The first 200 lines.
Produksi : Kadokawa Daiei Eiga Nippon Terebi Housoumou
S.D.P Touhou
Perusahaan Produksi : Kadokawa Eiga
Produksi : Kuroi Kazuo
Karya Asli : Akimoto Yasushi
Skenario : Daira Miwako
Mimura
Yoshizawa Hisashi
Ishibashi Renji
Wanibuchi Haruko
Peter Ho
Seto Asaka
Sutradara : Tsukamoto Renpei
PANGGILAN MASUK 2
ONE MISSED CALL 2
Bu Guru Kyouko, sampai jumpa.
Bu Guru Madoka, sampai jumpa.
Iya, sampai jumpa. Pulangnya hati-hati, ya?
Dadah!
- Sampai jumpa! - Sampai jumpa besok!
Dadah!
Hei, hari ini mau pergi minum, tidak?
Ada banyak dokumen yang ingin kubaca.
Duh, Kyouko terlalu banyak belajar.
Sesekali juga perlu ambil napas, 'kan?
Iya?
Sudah diputuskan.
Katanya saat hujan turun...
...orang yang telah mati datang kembali dari sungai di langit.
Rika, siapa yang bilang seperti itu padamu?
Maaf, aku telat...
Halo, ibunya Rika.
Rika, ayo pulang dengan ibumu.
Nah, ayo, ayo.
Bu Guru Kyouko, sampai jumpa.
Iya, sampai jumpa!
Sampai jumpa besok!
Dadah!
Silakan, pesanannya!
Terima kasih sudah menunggu.
Mei-feng, ponselmu berdering!
Mei-feng!
Naoto! Panggilannya dari siapa?
Pak Wan, sudah pasti pacarnya, 'kan?
SATU PANGGILAN MASUK
Dasar!
Dia kenapa?
Katanya ia tak suka dengan pacarnya Mei-feng.
Pasti susah punya ayah seperti itu.
Selamat da--
Kyouko...
- Tak apa tak belajar? - Aku yang memaksanya kemari.
Soalnya dia juga bilang dia sudah lama tak bertemu dengan Naoto. Kau senang, 'kan?
Kau bicara apa, sih?
- Lalu, mau minum apa? - Jangan malu-malu.
Padahal kau sudah memberikan hadiah seperti ini. /Apa, sih!
- Imutnya. - Iya, 'kan?
Kalung ini, ya...
...mengikatmu selama-lamanya dengan pasangan yang kau berikan, sebuah jimat cinta, katanya.
- Jangan bicara yang tak perlu. - Maaf.
Kau! Sudah kubilang jangan hubungi putriku lagi!
Juga jangan berpacaran dengannya!
Pak Wan, jangan seperti itu.
Ayah? Ada di mana?
Ini Mei-feng?
Mei-feng?
Mei-feng, kau ada di mana?
Kenapa kau menelepon ponselmu sendiri?
Dasar, lagi-lagi meninggalkan minyak di atas api. Padahal sudah kubilang berbahaya.
Mei-feng! Kau tak apa-apa? Mei-feng!
Pak Wan, ada apa?
Naoto.
Mei-feng...
Mei-feng...
Ada apa?
Ekspresi kalian seperti melihat hantu saja.
Karena Douchi-nya (Kacang Kedelai Hitam) habis, jadi aku pergi membelinya.
Kau baik-baik saja?
- Lalu apa panggilan barusan? - Panggilan apa?
Ponselku!
Jangan seenaknya menyentuhnya.
ADA 1 PANGGILAN MASUK
Terapis anak? Kyouko, kau berhenti jadi guru TK?
Tidak berhenti, kok.
Aku mengambil kuliah terapis anak karena menurutku, walaupun hanya sedikit, bisa membantu anak-anak.
Di TK kami juga ada anak yang bermasalah. Kekerasan dan sebagainya.
- Pak Wan mana? - Bukannya di dalam?
Naoto, karena Kyouko telah menunggumu, pulang lebih dulu saja, tak apa.
Terima kasih. Tunggu sebentar.
- Kau membelinya? - Iya! Nomorku juga ganti. Aku kirim, ya.
ADA PANGGILAN MASUK
Sudah masuk. Terima kasih.
- Hei, kirim ke aku juga, dong. - Tentu.
Pak Wan?
Tentang persiapan bahan untuk besok...
Pak Wan?
Tidak ada, ya?
Apa ini?
Padahal aku tak pernah mengunduh nada dering seperti ini.
Mungkin kau salah pasang.
ADA 1 PANGGILAN TAK TERJAWAB
Hei, tidakkah kalian pernah dengar nada dering barusan entah di mana?
Hei, yang itu, bukan?
Kurang lebih setahun yang lalu ada, 'kan? Makhluk halus datang melalui ponsel.
- Ah, mahasiswi yang mati di siaran TV itu? - Benar!
