The first 200 lines.
"SATU BULAN SEBELUM DEADLINE" Game kami sedikit lagi selesai.
Meski akan lebih sulit dari sebelumnya,
tapi semoga kalian bisa mengikuti tempo hingga rampung.
Setelah melewati tahap ini, kita sudah sukses besar.
Baiklah! Mari berjuang bersama!
Semangat!
Semangat!
Musik latar masih kurang tiga.
"KECEPATAN SHINOAKI DAN NANAKO TERTINGGAL" Naskah masih kurang 30 persen.
Ilustrasi juga baru selesai sekitar 40 persen.
Kalau tidak berkompromi pada beberapa bagian,
dengan kecepatan saat ini, mungkin tak bisa selesai tepat waktu.
Tapi, semuanya sudah sangat bekerja sama denganku.
Bagaimanapun, aku jadi berpikir...
kalau sampai mengulang kesalahan yang sama...
Tidak!
"MENGUBAH STANDAR" Semua sudah berbeda saat ini!
Aku harus menyelesaikannya.
Ini juga demi Tsurayuki.
"MEMBERIKAN HASILNYA" Apa maksudnya membuat komposisi menurut ini?
Tentu saja karena tidak bisa menyalin melodi,
jadi hanya perlu meniru suasananya saja.
Rupanya begitu.
Karena aku tidak dapat inspirasi... ini juga terpaksa, kan?
"PERUBAHAN STANDAR MUSIK OLEH KYOYA HASHIBA" Meski ini sulit disebut sebagai hasil karyamu,
tapi bisakah kau bekerja sama denganku?
Baiklah.
Cara kerja ini juga lumayan menarik.
Terima kasih.
Eh? Ingin mengubah ilustrasi?
Saat ini produksi sudah semakin baik, kuharap bisa mendahulukan kecepatan.
Ada banyak gambar yang serupa...
Apa ini tidak apa-apa?
Ya, aku berharap bisa menonjolkan pesona karakter di bagian akhir.
Rasanya ini akan lebih baik.
Benarkah begitu?
Tenang saja. Kuharap kau bisa menggambar sesuai dengan arahan dariku.
Bolehkah aku minta tolong?
Ya, baiklah. Ikut apa katamu saja.
Aku akan menggambar sesuai ini.
Mereka berdua sudah paham dan setuju.
Hanya tersisa yang terakhir...
Kyoya, kau ingin aku mengubah naskah sesuai dengan arahan ini?
Memang kuakui kecepatanku tertinggal.
Tapi, ini sepenuhnya berbeda dengan sinopsis yang kutulis.
Bukankah seperti membuat produk berbeda?
Menulis berdasarkan ini memang bisa menghemat waktu.
Ya, benar. Demi bisa kumpul tempat waktu, kuharap bisa mengubah...
Kalau memang begitu,
apa perlu aku yang menulisnya?
Tsurayuki...
Menulis sesuai sinopsis yang kau pikirkan,
bahkan akhirnya juga sudah ditentukan...
Bukankah tidak ada tempat di mana aku bisa tampil?
Apa yang kau katakan?
Justru karena Tsurayuki yang menulis, game ini bisa tampil memuaskan.
Meski aku hanya menulis sesuai arahanmu?
Tentu saja.
Dalam industri game,
normal bagi pengawas untuk menuliskan garis besar.
Hanya sedikit penulis yang bisa menulis bebas sejak awal.
Begitukah?
Tentu saja.
Prioritas saat ini adalah menyelesaikan game.
Harus dijual tepat waktu di Pameran Doujin.
Bagaimanapun, ini harus lebih dulu dijadikan pertimbangan.
Mohon maaf telah menyulitkanmu.
Tapi demi menyelesaikan ini, hanya cara ini yang terpikirkan olehku.
Kyoya...
Jadi, kumohon.
Tolong percayalah padaku, lakukan sesuai arahanku, oke?
Aku mengerti. Ikut katamu saja.
Keputusan Kyoya selalu tepat.
Kau berkata seperti itu juga karena memikirkan aku, kan?
Terima kasih, Tsurayuki.
Demi masa depan, sekarang sabar dulu.
Benar.
Naskah sudah mulai berbentuk.
Minggu ini seharusnya sudah boleh masuk ke dalam segmen rekaman.
Bagus.
Kesulitan yang dulu seakan tidak pernah ada.
Kecepatan penyelesaian ilustrasi juga bagus.
Apa kau menggunakan sejenis sihir?
Aku hanya memprioritaskan untuk mempercepat laju pembuatannya saja.
Semuanya juga bisa memahamiku.
Benarkah? Baguslah kalau begitu.
Selain itu,
buat gadis gemetaran itu menjadi lebih bersemangat.
Gawat... aku gugup sekali...
Kurasa konser di HUT kampus lebih menegangkan dibandingkan ini.
Sebenarnya, gadis yang karakternya begini
akan menjadi sangat kuat begitu membuat keputusan.
Begitukah?
Baiklah, sudah boleh.
Kinerjamu sangat bagus, Nanako.
Sungguh membuat ketagihan.
Boleh rekam sekali lagi?
Baiklah.
Coba tunjukkan antusiasme yang lebih lagi.
Baik!
Benar tidak kataku?
