Orang Baik?
Aku selalu objektif, tapi tidak.
Baiklah.
Di sini!
Itu dia. Hai.
Kau siap?
Tolong, lewat sini.
Akan kubuka pintunya.
Uangnya ada di tas ini, seperti ini.
$100.000.
$100.000?
Ini berarti sesuatu bagimu?
Tidak.
Namun, aku tahu ada orang di luar sana yang menjaga dan membantu kita.
Ini masa yang sulit.
Suamiku dipecat musim dingin lalu.
Setelah itu, kami diusir...
dan pindah kemari.
Apa disertai catatan atau semacamnya?
Tidak ada catatan.
Namun, aku tahu kenapa itu terjadi.
El espíritu de dios.
- Mukjizat. - Ya.
Ini alasanku memanggilmu kemari. Aku mau semua tahu mukjizat terjadi.
Kau tak percaya mukijizat.
Kita tak bisa melihat semuanya dengan mata kita.
Terkadang,...
kita harus melihat kemari.
Mungkin ini terasa menggugah, tapi ini tak cukup.
Terima kasih. Segmen ini harus diunggah. Kita siaran langsung 20 menit lagi.
Kau masih berpikir itu uang narkoba, ya?
Atau mungkin perampokan, entahlah.
Aku sulit percaya
ada orang di luar sana yang berbuat baik dan tak mengharapkan apa pun.
Itu agak sinis. Aku yakin itu sering terjadi.
Sungguh? Lalu kenapa selama kita bekerja bersama,
kita tak pernah liput cerita seperti ini?
Bagaimana dengan pria Natal lalu itu? Yang memperbaiki mobil orang
di area parkir mal saat rusak.
Itu tak pernah ditayangkan. Kau tahu alasannya, kan?
- Karena dia punya wig aneh itu? - Apa? Tidak.
Karena orang itu merusak mobil saat pemiliknya berbelanja
lalu menawarkan perbaikan demi sumbangan kecil.
- Serius? - Benar.
Nomor delapan ini...
Mungkin ini trik pemasaran.
Kau ingat perusahaan berbagi tumpangan
yang bagikan uang sepuluh dolar di Wall Street?
Tentu.
Kampanye itu menghabiskan seperempat juta dolar.
Namun, kampanye itu menjangkau 25.000 orang.
Perusahaan apa yang amat ingin menang atas Christina Gomez?
Baik, mungkin bukan itu.
Maksudku, dalang dari hal ini, mereka punya motif.
Aku yakin perubahan bisa terjadi karena aku adalah hasilnya.
Pada tahun 1951, kakekku, Harish Banerjee,
memindahkan keluarga dan perusahaannya ke Kota New York.
Yang tadinya Banerjee Electronics di Kolkata,
menjadi Bradley Electronics di Queens.
Harish menjadi Harry, tapi dia masih pria yang sama.
Pria yang kemari bukan hanya untuk sukses, tapi untuk berkontribusi.
Di masa tak menentu ini,
kita mudah untuk bersikap sinis dan takut.
Namun, bersama, kita bisa membuat perubahan.
Terima kasih.
Menginspirasi seperti biasanya, Ayah.
Namun, kau berpakaian di kursi belakang mobil lagi, 'kan?
Kau tak melewatkan apa pun, ya?
Aku mau kau bertemu salah satu donorku. Dia bertanya tentangmu.
Melihatmu di TV.
Jangan beri tahu aku. Mungkin dia mau aku meliput bisnisnya.
Dia sudah cukup terpublikasi.
Dia baru meraih manajer tahun ini dari Investment Alliance.
Jadi, aku harus dengarkan bualannya selama sejam
soal kesuksesan finansialnya.
Entah kenapa aku akan membahas pekerjaanku padahal pekerjaanmu jauh lebih menarik.
Kate, ini Jack Hansen.
Hai, Jack.
Senang bertemu.
Kurasa kini artinya aku harus bertanya soal pekerjaanmu
untuk bantah prasangkaku.
Aku akan berpura-pura tersanjung, tapi alihkan topik ke profesimu lagi
seperti laporan kereta tergelincirmu itu.
Sulit dipercaya kau membuat teknisi itu mengaku
dia mengemudi sambil berkirim pesan.
Dia bukan pria cerdas.
No comments yet. Be the first to leave one.