Hei, apa yang terjadi setelahnya?
Hei! Apa yang kau lakukan?!
Ternyata kau. Kenapa ada di sini?
Apakah ada permen di mulutnya? Warnanya merah.
Kau masih mengurus kasus itu...
- Permennya? - Tidak ada yang semacam itu.
Mana ponsel pria itu? Aku ingin melihat riwayat panggilannya.
- Itu juga. - Tidak ada?
Korban tak memiliki ponsel.
Begitu, ya?
Jika kau ketahuan berada di sini, kau bisa dipecat, tahu?
Maaf telah mengganggu.
Apakah ada? Permen di dalam mulutnya?
Tidak ada permen.
Selain itu, mendiang tak pernah memiliki ponsel sebelumnya.
Benarkah?
Di antara para pelanggan, ada orang yang mendengar nada dering kematian.
Kenapa kau sebegitu terobsesinya dengan kasus itu?
Karena ini pekerjaanku.
Aku sudah bilang sebelumnya, sampai mana pun kau mengejarnya, kasus ini takkan terjawab.
Apakah kau benar-benar tak tahu ke mana perginya Nakamura Yumi?
Semua hal yang terjadi di dunia ini ada mekanismenya.
Tiada yang namanya kasus yang tak bisa dijelaskan.
Menurutku yang terjadi ialah hal yang berada di luar akal sehat.
Kau terus menyelidikinya lebih dari setahun.
Tiap hari aku terus menyesalinya.
Aku terjebak dalam labirin yang tak ada jalan keluar.
Kita berdua.
Halo? Kyouko?
Pemeriksaan baru saja selesai. Kau tak apa?
Ada apa?
Boleh aku bicara padamu sebentar?
PENULIS REPORTASE - NOZOE TAKAKO
Panggilan peringatan kematian?
Dikirimkan suara atau gambar momen kematian diri sendiri.
Aku pernah dengar rumor tersebut.
Korban berikutnya yang akan dibunuh, dipilih dari memori ponsel korban, bukan?
Itu bukanlah rumor.
Kemungkinan Pak Wan juga menerima panggilan itu lalu terbunuh.
Anu, kau sungguh percaya?
Bulan April tahun lalu, Tsuchiya Rina, siswi SMA, mati tenggelam.
Tiga hari setelahnya, kakak kelasnya, seorang mahasiswi, Okazaki Youko, meninggal.
Lalu, kenalannya saat makan bersama, Kawai Kenji.
Lalu, Konishi Natsumi.
Dia terbunuh saat sedang siaran langsung di TV. Kau tidak ingat?
Aku bekerja keliling Asia Tenggara, jadi...
Bekerja?
Aku kerja paruh waktu di restorannya Pak Wan. Siangnya, aku bekerja sebagai asisten juru foto.
Jadi...
Dia benar-benar dibunuh oleh makhluk halus?
Mizunuma Mimiko.
Meninggal di bulan September, dua tahun yang lalu.
Dalam beberapa hari terakhir, apakah ada sesuatu yang aneh?
Tidak, tidak ada yang aneh.
Apa?
Tidak, kupikir tak ada hubungannya, tapi...
Saat Pak Wan menerima panggilan di ponselnya Mei-feng...
...entah kenapa terasa aneh.
Nada dering saat itu apakah seperti ini?
Iya, mungkin.
Nada dering ini...
Ada apa?
...juga ada di ponselnya Madoka.
Bisa hubungi orangnya?
Ah, baik.
AIDA SACHIKO OKUDERA KYOUKO UCHIYAMA MADOKA
SEDANG MENGHUBUNGI UCHIYAMA MADOKA
Bagaimana kondisinya Mei-feng?
Setelah minum obat, akhirnya sekarang bisa tidur.
Karena dia bilang dari kemarin dia belum makan, aku buatkan bubur.
Kelihatannya ia tak dapat menerima kematian ayahnya.
Dia pasti syok, ya.
Kyouko tak apa-apa? Aku perlu pergi ke sana?
Tak apa. Sebentar lagi Naoto juga akan kembali.
Begitu, ya? Kalau begitu, aku takkan mengganggu.
Madoka?
Ada orang lain di kamarmu?
Aku sendirian, kok.
Aku sendirian, kok.
Aku sendirian, kok.
Barusan ada sesuatu bergerak di belakangmu.
Hei! Jangan menakutiku!
Madoka, cepat keluar dari kamarmu!
- Kenapa? - Di belakang Madoka...
Apa?
Ada apa?
Kyouko?
Madoka...
Kyouko?
Ada apa, Kyouko?
17 JULI (SABTU) 17:56 ADA 1 PESAN SUARA
ADA 1 PESAN SUARA
PESAN SUARA
17 JULI (SABTU) 18:01 UCHIYAMA MADOKA
Ada satu pesan.
No comments yet. Be the first to leave one.