Iya.
Nanako, benar-benar hebat.
Pengarah musik itu sampai terkejut.
Dia tanya padaku di mana menemukanmu.
Pujianmu berlebihan, aku tidak sehebat itu.
Benar saja, memegang teguh pada keinginan diri dan melakukannya adalah keputusan tepat.
Salam kenal, aku Kawasegawa.
Namaku Kiryuu.
Aku ketua klub penelitian seni.
Maaf, harus kembali meminjam peralatan dari Senior.
Kau bisa menggunakan perangkat lunak untuk menyunting video?
Aku pernah beberapa kali menggunakan Primia,
tapi kurang paham dengan AE.
Kalau begitu kujelaskan perbedaan utama antara keduanya.
Hashi, apakah dia mahasiswa super genius?
Iya, benar.
Benar saja, sudah cukup menjelaskan.
Sungguh sehebat itu?
Kalau dia terus berusaha,
mungkin ke depannya bisa menjadi penyunting video yang terkenal.
Setelah itu masuk ke industri game, mungkin sudah selayaknya...
PANGGILAN MASUK, SHINOAKI
Maaf, mengganggu pekerjaan kalian.
Tidak apa-apa. Ada apa?
Aku terpikirkan sebuah ide yang luar biasa hebat.
Aku tidak sabat memberitahumu.
Yang kau maksud itu setting pada adegan terakhir, kan?
Benar, aku ingin menambahkan sedikit detail.
Menambahkan apa?
Tsurayuki menggambarkan adegan ini dengan indah dan penuh emosi.
Karena itu, aku ingin menambahkan satu adegan lagi.
Dialog protagonis prianya hebat, kan?
Jadi, aku ingin menambahkan close-up tangannya ketika dia bicara.
Itu memang gerakan yang biasa dilakukan protagonis pria.
Ketika dia bicara dengan penuh tekad,
pasti akan tanpa sadar mengepalkan tangan.
Benar!
Aku ingin memperkuat bagian ini.
Mau menambah satu gambar lagi?
Ini memang ide yang sangat bagus.
Tapi, kecepatan gambar ilustrasi sudah jauh tertinggal.
Akan tidak realistis jika menambahkan lebih banyak gambar.
Sebagai seorang kreator, meski sangat ingin menyetujui ide ini,
tapi situasi nyatanya seperti...
Kurasa sebaiknya pertahankan sesuai rencana awal saja.
Kenapa?
Menurut naskah saat ini, jelas-jelas diubah begini akan lebih baik...
Apa karena... sulit mengejar deadline?
Bukan masalah itu.
Dalam adegan ini,
aku lebih ingin semua orang memperhatikan ekspresi karakter yang kau gambar.
Ekspresi?
Ilustrasi lainnya hanya menggunakan dua ekspresi.
Di sini menggunakan empat.
Karena kau ingin melalui adegan akhir,
menunjukkan ekspresinya yang melimpah, membuat pembaca punya kesan mendalam.
Ternyata... begitu.
Meski mengubah ilustrasi sesuai ucapanmu pasti akan sangat menarik,
tapi aku masih harus mempertahankan rencana awal.
Bagaimana menurutmu?
Aku mengerti.
Aku akan menggambar sesuai rencana awal.
Maaf, menyia-nyiakan ide bagus yang kau ungkapkan secara khusus.
Tidak masalah.
Maaf telah mengganggu di tengah kesibukanmu.
Begini sudah benar.
Demi Tsurayuki, inilah yang terbaik.
Teman-teman, saat ini adalah tahap terakhir yang tersulit.
Begitu selesai, kita sudah bisa tidur nyenyak. Bersemangatlah semuanya!
Sial, salah tulis lagi.
Kenapa penulisanku jadi begini!
Tsurayuki, aku tahu kau sangat ingin memperbaiki typo-nya.
Tapi untuk saat ini, mari kita prioritaskan debugging sistem.
Ah, maaf.
Sekarang sudah jam dua pagi.
Harus selesai sebelum jam sepuluh, lalu dijadikan disk.
Masih tersisa delapan jam.
Kalian sudah bersusah payah.
Kebetulan kau datang.
Bisakah kau gunakan komputer di kamarku yang lantai dua dan coba mainkan?
Menjawab pilihan yang membuatnya senang sudah bisa masuk ke plot individu.
Aku... aku mengerti.
Ada apa, Nanako?
Ekspresi orangnya tiba-tiba hilang, lalu menjadi begitu silau.
Itu berarti kesalahan sistem.
Kau simpan dulu, nanti aku akan bicara dengan Senior Keiko.
Baiklah, aku mengerti.
Shinoaki, kau punya ada masalah?
Bermain hingga setengah, mendadak gelap dan gambarnya hilang.
Itu berarti programnya crash.
Aku juga akan bicara pada Senior Keiko, biarkan saja dulu.
Kalian semua sedang sibuk?
Sepertinya banyak masalah.
Iya, bisa tolong bantu atasi?
Baiklah, serahkan padaku.
Ekspresi karakter sepertinya salah posisi.
Itu akan merepotkan.
Sebaiknya periksa ulang semua plot utama dan juga plot cabangnya.
Benarkah?
No comments yet. Be the first to leave one.